TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Penutup kepala 3 (S2)


__ADS_3

Keadaan mulai tenang, orang-orang sekitar juga berhenti memaki-maki Hamzah dan Wulan.


"Zakir,tolong buka penutup kepala yang terakhir". Pinta J, dengan secepat kilat Zakir membuka penutup kepala itu.


"Astaga.....di-dia preman pasarkan".


"jangan-jangan ada hubungannya ini, dengan preman pasar".


"Jangan-jangan apa yah,jadi penasaran deh".


Bahkan banyak lagi guncingan orang-orang sekitar,ada apa dengan preman pasar? Apakah, terlibat dalam masalah ini juga.


Bukan hanya Hamza dan Wulan,saja yang gemetaran. Namun Hafizah,juga tak kalah takutnya. Ia tak berani menoleh ke arah manapun,terutama kepada suaminya dan keluarganya.


kenapa Roy,di tangkap juga. habislah aku,batin Hafizah. ingin kabur,tapi tidak bisa.


Wajahnya sudah pucat pias,di balik hijab panjangnya. Tangannya meremas baju gamisnya, tentu saja Ustadz Zulkifli bertambah yakin jika sang istri juga terlibat dalam masalah ini.


"Benar,dia adalah preman pasar. Memiliki beberapa anak buah,yang meresahkan masyarakat di pasar tersebut. Tapi, sekarang sudah tenang. Karena mereka sudah,kami amankan. Seorang preman pasar, bernama Roy. Masih usia muda,namun sifatnya yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Roy, apakah bangga menjadi seorang preman pasar. Hemmmmm....jawab pertanyaan ku,". Tegas J, tersenyum kecil.


Roy, seorang ketua preman pasar. Yang memiliki beberapa anak buah lainnya, kerjaannya hanyalah memalak para pedagang dan mencopet harta benda orang lain.


Mendengar perkataan J, Roy hanya menggeleng kepalanya. Ia menunduk karena takut, menatap ke arah J.


Para pedagang pasar,juga berterimakasih sudah menangkap preman-preman tersebut.


yang sudah meresahkan para pedagang lainnya dan masyarakat juga.


"Kalian bingung bukan? Kenapa aku,membawa Roy? Karena dia, menerima tawaran dari Wulan. Tawaran apakah itu? Tentu saja, mulutnya sendiri yang berbicara. Katakan semuanya,biar orang-orang tahu". Ucap J, dengan tatapan tajam ke arah Wulan dan Hafizah.


Roy,gugup dan gemeteran sudah. Bibirnya kelu seakan-akan tidak bisa berbicara,saat ingin mengucapkan sepatah katapun. Ia menoleh ke arah Wulan dan Hafizah, namun mata mereka melotot seakan-akan memberikan isyarat penting.

__ADS_1


"Roy, katakan sebenarnya"


"Kenapa diam,ayo katakan".


"Duhh...lama banget sih, ngomongin nya".


"Katakan Roy,yang sebenarnya".


ibu-ibu lainnya, mendesak Roy agar secepatnya berbicara.


"J,kenapa dia diam saja. Kami semua penasaran nih". Gerutu Ayunda,kepada suaminya.


"Ayo, katakan sebenarnya. Katanya preman pasar,garang kaya banteng. Kenapa sekarang,kaya siput. Huuu...mana nyali lo,yang suka gertakin para pedagang pasar. Ck,payah lo". Ejek Zakir, dengan kesal.


"Gemes gue, sok-sokan jadi preman. Masalah beginian aja,nyalinya ciut". Sambung Herman,juga geregetan dengan Roy.


"Ck,takut juga akhirnya lo". Decak Dion, mengejek Roy.


"Apa perlu, ibu-ibu di sini menampar wajah preman mu itu. Agar kamu, secepatnya berbicara hemm....". Ancam J, dengan geram.


"Kami sangat bersedia, menampar wajah preman itu. Kami semua geram sekali, ganggu para ibu-ibu belanja di pasar".


"Benar,J. Berikan dia pelajaran,agar secepatnya berbicara".


"Ak-aku....". Roy,si preman pasar hanya berkata sepatah kata saja. bibirnya sangat susah, mengeluarkan kata-kata untuk menjelaskan semuanya.


"Aalahhhh....cuman Aku,doang. Mana suara lantang kamu,yang tegas itu ha". Sahut ibu-ibu lainnya.


"Huuuuu...ciut juga nyali lo...huuuu... preman gadungan, siap-siap makan tuh penjara". Sahut lainnya juga.


Kini bertambah ricuh lagi dan bersorak-sorai, memaki-maki preman.

__ADS_1


"Ak-aku hanya melaksanakan perintah dari Hafizah,kami memang berteman cukup lama. Karena kami, dulu teman dekat saling menyapa jika bertemu. Waktu itu, Hafizah membawa temannya bernama Wulan. Dia wanita di sebelah Hafizah, mereka berdua merancang skenario terhadap Laila. Sebenarnya rencana kami adalah berpura-pura menabrak Laila,namun di tolong oleh Wulan. Itu semua adalah rencana kami, semata. Kami,sempat gagal empat kali. Hanya waktu itu saja, rencana kami berhasil. Wulan dan Hafizah, memberikan uang sebesar lima juta kepadaku. Tentu saja aku mau,karena tugas itu sangatlah mudah bagiku". Roy, menjelaskan semuanya dengan menunduk kepala. Maafkan aku, Hafizah. aku membongkar semuanya, maaf.


Mendengar perkataan Roy, semua orang-orang terutama ibu-ibu. Mereka juga geram kepada istri ustadz Zulkifli,sifat sang istri begitu licik berhati iblis.


Ustadz Zulkifli,hanya menghela nafas beratnya. Ia sekuat tenaga untuk menahan amarahnya, bagaimana pun juga. Hafizah, adalah istrinya yang di pilihnya sendiri.


"Wahhh....wahhh....tidak menyangka seorang istri dari ustadz Zulkifli, tapi hati sang istri begitu jahat". Ucap bu Ella.


"Jahat sekali hatimu, Hafizah. rela melakukan hal ini, padahal Laila dan kamu. bukankah kalian, begitu dekat. waktu pengajian di masjid,kalian selalu bersama. gak nyangka Hatimu sebusuk itu". sahut bu RT


"Benar bu,gak nyangka aja. hatinya busuk banget,". sahut ibu lainnya.


"Bagaimana ustad Zulkifli,jangan sampai kami meragukan ustadz. Karena gagal mendidik istri sendiri, istri ustad sudah melakukan merencanakan kejahatan". Sahut bu wendah.


"Aku ingin mendengar sejujurnya,dari hatimu Hafizah. Kenapa kamu, melakukan hal ini. Laila,tidak bersalah. Bahkan dia,tidak pernah melakukan hal kejahatan kepadamu". Ustadz Zulkifli, bertanya kepada istrinya. Kenapa dia, senekat ini.


"Mas, maafkan aku. In-ini semua rencananya Wulan. Dia yang meminta bantuan kepadaku". Jawab Hafizah, langsung saja Wulan emosi kepada Hafizah. Ia melayangkan satu tamparan,ke wajah Hafizah.


Plakkk...


"Kurang ajar kamu Hafizah,kenapa menyalahkan aku ha? Bukankah kamu,memulai rencana ini. Kau sudah menghasutku,lalu menjebak Laila. Asalkan ustadz Zulkifli,tahu. Hafizah,sudah merencanakan semuanya. Aku dan suamiku,hanya mengikuti rencana licik Hafizah". Geram Wulan, hatinya sudah memanas dari tadi


"Benar,ustadz Zulkifli.kami hanya mengikuti rencana Hafizah. Kami tidak menyangka sampai sebesar ini masalahnya,kami sangat menyesal. Kami meminta maaf,atas kejadian ini. Maafkan kami". Hamzah, langsung berlutut di hadapan orang-orang sekitar.


"Kami hilaf,kami sudah bersalah maafkanlah kesalahan kami. Aku ingin meminta maaf kepada Laila, bersujud pun aku mau. Asalkan maafkan kami,". Wulan,juga berlutut meminta maaf kepada orang-orang sekitar.


"huuuuu..... penghianat,teman makan teman". kini mengejek Hafizah, yang menunduk saja.


"Istri ustadz, tapi hatinya busuk sekali. tidak pantas di sebut manusia,tapi iblis". ejekkan ibu-ibu yang pedas di telinga Hafizah. membuat Hafizah, mengepalkan kedua tangannya.


"Cukup......!!!!!! memang benar,aku pelakunya.puasssssss....aku melakukan hal ini,karena dia". Hafizah, menunjuk ke arah Suaminya. dengan air matanya mengalir, ia menatap lekat ke arah Ustadz Zulkifli. "Istri mana,yang tidak sakit hati?jika seorang suami berdoa ,namun di akhir doanya dia menyebut nama wanita lain. bukan nama istrinya,bukan hanya itu saja. bahkan berkali-kali suamiku, mendoakan Laila di sepertiga malam. aku istrinya saja,tidak pernah dia menyebutkan nama di akhir doanya. Hatiku sakit,mas. belum cukupkah waktu ijab Kabul,kau menyebutkan nama Laila. bukan namaku disebut yang pertama. melainkan nama wanita lain, ternyata selama ini usahaku sia-sia. seharusnya mas,tahu. cintaku begitu besar mas,aku rela melakukan segala cara agar bisa mendapatkan mu. aku juga memburukkan Laila, di hadapan mu. agar kau,jijik kepada Laila. aku beruntung sekali, karena orang yang aku cintai terhasut dengan kata-kataku. Aku sangat membenci Laila, karena dia sudah merebut hati suamiku. mengambil semua cinta suamiku, walaupun aku istrinya. bahkan hatiku juga sakit,mas. jika kamu mencintai Laila, begitu dalam. bahkan Laila,juga mencintaimu. tapi,aku tidak akan pernah mengijinkan kalian bersatu". senyum smrik Hafizah.

__ADS_1


Tentu saja Ustadz Zulkifli,kaget mendengar ucapan dari istrinya sendiri. dadanya sudah naik turun,karena emosi. Hamzah dan wulan,juga kaget mendengar ucapan Hafizah. sebenarnya mereka tidak tahu apa-apa,jika Hafizah sangat membenci Laila.


Ayunda dan ibu-ibu lainnya,juga geram kepada Hafizah. ingin sekali menghajar Hafizah,yang begitu berhati iblis. Bagaimanakah, ustadz Zulkifli kepada istrinya....???


__ADS_2