
Ting...
Sebuah pesan masuk di ponselnya Ayunda.
[Kenapa aku di kerjakan yang beda kantor dengan mu Ayunda? Aku tidak ingin bekerja di sini,yang beda dengan kantor mu] Hendri.
Ayunda, menyungging senyumannya saat membaca pesan dari mantan suaminya.
[Kalau tidak mau, silahkan pergi mas]
Ayunda, langsung membalas pesan dari mantan suaminya.
Hap....!!!
Ponsel yang di tangan Ayunda,sudah di rebut oleh kakak iparnya. Ayunda,hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Pesan dari siapa, terlihat senyum-senyum tidak jelas,". Ucap J, saat ingin mengetahui pesan siapa masuk. Ayunda, langsung ingin merebut kembali ponselnya.
"Berikan ponselku,ini privasi ku J,". Ayunda, melompat-lompat ingin merebut kembali ponselnya. Namun J, selalu mengangkat tangannya ke atas. Tentu saja Ayunda,tak sampai merebut ponselnya.
"J, berikan ponselku sekarang juga,". Bentak Ayunda,yang masih melompat.
"Tidak, sebelum aku mengetahui siapa yang mengirim mu pesan," tegas J.
"Aaaaaa....,". Ayunda, berteriak.
Karena Ayunda, menggunakan hak tinggi. Sehingga kakinya keseleo, dengan sigap J menahan tubuh Ayunda. Hanya sebelah tangan kiri,tangan Ayunda juga memegang pergelangan kekar J.
Deggg.....
Ada tatapan mata mereka saling bertemu.
"Apa kamu sangat suka dengan pelukkan ku,hemmm,". J, menyunggingkan senyumnya.
Dengan cepat -cepat Ayunda,mengubah posisinya. Walaupun di pergelangan kakinya masih sakit.
__ADS_1
Dasar gila,siapa juga pengen di peluk, batin Ayunda. ia membenarkan rambutnya.
"Dasar ceroboh,sudah tau menggunakan hak tinggi. Masih saja lompat-lompat kaya anak kecil,". Kekeh J,ia mulai membuka satu persatu pesan masuk di ponsel Ayunda.
Terlihat jelas di wajah Ayunda,ia sedang cemberut. "Berikan ponselku sekarang juga,". Decak Ayunda. Ia mulai bangkit dan mendekati J,yang duduk agak jauh darinya.
karena kakinya mulai mendingan tak sesakit tadi.
Ayunda, langsung merebut ponselnya. Tapi tak mudah baginya, tangan kakak iparnya itu terlalu panjang. Seakan-akan J,di bawah kungkungan Ayunda. Walaupun J,masih duduk di sofa. J,juga memeluk pinggang milik adik iparnya. Ia tersenyum kecil di sudut bibirnya.
Dengan sekejap J, bisa mengunci tubuh Ayunda. Kini dia berada di pelukan J, tepatnya duduk di pangkuannya. "Lepaskan aku J,". Bentak Ayunda. Ia masih ngos-ngosan mengatur pernafasannya dan mencoba terlepas dari kakak iparnya.
"Hussssttttt...diam,aku belum bisa membaca pesan dari ponsel mu ini. Lebih baik kamu rasakan pelukkan hangat ku,jika nanti selesai aku akan melepaskan pelukannya,". Bisik sensual J,tepat di telinga Ayunda.
Keringat bercucuran di keningnya Ayunda,ia memberontak di pelukan J. Namun hasilnya nihil, nafasnya turun naik.
Ayunda, seperti duduk di pangkuan J dan terkunci tak tak bisa berbuat apa-apa. Wajahnya J, menyusup di leher Ayunda. Ada sensasi geli-geli saat nafasnya tersentuh kulit leher Ayunda.
J,mulai membuka aplikasi WhatsApp Ayunda. Ia juga mengetahui dengan siapa saja jika Ayunda, berkirim pesan dengan siapapun. Aroma maskulin di tubuh sang kakak ipar tercium oleh Ayunda.
"Lepaskan aku J, kalau ada yang melihat kita seperti ini. Orang-orang mengira kita melakukan hal yang tak wajar,". Ucap Ayunda,ia juga melemah tak lagi memberontak.
"J, apa yang kau lakukan. Jangan menggigit leherku. Ahhh... hentikan,". Desis Ayunda. Saat ini J, membuat jejak di leher jenjang putih milik Ayunda. Sesekali ia menjilat telinga Ayunda,dan lehernya.
Panas dingin,yang di rasakan Ayunda. Saat sensasi yang Sudah lama tak tersentuh oleh sang suaminya. ia juga merasakan sesuatu yang hidup di bawah sana,susah payah Ayunda meneguk salivanya. tangannya meremas ujung bajunya.
J,juga membenarkan rambutnya Ayunda. Sehingga leher Ayunda, terlihat jelas. Ayunda, menahan rasa geli-geli nikmat. Ia juga mengigit bibir bawahnya. Sedangkan J,ia tersenyum kecil saat melihat wajah Ayunda.
Tidak, ini salah.aku harus terlepas dari J, jangan sampai kelewatan batas,batin Ayunda. "Stop... hentikaaaann....,". Teriak Ayunda.
Seketika J, menghentikan aksinya dan melepas kunci tubuh Ayunda. Secepat mungkin Ayunda,pergi meninggalkan kakak iparnya di ruang tamu.
J,mengusap bibirnya dan menatap adik iparnya itu menaiki anak tangga.
"manis...tapi aku harus membasmi kuman yang satu ini,". J, langsung bangkit dari duduknya dan menyambar kuncinya mobil lalu keluar dari mansion.
__ADS_1
Sesampai di dalam kamar. Ayunda,masih ngos-ngosan mengatur nafasnya. Ia juga menahan di dada,ada rasa sesak di hatinya.
Kenapa perasaanku seperti ini,tidak. Aku tidak akan memiliki perasaan kepada J, batin Ayunda. Ia mencoba menetralkan dirinya,ia juga menyentuh lehernya. Tubuhnya seakan-akan terhipnotis dengan sentuhan J.
"ponselku, astaga...??? Ponselku masih di tangan J,mana aku malu lagi ketemu dirinya,". Gerutu Ayunda. Ia membuka pintu kamarnya lagi dan menengok kebawah.
Saat melihat ke bawah ternyata kakak iparnya sudah tidak ada, sedangkan ponselnya sudah di letakkan di atas meja.
Ayunda, langsung menurunkan anak tangga untuk mengambil ponselnya. Ia juga tak menemukan dimana kakak iparnya berada.
"Baru sebentar aku menghilang,kok dia sudah menghilang begitu saja,". Gumam Ayunda,ia duduk kembali di sofa.
******
Malam semakin larut. Ayunda, tengah menceritakan sebuah dongeng untuk anaknya Al.
Ting....
Sebuah pesan masuk di ponselnya. Terlihat dari nomor yang tidak di kenal.
[Ayunda,apa kamu tidak menjenguk keadaan aku sekarang. Aku berada di rumah sakit,kakiku patah dan semua anggota tubuhku terasa remuk. Ini aku Hendri,sayang]
[Aku tidak tau bagaimana terjadi? Ada orang-orang bertopeng dan bertubuh besar,yang menculik ku ke sebuah tempat. Aku langsung di pukuli dan di hajar habis-habisan,saat aku bangun kakiku sebelah patah dan banyak lagi cedera lainnya. Aku mohon temui aku Ayunda,tidak ada lagi yang merawat diriku saat ini]
Ayunda, mengerutkan keningnya saat membaca pesan dari mantan suaminya. Antara percaya atau tidaknya.
"Apa yang di katakan Hendri,benar atau tidak yah. Apa jangan-jangan yang melakukan ini J,masa aku tanyakan dia,". Kata Ayunda,ia sangat penasaran sekali.
Ting...
Sebuah gambar masuk ke ponselnya. Benar saja kondisi Hendri, sangat memperhatikan. seluruh tubuhnya di penuhi perban,kaki sebelah kanan bergelantungan ke tas dan di penuhi perban.
[Kenapa gak sekalian mati aja kamu mas,aku malah sangat bahagia. Kenapa juga kamu selamat]
Ayunda, langsung mengirim pesan kepada Hendri. Ia tengah cekikikan.
__ADS_1
"Dia kira aku akan perduli dan sangat sedih dengan kejadian musibah tertimpa untuknya, padahal aku malah bahagia lagu. Rasakan Hendri,gak sekalian kamu mampus,". Kekehnya.
Ia juga langsung memblokir nomor tersebut. Agar tak menganggu dirinya lagi,ia juga berencana mengganti nomornya.