TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Terngiang-ngiang


__ADS_3

"lepaskan aku.. menjauhlah,apa kamu tidak kedinginan ha? Kamu kenapa tiba-tiba datang,kemana saja kau selama ini,". Tanya Ayunda, badannya semakin di himpit J.


"Apa kau merindukanku, Ayunda,". J, mengelus pipi mulus Ayunda.


"Ak-aku hanya bertanya,aku kira kamu sudah pindah alam,". Senyum semerik Ayunda.


J,mengernyit dahinya saat mendengar ucapan Ayunda. "Pindah alam? Maksud mu aku sudah mati,".


"Ehhh...si-siapa tau kamu menyusul suamiku,". Ayunda, sesekali mendelik ke arah J.


"Kau sangat menggemaskan Ayunda, membuatku ingin memakanmu sekarang,". Tatapan mata tajam J, membuat tubuh Ayunda bergetar hebat.


Beberapa menit kemudian.


Sejak kejadian di kamar mandi. Ayunda,masih terngiang-ngiang kepada J.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu,hemmmmm...apa perlu aku buat dirimu mende-sah lagi,". Senyum semerik J.


"Gila,kamu jangan mengada-ada. Kita tidak melakukan apapun,". Ayunda, menatap tajam ke arah J.


"Benarkah,kita tak melakukan apapun. Apa perlu aku ulangi lagi,". Kekeh J,ia menikmati secangkir kopi.


"Gila,tidak akan terjadi lagi. Apa kamu puas, mempermalukan aku ha. Aku ini adik iparmu J, ancam kan itu,". Bentak Ayunda.


"Hemmmm..aku tau,adik ipar yang kesepian haus belaian kasih sayang. Bukan? Aku bisa memenuhi kebutuhan yang itu," goda J,ia mendekati Ayunda.


"Jangan dekat-dekat,aku akan berteriak,". Ayunda, langsung menjauhkan diri dari J. Namun J,malah semakin menjadi-jadi untuk mengerjai Ayunda.


Kini mereka masih berada di dalam kamar. Sedangkan Al, masih tertidur pulas di atas ranjang.


"Hemm...apa kau tidak ingin merencanakan untuk menikah lagi,siapa tau Al, membutuhkan kasih sayang seorang ayah,". Ucap J, membuat diri Ayunda terdiam.


benar-benar yah,suka sekali dia membuat jantung ku dag dig dug, batin Ayunda.


"Menikah? Menikah itu mudah J. Tapi apa ada yang menerima ku apa adanya. Tidak memandang aku memiliki harta,tidak memandang status ku dan menyayangi Al, seperti anaknya. Aku jadi mikir-mikir ke depannya bagaimana,". Jawab Ayunda, dengan santai. ia sangat takut dengan anaknya,bisa saja pria itu hanya menyayangi diri Ayunda. namun tidak kepada anaknya.

__ADS_1


"Tentu saja semua itu ada di diriku Ayunda,". Jawab J, dengan santai. ia selalu saja berkata sembarangan tanpa ba-bi-bu atau beban apapun.


Ayunda, mengerutkan keningnya. "Hemmmptt...kau jangan bercanda J,aku tidak mau memiliki suami. Tiba-tiba menghilang entah kemana,dua tahun. Dua tahun lebih,kita baru bertemu lagi. bayangkan jik aku menjadi istri mu dan baru bertemu saat dua tahun akan datang,bisa stres aku,". decak Ayunda.


"Percayalah,aku ada keperluan. Tenang saja setelah kita menikah aku akan tetap bersama mu,apa perlu kalian aku bawa kemana-mana,". Kekeh J.


"aku adik iparmu akan tetap jadi adik iparmu J,". Senyum semerik Ayunda.


"Aku sangat suka tantangan mu,adik iparku sayang,". Kekeh J,ia semakin mendekati Ayunda.


"Kau jangan macam-macam,nanti anakku bangun,". Bisik Ayunda.


J, langsung menjauhkan tubuhnya dari Ayunda. Ia duduk di sofa panjang.


"J,apa kau sibuk malam ini,". Senyum merekah di wajah Ayunda. Ia juga duduk di sampingnya J.


"Ck,tadi tidak mau aku dekati. Sekarang kamu malah mendekati ku. Malam ini aku tidak sibuk,emang kenapa? Apa kamu ingin aku servis,hemmm...,". J, menatap wajah cantik alami Ayunda. ia juga mengedipkan mata nakalnya.


Dasar mesum,gak adik gak kakak. Sama saja mesum,batin Ayunda. "Hemmm...kau jangan gila J,aku hanya perlu bantuan mu. Tolong jaga Al,aku mau pergi ke acara kolega bisnis malam ini,". Pinta Ayunda.


"apa imbalannya jika,aku menjaga anakmu," J, memainkan kedua alisnya turun naik.


"Aku adik iparmu J,masa main-main perhitungan sama aku. Tolong kamu jaga Al, aku mau jalan-jalan dulu. Siapa tau aku dapat calon suami,". Kekeh Ayunda,ia bersandar di sofa


"Hemmm... pergilah,aku akan menjaga Al,". Jawab J,ia juga sangat merindukan keponakannya. "lagipula aku ingin bermain-main dengan Al. aku sangat merindukannya,". gumam J


"baiklah,aku akan pergi dulu. mau siap-siap dan berdandan,". Ayunda, begitu kegirangan. di


Mendengar jawaban dari J. Ayunda, langsung bergegas pergi. Ia harus bersiap-siap pergi, dengan hati senang karena anaknya ada yang menjaga.


*****


Malam hari tiba.


Ayunda,sudah memasuki acara pertemuan dengan para kolega bisnis lainnya. Para pembisnis lainnya sangat senang atas kedatangan Ayunda.

__ADS_1


"Dimana anakmu apa tidak di bawa," tanya Alex,dari tadi ia selalu di samping Ayunda.


"Tidak,dia sekarang tengah asyik bermain dengan pamannya," jawan Ayunda.


"Paman? Paman yang mana?apa aku mengenalnya,". Tanya Alex,lagi.


Namun Ayunda,hanya menggeleng kan kepalanya.


Ayunda, melanjutkan bersalaman dengan kolega bisnis lainnya. Sebenarnya acara seperti ini sangat membosankan bagi Ayunda.


Karena Kevin,tidak ada. Terpaksalah dirinya yang ikut menghadiri. Sekarang Kevin,masih ada pekerjaan di luar negeri. Ada masalah salah satu perusahaan di sana, membuat Kevin harus turun tangan.


"apa kamu tidak tahu? Bagaimana perasaan Kevin kepadamu Ayunda? Dia sudah lama mengabdi kepadamu,aku yakin dia memiliki perasaan lebih," ucap Alex,ia sambil menatap wajah cantik Ayunda,malam ini.


"Hemmmm...itu hanya perasaan mu, buktinya selama ini dia hanya menganggap aku sebagai atasannya dan istri temannya saja," jawab Ayunda.


Alex, menatap nanar ke arah Ayunda. "Apa dia tidak mengatakan hal-hal berbau perasaan atau sejenis bau kaya cinta-cinta,".


"Tidak..tidak pernah sama sekali,dia hanya berkata masalah pekerjaan dan pekerjaan,". Kekeh Ayunda.


"Astaga,apa dia memang sudah belok haluan,". Decak Alex. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.


Ayunda,hanya cengengesan mendengar ucapan dari Alex.


Beberapa jam kemudian. Akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.


Sesampai di mansion J. Ayunda, langsung bergegas menuju kamar J,ia melihat anaknya sudah tertidur pulas.


"Kau baru pulang, apa sudah menemukan calon suami,". Ucap J, terlihat masih mengotak atik laptopnya.


"Huuuuff....tidak dapat,apa kamu tidak tidur,". Delik mata Ayunda,ke arah J.


"Aku masih ada pekerjaan sedikit," jawab J.


"Aku akan membuatmu minuman untuk kita berdua,dan beberapa cemilan,". Ayunda, langsung bergegas ke luar kamar. Ia langsung menuju ke arah dapur dan membuat dua cangkir jus dan beberapa cemilan.

__ADS_1


"apa kamu tidak tidur? tidurlah di samping Al. besok kamu harus ke kantor. biarkan Al, bersama ku saja. itupun kalau kamu mau bekerja besok,kalau tidak berarti kau merindukanku. aku bisa menemanimu malam ini, sampai kau merengek meminta untuk,". J, sengaja memotong perkataannya.


"un-untuk apa J,aku masih belum ngantuk. kalau aku sudah mulai ngantuk bisa saja aku tidur,". ketus Ayunda. kepedean banget sih,kalau aku kangen. kangen J,kangen dengan suamiku.kenapa juga dia bisa membuat otakku kemana-mana travelingnya,mana gak pake baju lagi. gerutu Ayunda,dalam hati.


__ADS_2