
Karena malam hari cukup sunyi di tempat pak Tejo. Tidak ada yang tau kejadian di rumah pak Tejo.
Tiga mobil mewah berhenti di perkarangan rumah pak Tejo.
Mobil,mobil siapa ini? Apa istri-istri ku beli mobil baru! Kurang ajar,suami disiksa malah mereka hura-hura dan Heppy-heppy,batin pak Tejo. Ia mengepalkan tangannya.
"Cepat keluar dan kamu tuntun wanita ini,lalu masuk ke dalam. Cepat..!,". Bentak penjaga itu. terpaksa pak Tejo, menuntun bu Halimah. ia masih kesakitan karena kakinya terluka.
Dengan sakit di bagian kaki bu Halimah,ia tetap turun dari mobil di bantu oleh suaminya pak Tejo.
"Uwuwuwu,banget sih...pak Tejo,". Sindir bu sari.
"Oh...bu sari, cemburu,". Ejek bu Halimah. Ia tersenyum licik.
"Ogah... amit-amit jabang bayi, cemburu sama kalian,". Ketus bu Sari. cakep gak, tua iya.
"Ck, sok-sokan ogah-ogahan tapi mendesah di Kungkungan ku,". Cibir pak Tejo. Membuat bu Sari,diam membisu.
Mereka bertiga di tuntun masuk ke dalam rumah.
Susah payah pak Tejo,menelan ludahnya seperti menelan paku. Pertama dia lihat adalah istri-istrinya, begitu tajam menatap intens ke arah dirinya dan istri-istri mudanya.
Ayunda, tersenyum puas melihat kedatangan pak Tejo. Apa lagi tatapan istri-istri tuanya begitu menakutkan.
ini mah,judulnya besanku maduku,batin Hans. ia tengah menahan senyumnya.
Sial,ini semua karena mereka. Yang menghasut ku,dan terperangkap di Permainan Ayunda, batin pak Tejo.
Aku harus lebih ganas dari pada istri-istri pak Tejo, kalau diam tanpa bersuara.bisa-bisa harga diriku di injak-injak mereka,batin bu Sari. Ia juga menatap tajam kearah Arum dan Sila.
Uuhh...nasipku malang, mereka kah istri-istri pak Tejo. Bisa-bisa aku mati di tempat ini secara berlahan,apa lagi kakiku,batin bu Halimah. Ia meremas pasrah dalam hidupnya.
Penjaga itu menyuruh mereka bertiga mendekati bos-nya,yang berada di ruang tamu.
"Ayunda,aku mohon lepaskan aku. Tak puaskah dengan perlakuan mu kepadaku,aku mohon Ayunda,". Bu Halimah, bersimpuh di kaki Ayunda.
Ayunda,hanya diam tanpa berbicara. Apa lagi melihat di kaki bu Halimah,masih ada bekas darah. Jangan lemah Ayunda,kamu harus tegas,batin Ayunda.
__ADS_1
"Tugasku sudah selesai bu, tapi kalian tetap dalam penjagaan ku. Nikmatilah hidup kalian, mungkin masih bebas. Tidak seperti pilihan pertama,masuk penjara seumur hidup,". Tegas Ayunda.
"Ayo,kita pulang sayang. Biarkan mereka mengurusnya,". Ucap Zense. Ia berdiri dan menggandeng tangan istrinya.
Pak Tejo dan bu Sari,hanya menunduk tanpa berkata apa-apa. Bu Halimah, tengah menangis sejadi-jadinya di kaki Ayunda.
"Lepas bu,atau aku tendang. Ingat ancaman ku tidak main-main,aku juga tidak peduli dengan umur bu Halimah jauh lebih tua dari usiaku,". Ancam Ayunda. genggam tangan bu Halimah,mulai melemah.
Ayunda, melangkah pergi meninggalkan rumah pak Tejo.
"apa kamu yakin, dengan pilihan kamu ini sayang,". kata Zense.
"hmmmmm...aku sudah berpikir panjang sayang,". jawab Ayunda.
berselang kepergian Ayunda dan Zense. kini hanya tinggal pak Tejo dan istri-istrinya maupun yang tua atau yang muda.
"aku dan Sila,sudah tau mas. apa yang terjadi, Ayunda sudah menceritakan semuanya. bahkan video menjijikkan itu,sudah aku tonton,". bu Arum, sedikit berteriak.
sial, istri-istri ku sudah menonton video kami,batin pak Tejo.
"bahkan dengan kekuasaan Suaminya, kita tak bisa melakukan apa-apa. aku dan kak Arum, memiliki kesepakatan untuk menyembunyikan hubungan kalian. tapi aku yakin, suatu hari nanti pasti akan ketahuan,". ujar Sila.
"bi Ana,akan memberitahu dimana kamar kalian,besok kita lanjutkan lagi. aku pusing dengan masalah ini,". ujar bu Arum.
********
Besok harinya, Ayunda mengajak ibu-ibu berkumpul di markas tepatnya di depan rumah bu Sumi.
Saat ini Ayunda,tengah berbagi oleh-oleh kepada ibu-ibu tetangganya.
"Makasih banyak lo, oleh-olehnya. Bagus lagi dasternya,aku suka banget mana ada tiga sekaligus,". Ucap bu RT.
"Iya,jadi gak enak lo yu,". Timpal lainnya.
"Padahal kita cuman bercanda doang,tapi kalau begini gak papa,". Kekeh bu Sumi.
"doain saja semoga rezeki kami tetap lancar. lagian ibu-ibu dulu sering membantu bapak sama ibuku,". kekeh Ayunda.
__ADS_1
"Mana suamimu Yu? Kok gak keliatan,ajak lah nongkrong kek kita-kita begini. Iiihh... kapan lagi ada pria ganteng gabung nongkrong,sama ibu-ibu kaya kami. Tapi ajaklah asisten suamimu itu,". Ujar bu Lela.
"Nah,apa yang di katakan bu Lela, benar. Aku setuju,". Sahut lainnya.
Ayunda,hanya cengengesan mendengar perkataan ibu-ibu. "Iiihh... hati-hati kalau suami ibu-ibu cemburu, lagipula Hans jomblo lo bu. Siapa tau ada yang mau di jadiin dia mantu situ,". Kata Ayunda.
Mendengar perkataan Ayunda, ibu-ibu yang memiliki anak perempuan yang masih gadis. Tentu saja membuat ibu-ibu sumringan.
"Wahh...ajak yah minggu sore,itu asisten suamimu. Nanti kami ajak juga anak perempuan kani,biar Hans yang memilih sendiri,". Kata ibu yang lain.
"Ahh.. iy-iya bu,besok aku ajak dia gabung dengan kita-kita,". Ucap Ayunda.Kalau Hans,mau sih.
"semoga aja nak Hans,itu jadi mantu ku,". Kata yang lainnya.
"Semoga aja jadi mantu ku,behh..senang banget aku,". Timpal lainnya.
Dan lebih banyak lagi mereka berdoa agar Hans,menjadi salah satu menantu mereka.
"Bu,bu...uuhhhh...uuhh..aku ada kabar lebih hot,markottop,". Bu Heny,tengah berlari ke arah Ayunda dan ibu-ibu lainnya. terlihat sangat ngos-ngosan.
"apa bu? Jadi penasaran,". Ujar bu RT.
diiringi dengan timpalan lainnya.
"Gini,aku gak sengaja liat bu Halimah sama bu sari.ada di rumah pak Tejo, waktu itu agak sore lo bu. Aku liatnya,bu Arum main bentak-bentak gitu,". Kata bu Heny.
Sepertinya tak lama lagi akan tersebar kemana-mana berita ini,batin Ayunda.
"Ahh...masa sih, kalau bu sari mending kan mereka besanan. Tapi bu Halimah, ngapain?,". Mereka bertanya-tanya.
"Paling bu Halimah,kerja di rumah pak Tejo. Kan udah beberapa hari terkunci, rumah yang di tinggali mereka untuk saat ini tidak ada orang,". Ujar lainnya.
"Bisa jadi itu,kan Sinta masih di rumah mertuanya. Kita harus cari bukti ini,kok tiba-tiba menghilang tau-taunya di rumah pak Tejo,". Ujar bu RT.
"Sepertinya kaki bu Halimah,terluka. Aku liat dia agak pincang gitu jalannya,". Ucap Heny,lagi.
membuat ibu-ibu di tambah penasaran lagi, mereka ingin mencari tau apa yang terjadi dengan bu Halimah.
__ADS_1
Ayunda, hanya tersenyum kecil mendengar perkataan bu Heny, sebentar lagi akan semakin heboh,batin Ayunda."hmmmm... jadi penasaran banget,yah bu, takutnya ada apa-apa gitu". Alibinya. sepertinya mereka menyimpan status apa hubungannya bu sari dan bu Halimah, dengan pak Tejo. ahh...simpan saja kuat-kuat lama kelamaan akan terbongkar. senyum semerik Ayunda.