
"Wahhhhhh.... sejuknya,". Teriak Ayunda,ia merentangkan kedua tangannya didepan kapal pesiar.
Mereka melanjutkan perjalanan menggunakan kapal pesiar yang tidak terlalu besar.
"Apa masih lama,baru sampai". Tanya Ayunda,ia langsung menarik lengan J. Untuk memeluk dirinya dari belakang, tentu saja tak keberatan bagi J.
"Sebentar lagi sayang, kita akan sampai ke tujuan". Kepala J, bertumpu pada bahu Ayunda dari belakang.
"kau tau,J. Ini adalah pertama kalinya, perjalanan yang sangat jauh yang aku rasakan". Senyum manis Ayunda.
"Benarkah,sayang. Aku bisa membawamu jauh lebih dari ini,apa kamu mencobanya". Tanya J, lagi.
"Hemmm... boleh,bawa Al". Jawab Ayunda. "Lihat-lihat pulaunya sudah terlihat sayang,". Ia menunjukkan ke arah depan.
"Selamat datang di persembunyian aku sayang, pulaunya sangat luas bahkan banyak penduduk di sini". J, merenggang kan pelukkannya.
Mata Ayunda, berbinar melihat sekililing. Memang banyak perahu-perahu nelayan, lumayan besar dan kecil.
Sesampai di pelabuhan. Ayunda dan J,di sambut orang-orang setempat.
Mereka melempari bunga-bunga warna-warni. Menyambut kedatangan pengantin baru, semua orang-orang tersenyum dan mengalungkan bunga ke leher Ayunda dan J.
"Terimakasih banyak". Ayunda,menangkup kedua tangannya. Sedangkan J,hanya menunduk dan di iringi Ayunda.
Hembusan angin di pinggir pantai, ditambah suasana sejuk. Banyak pepohonan yang rindang.
Ayunda, menghembuskan nafasnya panjang-panjang. "Aahhhh... sejuknya ". Gumam Ayunda.
J dan Ayunda, di tuntun orang-orang yang menyambut kedatangan mereka. Ke arah tempat tinggal mereka, terlihat begitu indah. Sebuah rumah lumayan besar,hanya menggunakan kayu.
Orang-orang mempersilahkan masuk ke dalam rumah. J dan Ayunda,hanya menunduk dan mengucapkan terimakasih kepada semuanya.
Selepas mereka masuk, orang-orang langsung membubarkan diri.
"Mereka mengenali mu,J". Tanya Ayunda,ia melepaskan bunga di lehernya.
"Hemmm... aku sudah menganggap mereka keluarga,malam nanti kita akan ke tempat ketua. Merayakan kedatangan kita,dan mengucapkan selamat atas pernikahan kita. Bersihkan dirimu dulu, beristirahat. Pasti kamu sangat lelah,aku ada urusan dengan Lu". Ucap J,dan di angguk Ayunda.
"Aku akan membawa koper ini dulu,kamar mandinya ada di dalam". J, langsung membawa 2 koper masuk ke dalam kamar.
Ayunda,menggiring dari belakang sang suami. Saat sang suami membuka pintu kamar, terlihat jelas hiasannya.
Kamar tidur mereka,sudah di hiasi seperti kamar pengantin. Bunga-bunga mawar bertaburan di lantai dan di atas ranjang berselimut berwarna putih sudah berbentuk love. Di penuhi dengan lilin-lilin kecil, membuat suasana semakin menegang untuk Ayunda.
__ADS_1
"Bersihkan dirimu,sayang". Bisik J,ia mengecup pipi mulusnya Ayunda sebelum pergi.
Untuk saat ini,ia menahan diri untuk tidak menerkam istrinya.
Selepas kepergian J. Ayunda, langsung bergegas mencari baju ganti di koper dan membawanya ke kamar mandi. Saat membuka pintu kamar mandi,ia begitu takjub melihat sekeliling. Yang di penuhi dengan mawar putih dan lilin-lilin,ada beberapa wadah kecil-kecilan. Yang bertulisan RITUAL MANDI PENGANTIN. Ayunda, langsung tersenyum kecil. Ia melihat satu persatu ada urutan pertama, kedua dan seterusnya. Ia mencium setiap wadah dan beraroma sangat harum.
"Ternyata lulur, ini sabun dan ini apa". Gumam Ayunda. "Ahhh...ikuti aja setiap urutan, lakukan untuk pecah perawan. Ehhh...salah,aku grogi banget jadinya. Kaya anak perawan aja, padahal sudah berapa kali Janda. Ahhhh... semoga ini adalah terkahir nya aku menikah". Kata Ayunda,ia mengambil satu wadah kecil. Mulai sedikit demi sedikit, tangannya mengusap tubuhnya dengan Lulur.
Menit demi menit berlalu. Ayunda, masih saja melakukan ritual mandinya. Sesampai J,sudah datang dan dia masih tak percaya. Jika sang istri belum selesai mandi juga. "Sayang apa kamu belum selesai mandi,ini sudah lewat setengah jam". Teriak J,dari dalam.
"Belum sayang,masih keramas nih". Jawab Ayunda,ia berteriak dari dalam.
Ayunda, sangat betah lama-lama mandi. Karena banyak bermacam-macam ritual mandi pengantin.
"Aahhh..segarnya... pasti lulurnya dari ramuan herbal,ini juga untuk membersihkan daerah kewanitaan. Mana wangi-wangian lagi,mau bawa pulang ha". Gumam Ayunda,ia menyirami tubuhnya dengan air.
J,masih saja mondar-mandir di depan pintu. Ia merasakan tubuhnya sangat gerah,ia sudah melepaskan pakaian hanya menyisakan boxer saja.
"Hoaaammm....lama sekali mandinya,kaya ngantri bansos saja". Gumam J,matanya sudah mulai ngantuk berat. Berlahan-lahan matanya sudah tertutup, berarti J sudah terlelap dalam tidurnya. Sedangkan sang istri,tak kunjung juga selesai mandi-mandinya.
Beberapa menit kemudian. Pintu kamar mandi terbuka, terlihat Ayunda. Sudah menggunakan dress selutut berwarna biru langit, kepalanya masih di lilit menggunakan handuk.
Ia cekikikan tertawa, melihat sang suami tengah tertidur pulas hanya menggunakan boxer saja. menunggu dia selesai mandi,namun baru keluar.
Ayunda, langsung mendekati tubuh suaminya. Untuk membangun J,ia juga duduk di atas pangkuan sang suami.
"Sayang,bangun". Ayunda, mengelus-elus wajahnya sang suami dan tangan lentiknya bergerayang di dada bidang kokoh J.
"Kau tidak mau,bangun sayang". Lirihnya Ayunda, seakan-akan menggoda iman.
Tangan lentiknya bergerayang ke arah bawah dan semakin bawah.
Hap.....
Tangan lentiknya Ayunda di tangkap oleh J. "Jangan main-main sayang,jika tidak mengingat acara kita malam ini. Aku sudah memakan mu dari tadi, tunggu malam ini". Senyum semerik J.
Glekkk....
Tubuhnya Ayunda, seakan-akan langsung merinding seketika. Ia langsung bangkit dari pangkuan J. "aku hanya membangun dirimu sayang,".
"Membangunkan diriku,apa membangun di bawah". Bisik sensual J, tepat di telinganya.
"Cepat mandi sana, tubuh mu bau". Ayunda, mendorong dada bidang J. Ia tersipu malu-malu,kedua pipinya memerah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
Sedangkan J, tersenyum kecil. Sambil melangkah pergi ke kamar mandi. "Malam ini,akan aku buat kamu tidak bisa berjalan". Kedip mata J, sebelum menutup pintu kamar mandi.
"Dasar mesum". Decak Ayunda,ia tersenyum kecil.
******
Yolanda,susah payah mencari keberadaan J. Namun hasilnya tetap nihil, rekan kerjanya J juga tidak tahu tempat persembunyiannya.
"Kau memang payah,bukankah kamu juga agen rahasia". Ucap seseorang di belakangnya Yolanda,siapa lagi kalau bukan Abraham.
Yolanda,dibuat terkejut. Bisa-bisanya seorang Abraham, mengetahui markasnya.
"Untuk apa kamu kemari,cukup tinggi juga nyalimu" sinis Yolanda,ia menatap tajam ke arah Abraham.
Abraham, menatap sekeliling markas Yolanda. Saat ini, Yolanda hanya seorang diri.
"Aku ingin menemui,siapa tahu kamu bisa menemukan pujaan hati ku. Yang di culik J,siapa lagi kalau bukan Ayunda". Senyum khasnya.
"Aku tidak tahu, walaupun aku tahu. Aku sudah menemuinya,bukan malah di sini". Jawab ketus Yolanda.
Abraham, mendelik ke arah Yolanda. "Bukankah? Kamu rekan kerjanya J, seharusnya taulah. Bahkan bisa saja,kau sangat mudah mengetahui dimana dia berada. Jangan coba-coba kamu menyembunyikan sesuatu dariku ". Tegas Abraham,ia mendekati tubuh Yolanda.
"Aku ini manusia,bukan Tuhan. Yang selalu tahu dimana seseorang berada,aku hanya manusia biasa yang hanya memiliki kemampuan terbatas". Jawab Yolanda,ia tersenyum kecil.
"Ck, percuma aku datang ke sini. Ternyata tidak ada gunanya,kau sangat payah menjadi agen rahasia. Tempat persembunyian kamu saja,aku langsung tahu". Abraham, seakan-akan mengejek Yolanda.
"Waww... Yolanda, siapa pria tampan ini? Apa dia gebetan barumu, setelah tak mendapatkan J". Kata Vera,yang baru datang.
Abraham dan Yolanda, langsung menoleh ke arah Vera. "Hey...kalian sangat kompak sekali menatap diriku" ucapnya lagi.
"Vera,diam kamu...! Dia bukan siapa-siapa aku, amit-amit deh". Jawab Yolanda,ia menyunggingkan senyumnya.
"Ck, wanita aneh,". Gumam Abraham, langsung melangkah pergi.
"Ehh... mau kemana? Apa tidak santai-santai dulu,". Panggil Vera,kepada Abraham yang terus-menerus melangkah.
"Hussssttttt...jangan panggil-panggil dia Vera,dia itu musuhku" tegur Yolanda,ia sangat geram kepada temannya.
"Ciyeehh....musuh awal akhirnya jadi suami-istri. Aku doain,apa perlu aku sholat jenazah". Vera, cekikikan.
"Apa? Kamu mau sholat jenazah. Emangnya aku mau mati Ver, sebelum aku mendapatkan J. Jangan harap kamu bisa sholat jenazah,untukku". Tegas Yolanda.
Ehh... emang wanita boleh sholat jenazah, gerutu Vera.
__ADS_1
"Aku hanya bercandaan Yolanda, berganda doang. Ehhh, maksudnya bercanda salah ngomong aku". Kekehnya Vera, yang selalu usil kepada Yolanda