TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Hanya status Ipar


__ADS_3

"Aaaargghhh.....,". Suara erangan kenik-matan J,ia mengeluarkan hasratnya di kamar mandi. Di bawah guyuran air dingin,membasahi tubuhnya.


Ayunda,sudah berlari ke kamarnya. Ia sedang menatap ke atas langit-langit kamarnya. Dia masih tersenyum-senyum saat mengingat kejadian tadi bersama kakak iparnya.


J,tak ingin menodai adik iparnya. Ia langsung masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya. Walaupun sudah di ujung ubun-ubun namun ia masih mengontrol dirinya


Ting...


Bunyi pesan masuk di ponselnya Ayunda. Ia langsung membuka pesan tersebut.


[Ada yang aku bicarakan,temui aku di kafe. Ajak Kevin,juga] Aries.


Ayunda, mengerutkan keningnya saat membaca pesan dari temannya.


[Ok, aku segera ke sana dan langsung menghubungi Kevin]


Ia langsung bersiap-siap untuk berangkat tak lupa menghubungi Kevin.


Saat keluar dari kamarnya. Lengan Ayunda, langsung di cekal oleh J.


"Mau kemana kamu,". Tegur J, langsung mencekal lengan Ayunda.


"Aku mau pergi,ada urusan pekerjaan dengan Kevin,". Senyum kecil di sudut bibirnya Ayunda.


J, menatap tajam ke arah Ayunda. Ia mencari-cari dimana letak kebohongannya.


"Kau tidak percaya? Aku bisa membuktikannya,". Ia langsung mengambil ponsel nya di dalam tas dan memeprlihatkan pesan untuk Kevin.tentu saja pesan dari Aries,sudah di hapus nya. Awalnya berencana di kafe,namun di ubah Ayunda. Lebih baik bertemu di kantor saja,agar J mempercayai nya.


Cengkalan lengan J, langsung di lepasnya. "hanya masalah pekerjaan,". Delik mata J, menyeringai tajam.


"Iya,kalau tidak. Mana mungkin aku ke sana,". Alibi Ayunda. Semoga kamu percaya,huuuu...


"Hemmmmm...aku akan ke rumah bibi,untuk mengambil Al,". Ucap J.


"Kata bibi,Al nginap di sana. Besok baru pulang. Al,juga tak mau pulang katanya,". Jawab Ayunda.


"Aku akan ke sana,ada hal penting yang aku bicarakan dengan paman,". J, langsung menghimpit tubuh Ayunda.


Ayunda,susah payah meneguk saliva. Lengannya sudah menahan dada bidang milik kakak iparnya.


Deru nafas J,sudah terasa di wajah Ayunda. Ia tau betul jika sang kakak ipar ingin mencium dirinya. Sedangkan Ayunda,masih menunduk tersipu malu-malu.


Cup....

__ADS_1


Awalnya hanya kecupan kini berubah menjadi ******* lembut. Mulut Ayunda, sedikit membuka. Biar J,leluasa menguasai seluruh mulut Ayunda.


Ayunda, menyeimbangi ciuman dari J. Matanya terpejam,lengan melingkar di leher J.


Bibir Ayunda, sudah menjadi candu bagi J. Walaupun mereka hanya berstatus ipar saja, selesai berciuman. J, menghapus lembut di bibir Ayunda.


J,hanya tersenyum memandangi wajah cantik Ayunda.


"A-aku pergi dulu,". Ayunda, melepaskan diri dari J.


J, masih memandangi tubuh Ayunda. Yang menuruni anak tangga dan menghilang di balik pintu.


"huuuuuu.....lemas adek,bang,". Kekeh Ayunda. Tubuhnya masih getar-getir karena sentuhan lembut dari sang kakak iparnya. "Fokus Ayunda,kamu sedang menyupir mobil,". Gerutunya lagi.


Ia meninggal perkarangan mansion. Tal berselang lama J,juga keluar dari mansion. Saat dia masuk ke dalam mobi. Tak lupa menggantikan pakaiannya berwarna hitam berserta topeng tengkoraknya.


*********


Ayunda dan Kevin, tengah menunggu Aries. Yang tak kunjung datang,nomor ponselnya juga tidak aktif.


"Apa kamu sudah menghubungi orang rumah Aries,atau temannya,". Tanya Kevin.


"Hemmm...aku sudah menghubungi semua orang-orang terdekat Aries,tapi tidak ada jawaban. Ada apa ini? Perasaan ku tidak enak,". Ayunda,tengah mondar-mandir di ruang Kantornya.


"mungkin informasi tentang J. Aku pernah bercerita tentang J,ia mencoba mencari informasi tentang J. Apa yang di sembunyikan selama ini, bahkan kamu tidak dapat apa-apa,". Gerutu Ayunda,ia mondar-mandir tak karuan.


"Sekarang J,ada di mana? Apa dia di mansion atau kamu tau dia kemana,". Tanya Kevin.


"Hemm... katanya dia mau ke tempat bibi,ada yang mau di bicarakan dengan paman,".


Kevin, langsung menelpon seseorang yang di mansion bibi Viana. Ternyata benar,jika J memang ada di tempat bibi.


"Kamu kenapa menghubungi orang di tempat bibi,". Tanya Ayunda,nampak heran.


"Aku hanya khawatir,atas kehilangan Aries. Yang tiba-tiba, siapa tau J di balik ini semua,". Ucap Kevin. "Aku mencoba melacak nomor ponselnya J,tapi masih di mansion nya. Aku yakin,di mansion itu. Pasti ada sesuatu,coba kamu cari tahu Yu,".


"Mana bisa, Kevin. Dimana-mana ada cctv, dan beberapa pelayan juga yang di percaya J,". Ayunda, masih setia menghubungi Aries,namun tak kunjung nomornya tidak aktif.


"jangan-jangan semua isi ponsel mu di retas seseorang Yu,kamukan hanya memiliki satu ponsel saja,"


"Tau ah,". Ketus Ayunda,ia begitu kesal.


"Lagian untuk apa sih,kamu kepo banget dengan rahasia yang di miliki J. Kamu ada main kah dengan J,". Delik mata Kevin,ia menaruh rasa curiga.

__ADS_1


"Gak ada main-main apa-apa. Main petak umpet yang ada bersama Al,". Bantah Ayunda.


"Masa? Tuh, leher kenapa ada jejak nganu,". Kevin, memonyongkan bibirnya.


Mata Ayunda, terbalalak. Ia langsung menutupi lehernya. Masa, ketahuan sih? Bukankah aku sudah menutupinya dengan foundation yang anti luntur.


"Hahahaahhaha...,". Gelak tawa Kevin. "Ahhhh...kamu ketahuan Ayunda,apa kamu mau ngelak ha? Jangan bilang itu hanya kekhilafan Ayunda,". Seringai tajam Kevin.


"Dasar gila kamu mengerjaiku ha...!!!,". Ayunda, langsung menyambar tasnya dan memukul tubuh Kevin.


Buuughhh... Buuughhh...


"Auuu...auuu..auu... hentikan Ayunda,aku hanya bercandaan tapi ternyata benaran,hahahah....auu...auuu....stop..stopp,". Jerit Kevin.


Ayunda dan Kevin, berlarian keliling sofa.


Seperti anak kecil yang sedang bertengkar hebat.


"Stoooopppp....kalian apa-apaan ha,". Teriak Bimo. Melihat Ayunda dan Kevin, seperti anak kecil tengah berlarian.


Ayunda dan Kevin, seketika diam saat mendengar teriakkan Bimo. Yang seperti menggelegar seisi ruangan kantor Ayunda.


Bimo,datang tak sendirian. Ia juga bersama Aries.


"Nah,nah. Akhirnya kamu nongol juga,kemana saja kamu Tya. Kami menunggu mu begitu lama, menghilang kemana kamu," sengit Ayunda,ia juga geram kepada temannya Aries.


"Sampai-sampai kami berantem,". Ketus Kevin, seakan-akan merajuk seperti wanita.


"Hehehehe,maaf. Tadi waktu aku ke sini, ponselku jatuh. Jadi aku ke konter ponsel dulu,buat memperbaiki ponselku,". Alasan Aries. Maafkan aku Yu,aku tidak bisa memberitahu semuanya. Ini demi keselamatan hidupku.


"Terus,kamu mau bilang apa. Mana harus bawa curut ini segala,dia ini sensian orangnya. Persis kaya ibu-ibu yang lagi nagih hutang,". Kata Ayunda, dengan kesal.


"hemmm...gini,aku nyerah dulu. Mencari informasi tentang J,kakak ipar mu itu. Aku dan temanku tak sanggup, semenjak kami mencari informasi tentang J. Kami tiba-tiba di teror seakan-akan ada yang mengikuti langkah kaki kami,". Keluh Aries. "maafkan aku,yang tidak bisa membantu,".


"terus,kenapa gak bilang-bilang di ponsel saja. Gak harus ketemu seperti ini," ucap Ayunda.


"Maaf, sepertinya ponselku dan mungkin kita semua. Bisa saja sudah di retas seseorang, sedang Kevin. Tak mampu juga, mencari informasi tentang J,". Jawab Aries.


"Hemm...benar,aku juga merasakan sesuatu. Jangan-jangan aku memang di jebak seseorang dan pada akhirnya aku tiba-tiba tidur dengan seorang wanita kini jadi istriku," gumam Kevin.


Jika mereka tak mampu, kuncinya hanya aku, batin Ayunda. Ia langsung mengambil kunci mobil dan tasnya. "aku pergi dulu dan mulai sekarang tidak usah lagi mencari informasi tentang J. Aku bisa mengatasi ini semua,baybay,". Ayunda, melambaikan tangannya.


Kevin, Bimo dan Aries. Hanya melongo kepergian Ayunda, sebelum mereka berbicara apa-apa dan maksudnya apa

__ADS_1


__ADS_2