TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Akhirnya (end)


__ADS_3

"Anakku". Gumam Ayunda,ia mengerjapkan bola matanya menatap langit-langit ruangan inapnya.


Ia melirik ke samping,namun tidak ada seseorang pun. Ia baru saja sadarkan diri dari komanya, berlahan-lahan tangannya mulai bergerak ke arah perut.


Air matanya luruh,yang di pikirannya hanya anak dalam kandungan. Entah bagaimana? Keadaan janinnya.


"J,ke-kemana ka-kamu". Lirihnya,lagi. Ya Allah, bagaimana anakku dalam perut. Apakah baik-baik saja? Berapa hari aku tak sadarkan diri ya Allah,kemana suamiku. J, kemana kamu?


Ceklekk....


Pintu terbuka lebar, secepatnya Ayunda menutup matanya lagi.


Ia mengintip di sela-sela bola matanya, terlihat sesosok pria yang dia cintai. Terlihat jelas wajah J, sangat sedih dan membawa sebuket bunga.


"selamat pagi,sayang. Aku membawakan bunga untukmu,pagi ini sudah waktunya kamu mandi sayang". J, mencium kening Ayunda.


Mandi? jangan-jangan selama ini yang memandikan aku J, astaga. Jadi penasaran bagaimana? Dia memandikan diriku yang berbaring tak sadarkan diri,batin Ayunda.


J,membawa satu ember air hangat dan handuk sudah di rendam nya.


"Tidak akan dingin airnya sayang,air hangat-hangat untukmu. Kita lepas bajumu dulu,". Kata J, dengan nafas terburu-buru.


Sebagai lelaki normal,ia sangat menginginkan tubuh Ayunda. Apa lagi tidak memakai sehelai benang pun,tapi dia sekuat tenaga untuk menahannya. Walaupun miliknya sudah mengembang dan tegak.


Jadi,dia melepaskan bajuku dan memandikan aku seperti bayi, batin Ayunda. Ia merasakan tubuhnya di sentuh suaminya saat melepaskan bajunya.


Kancing baju, terbuka satu persatu oleh J. Susah payah ia meneguk salivanya,saat melihat kemolekan tubuh istrinya.


"Ak-aku malu". Lirih Ayunda.


"Astagfirullaaaahhhh....". J, terkejut mendengar suara Ayunda. Ia langsung menjauhkan diri.


Sedangkan Ayunda, tengah cekikikan tertawa.


"Sa-sayang.....kamu sudah sadar,kamu benar-benar sudah sadarkan. Ak-aku tidak mimpi kan sayang". J, langsung mendekati wajah Ayunda. Ia nampak tak percaya,apa yang ia harapkan.


"Iya,ak-aku sadar". Jawab Ayunda,ia tersenyum kecil. "Kau menangis sayang". Ayunda,juga ikut terharu melihat sang suami menangis.

__ADS_1


"Aku menangis karena aku bahagia sayang,kamu sudah sadar. Aku selalu berdoa agar kamu baik-baik saja dan cepat-cepat sadar. Aku sangat mencintaimu dan merindukan mu". J, mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah Ayunda.


"anak kita di dalam perutku, bagaimana". Ayunda m, sangat berharap anaknya di dalam kandungan baik-baik saja. Mengingat kejadian yang menimpanya, mungkin sangat mustahil untuk selamat. "Katakanlah sayang,aku siap mendengarkan semuanya". Pinta Ayunda,ia menatap ke arah Suaminya.


J, menuntut tangan Ayunda ke arah perutnya. "Anak kita baik-baik saja sayang,dia sehat dan kuat".


"Benarkah, Alhamdulillah. ....!!! Anak kita tidak kenapa-kenapa sayang".


"Hemmm...anak kita baik-baik saja Sayang,dia sangat kuat. Seperti dirimu, terimakasih atas semuanya dan perjuangan untuk bersamaku lagi".


J, langsung memeluk Ayunda penuh dengan rasa cinta. Hanya ada tangisan haru yang menyelimuti mereka berdua.


******


Beberapa hari kemudian. Akhirnya, Ayunda di nyatakan sembuh. Namun dia harus di rawat dahulu, melihat perkembangannya.


Abraham,juga menjenguk keadaan Ayunda. Walaupun beberapa kali di cegah J,tapi dia selalu memaksa dirinya.


Kalau bukan Ayunda, menyuruh masuk. Mana mungkin J, menyuruhnya.


Abraham,membawa sebuket bunga mawar dan satu bingkisan buah-buahan. dengan senyuman sumringah,saat memandang wajah cantik Ayunda. walaupun istri orang,ia tak mempermasalahkan hal itu.


Ayunda,hanya menghela nafasnya dengan panjang. Betapa posesifnya J, kepada pria lainnya.


"Iya,aku hanya melihat saja. Kaya emak-emak ngelarang anaknya,gak boleh ini itu,". Sungut Abraham.


Membuat Alex dan Kevin,hanya cekikikan tertawa.


"pulanglah sana, bukankah kamu sudah melihat istriku". Usir J, seketika.


"Astagaaaaa....aku baru beberapa detik di sini,kau sudah mengusirku J. Berbicara dengan Ayunda, saja aku belom". Jawab Abraham,ia begitu kesal. Belom apa-apa sudah di usir suaminya Ayunda.


"Bagaimana keadaanmu Ayunda,apa ada yang sakit". Tanya Abraham,belum sempat Ayunda menjawab namun sudah di sahut oleh sang suami.


"Kalau ada yang sakit,kamu bukan dokter untuk menyembuhkannya. Tanya yang gak jelas". Sahut J, membuat Alex dan Kevin geleng-geleng kepala.


"Bacoot.....aku nanya Ayunda bukan kamu,malah di jawab asal". Gumam Abraham,ia meletakkan bunga di samping Ayunda.

__ADS_1


"Jangan di taruh sini,nanti Ayunda jadi sumpek". J, langsung mengalihkan bunga pemberian Abraham. Meletakkan ke sembarang arah.


"Jangan macam-macam J,apa perlu aku culik saja Ayunda. Aku ini perlu leluasa berbicara dengan Ayunda,belum apa-apa sudah kamu cegah". Gerutu Abraham,ia sangat kesal.


"Ayunda,apa kamu minta di kupas kan buah. Biar aku yang mengupasnya,". Tanya Abraham,ia tersenyum manis.


"Boleh,buah apel yang merah kau bawa". Jawab Ayunda, langsung.


Membuat mata Abraham, berbinar seketika. Ia langsung bergegas mengambil apel dan pisau,belum juga mengupas sudah di bantah J.


"Cuci tangan dulu sana, tanganmu kotor habis dari luar". J, merampas apel di tangannya Abraham.


"Iy-iya deh,awas ". Abraham, langsung pergi kekamar mandi. Tanpa menaruh rasa curiga apapun.


Sedangkan J, langsung mengupas buah apel secepatnya agar Abraham tidak kebagian.


"kau mengerjainya sayang," tanya Ayunda.


"itu pantas untuknya, sok-sokan perhatian sama istri orang". jawab J, dengan santai.


Saat Abraham,keluar. Ayunda,sudah memakan buah apel pemberiannya tadi. J, menyuruh mencuci tangan. Hanya akal-akalannya saja,agar J mengambil alih semuanya.


J, tersenyum lebar saat melihat wajah Abraham berubah masam. Tidak akan aku biarkan kamu,sok perhatian kepada istriku,batin J.


Sial,aku di bodohi J. benar-benar membuat ku kesal saja,dasar pelit tukang cemburuan,batin Abraham.


Ayunda,hanya tersenyum kecil. Ia tahu jika suaminya tidak mau ada pria lain dekat-dekat dengannya.


"Ayolah,kita pulang saja. Jangan di ganggu dua sejoli ini". Alex dan Kevin, langsung merangkul pundak Abraham umum pergi.


Saat mereka keluar, hanya cekikikan tertawa lepas. J,puas mengerjai Abraham. "Aku tidak akan rela,jika pria lain mendekati dirimu sayang". J, mencium punggung tangan Ayunda.


"Terimakasih,sayang". Jawab Ayunda, dengan senyuman manis.


Ayunda, tersenyum kecil. Ia bersyukur telah melewati masa hidupnya penuh lika-liku. Tangis,canda tawa, kebahagiaan. Yang sudah bercampur menjadi satu,namun baginya cinta akan datang dan pergi. Mungkin bahtera rumah tangga, terkadang tergoncang hebat. Percaya jika kita memiliki rasa sabar untuk bertahan,namun rasa sabar itu akan terkikis akhirnya melepaskan dan mencari cinta sejati. Mungkin masa jodoh sudah berakhir.


(TAMAT)

__ADS_1


makasih sudah membaca,sudah berkenan mampir ke ceritaku kakak-kakak syantik...nanti ada kelanjutannya...partnya, menceritakan anak Ayunda,yang barbar.....


sifatnya bertolak belakang dengan ayahnya.


__ADS_2