
Beberapa hari kemudian.
Ayunda, dinyatakan sehat. Dia di perbolehkan pulang,namun sang buah hati tetap di rawat di rumah sakit.
Ayunda, tersenyum merekah. Saat melihat sang buah hati,yang berada di tabung bayi. Ia merasakan sedih,jika ASI nya tidak keluar. Mungkin efek hormon,karena banyak kepikiran dan larut dalam kesedihan. Sehingga ASI nya tidak berproduksi secara baik,sang buah hati akhirnya di berikan susu formula.
Tentu saja susu formula,yang terbaik. Apa lagi J, sangat perhatian kepada anaknya. Beberapa anak buahnya, spesial menjaga anaknya di rumah sakit secara bergantian.
"Sayang, waktu kamu hamil. Ada memandang seorang pria lain,kenapa anak kita tiba-tiba ada lesung pipi. Sedangkan aku dan kamu,tidak memiliki lesung pipi. Aku curiga,jika waktu hamil kamu membayangkan seseorang yang memiliki lesung pipi. Sehingga anak kita memilikinya,". Kata J, sambil menyopir mobil. Mereka pulang ke rumah,hari sudah mulai sore. Besok saja mereka mengunjungi sang buah hati.
Mendengar perkataan sang suami. Ayunda, mengerut keningnya. Entah kenapa dia sampai-sampai memikirkan hal seperti itu. " Sayang,lesung pipi itu ada kelebihan dari anak kita. Yang di berikan oleh Tuhan, mana mungkin aku memandang wajah pria lain yang memiliki lesung pipi". Jawab Ayunda,ia tersenyum kecil. Hehehe,akukan sering lihat drama Korea yang memiliki lesung pipi. Akhirnya anakku memiliki lesung pipi, imutnya batin Ayunda.
J, manggut-manggut mendengar jawaban dari Ayunda.
Ayunda, menerima takdirnya karena rahimnya sudah di angkat. Walaupun di hatinya, ingin memiliki anak perempuan. Karena J,susah payah membujuk sang istri. Akhirnya Ayunda, memahami segalanya.
J,tidak masalah jika sang istri. Tidak bisa hamil lagi,ia juga tidak menuntut atas semuanya. Jika tidak memiliki anak perempuan, bukankah suatu hari nanti. Dia bisa memiliki cucu, seorang perempuan cantik.
Ada rasa terharu saat Ayunda, mendengar perbincangan antara suaminya dan dokter. Karena operasi tak selamanya, selalu lancar. Namun J, meminta jika di beri pilihan salah satu. Antara menyelamatkan nyawa ibu dan anak,J langsung memilih selamatkan ibunya. Membuat hati Ayunda, terharu karena memilih dirinya. Tapi, sebelum di operasi. Ayunda, juga meminta jika di pilih antara salah satu. Ia memohon kepada dokter,jika selamatkan anaknya di bandingkan dirinya.
Sampai saat ini. J,belum tahu jika Ayunda sudah berkata seperti itu kepada dokter.
Namun di sisi lain. Ayunda,tahu watak asli suaminya. Ia sangat takut,jika tidak selamat salah satu dari mereka. Mungkin saat ini J, masih menyalahkan dirinya. Apa lagi harus kehilangan Ayunda, bisa-bisa dia akan kembali seperti dulu. Apakah anaknya di rawat penuh kasih sayang,atau sebaliknya malah di asuh oleh orang lain.
Saat tiba di rumah Ayunda, para tetangga lainnya. Menyambut kepulangannya, melihat kondisi baik-baik saja. Mereka semua merasa lega dan memberikan ucapan selamat atas kelahiran anak mereka.
Al, langsung merengek kenapa adiknya tidak di bawa pulang. Ia menangis sesenggukan di pelukkan mamahnya, meminta agar sang adik di bawa pulang saja.
Tentu saja J, langsung membujuk Al agar besok mereka menemui sang adik. Ia menggendong Al, dan keluar rumah.
Walaupun Al,bukan anak kandungnya. Melainkan anak saudara kembarnya,tapi dia sudah menganggap seperti anaknya sendiri. J,juga melimpahkan kasih sayang sebagai seorang ayah sambungnya.
__ADS_1
******
Satu bulan kemudian. Akhir-akhir yang di nantikan, oleh Ayunda dan J.
Ayunda, menangis karena bahagia. Karena anaknya sudah di bolehkan pulang,ia menggendong bayinya menuju ke luar ruangan.
Begitu juga bibi Viana, langsung mengambil alih anaknya Ayunda. Sang bibi, benar-benar sudah tak tahan lagi Untuk menggendong sang bayi.
Untung saja Al,tidak ikut. Bisa-bisa dia merengek ingin, menggendong adiknya tersebut.
J, langsung memeluk Ayunda. Ia mencium kening,sang istri. Harapan satu bulan di rawat di rumah sakit, akhirnya anak mereka di nyatakan sehat. Sebenarnya sudah lama di bolehkan pulang, namun J. Tidak ingin mengambil resiko kepada anaknya, tidak masalah di rawat di rumah sakit terlebih dahulu.
Mereka pun langsung pergi meninggalkan rumah sakit,sang bayi di gendongan Ayunda.
Ia memandang wajah tampan anaknya, tangannya yang mungil. "Gemesnya anak mamah, senyumannya ada lesung pipi". Gumam Ayunda.
J, mendengar ucapan sang istri. Ia hanya tersenyum kecil, hari ini. Dia benar-benar merasa bahagia, karena anaknya sudah di bawa pulang.
"Lihatlah sayang, dia tersenyum. Wajahnya sangat persis dengan mu,tapi kelebihannya dia memiliki lesung pipi,".
"Hemm....". J,hanya berdehem saja.
*******
Sesampai di rumah. Benar saja,para tetangga Ayunda.mereka menyambut kedatangan anak kedua Ayunda.
Bi Inah, sudah menyiapkan semuanya. Sang bayi,di letakkan di atas kasur bayi dan di tutupi dengan kelambu bayi juga. Orang-orang yang melihat dari luar,tidak ada yang berani menggendong karena kulit bayi sangat sensitif.
"Masya Allah, gantengnya cucuku". Ucap bu Sumi, langsung.
"Ganteng banget, persis sama kakaknya,".
__ADS_1
"Mirip bapaknya,kirain mirip Ayunda. Alhamdulillah,mirip bapaknya. Sama-sama ganteng,pas karena laki-laki,". Kekeh ibu lainnya.
"Semoga aja anak kedua Ayunda,jadi menantu cucuku nanti". Sahut ibu-ibu lainnya.
Baru umur 1 bulan, Sudah banyak mendoakan jika anak kedua Ayunda. Semoga menjadi menantu cucunya nanti.
J,hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan ibu-ibu lainnya. Ayunda,hanya cekikikan tertawa.
Bahkan banyak berdoa semoga anak Ayunda,tidak kecantol sama anak Hendri. Katanya istri Hendri,tengah hamil.
Para ibu-ibu,juga harus mengawasi gerak-gerik anak Ayunda. Tapi, mereka khawatir jika anak Hendri dan Yenny. Nanti seorang perempuan, takutnya malah kecentilan terhadap anak Ayunda.
Sudah pasti pikiran Hendri, walaupun tidak bersama Ayunda. Jadi besan pun,jadi. Pasti hidupnya akan enak, melalui anaknya nanti.
Namun yang di khawatirkan Ayunda, adalah anak pertamanya. yang seangkatan dengan anak Ambar dan Johan, mereka juga memiliki seorang anak perempuan berusia empat tahun. hanya beberapa bulan saja tuanya dari anak Ayunda,yang juga seangkatan dengan anaknya Melisa dan Vivian.
********
kehidupan sehari-hari Ayunda, menjadi harmonis dengan keluarga kecilnya. Ia bersyukur sudah memiliki dua orang anak, begitu pula dengan J.
walaupun demikian. Ayunda,tetap pergi ke rumah sakit.untuk cek keadaannya sekarang,dan melihat kondisi luka dalamnya. J, selalu mendampingi sang istri. sedangkan sang buah hati, Ayunda. harus menyewa baby sitter,yang sudah berumuran seperti ibu-ibu.
pada suatu hari. Fitri,juga mempromosikan dirinya menjadi baby sitter Kai.
"Ayunda,akukan gak ada kerjaan. walaupun aku tidak pernah memiliki anak,tapi aku tahu bagaimana merawat bayi. aku mau dong,jadi baby sitter anakmu". pinta Fitri, seorang Janda. bekas istri simpanan seorang pengusaha.
Fitri,tengah bertamu di rumah Ayunda. mendengar perkataan Fitri, Ayunda tersenyum kecil. namun di tolak mentah-mentah oleh J, entahlah dia tak suka dengan wanita seperti Fitri. apa lagi sudah ada baby sitter, yang pas untuk Anaknya sudah terjamin dengan pekerjaan. J, mengambil khusus dari yayasan,baby sitter.
*******
Exstra part selanjutnya menceritakan tentang Al Negredo ,anak pertamanya Ayunda. terimakasih sudah berkenan membaca cerita receh author. muaaahh 🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1