
"sayang,kenapa kamu memberikan pilihan seperti itu hemmm...enak dong pak Tejo, punya istri empat, bukannya kamu bilang bahagiakan istri-istri mu. Ehhh..malah kamu suruh pak Tejo, nambah istri. Pasti istri-istri pak Tejo,sakit hati sayang,". Ucap Zense.
"Hussssttttt...ikuti saja permainanku sayang,lagian ini hanya masalah sepele. Jadi aku berubah pikiran,kalau pak Tejo menikahi bu Halimah dan bu sari. Bukan aku yang menghukum mereka tapi istri-istri pak Tejo,kita hanya membuat surat perjanjian. Sayang,kamu paham bukan,tolong buatkan surat perjanjiannya" Ayunda, mengedipkan matanya.
"Hemm..kamu licik juga sayang,makin cintaku. Aku akan membuat surat itu,tenanglah pasti kamu akan puas dengan isinya, tapi semuanya gak gratis sayang,". Zense, mengecup kening istrinya, sebelum dia pergi.
"Hans...haaaansss...,". Teriak Ayunda.
"Emang di mansion ini hutan apa ha,". Decak Hans. yang tiba-tiba muncul dari samping.
Ck,kaya jelangkung tiba-tiba datang.
"Aku perlu bantuan mu,nanti pak Mun menyediakan ruangan. Terus kamu pasang cctv yang jelas gambarnya dan jelas suaranya,Ok,". Suruh Ayunda.
"Itu masalah gampang,terus apa lagi,". Ucap Hans. ia tak ingin bolak-balik hanya perintah istri bos-nya ini.
Ayunda, mendekati Hans. "Tolong, belikan obat perangsang,". Pinta Ayunda,namun sedikit berbisik ia juga mengedipkan matanya.
Hans,susah payah meneguk air liurnya saat mendengar obat perangsang. Untuk apa Ayunda, menyuruhku membelikan obat itu. Apa Zense,tidak sanggup melayani Ayunda,batin Hans. Ia bertanya-tanya dalam hatinya.
Aku harus mempunyai kartu AS dulu,agar mereka bertiga tidak bisa berkutik denganku, walaupun surat perjanjian itu aku belum lah puas,batin Ayunda.
Ayunda, tengah sibuk menyiapkan kamar untuk rencananya nanti. Ia juga di bantu oleh para pelayan .
*****
"Sial,kita hanya di beri air satu cangkir masing-masing dan makanan juga tidak ada. Wanita jahat kamu Ayunda,akan aku sebarkan kebejatan mu ini,". Gerutu bu Sari .
"Ck,mau kamu sebarkan kemana bu? Tentu saja mereka mendukung Ayunda,apa kamu tidak lihat di ruangan ini banyak cctv ha,". Timpal bu Halimah.
"Ck,jangan bikin malu kamu bu sari. Malah ibu-ibu senang dengan penderitaan kita,". Sahut pak Tejo.
"Bagaimana ini dengan pilihan kedua?aku sih setuju aja dari pada masuk penjara,seumur hidup.lagian pak Tejo,hanya menikahi tidak berbuat macam-macam dengan kamikan,". Ujar bu Halimah.
"Ogah-ogahan aku memiliki istri tua-tua kaya kalian ha,aku tidak ada nafsu untuk melakukan hubungan sek-sual,". Tolak mentah-mentah pak Tejo. Uuhh...kenapa pilihannya sulit sekali.
"Nikahi saja kami pak Tejo,kan nanti bisa ceraikan kami. Intinya kita bebas dulu lah dari sini,apa pak Tejo,mau di penjara seumur hidup. Mereka tidak main-main loh,apa lagi suaminya Ayunda,". Ujar bu Sari.
Benar juga, mending ambil pilihan ini. Terus aku bisa-bisa mungkin menjelaskan semuanya kepada istri-istriku tinggal lemparkan segepok uang langsung diam. "Baik,aku akan nikahi kalian. Tapi ingat setelah dari sini,terus aman. Baru aku Talak kalian,kita harus pergi dulu jangan pulang ke rumah,aku ada tempat untuk sementara. Cukup membutuhkan waktu suasana aman baru kita keluar,". Ucap pak Tejo.
Mereka hanya, berbicara Setengah berbisik agar tidak ketahuan rencana mereka. Karena cctv terus mengawasinya.
"emang kita mau pergi kemana dulu,pak Tejo, jangan aneh-aneh lo mentang-mentang kami sudah jadi istrimu,". Tanya bu Halimah,di iringi anggukan bu sari.
__ADS_1
"Itu gampang,kalian ikuti saja apa kataku,aku juga ogah lah lagi pula aku gak nafsu,". Jawab pak Tejo.
Mereka pun melanjutkan rencana selanjutnya. Ada harapan besar mereka bebas dari tangan Ayunda.
Tak...tak....tak...
Bunyi heals tinggi Ayunda. Ia juga mendekati mereka yang masih di rantai tepat di kaki mereka.
"Bagiamana,apa sudah di tentukan,". Ayunda, menarik kedua alisnya turun naik dengan kedua tangan di lipat di dada.
"Kami setuju dengan pilihan kedua,". Jawab pak Tejo.
"Ok,aku tau itu mana mungkin pak Tejo, menolak lumayan kan. Jadi kalian hanya menikah sirih dulu yah,kalau selanjutnya terserah kalian,". Jawab Ayunda. Iya juga memegang sebuah kertas di tangannya.
"Baik,mana penghulunya biar aku ijab kabul. Agar kamu puas,". Bentak pak Tejo.
Hmm..kalian kira aku tidak tau apa,tapi sayang rencana kalian gagal. "Tenang dulu dong,ada beberapa peraturan yang aku buat. Yaitu sebuah perjanjian kita,kalau tidak di tanda tangani siap-siap ke penjara seumur hidup,". Ucap Ayunda, dengan lantang.
"permainan apa lagi yang kau buat Yu,". Tanya bu Sari.
"Ck, perjanjian segala. Apa kurang dengan ini semua Yu,". Sambung bu Halimah.
Tentu, sangat kurang. Kurang sekali, batin Ayunda. "Aku akan membacakan beberapa perjanjian di surat ini,".
Kalian harus tinggal satu atap bersama istri-istri tua maupun muda pak Tejo.
Bu sari dan bu Halimah,harus menuruti perintah istri-istri tua pak Tejo. Kalau kendala bertengkar silahkan.
Pak Tejo,harus adil dengan istri-istri tua maupun muda.
__ADS_1
Kalian harus menyelesaikan masalah masing-masing.itu sudah resiko.
pak Tejo,harus menafkahi lahir dan batin.kepada istri-istri.
Dan banyak lagi isi perjanjian tersebut yang di lontarkan kepada mereka.
Kalau kelian melanggar peraturan yang sudah di tentukan,atau menjalani rumah tangga belum sampai satu tahun. Namun kalian minta talak atau bercerai, tanpa ba-bi-bu lagi kalian semua masuk penjara dan denda sebesar 2 M.
astagfirullah, kenapa surat perjanjian begini dasar Zense.mana ada uang sebanyak 2 M mereka,batin Ayunda
Di kertas perjanjian tersebut ada beberapa yang harus di tanda tangani bermaterai.
Sial,niatku ingin merahasiakan kepada istri-istriku tapi dia malah menyatukan kami satu atap bisa perang dunia ini hancur semunya, tenang saja aku akan tanda tangan setelah selesai dari sini kami kan punya ide lagi,batin pak Tejo.ia cengengesan dalam hati .
Mereka bertiga saling melirik satu sama lain.
Bu sari dan bu Halimah, langsung mengangguk kepala.
Ck, jangan harap kalian lepas dariku. Senyum saja dulu, siap-siap rencana selanjutnya. "Baiklah, berikan surat ini untuk di tanda tangani mereka,". Ayunda, menyuruh bodyguard di sampingnya."kalian bertiga akan di tuntut satu ruangan,di sana kalian bisa membersihkan diri dan ganti pakaian ". Ujar Ayunda.
Ayunda, meninggalkan mereka duluan.
ia ingin melihat hasil kerja yang lainnya
Benar saja pak Tejo,bu Halimah dan bu sari. Mereka di tuntut satu ruangan. ruangan tersebut seperti sebuah kamar, lengkap dengan ranjang terlihat begitu empuk.
"Bagaimana,sayang? Apa kamu puas,". Zense, memperlihatkan ruangan gambar cctv yang di pasang di ruangan mereka tadi.
Ayunda, tersenyum puas melihat layar di depannya. begitu sangat jelas pak Tejo,bu Halimah dan bu sari.
"butuh waktu lagi untuk mengumpulkan orang-orang, termasuk penghulu," ujar Hans.
"hmmmm...gak papa, sesekali mereka beristirahat dulu. nanti tenaga mereka terkuras habis,". senyum semerik Ayunda.
__ADS_1
liatlah kartu AS ku,tidak akan semudah itu lepas dariku sebelum aku puas.