
Hanya dua hari Ayunda, berlibur bersama yang lainnya.
Hari ini dia pulang bersama Zense, sedangkan yang lainnya juga pulang namun dengan mobil masing-masing.
Selama berlibur di pantai dia menikmati istirahatnya sejenak bersama yang lainnya dan di temani sang tunangan.
"Bagaimana apa puas hanya sebentar liburannya,". Tanya Zense. Kini mereka sudah di perjalanan pulang kerumah.
"Yah, sebenarnya capek juga yah habis liburan,".
"Lebih baik kamu resign aja kerja di tempat Regan,".
Apa!aku berhenti kerja, batin Ayunda. "Tapikan,".
"Tak usah ada tapi-tapian aku sudah berbicara dengan Regan,kemarin. Ambillah kartu kredit ini untuk kamu bersenang-senang. Bukannya kita akan menikah beberapa hari lagi,siapkan dirimu,".
Astagfirullah,aku hampir kelupaan, batin Ayunda. "Ahh,iya. Aku hampir lupa," kekehnya. Ia langsung mengambil kartu blackard yang baru saja di berikan oleh Zense.
"Setelah menikah janganlah bekerja,cukup dirumah saja,". Zense, membelai rambutnya
Deg,
Astaga jantungku berdetak kencang, batin Ayunda. Ia sangat kagum dengan ketampanan Zense.
"Tapi,apa boleh aku membuka usaha? sebenarnya tak jauh dari tempat ku ada toko. Dulu tempat warung makan,biar aku gak bosan,". Rengeknya.
"Hmmmm,kita liat saja nanti. Tapi kamu mau usaha apa,".
"Aku mau buka usaha kecil-kecilan aja, seperti jual Pulsa,kouta dan ponsel,". Ucapnya
Membuat Zense, melongo mendengar perkataan calon istrinya.biasanya perempuan lain pasti membuka usaha seperti butik,berlian,dan yang mahal-mahal.
"Kamu serius mau buka usaha seperti itu,aku banyak uang pilih lah yang lebih bagus untuk membuka usaha mu,".
"Hmmm,iya juga yah kamu kan udah banyak uang. Tinggal aku porotin saja, ngapain capek-capek kerja,". Gumam Ayunda.
"Nah otak kamu pintar juga,tidak usah bekerja. Aku akan memberikan kamu satu perusahaan atas namamu,".
"Gak bisa gitu dong,kalau aku jadi istri mu semua harta kekayaan mu miliku suami itu cuman numpang,". Decak Ayunda.
"Baiklah,akan aku suruh Hans. Menyiapkan berkas-berkas untuk mengalihkan semua harta ku ke tangan mu,". Zense, menatap langsung ke arah Ayunda.
"Hehehe,aku tadi hanya bercanda. Kamu tau sendiri aku tidak sematre begitu,". Ayunda, memusut dada Zense.
"Aku serius sayang, kamu akan menjadi istri ku yang selalu aku utamakan,". Bisik sensual Zense di telinga Ayunda.
"Terimakasih,". Satu kecupan mendarat di bibir Zense.
__ADS_1
Berlahan-lahan kecupan menjadi sebuah ******* manis.
Gila, bisa-bisanya mereka bermesraan sedangkan aku yang jomblo di sini, batin Hans.
Aku dimana,aku siapa? Aku tau anda bucin bos.sehingga tak memperdulikan aku dan Hans, batin Kevin.
Hans dan Kevin,saling menoleh hanya diam namun mereka paham.
****
Sedangkan di mobil Regan. Vivian,tengah merajuk entah mengapa liburan yang menyenangkan hanya dua hari.
"Maaf,ini semua demi kita lo yang. Sebentar lagi kita mau menikah,orang tua kita sering menghubungi ku untuk cepat-cepat pulang. Nanti kita sambung lagi yah,". Ucap Regan. Ia tengah membujuk sang kekasih.
"Iya deh, tapi ada Melisa sama Ayunda,juga,". Pintanya.
"Iya,pasti ada mereka,". Uuhh, mood perempuan serba salah, batin Regan.
hihihi,aku yakin Ayunda,pasti tau banget soal anu suami aku harus belajar,batin Vivian.
"Awas kamu bohong,". Ancam Vivian.
"Aku mana bohong sayang, selalu aku tepati,".
"Makasih sayang,". Kata Vivian. Ia langsung memeluk Regan. Dengan erat.
Di mobil lainnya.
"hemmm, baguslah kalau kamu senang.kapan-kapan kita berlibur lagi,". kata Farhan.
"kok bisa yah? Ayunda dan Zense, padahal sifat mereka Sangat jauh berbeda. bisa-bisanya Zense, kecantol sama Janda. aku penasaran seperti apa Suaminya Ayunda,yang sudah meninggal dirinya. aku yakin pasti nyesal mantan suami Ayunda,". Melisa,bekata panjang lebar. sedangkan Farhan,bingung mau jawab apa.
soalnya dia tidak tau bagaimana kisah percintaan temannya itu. dia juga batu tau kalau Zense,jatuh cinta dengan seseorang Janda pula.
"aku juga baru tau sayang, mendengar cerita Regan. Ayunda,di paksa habis-habisan sama Zense,".
kapan-kapan aku ajak mereka bertemu pasti Ayunda, sangat berpengalaman soal anu,batin Melisa.
"ha! serius? pasti Yolanda,sakit hati mendengar jika Zense,mau menikah. Yolanda, Sangat menyukai Zense,". kata Melissa.
"jangan Yolanda,bahkan banyak lagi yang mengejar-ngejar Zense. semoga hati Ayunda,kuat menahan cemburu,".
"kayanya Zense,deh sayang. bakalan akut banget didekati pria lain,". balas Melisa.
siapa sangka seorang Zense,jatuh cinta dengan seorang Janda. bahkan baru saja di kenal.
******
__ADS_1
Ayunda,kini telah sampai di rumahnya. Zense,juga membantu mengeluarkan belanjaan Ayunda.
"Mampir dulu gak," Tanya Ayunda.
"Gak,kami langsung saja. Ada meeting penting sayang,dahh,". Pamit Zense.
"Dahh,". Balas Ayunda.
Setelah kepergian Zense. Ayunda,juga sibuk dengan belanjaan oleh-oleh yang mau di bagi untuk ibu-ibu .
"Nanti saja aku pikirkan mau mandi terus istrirahat mumpung masih siang,". Ayunda, merentangkan kedua tangannya.
Selesai mandi,namun ada yang mengetuk pintu rumahnya.
"Ada apa Van,". Tanya Ayunda.
"Ini Yu,aku mau bawa Sinta. Untuk cek up kandungan. Dia hamil besar boleh tidak aku minjam mobilmu,kasian dia kalau harus naik motor. Maafkan aku yang sudah lancang ini, pasti sudah mengganggu mu yang baru saja datang,". Ucap Vano.
Aku pinjam kan saja lagian kasian juga Sinta, batin Ayunda.
"Gak papa, tunggu aku ambilkan kuncinya,". Ayunda, langsung bergegas mengambil kunci mobil dari kamarnya.
Asyik, bisa jalan-jalan dulu dan bisa pamer dengan yang lainnya,batin Vano.
Tak berselang lama Ayunda,sudah kembali dan memberikan kunci mobilnya. "Aku kemarin baru isi minyaknya,jadi kamu gak usah isi karena masih banyak,". Kata Ayunda.
"Tapi,boleh tidak aku bawa nongrong sebentar. Jadi agak telat datangnya,". Vano, mencoba minta ijin.
"Hmmm, bawa saja. Aku gak kemana-mana. Asalkan mobilku kembali seperti semula jangan ada lecet-lecet,".
"Makasih Yu,kalau begitu aku pamit,". Vano, langsung pergi meninggalkan Ayunda.
"Gimana mas?apa Ayunda,mau meminjamkan kita mobil,". Sinta, langsung bertanya kepada sang suami baru saja datang.
"Iya dong,". Seru Vano,ia langsung memperlihatkan kunci mobil Ayunda.
"Ayo! Kita berangkat sekarang,". Ucap bu Halimah. "sudah ibu bilangkan pasti dia mau meminjamkan mobilnya karena alasan mau cek uo kandungan Sinta,".
"aku juga bilang ke Ayunda,kalau mau pergi dulu datang telat.ia juga mengijinkannya,". sahut Vano.
"kenapa mas,gak minta oleh-oleh dari Ayunda. bukannya dia beli oleh-oleh kemarin untuk kita dan yang lainnya.takutnya nanti habis di berikan kepada ibu-ibu rempong,". decak Sinta.
"jangan khawatir pasti Ayunda, akan menyisihkan sebagian untuk kita. mana mungkin dia menghabiskan untuk ibu-ibu yang gak jelas seperti mereka,". sungut sang bu Halimah.
"pasti ibumu senang mas,kalau kita datang menggunakan mobil ini,". senyum merekah di wajah Sinta.
Sebenarnya mereka tak pergi cek up kandungan Sinta, melainkan pergi kerumah orang tuanya Vano.
__ADS_1
Mereka ke sana ada acara aqiqah keponakan Vano, lebihnya dia juga mau pamer dengan mobil Ayunda.
Tak berapa lama Ayunda,mengintip di sela-sela tirai. Vano,juga mengajak mertuanya. "sudah pasti Mertuanya akan ikut,".