
Beberapa Tahun Kemudian.
Kini usia Al,sudah beranjak dewasa. Umurnya 19 tahun,yang masih bersekolah SMA kelas XII semester akhir.
Al, sangat jauh berbeda dengan sikap ayahnya maupun ayah sambungnya. Al,sering terbilang jika dirinya pria bar-bar. Namun dia sangat cerdas dan pintar dalam pelajaran,ia sering ikut lomba cerdas cermat.
Semenjak bersekolah SMP,dia sudah belajar dengan mamahnya masalah pekerjaan perusahaan. Cita-citanya menjadi penerus perusahaan Peninggalan ayahnya,dan ingin membantu sang ibu.
Pulang sekolah,dia langsung pergi ke perusahaan. Karena Al,sudah mengendalikan salah satu perusahaan milik ayahnya. Walaupun sifatnya bar-bar, selalu ramah kepada siapapun. Tapi,ketika melakukan hal serius masalah pekerjaan, sifat bar-barnya seketika hilang.
Al, memiliki seorang sekretaris pribadinya bernama Lin Jarvis. Al, juga memiliki sahabat terbaik bernama Dion wiyoko, Herman Abdullah dan Muzakir sering di panggil Zakir.
Mereka bertiga sahabat terbaik Al, yang bekerja di perusahaan Al. Terkadang mereka juga, sering diam-diam kepada orangtuanya. Ikut balapan liar motor drag, bahkan sempat kepergok oleh J.
J, sangat marah melihat kelakuan anaknya dan teman-temannya. Al dan teman-temannya langsung berlutut meminta maaf. Mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi, J langsung memaafkan mereka. Al,juga meminta untuk merahasiakan kepada mamahnya. sebelum di maafkan, mereka juga harus di hukum oleh J.
Tetapi,semua itu hanya ide mereka. Bahkan sampai sekarang, mereka masih ikut balapan liar. Dengan kecerdasan Al,bisa melabui anak buah J yang sering mengawasi gerak-geriknya.
Al,juga memiliki seorang kekasih bernama Annisa Bahar. Mereka cukup lama menjalin hubungan, hampir satu tahun. Al,tidak seperti pria playboy.
Namun hati Al,goyah saat melihat sang kekasih berjalan dengan seorang pria tak di kenalnya.namun dia tak pernah bertanya siapa pria itu? baginya sekali berbohong akan tetap berbohong nantinya. Hati Al,juga memiliki perasaan aneh kepada seorang perempuan murid baru. Tepatnya anak tetangga,hanya berhalat dua rumah dengan rumah orangtuanya Al.
Nama perempuan itu Nur Laila, keturunan Arab. Bulu mata lentik, hidung mancung,bola matanya indah dan memiliki gigi gingsul. Membuat senyuman sangat manis dan menggunakan hijab. Namun perasaannya di pendam saja,karena Laila tidak mau pacaran.
*******
Malam harinya.sekitar jam delapan malam,Al baru saja pulang.setiap pulang terlambat hatinya was-was pasti sang ayah, selalu mengintrogasi sampai ke akar-akar. bahkan sampai berjam-jam, telinga sudah panas mendidih mendengar bertanya J. masih Untung J,yang mengintrogasi dirinya kalau Ayunda sang ibu. bukan telinga yang panas mendidih tapi sapu dan lainnya, bisa melayang ke udara.
__ADS_1
Saat membuka pintu rumah,J sang ayah sudah menyambut kedatangan nya. dengan tatapan tajam ke arah Al. "Jam berapa ini? Kenapa baru pulang". Tanya J,kepada anak Al.
karena Al,tidak memberitahu kenapa dia telat pulang.
Al,hanya menunduk saja. Ia sangat takut dengan ayah sambungnya,seringai tajam J. Membuat bulu kuduk seketika berdiri,ia hanya tersenyum kecil.
"Banyak pekerjaan pah,". Jawab Al. " maaf tidak menghubungi papah atau mamah, Karena sibuk,".
"Pekerjaan atau balapan liar lagi atau ada sesuatu main taruh-taruhan". Delik mata J, menyeringai tajam. "Jangan berbohong kepadaku Al, semua cctv di perusahaan. Aku sudah meretasnya dan aku tahu jika kamu tidak ada di perusahaan".
"Tadi ada meeting di luar pah,makanya tidak ada perusahaan ". Alibi Al,ia tersenyum kecil.
"Ehh...baru pulang kamu nak,cepat sana ganti baju. Setelah bersih-bersih,makan yah". Ayunda, langsung menghampiri anaknya. J, langsung menghentikan interogasi kepada anaknya.
J,merasa lega untung tidak mendengar ucapannya kepada Al. "Kalian kenapa? Kok diam-diam saling tatapan begitu ". Tanya Ayunda, menaruh rasa curiga.
"Iya,mah. Ada meeting diluar,bersama klien,". Senyum manis Al.
"kalian tidak ada menyimpan rahasia apapun kan,kalau kamu menyimpan rahasia sama mamah. Siap-siap mamah,akan menghukum kamu Al. Kalau kamu J, menyimpan rahasia kepadaku istrimu. Siap-siap tidur di luar,selama seminggu". Ancam Ayunda,ia sudah berkacak pinggang.
"Ehhh... ka-kami tidak menyimpan rahasia apapun sayang,benarkan Al". J, langsung menepuk pundak Al dan memberikan kode.
"Benar, papah. Tenang mah,kami tidak memiliki rahasia apapun. Mau mandi,gerah mana laper juga. Selamat malam,papah dan mamah tercinta,". Pamit Al, namun saat Ayunda tidak melihat wajah anaknya.
Ini adalah kesempatan Al, menjulurkan lidahnya kepada J. Terkadang mereka berdua,jarang akur.
Dasar anak bar-bar, keturunan Ayunda. Gerutu J,ia mengusap wajahnya dengan kasar. Benar-benar susah di atur,harus ekstra sabar menghadapi sikap Al.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang,kok kaya kesal begitu,". Tanya Ayunda, bergelut manja di lengan kekar J.
"Mana ada,sayang. Aku hanya merindukan masa kecil Al, sekarang dia sudah besar. apa lagi anak kita Kai,dia terbilang anak pendiam.sangat betah berjam-jam di kamar,hanya belajar dan main game,". Kata J,ia tersenyum kecil. Tapi dalam hati,ia mengumpat Al yang bar-bar. Baru - baru kali ini J, mendapatkan informasi. Jika Al,tengah main taruhan adu ayam bersama teman-temannya melawan orang desa.
Bagaimana jika suatu hari nanti ketahuan? seorang Tuan muda, anak Zense Alvaro. anak pembisnis ternama,sedang main aduk ayam. membuat J, geleng-geleng kepala.
"benar sayang, anak-anak kita. Sekarang sudah pada besar,rindu masa-masa bayi". Ayunda, tersenyum kecil memandang wajah sang suami.
Sedangkan di dapur. Al, tengah membuka penyimpanan makanan. Perutnya sudah lapar,tapi dia tak kepikiran untuk makan baru pulang ke rumah.
"Baru pulang,kak". Tanya Kai,yang masih bersekolah SD.
"Hemmm...kamu mau makan". Tanya Al, sambil mengambil piring.
"Tidak". Jawab Kai, langsung ke luar. Kai,tipe pendiam tak banyak bicara. Sifatnya seperti ayahnya, kerjaannya hanya main game dan baca buku. kai tak kalah pintarnya juga,dia sesosok pendiam tak suka berteman. sepulang sekolah,dia langsung pulang dan mengunci dirinya di dalam kamar.
*******
pagi harinya, sebelum berangkat bekerja. Ayunda dan bi Inah, menyiapkan sarapan pagi. tak lama sang suami dan anaknya,juga datang langsung duduk di kursi. mereka segera menyantap sarapan paginya, sebelum beraktivitas seperti biasanya.
masing-masing mereka, mengucapkan selamat pagi. "makan yang banyak, sayang". Ayunda, mencium pipi Kai.
"makasih mah,mamah jangan terlalu capek". kata Kai, ia tersenyum kecil. "begitu juga papah,kalau kakak semoga cepat-cepat insaf". Kai, menyinggung senyuman ke pada sang kakak.
sedangkan J,hanya terkekeh mendengar ucapan Kai. "maksudnya apa nak? insaf apa sih". tanya Ayunda, ia heran kepada anak keduanya. yang selalu menyuruh Al,insaf.
Al, langsung menyenggol lengan adiknya. Agar sang mamah,tidak menaruh rasa curiga terlalu dalam.
__ADS_1