TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Satu Buket Bunga


__ADS_3

"aku tidak berhak Yolanda. Itu semua ada di tangan J,aku tidak mau ikut campur. Mungkin aku bisa agar dia tetap menjadi anggota militer,tapi aku tidak mau jika dia harus terjun ke agen rahasia lagi,". Tegas Ayunda,ia tak peduli dengan siapa yang dia hadapi.


Yolanda, memutar bola matanya dengan pelan.


Braakkkk.....


Yolanda, langsung menggebrak meja mereka. Ia berdiri dengan tatapan tajam ke arah Ayunda. Namun Ayunda,masih tetap tenang. Ia tak mau terpancing emosi, semua orang-orang menatap ke arah mereka dan ada juga berbisik-bisik.


"Wanita egois,". Bentak Yolanda,ia duduk kembali.


"Apa kamu tidak malu, dengan tindakan kamu tadi. Semua orang-orang tercengang saat mendengar kamu menggebrak meja,apa kamu tidak bisa menahan emosi,". Delik mata Ayunda,ia tersenyum kecil.


"Ck, untuk apa menghiraukan mereka. Ini urusan aku dan kamu,bukan mereka Ayunda. Jujur saja aku tak suka kepada mu,". Yolanda, mengalihkan pandangan ke arah Ayunda.


"Hemm...karena J, memilih ku. Bukan kamu,jadi aku paham kok". Senyum semerik Ayunda. Ia menghirup jus buah di atas meja.


"Kauu....!!! Jangan sok belagu Ayunda, seharusnya kamu hati-hati dan sadar diri. Dengan siapa yang kamu hadapi ini,". Ancam Yolanda, dengan nada pelan.


"hemm... terserah apa katamu Yolanda. Aku harap kamu menyadarinya,cinta tak bisa di paksakan. Walaupun kamu melakukan hal apapun,itu bukan cinta tapi obsesi. Kamu bahagia mendapatkan cinta meskipun dengan cara curang. Apa kamu sadar dia akan bahagia dengan mu,atau dia menderita dan tersiksa. Aku doakan semoga kamu mendapatkan pria jauh lebih baik dan menyayangi kamu apa adanya," ucap Ayunda, dengan santai. Ia tersenyum manis kepada Yolanda. "Aku permisi dulu, takutnya anak kami sedang menunggu kedatangan ku,".


Pamit Ayunda,ia menepuk bahu Yolanda. Sedari tadi Yolanda,hanya diam dan mencerna perkataan Ayunda. "Tidaakk..tidakkkk..apa yang di katakannya hanya bulsit saja,bohong semata.aku yang lebih tau,siapa J?kami sama-sama sudah lama kenal,aku harus mencari tahu jawabannya sendiri," sorotan mata Yolanda, memerah. Ia menahan rasa amarah dan dendam kepada Ayunda.


Sedangkan Ayunda,hendak masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba saja, seseorang memanggil namanya.


"Ayundaaaa, tungguu...". Mendengar namanya di panggil, tentunya ia langsung menoleh.


"Abraham,". Gumam Ayunda,ia tak jadi masuk ke dalam mobil.


"Kebetulan kita bertemu di sini. Sedangkan apa kamu di sini? Apa sedang bertemu seseorang,klian kah". Tanya Abraham, kepada Ayunda. Ia terpana dengan kecantikan Ayunda. Menggunakan dress selutut berwarna biru langit, biasanya Ayunda memakai pakaian kantoran.


"Hemm...iya,tapi sudah selesai kok". Jawab Ayunda,ia tersenyum kecil.


Tiba-tiba saja Yolanda,hendak keluar dari kafe.ia melirik Ayunda,yang masih di parkiran tapi bersama seorang pria tengah berbincang. Sesekali Yolanda, mengambil beberapa foto. Tentu saja foto-foto ini,akan di perlihatkan kepada J.


"setidaknya aku tidak membawa tangan kosong,bukan". Senyum semerik Yolanda,ia langsung meninggalkan kafe tersebut.


Ayunda,yang masih di parkiran. Ia sebenarnya hendak cepat-cepat pulang,tapi tak sengaja malah bertemu dengan Abraham.

__ADS_1


"Oh,apa sekarang kamu akan pulang? Siapa tau kita bisa santai-santai dulu". Ajak Abraham, kepada Ayunda.


Ayunda,hanya tersenyum. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Hemm... kayanya gak deh, soalnya sudah di cariin anakku". Alibi Ayunda.


"Oh,ya sudah. Lain kali kita bisa,bukan. Untuk pergi setidaknya makan siang, anggap saja kita merayakan kerjasama". Abraham, selalu mencari cara untuk selalu dekat dengan janda anak satu ini.


"Boleh,tapi nanti. Aku pamit dulu, Abraham. Dahh".


"Hemm, silahkan". Senyum merekah Abraham, ia mengangguk pelan dan menatap kepergian Ayunda.


******


Pagi hari yang cerah.


Saat ini Ayunda,tengah sibuk dengan beberapa berkas di meja kerjanya.


Ia memijat keningnya,terasa nyut-nyutan.


Tok...tok..tok...


Pintu ruangan kerja Ayunda,ada yang mengetuk.


Ceklekk.....


Ternyata sekertarisnya tengah membawa sebuket bunga dan satu bungkusan di tangan sebelahnya.


"Hemm.. untuk ku kah". Ayunda, langsung menghampiri Lilis, sekertarisnya.


"Iya,bu Ayunda. Ini untuk anda,tadi ada seseorang mengirimkan bunga dan satu bingkisan ini,". Jawab Lilis,ia meletakkan bingkisan dan buket bunga di meja kerjanya.


"Hemm... dari siapa yah,". Ayunda, langsung melihat siapa pengirimnya.


Saat mengetahui siapa pengirimnya. Ayunda,hanya tersenyum kecil. "Makasih yah, Lis".


"Iya, bu. Saya pamit ke ruangan saya dulu,". Ijin Lilis dan langsung di angguk Ayunda.


Ayunda, menerima buket bunga dan bingkisan tersebut. Saat Ayunda, membuka bingkisan. Ternyata isinya adalah makanan, terlihat ada sebuah catatan kecil. "Jangan lupa di makan".

__ADS_1


Ting.....


Sebuah pesan masuk di ponselnya Ayunda.


[Maaf,kalau tidak enak. Jangan di makan Ayunda,itu masakan aku sendiri] pak Abraham.


Ckckck, tumben-tumbenan seorang pengusaha memasak hanya untukku. Aku harus menjaga jarak dengan Abraham,supaya tidak ada yang salah paham,batin Ayunda.


[Makasih banyak, tapi lain kali jangan lagi. Aku tidak enak menerimanya,apa lagi kamu seorang pengusaha sukses. Jadi minder]


Ayunda, langsung mengirim pesan kepada Abraham.


Tak berselang lama Abraham, sudah membalas pesan Ayunda.


[Tidak apa-apa,hanya sesekali. Anggap saja kita menjalin hubungan kerjasama]


"Ck, kerjasama konon. Bilang aja,mau lebih". Decak Ayunda. Ia tak lagi membalas pesan dari Abraham.


Secepatnya Ayunda, membuang makanan. Ke kloset,dan memutar hingga tak terlihat lagi. Tak mungkin dia membuang makanan ke bak sampah, takutnya ada yang tau. Jadi dia mencari-cari aman dulu, sedangkan buket bunganya. Ia taruh di dalam lemari terlihat seperti hiasan ruangan.


"aku harus hati-hati dengan pak Abraham, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres. aku sudah dua kali dia menemukan,tidak mungkin itu semua kebetulan. aku harus menghubungi Kevin dan Alex, biar mereka mencari informasi,". Ayunda, langsung mengirim pesan kepada Kevin dan Alex.


Tok...Tok...Tok...


pinta ruangannya di ketuk Seseorang. "masuk". teriak Ayunda, dari dalam.


terlihat jelas Lilis,masuk ke dalam ruangan Ayunda. "maaf,bu. ada yang ingin bertemu, sepertinya pak Abraham".


deggg.... Ayunda, tercengang mendengar ucapan sekertarisnya. pasalnya dia tidak ada janji kepada Abraham.


"tapi,kami tidak memiliki janji atau hal yang lain,". kata Ayunda,kepasa Lilis.


"terus gimana dong,bu.". tanya Lilis,ia juga kebingungan.


"biar aku yang menghampiri pak Abraham. kita temui sama-sama,". Ayunda, langsung bergegas mengambil tasnya. huuuu... aku harus mencari cara agar lepas dari pak Abraham. aku hubungi dulu kevin sama Alex.


Ayunda, langsung menuju ruangan tunggu bersama Lilis,yang mengikuti langkah kakinya di belakang. huuuuff, kenapa tiba-tiba datang ke kantor sih. bukankah tadi sudah mengirim bunga sama makanan,jadi risih akunya. gerutu Ayunda.

__ADS_1


saat sampai di ruang tunggu, terlihat Abraham bersama sekertarisnya tengah menunggu Ayunda.


__ADS_2