
"Ayundaaa... tunggu..!!!,". Teriak Hendri. ia susah payah, berjalan menggunakan tongkat. ia merasakan amat sakit di kakinya,demi menghampiri Ayunda. ia rela menahan rasa sakit di kakinya.
Saat ini Ayunda,mau naik mobil. Karena sudah di jemput oleh J.
J,sudah datang dari luar negeri. Ia langsung menjemput Ayunda dan Al,di rumah lamanya.
"Mas, ngapain kamu ke sini," bentak Ayunda. "Jauh-jauh jangan dekat-dekat dengan ku," cegah Ayunda,saat Hendri ingin mendekati dirinya.
J dan Al,sudah masuk ke dalam mobil duluan.menunggu di dalam mobil, walaupun J sangat tak suka dengan kedatangan mantan suami Ayunda
"Aku mohon Ayunda, terimalah aku. Hanya kamu yang bisa menerima aku apa adanya, lihatlah keadaan ku sangat memprihatinkan karena kondisiku seperti ini.aku mohon Ayunda," Hendri, langsung bersimpuh di kaki Ayunda.
"sampai kapan pun,aku tidak akan rujuk kepadamu lagi Hendri.seharusnya kamu ingat itu, walaupun seprti apa kondisi mu saat ini. Tak akan membuat hatiku lulu,". Tegas Ayunda.
"Pandang aku Ayunda. Lihat keadaan ku saat ini, kasihani aku. Aku tidak tahu lagi dimana tinggal karena aku sudah di usir kakak-kakak ku,". Hendri, setengah mengiba kepasa Ayunda.
"Ayo, masuk. Tidak usah kamu meladeni pria tak berguna seperti dia,". Ucap J,yang di dalam mobil. Ayunda,tak lagi menjawab perkataan dari mantan suaminya.
Mendengar perkataan J,ia langsung masuk ke dalam mobil. Meninggalkan Hendri, walaupun dia memohon-mohon kepadanya.
"Ck, dalam kondisi seperti itu.dia masih mengganggumu,muka tebal juga dia," decak J.
Ayunda,masih membuang muka ke arah jendela mobil .Entah apa yang di pikirannya saat ini.
"Kenapa kamu diam? Apa memikirkan mantan suami kamu itu.yang kini kondisinya begitu parah, berjalan saja hanya menggunakan tongkat,". Kata J, sedikit mengejek. "Berhentilah memanggil dengan sebutan kata mas, kepadanya. Itu terlalu akrab Ayunda,sama saja kamu memberikan peluang untuk kembali lagi,".
"Apa kamu cemburu? Saat aku memanggilnya dengan sebutan masssss....??? Apa perlu aku juga memanggil kamu mas J, atau Abang J,". Sahut Ayunda.
"Tak sudi aku di panggil dengan sebutan persis dengan mantan suami kamu itu," Elak J. Ayunda, hanya cekikikan tertawa mendengar ucapannya.
"mamah,kapan menikah dengan papah J? Biar mamah,ada ikatan dengan papah," kata Al, tiba-tiba membuka suara. "Huuuusttt... jangan ribut-ribut lagi pah,mah. Menikahlah dengan papah J,". Pinta Al,lagi.
__ADS_1
"Sayang,kamu tidak pantas berbicara seperti ini. Apa dia yang mengajarkan kamu berbicara seperti ini,". Delik,mata Ayunda ke arah J.
"No,mamah. Ini kemauan Al,ayolah mah,". Rengeknya Al.
"Mamah,akan menikah saat tahun baru. Tapi mamah,juga tidak tahu? Tahun baru kapan,". Alibi Ayunda. ia cengengesan mengerjai anaknya.
"Mamah..!!! Jangan membohongi Al, jangan mengerjaiku. Kata mamah,tidak boleh berbohong. Aku mohon mah,menikahlah dengan papah J,". Al, merengek sambil menggoyangkan lengan ibunya. "papah J, selalu baik dan perhatian kepada Al,mah,".
Ayunda,hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Anak mamah,sayang. Ini masalah orang dewasa,kamu tidak berhak berkata seperti ini nak,". Senyum merekah Ayunda.
"Mamah gak sayang, sama Al. Papah,juga kenapa gak mengajak mamah menikah. Kalau mamah sama papah, menikah. Undang Al,yah. Jangan lupa, papah mau kan menikah dengan mamah Al,". Seimut mungkin Al, membujuk ke arah J.
J,hanya tersenyum dan mencium beberapa di wajah Al.
"hemm..papah,akan menikahi mamahmu sayang,". Jawab J.
"yehhh...," Al, begitu kegirangan.
Sedangkan tangannya J,sudah menggenggam erat tangan Ayunda. Ada kedipan mata nakal J, sedangkan Ayunda. Hanya tersipu malu-malu ia sengaja membuang muka ke arah jendela mobil.
biarkanlah seiringnya waktu, mungkin ini sudah takdir hidupku. maafkan aku mas, Hendri. aku tidak bisa kembali kepadamu,aku juga kasihan melihat kondisi dan terusir dari kakak-kakakmu. tapi apalah daya,hatiku tertutup rapat dan tidak bisa terbuka lagi. aku harap kamu benar-benar berubah mas, semoga kamu mendapatkan kebahagiaan,batin Ayunda.
*****
Sedangkan Hendri, menangis meratapi nasipnya di pos ronda. Ia tak tau tujuan hidupnya lagi, hidupnya benar-benar hancur saat ini. Ada kenangan indah di benak Hendri. Ia begitu menyesal sudah menyia-nyiakan waktu bersama Ayunda. Seandainya tidak menuruti perkataan ibu dan kakaknya, mungkin saat ini dia masih bersama Ayunda dan membina keluarga kecil. bodoh,yah. itulah di pikirannya saat ini.
Ai matanya luruh sudah. Hawa dingin memasuki tubuhnya,hujan begitu lebat di tambah angin kencang.tubuhnya menggigil kedinginan.
Hampir dua jam, akhirnya hujan reda juga.
Ia berjalan sedikit demi sedikit karena kakinya patah,ia hanya di bantu dengan satu tongkat. Hampir satu jam di perjalanan,ia sampai di pasar.
__ADS_1
Hendri,duduk di atas tanah hanya beralas kardus. Ia mengulurkan tangan seperti meminta kepada orang-orang saat lewat di hadapannya.
Hanya dengan pengemis lah,ia bisa melanjutkan kehidupannya. Hendri, langsung menghapus air matanya dan menerima keadaan nasipnya sekarang.
Ia menerima karma yang sudah tertimpa di hidupnya. Seandainya waktu bisa berputar ulang,ia juga tak akan pernah menyia-nyiakan Ayunda.
*****
Selesai menidurkan anaknya. Ayunda, langsung turun ke bawah untuk menemui J.
"Aku hampir tak percaya,jika kamu pergi hanya beberapa hari saja. Aku kira dua tahun kemudian, kamu baru kembali," kata Ayunda,ia duduk di samping J.
J, tengah sibuk dengan laptopnya di pangkuan.
"Tidak akan pernah lagi,aku meninggalkan mu dan Al. Selama itu," jawab J, tanpa menoleh ke arah Ayunda.
Ayunda, sesekali mengintip ke arah laptopnya J. Namun secepatnya ia kembali ke menu dan meletakkan ke atas meja.
"Kenapa? Apa kamu sudah merindukan ku,". Ia langsung menarik lengan Ayunda dan jatuh ke pelukannya.
Pelukan hangat ini yang selalu di rindukan Ayunda. Khas baunya sangat berbeda dengan Zense.
"hemmm...aku merindukan mu J," Ayunda, langsung menenggelamkan kepalanya ke dada bidang J. Ia begitu malu dengan pengakuannya saat ini.
Dengan sekejap J,sudah mengangkat tubuh Ayunda. Ia langsung membawa ke dalam kamar tamu di bawah. Hanya ada senyuman kecil di sudut bibirnya J.
J,juga merindukan kehadiran Ayunda. Sesampai di kamar,ia meletakkan tubuh orang yang di cintai.
J, menatap lekat ke wajah Ayunda. ia mengelus lembut di pipi mulusnya Ayunda
Cup...
__ADS_1
Satu kecupan mendarat di bibir Ayunda. sang empunya tersenyum kecil. Lama-lama menjadi lum-atan lembut dan di kuasai oleh J. Ayunda, langsung menyeimbangi ciuman dari J. dia tak munafik karena juga meni-kmati ciuman kakak iparnya ini.