TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Koma


__ADS_3

Hari demi hari berlalu.


Namun Ayunda,tak kunjung juga sadar dari komanya.


J, mengecup kening istrinya. "Selamat pagi sayang,aku akan memandikan mu. Semoga cepat bangun,demi anak-anak kita".


J, langsung membasahi kain di tangannya. Sedikit demi sedikit,handuk basah tersebut melap badan Ayunda.


Mulai wajahnya,turun ke leher,tubuh dan kakinya. Banyak memar di sekujur tubuh Ayunda,air mata J luruh dengan sendirinya. Tak sanggup melihat keadaan istrinya,yang tak berdaya apa lagi dia tengah hamil anaknya.


handuk basah selalu di celup dengan air bersih,sambil di peras. secara berulang-ulang kalinya,ia juga mengajak Ayunda berbicara mengenang kebersamaan dulu.


"Kau terlihat segar sayang,saat selesai mandi". J,kembali mencium keningnya.


Ia juga memakaikan pakaian untuk Ayunda, dengan telatennya.ia melakukan istrinya, seperti bayi. Biar tidak terlihat lesu,ia menggunakan wajahnya sedikit bedak padat. Ia juga memakaikan lipstik di bibir sang istri,lalu mengering rambut sang istri. Setelah kering mengguna hairdryer, barulah dia sisir.


"Kau sudah cantik sayang,bahkan wangi". Ia mencium kedua pipi Ayunda. Tangannya menggenggam tangan Ayunda, dengan erat.


"Sadarlah sayang,aku sangat merindukanmu". Bisik J,di telinga Ayunda. "Aku sangat mencintaimu". Entah berapa kalinya J, menangis saat meratapi keadaan sang istri.


Ceklekk....


Pintu terbuka, terlihat bibi Viana baru datang.


J, langsung mengusap air matanya.


"Bibi membawakan kopi panas,dan beberapa makanan kesukaan mu. Makanlah nak,jangan siksa dirimu. Jika Ayunda, tahu kamu hanya makan sekali sehari di tambah lagi badanmu kurus. Dia sangat marah,nak. Ayunda,jadi sedih karena dirinya kamu malah sakit nantinya akibat kurang makan. Ayok,makan sayang". Ajak bibi Viana, langsung menarik lengan J.


Bibi Viana, langsung menyiapkan makanan untuk J. Yang masih memandangi istrinya, berbaring tanpa ada pergerakan apapun.


"Nak, ayok makan. Bibi akan,membawa pakaian kotor mu dan Ayunda. Untuk di cuci,nanti bibi balik lagi". Bibi Viana, langsung membawa tas yang berisi pakaian kotor.

__ADS_1


Sebelum pergi, bibi Viana juga mendekati tubuh Ayunda.


"Cepat bangun,nak. Kamu terlihat sangat segar dan cantik,". Bibi Viana, mengelus lembut rambut Ayunda. "Bibi pulang dulu, menemani Al ". Pamit bibi.


J, terpaksa makan. Perut memang lapar,tapi selera makan hilang begitu saja.


*****


J, dengan langkah tegap. Ia mendatangi keruangan inap Yolanda.


Ada beberapa pengawal yang menjaga di pintu masuk, takutnya ada seseorang nanti menculik Yolanda.


J,harus waspada terlebih dahulu. Jangan sampai ia kehilangan Yolanda, karena dendamnya belum terbalaskan.


Begitu juga ruang inap Ayunda,juga di jaga pengawal. Takutan ada apa-apa nantinya,apa lagi ada seseorang mencoba mendekati padahal istri orang.


Dokter menyatakan jika Yolanda, patah tulang di kakinya secara permanen. Akibat kecelakaan tersebut, bahkan dokter bilang. Jika Yolanda,sudah di nyatakan sadar dua jam lalu.


Ada senyuman getir saat Yolanda, memandang siapa yang baru datang. Ia sangat tahu, dengan tatapan tajam J.


"J, ak-aku mi-min-ta ma-maaf". Kata Yolanda,ia susah payah berbicara. Tenggorokan merasakan sangat perih dan sakit,saat berbicara.


"Aku sudah memperingati mu Yolanda,kau sudah di cabut sebagai anggota militer dan juga agen rahasia. Kau bukan siapa-siapa lagi,tidak ada jabatan yang kau banggakan". Senyum semerik J. "Kau di cabut secara tidak terhormat,komandan menyerahkan dirimu kepadaku". Seringai tajam J.


"Am-ampuni ak-aku ja-jangan ja-jangan,ak-aku hi-hilaf". Tangannya Yolanda,terangkat sedikit.


"Tidak ada kata ampun dalam hidupku Yolanda,kau sudah membuat Ayunda sekarang koma tidak sadarkan diri. Tapi anakku di dalam kandungannya, baik-baik saja. Kau hampir menghilang dua orang yang aku sayangi Yolanda,ingat jika kau mati sekalipun tidak akan membuat ku puas. Aku sangat bahagia,jika kau lebih cepat sembuh. Agar aku bisa melempiaskn amarahku kepadamu Yolanda,tidak ada yang akan menolong mu termasuk teman-temanmu". Kata J,yang langsung pergi meninggalkan ruang inap Yolanda.


Yolanda,yang melihat kepergian J. Ia hanya menjerit meminta belas kasihan.


Tidak,tidak. Aku tidak mau di siksa oleh J,ini semua karena Ayunda. Dia sudah membawaku masuk ke dalam jurang itu, baguslah dia masih koma. Aku harap Ayunda,tidak akan bangun sekalian. Aku malah bahagia dia mati, bersama anaknya, batin Yolanda. Ia merasakan tubuhnya sangat sakit,ia juga tidak bisa bergerak sendiri.

__ADS_1


J, sekuat mungkin menahan amarahnya kepada Yolanda. Ia mengusap wajahnya dengan kasar,kenapa harus Yolanda. Yang lebih cepat sadar, dibandingkan Ayunda istrinya.


"Aaaaaaaaaah......". Teriak J,ia menampar dinding rumah sakit. Pengawalnya hany diam,tak berani berkata apa-apa lagi.


Mereka juga paham, jika sang bos merasa terpuruk dalam hidupnya.


"Tuan,ada yang ingin bertemu dengan anda". Kata pengawal di belakang J.


Mendengar perkataan pengawalnya. J, langsung melirik.


"Mereka duduk di sana,tuan". Kata pengawalnya lagi, langsung di angguk J.


"Siapa kalian". Kata J, langsung.


"Kami paman dan bibinya Yolanda,nama saya Kamal.panggil saja pak kamal dan ini istriku Hera". Kata pak kamal, dengan tatapan sulit di artikan. "Kami mendapatkan informasi atas pencabut anggota militer, secara tidak hormat. Karena merencanakan pembunuhan terhadap istri seorang militer, apakah istri kamu yang di maksud".


"Benar,lalu apa? Tapi, Yolanda masih dalam pengawasan saya. Yolanda, tidak bisa di jenguk oleh siapapun termasuk keluarganya". Senyum semerik J.


"Tidak bisa,kami adalah keluarganya. Kamu tidak berhak melarang saya, untuk menjenguknya dan memberikan perawatan sepenuhnya". Tegas pak kamal, membuat dirinya J ingin tertawa.


"Oh,saya lebih berhak. Karena Yolanda, yang sudah mau membunuh istri saya. Yang sekarang istri saya, mengalami koma dan dia mengandung anak kami". Kata J, dengan tegas.


Membuat sang istri pak kamal, menutup mulutnya. Ia benar-benar syok, kenapa Yolanda ingin membunuh seorang wanita yang tengah mengandung. Bu Hera,hanya terduduk lemas. Ia tahu betul bagaimana sifat Yolanda,tapi tak menyangka kenapa senekat ini yang dilakukannya.


"Tidak mungkin, kamu berbohong kan kepada saya". Tanya pak kamal, matanya melotot ingin sekali J mencongkel kedua matanya.


"Kalau tidak percaya,tanya kepada dokter di rumah sakit ini. Sampai kapanpun,kalian tidak akan bisa menemui Yolanda". Kata J, langsung meninggalkan mereka.


"Tungguuuuu....saya belum habis berbicara kepada mu,heeeiii..... tungguuuuu....". Teriak pak kamal,yang di cegah oleh pengawal J.


Sampai J, menghilang pintu lift tertutup. Ia tak menghiraukan teriakkan pak kamal,yang terus-menerus memanggilnya.

__ADS_1


"bagaimana ini mas,kenapa Yolanda setega ini kepada seorang wanita tengah hamil". Isak bu Hera,di pelukkan suaminya. "Apa yang harus kita lakukan mas".


"Kita harus mencari pengacara terbarik,mah. Agar bisa merebut Yolanda,di tangannya pria tadi. Ayo,kita pulang". Pak kamal, langsung mengajak istrinya pulang. Karena apa yang mereka harapkan tidak bisa tercapai juga.


__ADS_2