TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Penutup Kepala 2 (S2)


__ADS_3

"Baiklah kita lanjutkan lagi. Kalian tahu,kenapa dokter Anwar. Mau melakukan hal ini,menipu Laila dan membuat keterangan palsu pemeriksaan medis Wulan. Seperti kata bapak-bapak,ada udang di balik bakwan. Jadi kita skip dulu,ada apa dengan dokter Anwar dan keluarga Hamzah". Senyum smrik J. "kalau sudah selesai dengan semuanya, barulah kita bongkar sampai ke akar-akarnya".


"Wahhhh.... penasaran ini, lanjutkan....".


"Iya,benar... lanjutkan saja,suami Ayunda".


"Gak sabar,apa kelanjutannya.... sepertinya tambah menarik,".


Ucap bapak-bapak, tumben-tumbenan para ibu-ibu tak bersorak-sorai.


Sial,jangan sampai suami Ayunda. membongkar rahasia selama ini,aku simpan. aku yakin,suaminya Ayunda tidak tahu apa-apa,batin Wulan, keringat membasahi keningnya.


Apa maksud Tuan J,ada hubungan antara kami. tapi apa? apa ada masalah lainnya,batin Hamzah. ia sedikit kebingungan,memang benar Hamzah meminta bantuan kepada dokter Anwar. tapi,yang di maksud J sepertinya beda.


"Hussssttttt....diaaaam". Bentak bu RT, seketika para bapak-bapak diam. "Tumben banget, bapak-bapak kaya ibu-ibu juga rusuhnya".


"Bapak-bapak mah,gak kalah hebohnya. makanya bapak-bapak,gak usah ngejek para ibu-ibu ngerumpi deh. nyatanya para bapak-bapak yang heboh,kalau seperti ini". sahut ibu lainnya.


"Benar,malahan heboh banget. para ibu-ibu,aja gak seheboh seperti mereka ". timpal lainnya.


Seorang pria tengah memberikan beberapa kertas ke arah J,entah itu apa? Tentu saja orang-orang sekitar, calingukan. ke kepoan mereka bertambah, merajalela dan secepatnya ingin tahu.


"Ini adalah surat keterangan pemeriksaan medis Wulan,saat mengalami kecelakaan mengakibatkan rahimnya rusak". J, mengangkat tumpukan kertas ke atas. Lalu ia membagikan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu,agar mereka membaca semuanya.


"Silahkan di baca,itu adalah bukti dimana Wulan kecelakaan tunggal sekitar satu tahun lalu. Benarkan pak Hamzah dan Wulan, silahkan ustadz Zulkifli. Tolong.. di baca,agar kau tahu siapa yang benar dan salah,". Pinta J, Ustadz Zulkifli menyambut kertas di tangan J.

__ADS_1


Semua orang-orang syok dan terkejut saat selesai membaca hasil pemeriksaan medis Wulan,tentang kecelakaan tunggal satu tahun lalu.


"Ya Allah,apa lagi yang kalian lakukan nak Hamzah. kenapa seperti ini, Tuan aku yakin anakku dan menantuku tidak mungkin melakukan perbuatan ini". Ucap bu Romlah,ia menangis dan meraung-raung meratapi anaknya.


Brengseeekk.... Tuan J, benar-benar menyelidiki semuanya. mendapatkan informasi tentang kecelakaan tersebut, habislah semuanya.


"Bohong,itu juga palsu. Kalian semua jangan percaya,kepada suaminya Ayunda. Bisa saja hasil pemeriksaan medis istriku itu, palsu. Diakan seorang militer, sangat mudah mengubah hasil pemeriksaan medis apapun". Teriak Hamzah, walaupun tangannya gemeteran dan wajahnya penuh dengan keringat bercucuran.


"Benar, hanya sebuah kertas pemeriksaan medis ku. Tak mampu memperkuat bukti Anda,". Senyum merekah Wulan. Kenapa Tuan J, bisa mendapatkan informasi tentang kecelakaan ku. aduuuhhh... ketahuan kalau begini. apa kata orang-orang,nanti jika aku adalah melakukan skenario terhadap Laila.


"Herman,buka penutup kepala itu". Pinta J, langsung saja Herman membuka penutup kepala seorang pria tersebut.


Orang-orang tercengang melihat seorang pria tersebut. Memang orang-orang sekitar tidak mengenal dirinya,namun Hamzah dan Wulan tentu kenal.


"Tentu orang-orang di sini,tidak mengenal pria tersebut. Pria tersebut adalah seorang dokternya bernama Nurdin Halid,yang sudah menangani masalah kecelakaan Wulan waktu itu. bukankah, begitu Hamzah dan wulan". Tatapan mata J, seakan-akan mengejek mereka berdua.


Hafizah, langsung menyenggol lengan Wulan. namun tidak ada reaksi apapun, sedangkan dia sangat takut jika dirinya ikut terlibat dalam masalah ini. Kenapa Hamzah dan Wulan,hanya diam saja? jangan-jangan mereka tidak bisa mengelak apa-apa lagi,aduhh...bisa gawat ini, gerutu Hafizah.


"Terimakasih,Tuan J. Sudah melibatkan saya, sungguh hal tak terduga. Memang benar jika saya menangani pasien bernama Wulandari, waktu itu dia mengalami kecelakaan yang sangat serius. Sedangkan di bersebelahan denganku adalah dokter,yang ikut serta menangani pasien bernama Wulandari. Operasi berjalan selama tiga jam,pasien mengalami kerusakan pada rahimnya. Sehingga rahim bu Wulan,harus di angkat dan tidak bisa hamil lagi. pasien mengalami koma beberapa hari,kaki pasien mengalami kelumpuhan namun tidak serius. pasien bisa berjalan normal,dalam waktu jangka pendek. Kami semua,tidak menduga bahwa pasien kami melakukan hal seperti ini memalsukan data pemeriksaan medis tersebut. Semua data-data pasien, tersimpan di rumah sakit kami. Data pemeriksaan medis Wulan, waktu kecelakaan tersebut. masih ada yang asli, sedangkan di tangan kalian hanya fotocopy saja". Dokter Nurdin, menjelaskan semuanya.


"Bagaimana Hamzah dan Wulan,ada yang di katakan. Tentu tidak bukan,karena semuanya terbukti kalian bersalah dan melakukan hal ini. Tentu ada muslihat di balik ini semua,tinggal ada satu yang masih menggunakan penutup kepala. Ini akan bertambah menarik lagi,". Seringai tajam J.


Glekkk....


Susah payah Hamzah dan Wulan, meneguk air liur mereka. Mereka tidak menyangka jika suaminya Ayunda,sudah membongkar rahasia mereka sampai sejauh ini.

__ADS_1


"Hamzah,kenapa tidak bersuara ha". sahut bu Ella. Ia sangat geram kepada suaminya Wulan.


"Hahahaah... rasakan kau Wulan,kedok mu ketahuan kan. kalau kamu,hanya memalsukan data pemeriksaan medis mu. lalu mengelabui Laila, sehingga dia mau. oh....tidak bisa Wulan,kami tidak akan tinggal diam. jika seorang penjahat seperti mu, berkeliaran di sekitar kami,". senyum smrik Ayunda.


"Suami-istri tidak tahu diri, berhati iblisssss...".


"kasian sekali ustadz Zulkifli,nama baiknya juga tercemar karena sepupunya".


"Amit-amit deh,punya keluarga seperti mereka. dasar gak punya hati,tega sekali menyakiti hati Laila". sahut ibu-ibu lainnya.


"Kita usir saja mereka bapak-bapak,". pak RT, langsung buka suara. Tentu saja yang lainnya, setuju dengan ucapan pak RT.


Orang-orang sekitar hanya bisa memaki-maki Hamzah dan Wulan,bahkan mereka melontarkan kata-kata tajam dan menyakiti hati Wulan. Air matanya mengalir deras di kedua pipi, Wulan. ia meremas ujung bajunya dan tak berani menatap ke arah mana-mana.


Ustadz Zulkifli, menghampiri Hamzah dan Wulan. ia menatap lekat ke arah mereka, memang nama baiknya tercoreng oleh keluarganya sendiri. "aku ingin mendengar langsung dari mulut kalian,apa benar kalian melakukan memalsukan data pemeriksaan medis Wulan. sehingga Laila, terlibat dalam masalah ini,".


Hamzah,hanya menunduk dan mengangguk kepalanya. Ustadz Zulkifli,hanya bisa menghela nafas beratnya dan memejamkan matanya. ia mencoba melangkah kakinya, untuk pergi. namun J, menghentikan langkah kaki Ustad Zulkifli.


Apa lagi,yang aku lakukan. hanya bisa mengakui semuanya. agar masalah ini, secepatnya beres. maafkan aku,bu. batin Hamzah. menyesal sudah,tak akan mengubah keadaan sekarang.


Bu Romlah,hanya menangis kesegukan meratapi nasip anaknya. "Ini semua gara-gara kamu, Wulan. sehingga anakku, melaksanakan kejahatan". teriak bu Romlah.


Wulan,hanya menangis dan menundukkan kepalanya. malu,itulah yang dia rasakan sekarang. sang suami hanya diam,tanpa bersuara apapun lagi.


"Jangan buru-buru dulu, Ustadz Zulkifli. masih panjang ceritanya, tentunya istrimu juga terlibat dalam masalah ini". mendengar perkataan J, langsung saja ustadz Zulkifli menatap tajam ke arah istrinya.

__ADS_1


kini Hafizah, langsung syok dan jantungnya berdegup kencang. ia terlihat sangat gelisah dan gak berani menatap wajah suaminya. ustadz Zulkifli, hanya diam dan kembali ke tempatnya.


__ADS_2