TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Positif


__ADS_3

Lima bulan kemudian.


Di ruang meeting. Baru kali ini Ayunda, terlihat sangat lesu. Tidak seperti biasanya,yang selalu semangat 45.


"Kau sakit Ayunda? Wajahmu sangat pucat". Alex, langsung menyentuh kening Ayunda.


"Main sentuh-sentuh aja, ketahuan J. Mampuss lo". Decak Kevin.


"Hemmmmm....kaya gak semangat aja, mau rebahan. Tapi kerjaan numpuk, pengen ngemil terus ". Gerutu Ayunda.


"Eehhh....terus berkas-berkas kemarin,apa sudah selesai kamu tanda tangani ". Tanya Kevin.


Ayunda,hanya menggeleng kepala. "Aku ketiduran Vin, sumpah aku gak sengaja". Kekehnya.


Kevin dan Alex, hanya menepuk keningnya masing-masing. "Kerjaan kamu itu,cuman sedikit. Sudah kami bantu,masa cuman tanda tangan saja gak mampu ". Ketusnya Alex.


"iya,aku selesaikan tapi belikan cemilan. Aku males keluar, biar semangat kerjaanya". Pinta Ayunda. "Aku kirim apa aja yang di beli".


"Eehh...gak bisanya kamu ngegas lo, lagi datang bulan". Tanya Alex.


"Auu ahhh....". Decak Ayunda, langsung bergegas keluar dari ruang meeting. Ia langsung masuk ke ruang kerjanya dan merebahkan tubuhnya di atas sofa empuk.


"Ahh.... enaknya rebahan". Gumam Ayunda,ia tersenyum manis.


Beberapa menit kemudian. Akhirnya Alex,datang dan membawa beberapa kresek berisi beberapa cemilan.


Ayunda, melihat beberapa kresek berisi cemilan. Matanya berbinar seketika,ia langsung menyambar kresek tersebut.


"Makasih banyak,lex". Kata Ayunda, senyum-senyum.


"Hemmm ....ingat selesaikan semua". Pinta Alex, sebelum keluar dari ruangan Ayunda.


Ayunda, langsung bersemangat dengan berkas-berkas di hadapannya. Tak lupa juga ia mengunyah cemilan di tangannya.


*****


Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang,semua berkas-berkas selesai. Bahkan cemilannya juga habis.


Ayunda, berniat untuk pulang saja. Badannya teras pegal-pegal dan pikirannya tertuju pada rebahan.


Sebelum sampai di rumah. Ia juga membeli beberapa cemilan, buah-buahan dan makanan.


Hidungnya Sangat sensitif terhadap bau makanan,ia langsung tergiur ingin mencicipinya.


Karena sudah merasa cukup. Ayunda, langsung menuju pulang kerumah.


Perlu beberapa menit kemudian. Akhirnya sampai juga di rumah, di sambut hangat oleh anaknya.


"Apa papah,belum pulang". Tanya Ayunda, kepada Al.


"Belum mah, biasanya pulang jam 5". Jawabnya Al.

__ADS_1


Bu Sumi, tengah baru keluar rumah. Ia melihat Ayunda,membawa kresek begitu banyak.


"Wihh... lagi borong nih". Tegur bu Sumi, langsung.


"Ehh...iya bu, lagi pengen ngemil-ngemil aja". Jawabnya Ayunda. "Masuk dulu,bu".


"Iya, Ayunda". Jawab bu Sumi. Ia melihat Ayunda, masuk ke dalam rumah.


Selesai acara mandinya. Ayunda, langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Hanya beberapa detik saja,ia sudah terlelap dalam tidurnya .


*****


Uuekkk.... uuekkk... uuekkk....


Entah kenapa pagi-pagi sekali, perutnya terasa mual. Ia terduduk lemas di kloset. "Tunggu dulu, kapan aku terakhir haid? Apa jangan-jangan aku hamil". Gumam Ayunda, ia langsung bangkit dan keluar dari kamar mandi.


Ia bergegas mencari sesuatu di lemari, terlihat satu testpack.


"Aku harus mencobanya, semoga positif". Gumam Ayunda,ia melirik ke arah J yang masih tertidur pulas.


Testpack langsung di celupkan ke dalam wadah. Ayunda, tengah mondar-mandir menunggu hasilnya. Ia juga mengigit telunjuknya. "Semoga positif".


Tak henti-hentinya Ayunda, berdoa agar hasilnya positif.


Tokk...tokkk...tokk...


"Sayang,apa masih lama". Teriak J,dari luar.


Matanya berbinar seketika saat mengetahui jika testpack nya garis dua,artinya ia sedang mengandung.


"Alhamdulillah,aku hamil". Mata Ayunda,mulai berkaca-kaca saat melihat testpack nya garis dua. Ia menutup mulutnya,saat ingin tertawa lepas. "terimakasih Tuhan, sudah memberikan malaikat kecil lagi di rahimku".


"Sayang,aku kebelet nih". Teriak J, dari luar lagi.


"Iya,aku keluar sayang". Jawan Ayunda,ia langsung menyembunyikan hasil testpack tadi.


Ceklekk.....


Pintu kamar mandi terbuka. Terlihat jelas wajah Ayunda, tersenyum-senyum.


"Lama sekali sayang,". Gerutu J, langsung menyelonong masuk ke dalam kamar mandi.


"Selamat J,kamu akan menjadi seorang ayah". Gumam Ayunda,ia meletakkan testpack tersebut ke dalam laci.


"Aku harus memastikan bahwa,aku benar-benar hamil. Hari ini aku akan USG,tanpa sepengetahuan J".


******


"Selamat yah,bu. Anda sedang hamil, usia kandungannya 12 Minggu". Kata dokter,yang memeriksa Ayunda. "Alhamdulillah, semuanya sehat dan mulai aktif ".


Sekarang Ayunda, tengah USG. Ia tersenyum lebar,saat melihat anaknya di layar.

__ADS_1


"Terimakasih,dok" jawab Ayunda. ia benar-benar sangat bahagia hari ini,tidak bisa di jelaskan lagi.


Selesai dengan semuanya. Ayunda, berniat untuk pulang. Untuk memberikan kejutan kepada J,ia yakin jika sang suami sangat bahagia.


"Huuuff...aku jadi deg-degan ". Gumam Ayunda.tak henti-hentinya menatap sebuah gambar USG di tangannya.


"Ayunda, tunggu". Teriak seorang dari belakang,saat ia mau masuk ke dalam mobil.


Yolanda? Kenapa dia tahu,jika aku di sini. Apa maksudnya, mungkin dia tengah mengunjungi seseorang di rumah sakit ini,batin Ayunda. Ia menepis rasa curiganya, kepada Yolanda.


"ikut aku". Bentak Yolanda, sambil menarik lengan Ayunda.


"Eehh...Lepaskan tanganku Yolanda," Ayunda, tengah memberontak namun perutnya tiba-tiba kram. "Auuu....". ringis Ayunda.


Ayunda,hanya menuruti kemauan Yolanda. Takut janinnya kenapa-kenapa.


Ia di paksa masuk ke dalam mobil,milik Yolanda.


Brakkk....


Yolanda, langsung menutup pintu mobil dengan keras. Ia langsung menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi, tubuh Ayunda seketika menegang.


"Bisakah kamu menurunkan kecepatannya Yolanda". Pinta Ayunda.


"Apa kamu takut Ayunda,ha". Yolanda, tersenyum merekah saat melihat wajah Ayunda ketakutan.


Ayunda, nampak heran melihat sekeliling jalan. Tidak ada rumah-rumah penduduk,bahkan mereka seperti naik area pegunungan. "Kamu membawa diriku kemana, Yolanda? Kau tahu,jika J mengetahui ini. Kamu akan habis". Bentak Ayunda, dengan tatapan tajam.


"Diam kamu Ayunda,aku ucapkan selamat atas kehamilan mu. Kau tahu,aku tidak akan membiarkan kalian bahagia. Jika aku tidak bisa mendapatkan J,kamu juga tidak akan". Senyum semerik Yolanda. "Aku akan menghabisi nyawa mu Ayunda,tidak peduli bagaimana nantinya. asalkan aku puas, melihat dirimu menderita di tanganku. seperti hatiku,di cabik-cabik dan di iris-iris saat melihat kau dan J bersama".


Mendengar perkataan Yolanda,air matanya luruh. Ayunda, langsung memegang perutnya sedikit kram. Apa anaknya,juga merasakan ketakutan seperti dirinya.


"Turunkan aku Yolanda,". Teriak Ayunda,ia mengambil alih setir mobilnya. "itu tidak cinta,tapi obsesi Yolanda. kamu harus sadar, bahwa yang kamu lakukan sangat tidak wajar".


Sehingga mobil tersebut oleng ke kana dan ke kiri. Sedangkan di di perjalanan penuh dengan pohon-pohon dan jurang.


"Hentikan Ayunda,aku tidak ingin mati bersamamu". Bentak Yolanda, mereka sama-sama merebut setir kemudi. "kau tahu,apa yang aku lakukan dalam kesadaran ku. aku yakin,apa yang aku lakukan hal yang terbaik. hahahahah....". gelak tawa Yolanda.


"Tidak,kita harus mati berdua. Biar adil, Yolanda". Senyum semerik Ayunda. ya Allah, selamatkan aku dan anakku.


"lepaskan tanganmu Ayunda,aku tak Sudi mati bersamamu". Bentak Yolanda, sambil merebut setir kemudi mobil. "aaarghhh.... lepaskan".


Mereka saling merebut setir kemudi mobil,tak perduli dengan tikungan tajam di depan mereka.


"Aaaaaaaaahhh.....". Teriak Ayunda dan Yolanda, secara bersamaan.


Ya Allah, lindungilah janinku. selamatkan kami berdua, maafkan aku J.aku sangat mencintaimu,maaf. lirih Ayunda.


Bruuuaaaakkkkk.....


whooosss......

__ADS_1


mobil mereka menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang yang curam,mobil mereka terbalik di bawah. Entah apa yang terjadi,jalan juga terlihat sangat sepi,tanpa ada rumah penduduk.


__ADS_2