TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Berbagi oleh-oleh


__ADS_3

Di rumah mertua Sinta, orang-orang sudah banyak berkumpul terutama keluarga besar Suaminya itu.


Semua orang-orang di sana terheran-heran siapa yang ada di dalam mobil tersebut. Apa lagi mertua Sinta, beserta adik iparnya.


"Ingat yah bu, Sinta. Kalian harus jaga etika sopan santun. Ibuku sudah memaafkan kalian,". Tegur Vano.


Bu Halimah dan Sinta, mengangguk kepala mengerti apa yang di maksud oleh Vano.


"Ayo!mas. Kita keluar,". Ucap Sinta. Ia langsung di keluar dan di susul oleh ibunya.


Mertua Sinta, nampak terkejut saat mengetahui siapa yang keluar dari mobil tersebut.


"Mobil siapa,". Lirih bu Yeni, mertua Sinta.


Vano, Sinta dan bu Halimah, mereka sudah masuk ke dalam rumah langsung di hampiri oleh bu Yeni.


bu Yeni,sangat penasaran mobil siapa yang mereka bawa, terlihat dari kejauhan mobil itu masih baru.


Bu Yeni,juga memaafkan kesalahan besannya itu. Namun ia tetap tak suka dengan besannya.


"Mobil siapa itu Van,". Tanya sang ibu.


"Paling juga mobil rentalan,". Sahut Mawar,adik Vano.


"Bukan bu. Mobil keluarga mertuaku,". Jawab Vano.


"Oh,jadi kamu memiliki keluarga kaya juga yah bu Halimah," tanya bu Yeni.


"Iya, bahkan kami di beri tempat tinggal secara percuma dan mobil juga di pinjam kan,". Kata bu Halimah. Emang kalian saja mempunyai keluarga kaya,batin bu Halimah.


"Iya bu, malahan enak gak panas dan capek-capek kalau mau cek up kandungan,". Sahut Sinta. bisa bangga ibu mertua aku soalnya kami memiliki keluarga kaya juga,batin Sinta.


"Oh! baguslah. Kerja apa dia sampai-sampai memiliki mobil segala,".


"Dia kerja kantoran bu,wanita karir tapi dia janda,". Sahut cepat Vano


"Jadi kita boleh dong,minjam mobilnya.iyakan bu Halimah,". Tanya Mawar.


"Iy-iya boleh,kenapa gak?kitakan keluarga,". Jawab bu Halimah.


"Bagus,kita besok jalan-jalan kemana gitu. Kalian gak usah pulang, tidur di sini saja,". Ajak bu Yeni.


Aduh,bisa gawat kalau besok baru pulang,batin Vano.


"Gimana bu? pasti Ayunda,marah kalau sampai besok. Mana dia kerja jugakan,". Bisik Sinta.

__ADS_1


"Biarin lah,dia banyak uang kan ada ojek online juga,"? Balas sang ibu.


Bu Halimah, sangat senang karena sang besan menyambut dirinya begitu hangat.


Masa bodoh!gak mungkin jugakan Ayunda, marah yang jelas bikin ibu dan mertua akur,batin Vano. Ia menepis pikiran khawatirnya.


"Kamu di jaga yah kehamilannya. Ibu gak mau kenapa-kenapa sama calon cucu ibu,". Cicit bu Yeni.


"Iya bu, sebisa mungkin aku bakalan jaga,". Jawab Sinta. Ia sambil mengelus perut nya yang sudah besar.


Tak berapa bu Yeni, langsung mengajak Vano, mengobrol berdua.


"apa benar mobil yang kalian pakai punya keluarga istri mu van,". delik sang ibu.


"iya,bu. namanya Ayunda,dia termasuk orang sukses di tempat kami. rumah di sebelahnya kami tinggal sedangkan dia tinggal di rumah yang besar,". jelas Vano.


"pengen banget ibu kenal sama dia,apa lagi jadi menantu ibu,". lirih bu Yeni.


"dia sangat cantik bu, tapi sudah memiliki tunangan sebentar lagi mereka akan menikah. mana pria dia jauh lebih kaya lagi,".


"Ck,kamu kenapa juga dapat Sinta. sudah keluarganya bisa panjang tangan lagi,kalau gak memikirkan calon anakmu mana mau ibu sok baik didepan mereka,". decak bu Yeni.


"setelah anak itu lahir,aku akan memikirkan bagaimana bercerai,". jawab Vano.


mendengar kata cerai. bu Yeni, memiliki ide."sudah ibu bilangkan coba saja kamu menurut apa kata ibu. seandainya kamu menikahi Rossa, pasti hidupmu enak karena dia memperkerjakan kamu di kantornya,".


Tak berselang lama bu Yeni,juga ikut bergabung dengan lainnya.


Mereka pun berbincang hangat tanpa memperdulikan pikiran Ayunda.


Ia tengah mondar-mandir tak karuan sudah malam hari. Keluarga bu Halimah,tak kunjung juga datang. Ia takutnya kenapa-kenapa.


"Kemana sih mereka,udah malam gak pulang-pulang setidaknya kasih kabar lah. Aku chat saja Sinta,". Gumam Ayunda.


[Udah malam kenapa gak balik-balik]. Ayunda.


Cukup lama ia mengirim pesan, barulah Sinta,membalas pesannya.


[Maaf yu, mobilnya besok kami antar. Hari ini ke rumah mertuaku mana besok mereka mau jalan-jalan menggunakan mobilmu. Kami pinjam yah]. Sinta


"Gila, pantesan gak pulang-pulang. Mereka lagi santai toh,gak seperti aku yang dari tadi kepikiran mobilku,". Ucap Ayunda.


Ia menghela nafas dalam-dalam."kalau gitu kenapa gak kasih kabar sih,kebiasaan bikin orang khawatir. Di pinjamin malah gak tau,di kira mobilnya sendiri apa,". Decak Ayunda.


****

__ADS_1


Besok harinya Ayunda dan ibu-ibu juga sedang berkumpul saatnya pembagian Oleh-oleh dari Ayunda.


Tak luput juga bu Sari, beserta anaknya ikut mengantri.


"Sudah kayanya ini, tinggal di bagi-bagi saja,". Ucap bu Sumi,dia telah menyusun semua oleh-oleh tersebut di bagi rata.


"Mobil kamu kemana yu?tumben gak ada apa sedang di servis yah,". Tanya yang lainnya.


"Gak bu!kemarin Vano,minjam katanya mau cek up kandungan Sinta, tau-taunya di bawa jalan-jalan sama orang tuanya,". Ketus Ayunda.


"Wah,aneh benar tu orang. Di pinjamin malah ngelunjak,". Sahut yang lainnya.


Kapan-kapan aku juga minjam juga ah,siapa tau bisa pamer sama ibu-ibu sosialita ku, batin bu Sari.


Aku juga mau minjam biar mau pamer acara reunian nanti, batin Neli,juga.


Semua orang senang mendapatkan oleh-oleh liburan dari Ayunda. Walaupun tak seberapa.


Sejenis baju pantai dan aksesoris dari kerang-kerang.


"Makasih banyak lo Yu,kami dapat oleh-oleh,". Kata bu Lela.


"Padahal kami cuman bercanda saja," kekeh bu RT.


Membuat Ayunda dan yang lainnya cengengesan.


Namun di wajah bu Sari,ia nampak tak suka.karena oleh-oleh dari dia malah sama dengan para ibu-ibu rempong.


"Kenapa diam bu Sari,gak mau yah oleh-olehnya,". Tanya bu Siti.


"Gak,cuman gak nyaman aja harus sama gitu gak beda-beda,". Sungut Bu sari.


"Eleh,masih untung dapat. Mana bajunya adem,apa lagi hiasannya bagus buat di ruang tamu. Kalau saya mana ada kepikiran beli beginian,". Gumam yang lainnya.


"Kalau gak mau,gak papa bu. Kasih aja yang lain,". Kata Ayunda.


"Gak, lumayan buat di rumahan,ayo kita balik. Kitakan mau jalan-jalan ada acara di restoran bersama ibu-ibu sosialita,". Ucap bu sari, kepada anaknya. Neli,hanya mengikuti kemauan ibunya.


"Sok-sokan gak mau,tapi di embat juga,". Kekeh bu RT.


"kaya gak kenal bagaimana sifat bu sari,saja,". timpal lainnya


"Kamu gak beli kah yu,siapa tau ada gitu kasih liatlah,". Ujar bu Lela.


"Gak ada bu,aku bingung mau beli apa yang ada pikiran aku beli oleh-oleh itu pun di bantu sama teman-teman,". Jawab Ayunda.

__ADS_1


Ada canda tawa di wajah Ayunda,ia sangat senang bisa berteman dengan ibu-ibu didekatnya.


__ADS_2