
Satu minggu kemudian.
Ayunda,sudah kembali beraktivitas normal. Tapi untuk saat ini dia,tak pergi ke kantor dulu.
Sebenarnya ia ingin sekali bekerja seperti biasanya,namun J langsung mencegah pergi.
"Hemmm....segarnya". Gumam Ayunda,ia mendekati ibu-ibu tengah berbelanja sayur.
"Mau belanja juga, Yu". Tanya bu Sumi,kepada Ayunda.
"Hemm... lihat-lihat dulu deh,bu". Jawab Ayunda,ia memilih sayur-mayur.
"Ehh, Ayunda...kamu tau gak si Fitri,dia itu istri simpanan seorang pengusaha. Hemm... dua hari yang lalu,dia habis di grebek sama istri sahnya,". Kata bu Lela,dan di angguk lainnya.
"Terus, gimana lagi bu". Ayunda,jiwa kekepoannya meronta-ronta.
"Yah ..heboh,si Fitri cuman di nikahin sirih doang ternyata. Babak belur tuh,si Fitri. Katanya istri sah,gak mau cerai. Dia gak mau kehilangan suaminya katanya cinta,". Sambung bu Lela,lagi.
"Uuhhh...rame banget tau gak,behhhh....sedap,sedap betul mereka saling jambak-jambakkan,". Sahut ibu lainnya.
"Ada lagi nih,rumah mantan suami kamu sudah jadi. Katanya yang di dekat rumah Hendri,kakaknya Neli. Ikut tinggal sama Hendri,dia cerai sama suaminya. Katanya karena mertua sadis, selalu menghina Neli. Kena karma dia,sudah memperlakukan kamu dulu dengan buruk,". Kata ibu lainnya.
Ayunda,hanya manggut-manggut mendengar perkataan ibu-ibu.
"Biasanya Fitri, seringkali keluyuran sekarang gak ada. Mungkin malu,sama kita-kita".
"Pelakor dimana-mana, pantesan dia lihat suaminya Ayunda. Behh .... matanya jelalatan langsung,bahkan sampai-sampai tidak berkedip sama sekali,".
"Kalau dia mau godain suamiku, mana mempan bu. Karena Fitri, bukan tipe J,". Jawab Ayunda, terkekeh.
"Palingan Fitrinya aja yang kepedean, cocok dah...sama mantan suami kamu Yu,aku dengar-dengar Fitri mau cerai sama suaminya itu. Katanya,mau bangkrut,". Kata ibu lainnya.
"begitu lah pelakor,kalau jaya-jayanya pasti akan bertahan. Walaupun istri sah,yang di lawan. Rasa urat malu putus,tangguh dengan cibiran orang-orang. Tapi, kalau usaha suaminya bangkrut bakalan di tinggal terus cari baru lagi. Gak takut kena azab,memang pelakor". Kata ibu lainnya, membuat semuanya bergidik ngeri.
"Oh,sudah pintar gosipin orang di belakang,". Sahut Fitri,yang baru datang.
"Nah,datang juga pelakornya,". Kata bu Lela,ia tersenyum kecil.
"Hati-hati lo,sama suami-suami. Takutnya kepincut pelakor,ini". Kata ibu-ibu di tempat.
"Ehh... ibu-ibu sekalian,aku mana demen sama suami situ. Kerjaan gak jelas,gajih juga tak seberapa. Apa lagi tua-tua,gak level sama aku," kata Fitri, ia tersenyum sinis.
__ADS_1
"Terus level kamu,kaya suamiku gitu,". Sahut Ayunda,ia tak terima jika Fitri menghina suami ibu-ibu lainnya.
"Huuuuu....jangan harap suaminya Ayunda, kepincut sama pelakor kaya kamu". Sahut ibu-ibu lainnya.
"Pelakor, siap-siap kena azab". Timpal lainnya.
Ayunda,hanya tersenyum saja. Walaupun Fitri, nampak geram kepada ibu-ibu lainnya.
"Rame banget,ada apa yah". Tanya Neli,yang baru datang. "Ehhh...ada Ayunda,aku dengar-dengar kamu habis kecelakaan. Salut aku sama kamu, bisa-bisanya kamu selamat kaya banyak punya nyawa gitu,". Sindir Neli,ia menatap tajam ke arah Ayunda.
Neli,hanya tersenyum sinis saat menatap Fitri. Ck, pelakor abal-abal sok-sokan an jadi senior.
"Alhamdulillah,aku masih di beri umur yang panjang dan menikmati kehidupanku saat ini," jawab Ayunda,ia menyunggingkan senyumnya.
"Baguslah kalau begitu,". Kata Neli,ia sambil memilih beberapa sayur juga.
"Ehh, Neli. Gimana kabarnya kakakmu Ambar,sudah lama gak keliatan masih hidupkan,". Tanya bu Lela, langsung.
"Kalau ngomong yang benar bu,". Bentak Neli,kepada Bu Lela.
"Lah,apa yang di katakan bu Lela memang benar. Sudah lama tidak melihat kakakmu,apa jangan-jangan sudah jadi perkedel sama madunya,". Kata ibu lainnya.
"Ehh... hati-hati aja suami kakakmu yang juragan sapi itu,malah tergoda sama ni pelakor". Teriak Bu Lela,kepada Neli yang mulai menjauh.
"Loh,kenapa jadi ke aku bu". Tanya Fitri,ia kesal mendengar ucapan bu Lela.
"Mending kamu pergi aja,deh. Gak sudi, dekat-dekat sama pelakor". Salah satu ibu-ibu mengusir Fitri.
"Aku ke sini mau belanja sayur,main usir saja,". Decak Fitri,ia memilih sayur-mayur sisa ibu-ibu.
"Kalau mau beli yah,tinggal beli. Gak usah banyak omong,makan tuh burung suami orang. Sampai kenyang,dasar wanita gatel,". Decak ibu-ibu lainnya.
"Apa kamu lihat-lihat Ayunda,kamu senang kan aku jadi bahan olok-olok orang,". Kata Fitri,ia menatap intens ke arah Ayunda.
"Hemm...agar kamu cepat-cepat sadar Fitri,apa yang kamu lakukan memang salah. Jadi jangan salahkan orang-orang dong,yang sudah ngatain kamu gak-gak,". Kata Ayunda,ia menyunggingkan senyumnya.
"Aku doain, semoga suami kamu kepincut sama wanita lain. Biar tahu rasa,suami kamu di ambil orang". Senyum semerik Fitri,ia langsung meninggalkan mereka.
"Huuuu.....dasar pelakor....huuuu". Teriak ibu-ibu di sana.
******
__ADS_1
[sayang,kalau pulang belikan martabak istimewa. Tempat biasa]
J, tersenyum kecil saat membaca pesan dari istrinya. Ia langsung membalas akan membelikan martabak untuk Ayunda.
Saat menunggu martabak,tak terduga. Fitri,juga ingin membeli martabak.
Saat melihat suaminya Ayunda. Fitri, langsung mengambangkan senyuman lebar. Mungkin ini kesempatan untuk, dekat-dekat dengan J.
"lagi beli martabak yah,". Tanya Fitri,ia berdiri di samping J. Loh,kok gak di jawab, gerutu Fitri.
Memang saat ini tempat penjual martabak tengah banyak,yang membelinya.
"Suaminya Ayunda,beli martabak juga". Tanya Fitri,lagi.
J,hanya menatap sekilas ke wajah Fitri. Lalu J,hanya mengangguk pelan.
"Hemm...aku tadi jalan,boleh gak numpang ikut,". Kekehnya Fitri,ia senyum-senyum tidak jelas.
J, calingukan mencari sesuatu. "Makasih,". Jawab J, dengan singkat.
Fitri, langsung mengerutkan keningnya. Ia tak paham dengan ucapan J,kenapa dia yang berterimakasih.
"Maksudnya,aku mau iku...".
Ucapan Fitri, langsung terpotong saat sang penjual memberikan martabak kepada J. "Makasih,mang". Ia langsung meninggalkan tempat.
"Tunggu,". Fitri, langsung mencekal lengan J.
Belom apa-apa, langsung di tepisnya. "jangan sentuh saya,". Tegas J, dengan tatapan tajam.
Membuat Fitri, sangat takut. "Aku boleh menumpang,". Pintanya.
"Pergilahh,saya tidak suka di ganggu wanita tidak jelas seperti anda,". Bentak J.
"tapi aku temannya Ayunda, boleh numpang yah,". pinta Fitri,lagi.
"kamu hanya teman istri saya,bukan teman saya. bisa-bisanya Ayunda,punya teman gak jelas kaya kamu,". sungut J, dengan kesal.
langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Fitri. Ia sangat kesal kepada suaminya Ayunda,memang tak mudah di dekati.
"Sial, baru kali ini aku di cueki oleh pria. awas kamu,dasar kurang ajar suamimu Ayunda,". gerutu Fitri,ia menghentakkan , kakinya.
__ADS_1