
Di perusahaan Ayunda dan Alex, tengah asyik mengobrol berdua. mereka sedang berbincang Masalah pekerjaan.
Tak lama kemudian,ada seseorang membuka handle pintu ruang kerja Ayunda.
Terlihat sesosok pria berjas hitam dan seseorang di belakang mengikuti langkah kakinya, seorang wanita.
Ayunda dan Alex, terperangah melihat kedatangan Kevin bersama seorang wanita cantik.
"Kevin...," Gumam Ayunda dan Alex.
"Di-dia siapa Kevin? Sekertaris barumu,". Tanya Ayunda, sambil menunjuk ke arah wanita yang di belakang Kevin
Kevin,hanya diam lalu memandang wajah wanita cantik di sampingnya.
"Kenapa diam Vin? Apa jangan-jangan pacarmu,hemmm...,". Delik mata Alex.
"Hehehe...Di-dia istriku," lirihnya Kevin. sambil menggaruk tekuk lehernya yang tidak gatal.
"Apaaaa....?,". Teriak Ayunda dan Alex.
Ayunda, membungkam mulutnya sendiri. ia menyimpitkan bola matanya ke arah Kevin.
Kevin,hanya cengar-cengir tak karuan. ia bingung mulai darimana untuk menjelaskan kepada teman-temannya.
Alex, seketika terdiam membeku mendengar ucapan dari temannya. Alex,tak pernah melihat Kevin,bersama wanita. maupun sekedar menjalin asrama,tapi kali ini Kevin. dia membuat syok tiba-tiba mengatakan dia adalah istriku.
"Ceritanya panjang,". Kekeh kevin,lagi.
ia tau jika teman-temannya tengah kebingungan dan nampak tak percaya.
"Tunggu...tunggu...kenapa kamu tiba-tiba sudah membawa istri? Kapan kamu menikah Kevin? Apa kamu tidak menganggap kami teman ha,". Decak Ayunda. "Dan kamu apa benar istrinya Kevin,".
Wanita itu langsung mengangguk kepala dengan pelan.
"Aku dimana? Aku siapa? Dan kamu kenapa tiba-tiba membawa istri kevin,". Alex, mengusap wajahnya dengan kasar
Setau Ayunda dan Alex. Kevin,hanya keluar negeri untuk menangani kesalahan perusahaan di sana. Namun tiba-tiba entah mengapa,dia malah membawa istri pulang.
__ADS_1
"jangan ngada-ngada kamu Kevin,". Ucap Alex. "Apa wanita ini bayaran mu ha,". Tanyanya Alex.
"Hussssttttt....dia memang istriku, waktu itu aku tak tau kenapa satu kamar dengan dia,". Kevin, menunjuk ke arah wanita di sampingnya. "Lalu paginya kami di grebek di hotel sama orang tuanya, terjadilah kami menikah,". Jelas Kevin.
"Hahahaha....apa kamu percaya Lex, cerita dari kevin,". Tanya Ayunda,kepada Alex.
"Ckckck, cerita mu itu. Cerita lama Kevin,jangan kamu kira kami anak ingusan bisa di bodohi,". Sungut Alex.
"Apa yang di katakan Kevin,memang benar. Aku memiliki beberapa video akad nikah kami dan foto bersama keluarga dan ada juga buku nikah kami. Kami sah dalam agama dan hukum,maaf.tidak memberitahu yang lainnya,soalnya orang tua kami langsung membawa penghulu ke hotel tersebut.dengan keadaan tiba-tiba dia mengucapkan ijab kabul,". Ucap wanita yang di samping Kevin. ia juga memperlihatkan sebuah foto dan video.
ternyata benar, mereka sudah menikah,batin Ayunda."Oh....siapa namamu,aku percaya kalau sudah melihat semua buktinya,". Tanya Ayunda.
"Namaku Reina Matsushima, seorang wanita karir juga. Biasa meneruskan perusahaan keluarga. Aku tidak tau kenapa kami bisa tidur satu ranjang bersama dia.waktu itu kami sama-sama mabok,". Ucap Reina.
"Mungkin saja,kalian memang sudah di takdirkan berjodoh,". Sahut Alex. "Aku kira kamu belok haluan Kevin,". Goda Alex.
"Wah... berani mengatakan aku seperti itu ha,". Kevin, menatap tajam ke arah Alex. "Tolong,kalian bisa bukan menjelaskan kepada yang lainnya. Aku yang ingin memberi tahu tentang ini kepada Kalian, sudah panas dingin. apa lagi dengan reaksi mereka nanti,". Kevin, terduduk lesu di sofa
Ayunda dan Alex,hanya mengangguk kepala.
namun Ayunda dan Alex,saling pandang mereka saling menyeringai kecil.
*****
" Eeeahh...anak mamah,udah wangi," Ayunda, langsung membawa ke pangkuannya
"Dah Andi mah,". Al, mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari Ayunda. Al,hanya cekikikan kegelian.
"Pantesan sudah wangi anak mamah, tersayang,". Kekeh Ayunda. Ia membiarkan anaknya turun dari pangkuan lalu bermain di lantai.
Ayunda, menatap langit-langit mansion. Ia tak menyangka jika Kevin, secepat itu ia sudah menikah. Bahkan tanpa sepengetahuan mereka, namun di lihat-lihat mereka tidak berbohong.
"Apa yang sedang kamu pikirkan,". Ucap J,yang baru turun dari tangga.
"It-itu aku masih tidak percaya,kalau Kevin. Tiba-tiba datang dari luar negeri,ia pulang langsung bawa istri . Herankan,". Ayunda, nampak kebingungan.
"Ck,biasa saja. Apa yang aku herankan,selagi istrinya seorang wanita. Yah, wajar-wajar saja,". Jawab J. ia sambil menatap laptop di pangkuannya
__ADS_1
"Aaisss..memang susah kalau berbicara dengan orang yang tak pernah menyambung. It-itu aku heran,kenapa tiba-tiba? Mana kami tidak di beritahu misalnya hari ini dia ijab kabul,". Ucap Ayunda.
"Bagaimana mau mengabarkan kalau tiba-tiba,tentu saja otak Kevin langsung oleng. Dia mendapatkan sasaran tiba-tiba,". Kekeh J.
"Sepertinya aku salah lawan bicara,". Ketus Ayunda. "Jaga Al,aku mau mandi,". Ayunda, menaiki anak tangga dan menuju kamar.
********
"Bi Ijah,ada Ayunda,". Tanya Hendri,ia tiba-tiba mendatangi kediaman Ayunda.
Bi Ijah, langsung tersenyum kecil. "Gak ada,". Ketus bi Ijah.
"Emang kemana bi? Siapa tau bi Ijah,bisa mengatakan Ayunda dimana? Biar aku yang menyusulnya,". Tanya Hendri,lagi.
Bi Ijah, menghela nafasnya dengan panjang. "Gak tau, mungkin cari suami baru,". Bi Ijah, langsung masuk kedalam dan mengunci rumah Ayunda.
"Sial,harus cari kemana aku? Apa aku harus pergi ke perusahaannya saja besok,". Gumam Hendri. "tak akan aku biarkan dia menikah lagi,".
Ia langsung pulang ke kostnya.
Kehidupan Hendri, begitu berubah drastis. Ia lontang-lantung tak ada tujuan, rumah peninggalan Alm. Istrinya kini sudah di jual. Kakak-kakaknya juga tak mau memberikan tumpangan gratis kepada Handri. Hendri,hanya bekerja sebagai tukang parkir sehari-harinya. ia juga bingung kondisi sang ibu semakin memburuk.
Ia bingung dengan siapa mengadu nasipnya,yang dia pikirkan hanya mantan istrinya yaitu Ayunda.
hanya Ayunda, yang bisa membantunya dalam apapun. tapi itu dulu saat menjadi istrinya,saat ini tentu saja tidak lagi.
tentu saja mudah bagi Hendri, mendapatkan alamat dimana perusahaan yang di jalankan Ayunda.
Malam semakin larut,tak henti-hentinya mondar-mandir. Perasaan Hendri, campur aduk bagaimana caranya besok ia bisa memiliki Ayunda. Ia juga memikirkan sesuatu yang bisa meluluhkan hati sang mantan istri.
Malam berganti pagi.
Hendri, bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan Ayunda. tak mudah bagi Hendri, untuk bertemu sang mantan kekasih.
ia pusing tujuh keliling, bagaimana bisa? saat ia memasuki salah satu perusahaan Ayunda,namun jawaban orang-orang di sana. kalau Ayunda,sedang tidak ada. ia berpindah ke perusahaan lainnya,namun jawabannya tetap sama.
saat di lampu merah. Hendri, menghentikan motornya. saat dia celingukan melihat sesosok Ayunda,yang sedang menyetir mobil. saat lampu hijau tiba. Hendri, langsung mengikuti mobil Ayunda.
__ADS_1
"hahahaha,aku menemukan mu sayang,". senyum semerik Hendri.