TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Uno


__ADS_3

[Ayunda,kamu jadikan ke sini. Melisa,sudah di jalan]. Vivian.


Begitu lah pesan dari calon istri temannya Regan. Malam ini Ayunda, berencana untuk bermalam di tempat Vivian.


mau tak mau Ayunda,mau. soalnya Vivian,meminta resep bagaimana malam pertama dan minta arahan seperti ritual agar suami puas.


sebenarnya Ayunda,tak berpengalaman masalah seperti itu. apa lagi soal bercinta sedang dulu mantan suaminya biasa-biasa saja.


Demi teman Ayunda,sudah menemukan ide yang sangat konyol.entah lah apa yang di lakukan nanti saat di kamar Vivian.


saking konyolnya Ayunda,sudah menyiapkan sebuah kaset ritual enak-enakan. ia juga bergidik ngeri melihat sampulnya.


Dia sudah bersiap tinggal berangkat saja. Namun ia masih mondar-mandir menunggu mobilnya.


"Ck,udah hampir satu jam,bilangnya sudah hampir sampai,kemana sih lama banget,". Gerutu Ayunda.


[Aku sebentar lagi berangkat Vi,lagi nunggu mobil tadi di pinjam. Mau sampai kok]. Ayunda.


[Ko baru bilang Yu! Kan bisa nanti aku suruh sopir menjemputmu]. Vivian.


[Gak Vi, sebentar lagi mau datang]. Ayunda.


Hampir satu jam lewat sudah terdengar suara mobilnya di teras rumah.


Ayunda, langsung menenteng tas yang berisi baju.


Malam ini dia disuruh Vivian,bermalam di tempat nya soalnya besok dia sudah menjadi pengantin wanita.


Vivian,juga menyuruh Ayunda dan Melisa,menjadi penggiring pengantin nanti.


Vivian,juga minta pencerahan bagaimana malam pengantin. Pastinya deg deg seerr yah.


Ayunda,sudah keluar dari rumah dan menguncinya lalu menghampiri bu Halimah, Sinta dan Vano.


"Lewat satu jam baru sampai, katanya sebentar lagi sampai,". Kesal Ayunda.


Bagaimana tak kesal karena di bohongi satu jam lewat. Mungkin pantat Ayunda,sudah berakar menunggu mereka.


"Hehehe,maaf Yu.tadi ada kendala,". Kata Vano.

__ADS_1


Ia langsung bergegas membawa tas dari dalam mobil.


"Cuman masalah waktu saja sewot,". Ketus Sinta. Ia melangkah pergi membuka kunci rumah.


"Untung kami pulang hari ini,maunya tadi kami nginap lagi di rumah mertua Sinta. Di pinjam sebentar saja sudah sok belagu,". Timpal bu Halimah.


Mungkin ini pertama dan terakhir kalian meminjam hartaku,batin Ayunda.


"Ini kunci mobilnya,". Ayunda, langsung mengambil dan bergegas masuk ke dalam mobil.


Ia langsung mencek minyak mobilnya ternyata tinggal sedikit. "Kayanya cukup sampai ke pom,". Gumam Ayunda.


"Yu, tunggu,". Bu Halimah. Menghampiri Ayunda,yang sudah didalam mobil.


"Ada apa bu?apa ada barang yang tertinggal,". Tanya Ayunda.


"itu,mana oleh-oleh kami? Bukannya kamu bilang mau membeli kan kami oleh-oleh pasca berlibur kemarin,". Tanya bu Halimah.


Ckckck,masih mikirin oleh-oleh dariku.berucap terimakasih saja kalian tidak ada padaku,minyak mobilku tinggal sedikit, bahkan sampah-sampah di mobil masih banyak. Mobilku juga kotor,batin Ayunda.


"Hmmmm...! Gak ada bu,". Jawab Ayunda,enteng.


"Jangan bohong kamu Yu,aku tau kalau kamu sudah berbagi oleh-oleh sama yang lainnya,". Ucap bu Halimah.


"kamu gak sadar yah,kami ini keluarga dekat kamu lo,". Bentak bu Halimah.


"Kalian juga gak sadar! Udah minjam gak tau diri liat sampah-sampah berserakan di dalam mobil bahkan mobil aku aja sudah kotor apa lagi liat minyak nya tinggal sedikit,". Ayunda,sudah geram. Soalnya minyak mau habis dia tak masalah ini sampah ciki-cikian banyak betul di dalam mobil.


"Alah,itu bisa kamu buang kalau mobilnya kotor tinggalkan di cuci. Kamu kan banyak uang ngapain repot-repot sih.dasar perhitungan sama keluarga,". Decak bu Halimah


"Ck..bu Halimah,juga perhitungan dengan keluarga gak dapat oleh-oleh main bentak saja. Oh.... bukannya bu Halimah habis jalan-jalan, seharusnya banyak dong oleh-oleh atau jangan-jangan besannya pelit yah hanya bisa ngasih oleh-oleh angin. Makanya nagih ke saya,". Kekeh Ayunda.


"Dia itu besan saya mana ada minta sama besan. Kurang sopan namanya,". Timpalnya


"Bilang saja Kalian pada pelit,gak modal,". Ejek Ayunda.


"Maksud kamu apa Yu. Aku ini orang tua, seharusnya berbicara itu dengan sopan.pantes saja Hendri,menalak kamu ternyata sopan santun mu tidak ada. Aku yakin pernikahan mu dengan pria itu tak akan terjadi. Ia terjadi paling cuman sesaat,". Kata bu Halimah, setengah mengejek.


Hati Ayunda, tengah geram. Ingin sekali mengacak-acak wajah bu Halimah. Namun dia sadar tak mungkin melakukan hal seperti. Sudah pasti bu Halimah, nantinya malah cari keuntungan.

__ADS_1


"Kalian itu gak berhak aku beri sopan santun karena lama-lama semakin ngelunjak. Dahh bu Halimah,". Decik Ayunda. Ia sambil melambaikan tangannya.


"kita belum selesai berbicara Ayunda! Tak usah main kabur kamu,". Teriak-teriak bu Halimah.


Bahkan tetangga Ayunda, mendengar nya saja hanya ketawa-ketiwi.


"Ya ampun,gak sopan banget dih. Udah minjam mobil orang,sok belagu,". Ucap bu sumi.


"Di kamu Sumi,". Bentak bu Halimah.


"Oh iya,kami dapat lo oleh-oleh dari Ayunda. Baju pantai sama pernak-pernik hiasan dari kerang,". Ejek yang lainnya.


"Aduh,mana kemarin rame banget lagi,". Sahut bu sumi.


Bu Halimah, langsung masuk kedalam dan membanting pintu rumah lama Ayunda.


Hatinya sangat kesal karena tidak dapat oleh-oleh dari Ayunda,mana dia di ejek para tetangga lagi.


"mana oleh-oleh nya bu,". Tanya Sinta.


"Tidak ada! Ayunda,tak menyisakan kita,". Jawab sang ibu.


"Gila, maksud dia apa sih. Kita ini keluarga dia seharusnya di utamakan,". Gerutu Sinta.


"Tagih saja bu,suruh Ayunda,ganti uang minyak yang aku belikan,". Kata Vano. Yang baru saja ikut bersantai di ruang tamu.


"Benar juga katamu Van, enak saja mobil dia diisi kan minyak sedang kita gak dapat oleh-oleh,". Timpal bu Halimah.


sebenarnya Vano,sudah muak dengan tingkah laku mertua dan istrinya. semenjak Sinta,hamil dia begitu Manja main seenaknya saja. apa lagi Mertuanya selalu merepotkan saja.


Coba Ayunda,gak ada pasangan. sudah aku dekatin dia,mana cantik, wanita karir,banyak uang melihat tubuhnya saja sudah bangun anu aku apa lagi sudah di bawah Kungkungan aku,batin Vano


ia sudah menghayal tak jelas, senyum-senyum sendiri. tanpa di ketahui ibu mertua dan istrinya.


Sebelum pergi kerumah vivian,dia juga memandikan mobil kesayangannya biasalah pemberian sang kekasih.


"Gila benar mereka, sampahnya banyak banget,malah gak berterima kasih lagi nyesal banget aku minjamin mereka mobil,". Gerutu Ayunda.


"Yang kinclong yah pak,mandiin junonya," ucap Ayunda. Kepada tukang cuci mobil.

__ADS_1


"Syip..! Nona, mohon ditunggu,". Jawab tukang cuci mobil.


Mobil pemberian dari Zense,aku beri nama juno. Kalau anunya Zense,aku beri nama Uno aja deh. astagfirullah,aku lupa beberapa hari lagi kami akan menikah, bagaimana ini? Ahh... ibu-ibu pasti mau bantu aku,batin Ayunda.


__ADS_2