
Flashback....
Setelah pulang sekolah.
Laila dan Shelly, berniat mengikuti kemana perginya Al dan teman-temannya.
"Lai,kita pulang dulu deh. Ganti baju sama motor,". Kata Shelly, mereka berbicara sambil mengendarai motornya.
"Loh,kenapa pulang? Takutnya kita kehilangan jejak lagi". Jawab Laila.
"Kita ganti baju,aja dulu. Nanti aku ajak teman tetanggaku, cowok kok. Terus, nanti aku jemput kamu,lagian mereka semua ke kantor dulu,". Kata Shelly,sang Laila hanya melongo.
"Bawa teman? Ngapain bawa orang-orang segala,cowok lagi. Pacarmu kah". Tanya Laila, nampak bingung.
"Hussssttttt....dia itu temanku,tetanggaan kami. Jadi aku minjam motornya, karena ada dua. Takutnya ada yang tahu dengan motor kita,cari aman lah. Kalau aku ajak teman cowokku,enak nanti buat video mereka dengan jarak dekat. Gak kita videoin mereka, bisa-bisa masuk kandang singa". Shelly, menjelaskan kepada Laila.
Laila, langsung pahan apa maksudnya. "Sip...emang yah,otak kamu lancar kalau masalah beginian ". Ia mengangkat jempol nya.
Kini mereka pulang ke rumah masing-masing.
******
Setengah jam berlalu.
Laila, Shelly dan Irfan. Teman tetangga Shelly, katanya dia masih SMP. Pantesan terlihat masih unyu-unyu,dan memiliki lesung pipi.
Untungnya ada sebuah taman,yang tidak jauh dari perusahaan Al. Masih terlihat jelas,jika Al dan teman-temannya keluar dari perusahaan.
Hampir setengah jam, mereka menunggu namun akhirnya Al dan teman-temannya keluar.
Walaupun Laila, Shelly dan Irfan. Sudah lelah menunggu,bahkan sempat-sempatnya mereka membeli makanan.
"Ehh...tu merek keluar menggunakan mobil,yuk kita ikutin". Kata Laila, mereka langsung tancap gas dan mengikuti dari kejauhan.
Mereka mengikuti kemana pergi mobil Al,yang sedikit masuk ke dalam gang. Ternyata mereka berhenti di dunia hewan dan penitipan hewan, terpampang nyata spanduknya.
"Jangan-jangan mereka semua, menitipkan ayamnya di sini". Kata Laila,benar saja Al dan teman-temannya langsung menggendong ayam. Tak segan-segan Al dan teman-temannya, bergurau dengan ayam bahkan di elus-elus ayam jagonya.
__ADS_1
Laila, langsung mengambil gambar, walaupun dari kejauhan. "Lumayan,bonus tambahan,". Kekehnya
"Nanti kita perlihatkan semuanya dengan tante Ayunda,biar tau rasa tu. Bisa-bisa mereka insaf sekalian". Kata Shelly, cekikikan tertawa.
Dari kejauhan, terlihat Al dan teman-temannya masuk ke dalam mobil. Sepertinya mereka masih menuju tempat lokasi, dimana letak adu ayamnya.
Perjalanan Laila, Shelly dan Irfan. Lumayan jauh,masuk ke pedesaan.
Terlihat ada segerombolan orang-orang dan pemuda-pemudi,yang masing-masing mempunyai ayam.
"Wiiihh...rame yah,tapi kita sini aja". Kata Laila, mereka mengintip di bawah pohon rindang.
"Irfan,kamu ke sana yah". Pinta Shelly.
"Oke, serahkan kepadaku". Jawab Irfan, langsung menuju ke arah tempat adu ayam.
********
Ada rasa lega di hati Laila,shelly dan Irfan. Akhirnya misi mereka tercapai.
Laila dan Shelly, langsung menemui Ayunda. Mereka tanpa menunggu lama, karena lebih cepat lebih baik.
Akhirnya Laila dan Shelly, memperlihatkan sebuah video anaknya tengah mengadu ayam. Mulai dari berapa taruhan,hingga akhirnya Al menang.
Ayunda, sangat marah saat melihat video tersebut.
"Kirim video itu, kepadaku Laila. Makasih,banyak sudah memberitahu bahwa anak tante sudah melakukan kesalahan,". Senyum manis Ayunda.
"Gak papa tante,ini demi kebaikan bersama. Apa lagi main adu ayam,dosa Tante uangnya juga haram". Kata Laila.
"Maafkan kami tante,gak bisa ngirim video ini ke ponselnya tante. Kami takut ketahuan oleh Al dan teman-temannya,karena mereka pasti menyelidiki berbagai cara siapa yang sudah membongkar rahasia selama ini di tutupi,". Sahut Shelly.
Untung saja Ayunda,paham maksud dari perkataan mereka. Ia langsung pamit kepada Laila dan Shelly,ia juga berkata akan memberikan pelajaran kepada anaknya. Mampu membuat Laila dan Shelly, tertawa lepas bersama.
Benar saja malam harinya Ayunda, menghadang anaknya pulang lalu menghajarnya menggunakan sapu.
******
__ADS_1
Pagi harinya.
Ayunda,meminta maaf kepada Al yang sudah menghajar malam tadi. Seperti biasanya ungkapan kata maaf, Ayunda memasak opor ayam kesukaan Al.
"Makasih mah,sudah memaafkan Al dan membuat opor kesukaanku". Al, langsung mengambil sepotong ayam dan menuangkan kuah ke arah nasinya. Ia melahap makanan, begitu menikmati opor ayam buatan sang ibu. "Ahhh....emang benar, masakan seorang ibu. Tidak bisa di gantikan".
"kamu bisa aja nak, Alhamdulillah opornya enak". Kata Ayunda,ia juga melahap sarapan pagi dengan opor ayam. Ada senyuman kecil di sudut bibirnya Ayunda,ia seperti menyimpan sesuatu.
Di meja makan,tak lupa juga J dan kai. Mereka menikmati sarapan paginya, bersama-sama.
"Enak opor ayam nak". Tanya J,ia tersenyum sumringah.
"Pastilah enak,sayang. Kan ayam jagonya Al,yang di beri nama J". Sahut Ayunda, seketika Al menghentikan makanannya dan menatap ke arah sang ibu.
"Ma-maksud mamah apa?ayam jagonya Al,yang mana". Tanya Al. Ada rasa gugup dan khawatir jangan-jangan ayam yang di makannya adalah....
"Ayam jagonya kamulah,yang kamu adu kemarin. Kenapa,marah? Tenang,bukan ayam jago kamu aja. Mamah,bikin opor ayam. Tapi,ayam jagonya Zakir, Dion dan Herman. Tenang,mamah sudah membagikan opor ayam ini ke mereka juga. Jadi gak kamu aja,yang memakannya biar adil". Sengit Ayunda, ternyata kata maaf dari mulut sang ibu hanya alibi saja.
"Apa..? Ayam jagoku,tidaaaakkkk... Mamah, apa-apaan tega sama J,". Rengeknya Al, seperti anak kecil. Ia meratapi sisa tulang ayam jagonya.
"Kenapa,kamu sampai memberikan nama ayam jago kamu seperti nama papah,". Kini J, menatap tajam ke arah Al.
"Pah, maafkan Al. Sebenarnya hanya mengagumi papah,nama papah cocok untuk ayam Al. Terinspirasi dari nama papah, biar kuat, tangguh dan berani". Kekehnya Al,ia ketakutan dengan seringai tajam J.
"benar-benar kamu yah,apa tidak ada nama lain. Selain nama papah, untung papahmu sabar". Kini Ayunda,menjewer telinga anaknya.
"Aauuu...shhh...sakit mah, ampuuun...paaaahhh... tolongin Al...mah Al,minta maaf. Al,minta maaf paahhh". Rengeknya Al, pagi-pagi dapat bonus dari kedua orang tuanya.kini kedua telinganya benar-benar sangat merah,ia meringis kesakitan. Bukan hanya Ayunda,saja menjewer telinga Al. namun bersamaan dengan J,ia juga geram kepada anaknya. bisa-bisanya ayam jago di beri nama J, katanya seperti J agar kuat, tangguh dan berani.
Mulai dari situ Al,sangat marah kepada orang yang sudah memberitahu kepada ibunya. Bukan hanya adu ayam,tapi tentang penitipan ayam jagonya kini sudah jadi opor ayam.
dengan langkah gontai,hati sedang kacau karena kehilangan ayam jagonya. Al, berjanji akan membalas perbuatan yang sudah berani-beraninya melawan Al.
Al,juga menceritakan semuanya. teman-temannya juga sedih mengetahui jika opor ayam,di meja makan yang sangat lezat. bahkan dengan lahap, memakannya.ternyata ayam jago mereka,bodohnya lagi tidak ada curiga apapun.
Mereka tidak tahu jika, Ayunda dan J. langsung menuju lokasi tempat penitipan hewan, kebetulan sekali. Al dan teman-temannya baru keluar dari penitipan hewan tersebut, awalnya sang pemilik penitipan hewan. menolak saat Ayunda, mengambil ayam jago mereka. saat J, keluar dengan menggunakan pakaian militer. barulah ayam jago mereka,di bawa.
saat tiba di rumah ayam jago mereka, langsung di sembelih J dan di bersihkan oleh Ayunda dan di bantu bi Ijah.
__ADS_1
perlu beberapa jam memasak daging ayam,agar dagingnya empuk tidak alot.
flashback off........