TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Mobil mewah


__ADS_3

Mobil mewah berwarna hitam, berhenti di pinggir jalan.


Semua orang-orang tercengang melihat kedatangan mobil mewah yang berhenti di pinggir jalan. mereka juga sempat curiga kalau yang datang adalah kerabat jauh.


Ayunda,juga mengetahui siapa yang datang.siapa lagi kalau bukan kakak iparnya,ia juga tak tahu apa maksud kedatangan J.


Seorang pria perawakan kekar yang keluar dari mobil,ia juga menggunakan kacamata hitam.


banyak cibiran dari ibu-ibu dan orang-orang sekitarnya.


Siapa lagi kalau bukan J,ia langsung mendekati bu Sumi. Karena ia ingin mengambil alih anaknya Ayunda.


"Berikan dia kepadaku bu,". Ucap J,kepada bu Sumi.


Bu Sumi, langsung menuruti perintah J. Al, tersenyum kecil saat kedatangan Pamannya.


"Apa dia J,". Bisik Aries,kepada Ayunda.


ini adalah pertama kalinya Aries, melihat wajah kakak iparnya Ayunda.


Ayunda,hanya mengangguk kepalanya.ia juga baru paham atas kedatangan J,yang tiba-tiba. kalau bukan mengambil alih anaknya. Astaga,aku sangat yakin kalau pulang nanti sudah pasti panjang lebar tu ceramah, batin Ayunda.


Setelah selesai mengambil Al. J, langsung masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana. tanpa berkata apa-apa terhadap Ayunda dan lainnya.


"Apa kamu akan pulang? Sedangkan Al,sudah di ambil J. Apa kamu tidak apa-apa nantinya Yu,". Delik mata Aries,ia juga langsung khawatir kepada Ayunda. Siapa tau nanti kakak iparnya marah-marah kepada Ayunda.


"Tambah maco aja tu,kakak iparmu Yu,". Kekeh bu Sumi.


"Apa tidak ada bumbu-bumbu cinta sama tu kakak iparmu,". Sambung bu RT.


Ayunda, mengerutkan keningnya. Ia hanya tersenyum kikuk menanggapi ucapan ibu-ibu.


"sudahlah Hendri,untuk apa lagi kamu mengharapkan Ayunda. Wanita di luar sana, masih banyak,". Ucap Johan, dengan santai.


"Alahhh,mana mau dengan Hendri. Dia aja pengangguran begitu,kalau kamu pasti banyak yang menyukai mu Johan. Apa lagi banyak warisan dari sepeninggal bapakmu,". Sahut bu RT.

__ADS_1


"Eehh...bu RT,bisa aja. Jadi ge'er aku bu,". Senyum semerik Johan.


"Wah...wah... jangan-jangan mau cari istri kedua nih,aduh kasian deh... hati-hati kamu Ambar,bakalan makan hati,". Timpal ibu-ibu lainnya.


Ambar,hanya diam tanpa bersuara lagi. Ia juga tak membantah perkataan dari suaminya.


"kasian banget, dicuekin sama kakak ipar,". seringai tajam Ambar.


"ingat kalian akan berurusan dengan ku, siap-siap untuk besok.aku tidak akan melepaskan orang yang sudah berani-beraninya menampar seorang polisi," ucap Aries.


"huuuuu... siap-siap tu,kalian akan di berikan pernyataan. semoga kuat aja tu mental di interogasi oleh polisi," sahut ibu lainnya.


"getaran-getir tuh, tatapan dengan polisi," timpal lainnya dan benyak lagi, menakuti Ambar, Neli dan Hendri.


Hendri,hanya diam tak lagi bersuara. ia melangkah pergi dari kerumunan ibu-ibu.


semua suasana sudah damai dan tentram. tak lagi ricuh seperti tadi.


Benar saja para ibu-ibu pulang ke rumah masing-masing. Tidak ikut melayat jenazah bu Sari.


"kita kemana? Apa aku harus mengantar mu pulang,". Ucap Aries,kepada Ayunda.


"Hemmm...boleh deh,". Jawab Ayunda.


pulang aja kali yah, takutnya tu orang ngamuk-ngamuk gak jelas.


Aries, langsung menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang.


****


Ayunda, pelan-pelan masuk ke dalam mansion. Ia calingukan mencari anaknya bersama kakak iparnya.


Saat membuka pintu kamar. Hatinya langsung lega,karena anaknya sudah tidur di atas ranjang miliknya. terlihat tidak ada kakak iparnya di dalam kamar bersama anaknya.


"Ck, begitukah ajaranmu kepada anakmu Ayunda," ucap J,tepat di belakangnya.

__ADS_1


Tentu saja membuat tubuh Ayunda,kaget. Ia langsung memundurkan langkahnya. "Maksud kamu apa? Aku mengajarkan anakku secara baik-baik,". Jawabnya.


"Baik-baik,katamu..!! Baik darimana Ayunda? sedangkan kamu bertengkar tapi anakmu melihat kejadian tersebut. Sama saja kamu mengajarkan anakmu yang tidak baik,". Jelas J,ia menatap tak suka kepada Ayunda.


Ayunda,hanya menghela nafasnya. "Aku juga tidak mau bertengkar saat di depan Al,tapi mereka yang mulai duluan,". Ketus Ayunda.


"Al, masih tak pantas menonton kejadian seperti tadi.kenapa kamu membawanya ke sana ha? Kamu bisakan mengantarnya dulu," bentak J


"Cukup..!! Aku juga tidak tau bisa kejadian seperti tadi,aku juga tak menginginkannya. Jangan kamu memojokkan diriku J,". Ayunda, membalas bentakan J.


"dasar wanita ceroboh,apa kamu tidak memikirkan hal begitu sepele nya ha? Sudah pasti,bukan. Kalau kamu akan bertengkar saat bertemu dengan mereka. Apa kamu tidak memikirkan Al,ia masih tak pantas melihat kamu sedang bertengkar dengan orang lain," terlihat J, sangat marah kepada Ayunda.


Ayunda,hanya memutar bola matanya. Mau menjelaskan semuanya seperti apa tetap saja dia akan di salahkan J.


Astaga,aku harus ekstra sabar menghadapi J,batin Ayunda. "Hemmm... terserah apa katamu J,aku juga tak menginginkan ini semua terjadi,". Senyum kecil Ayunda.


"mau kemana kamu ha? Kita belum selesai berbicara,". J, mencekal lengan Ayunda.


"Apa kamu bisa tak menyentuhku J,apa lagi yang kamu katakan. Aku mau istirahat,". Ia mencoba melepaskan cekalan lengan J.


"Apa kamu serius dengan pria itu,". J, menatap lekat ke arah bola mata Ayunda.


Ayunda,hanya mengangguk pelan. Ia benar-benar malas, meladeni J.


"jangan memaksa hatimu,hanya untuk mencari ayah sambung untuk Al,". kata J,ia duduk dengan santai dan memegang salah satu minuman kaleng di tangannya.


"ini masalah hidupku J,kau tak ada hak untuk ikut campur dalam urusanku. begitu juga aku tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan pribadi mu,". Ayunda, mencoba berkata santai. namun beberapa kali ia melirik tubuh kakak iparnya, terlihat menggoda iman. beberapa kali ia menelan saliva nya,mencoba menenangkan diri dan mengalih pandangannya. betapa gejolaknya diri Janda Ayunda,apa lagi melihat pemandangan begitu indah.


"hemm...kau adalah adik iparku,sudah seharusnya aku menilai seperti apa pria yang mendekati mu. aku tidak mau jika Al,menjadi korban karena cintamu dengan pria lain,". kata J,ia meminum air di dalam kaleng. kepalanya sedikit mendongak ke atas, terlihat jelas jenjang leher J dan terlihat tengkuknya.


Ayunda,hanya tersenyum kecil." aku juga tidak sembarang memilih suami. aku juga harus memilih dengan seteliti mungkin, agar kelak tak salah pilih. aku juga memiliki trauma dalam pernikahan J,jangan kau anggap aku ini remeh. bukannya seperti dirimu yang tak pernah menikah dengan wanita, sampai-sampai aku meragukan dirimu. kalau dirimu seorang Gay,ooupsss....maaf kecoplosan,". kekeh Ayunda,ia hanya cengir kuda.


sedangkan J, mendengar ucapan Ayunda. menatap tajam ke arah Ayunda. ia langsung mendekati Ayunda, dengan tatapan sulit di artikan.


"astagfirullah,aku salah bicara. aku tarik lagi ucapanku J. maaf, aku riflekkkss...,". rengek Ayunda. J, semakin menghimpit tubuh Ayunda. ia juga menyeringai tajam.

__ADS_1


__ADS_2