TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Bermuka Dua (S2)


__ADS_3

Hari demi hari. Laila dan Arya,semakin akrab. Bahkan sering Arya dan temannya, bergabung satu meja di kantin.


Terkadang Herman,juga marah jika shelly bergurau dengan teman-temannya Arya.


"Kayanya Laila,jadi akrab begitu sama Arya. Kamu gak kenapa-kenapa kan Al, lupakan saja masalah itu. Setiap kali Laila,ajak bicara kamu diam. Ini bukan salah Laila,tapi salah kamu". Kata Zakir,di ambil orang tau rasa kamu Al.


"Lah,apa lagi Herman. Biasa aja lihat kekasihnya,bercanda dengan temannya Arya". Sahut Dion.


"Biasa bagaimana,aku juga sering memarahi Shelly. Tentu saja aku cemburu,karena aku sayang dan cinta sama dia. Terpaksa aku diam, karena Shelly merahasiakan hubungan kami". Jawab Herman,tak luput memandang kekasihnya dari kejauhan.


"Ck, jangan-jangan Shelly. Ada main hati lain,makanya hubungan kalian di rahasiakan. Hati-hati loh,apa lagi kamu mengancamnya harus jadi pacarmu. Aku yakin, Shelly mencintai pria lain". Zakir, mempengaruhi pikiran Herman.


"Mungkin Shelly,gak mau mengumbar-umbar hubungan kalian. Dia takut, kalau kamu ada fansnya. Kasian kalau Shelly,kena bully". Al, menenangkan pikiran Herman.


"Ehhh....kamu ini Zakir, bisa-bisanya mempengaruhi pikiran ku. Atau jangan-jangan kamu, suka dengan Shelly. Wahhhh... jangan main tikung dong, bukannya aku duluan naksir Shelly ". Ucap Herman,mendelik ke arah Zakir.


Sedangkan Zakir,hanya cengengesan mendengar ucapan dari temannya. "Maaf,kawan. Main tikungan-tikungan,bukan jati diriku. Perempuan masih banyak,tenang. Suatu hari nanti,aku bakalan ajak siapa perempuan itu ". Kekehnya Zakir,ia tersenyum kecil.


"Asal jangan Yulia,deh". Sahut Dion, tersenyum semerik.


"Wahhh.... amit-amit jabang bayi,bisa mandi kembang tujuh rupa aku". Zakir,bergidik geli. "Ngomong-ngomong,apa kamu tidak mengejar Emily. Apa lagi sekarang dia jomblo, kesempatan Dion"


"Gak,satu kali di kecewakan oleh perempuan itu. Aku tidak akan mengejar orang yang sama,paham. Aku tidak mau terluka ke dua kalinya,lebih baik membuka lembaran baru". Jawab Dion, dengan santai.


Prokkk...prokk...prokkk .


Al,zakir dan Herman. Langsung bertepuk tangan, setelah mendengar perkataan Dion.


"Terbaiiiikkkk....". Ucap bersamaan Zakir dan Herman. mereka juga mengancung jempol masing-masing.

__ADS_1


Dion,tipe pria pendiam tidak banyak berbicara. Tidak suka plin-plan,ia selalu serius menjalani hubungan apapun.


"Jangan-jangan kamu,Al. Bakalan buka lembaran baru,karena Laila sudah mengecewakan dirimu,". Tanya Herman.


Pletakkk.....


Al, menjentikkan jari tangan ke jidat Herman. "Bukan ceritanya Herman,kalau masalah Laila dengan ku".


"Aiiissshhh....sakit ouy.... tapikan,sama Al. Sama-sama mengecewakan dirimu, karena ayam jago berubah jadi opor ayam". Kata Herman,kini zakir dan Dion hanya menggeleng kepala.


"Hemmm... terserah apa katamu, Herman. Intinya beda". Gerutu Al,ia beranjak pergi karena sebentar lagi jam istrirahat akan selesai.


*******


Sore harinya. Laila,tengah bersantai di teras rumah. Sambil mengerjakan tugas sekolahnya, sebentar lagi akan ujian sekolah.


Tiba-tiba Hafizah,datang dan menghentikan motornya di halaman rumah Laila.


"Hemmm.... sebentar lagi akan ada ujian sekolah,". Jawab Laila,ia tersenyum kecil. Walaupun hatinya sakit,masih terbayang-bayang surat ta'aruf ustadz Zulkifli kepada Hafizah. Ia semampu mungkin, untuk bersikap biasa-biasa saja. Apa lagi baru-baru ini, Laila mengetahui jika Hafizah menggosipkan dirinya kepada temannya bernama Eva. Eva, bercerita kepada Laila dan memperlihatkan percakapan mereka melalui WhatsApp.


"Jadi sebentar lagi,kamu bakalan lulus sekolah. Mau cari kerjaan,atau nikah nih". Hafizah, menggoda Laila. Ia cekikikan tertawa, melihat Laila hanya cengir kuda.


"Cari kerja dulu,Fizah. Aku gak kepikiran nikah,kasian ibuku". Jawan Laila, setidaknya aku di beri kesempatan untuk membahagiakan ibuku. Jika ustadz Zulkifli, ta'aruf dengan ku. Sudah pasti,ibu masih berjualan kue-kue.


Baguslah kalau Laila, mau bekerja. Sudah pasti,tidak mengganggu hubungan ku dengan ustadz Zulkifli,batin Hafizah.


Laila, menghembuskan nafas beratnya. Ia tersenyum manis,kepada Hafizah."ngomong-ngomong kamu tumben ke sini,". Tanya Laila,ia menaruh rasa curiga. Pasti ada mau-maunya,aku gak nyangka kepadamu Hafizah. Di depanku seakan-akan kita bersahabat,tapi di belakang seperti musuh.


"Laila,kamu besok sibuk tidak? Kalau tidak,temanin aku yah. Mau beli seserahan pernikahanku nanti, ustadz Zulkifli. Hanya memberikan uang, katanya beli sendiri. Jadi aku minta bantuan kepadamu,mau yah... besok hari minggu juga,Lai". Rengeknya Hafizah,ia memegang lengan Laila. Kamu harus mau Laila,gak sabar melihat kamu semakin terluka. Maafkan aku Laila,aku sangat menyukai ustadz Zulkifli. Apapun yang aku mau,harus aku dapatkan walaupun cara apapun itu.

__ADS_1


Kenapa harus aku, bukankah Hafizah banyak teman? Aku harus cari tahu,bisa saja dia mau membuat ku cemburu. Bukannya aku berpikir buruk sangka,dari wajahnya saja Sudah ketahuan. "Insyaallah Hafizah,kamukan tau. Aku sangat sibuk,tidak ada waktu jalan-jalan". Jawab Laila, dengan memelas.


Ck,sok sibuk kamu Laila. Pokoknya kamu harus bisa,besok ikut dengan ku. "Ayolah, Laila. Plisss....kamukan jarang sekali jalan-jalan,aku traktir deh. Apa yang kamu beli,". Hafizah, memohon agar Laila ikut.


"Kamukan banyak teman, Hafizah. Lebih baik dengan yang lain,bisa saja aku besok sibuk". Ucap Laila, berharap Hafizah mengerti.


Aku tahu,kamu tidak memiliki banyak teman lagi. Itu semua karena kesalahan kamu, Hafizah. Aku akui,kamu seorang perempuan Sholehah. Tapi, haruskah bermuka dua. Semoga ustadz Zulkifli,kita menyesali dengan pernikahan ini. Apa karena Hafizah,jadi ustadz Zulkifli. Mulai menjauhi diriku,tapi tak apalah. Untuk apa lagi,aku memikirkan hal ini.


"Hemm.. teman-temanku,juga sibuk Laila.makanya aku ke tempatmu,pasti kamu bisakan". Rengeknya Hafizah,ia tersenyum manis dan memainkan kedua alisnya.


Ck, rupanya aku hanya sampingan atau jika tak perlu kau tidak menemuiku. Aaaiss...aku bahkan, tertipu dengan wajahmu. "Aku kabarin besok yah".


Sebenarnya aku,tidak mau juga ke sini. Kalau gak penting,juga. "Oke,aku ke sini langsung besok". Hafizah, langsung beranjak pergi meninggalkan rumah Laila. Hafizah, terlihat kesal karena Laila plin-plan seolah-olah menolak ajakan dia.


Laila, mengirim pesan kepada Eva.


[Eva,tadi Hafizah ke sini. katanya mau minta bantuan,beli seserahan pernikahannya]


Beberapa menit kemudian. Eva, langsung membaca pesan dari Laila.


[jangan mau Laila, bisa saja dia mau memanasi kamu saja. biar tambah sakit hati dan terluka,tapi terserah kamu deh]


Laila, bingung harus berbuat apa sekarang. tidak mungkinlah,di berbohong. semoga saja,ada sesuatu yang tidak bisa tinggalkan besok.


"Assalamualaikum, Laila". bu Elma, mendekati Laila yang tengah terbengong.


"astagfirullah,bu Elma. ngagetin aja,kirain siapa tadi,". kekehnya Laila, sempat-sempatnya dia melamun. "wa'alaikum salam,maaf bu".


"kami kenapa ngelamun ha? gak baik tahu,kamu masih sekolah. belom lulus,juga". tanya bu Elma,ia melihat beberapa buku di hadapan Laila.

__ADS_1


"belom bu, ini baru mulai ujian hari senin. bu Elma, ngapain ke sini? mau pesan kue". tanya Laila, namun bu Elma menggelengkan kepalanya.


"Tidak,ibu mau ngajak kamu kerja di supermarket milik ibu. karena kurang karyawan, walaupun kamu sekolah. apa lagi ujian, gak lama. jadi, selesai ujian kamu bisa kerja.mau gak,kalau mau datang deh mulai besok". ajak bu Elma, membuat mata Laila berbinar seketika.


__ADS_2