
Beberapa Minggu kemudian. Laila,sudah beraktivitas seperti biasanya. Ia juga tinggal di rumahnya, gak mau terus-menerus tinggal di rumah Ayunda.
[Laila, hari ini kamu kerja masuk apa]. Shelly.
[Masuk pagi,tapi sudah pulang kok].
Laila, langsung membalas pesan dari Shelly.
[Baguslah,temanin aku Sekarang boleh. Aku langsung ke tempatmu]. Shelly.
[Baiklah,aku akan siap-siap].
Zahra, langsung bergegas siap-siap. Sebelum Shelly,belum datang.
Beberapa menit kemudian. Akhirnya Shelly datang,ia tersenyum sumringah melihat Laila sudah menunggunya.
"Emang kita mau kemana nih? Kaya gak semangat gitu". Tanya Laila, melihat wajah Shelly terlihat sedih.
"Sebenernya kita mau ke kafe,tempat Al dan teman-temannya santai. Akhir-akhir ini Herman,lebih sering mendiamkan aku. Alasannya kerjaan,melulu. Sampai-sampai tidak ada waktu untukku Lai,aku hanya diam. Aku paham,karena dia sibuk bekerja. Tapi, lama-lama ada sesuatu yang tidak beres. Herman,lebih mementingkan sekertarisnya Olivia. Di bandingkan aku, entahlah mungkin Herman berubah dengan yang selalu berada" Shelly, menceritakan unek-uneknya. Ia juga menghapus air matanya mengalir deras.
"Sabar Shelly,ayo...kita cusss... biar aku yang bawa,kamu duduk manis di belakang". Senyum manis Laila,ia mencubit pipi mulus shelly.
"bagaimana Laila,apa yang harus aku lakukan? Apakah aku,harus mengakhiri hubungan kami. Jujur saja,aku sangat mencintai Herman. Tapi,kenapa sikapnya berubah. Dia lebih mementingkan sekertarisnya,aku sudah lama menyelidiki Herman". Isak tangisnya Shelly.
"Lebih baik kamu, berbicara baik-baik dengannya. Kalau bisa akhiri saja, hubungan kalian. Insyaallah,kalau jodoh gak kemana Shelly. Walaupun kau dan dia, terpisah sangat jauh. Tapi,jika Tuhan sudah mentakdirkan kalian berjodoh pasti bersatu. Setidaknya kamu,fokus kuliah dulu". Laila, mencoba memberikan solusi kepada temannya.
"Benar apa yang,kamu katakan. Buktinya aku sangat terganggu, memikirkan hubungan kami. Ya sudah,lebih baik aku mengakhiri hubungan antara kami. Aku tahu, perpisahan ini sangat menyakiti hati ku. Setidaknya pikiranku tenang, tidak berkelana kemana-mana,". Shelly, mulai tenang.
Beberapa menit kemudian. Akhirnya Laila dan Shelly,sudah sampai di kafe.
__ADS_1
Laila dan Shelly,juga melihat Al dan teman-temannya sedang bergurau lepas.
Shelly, semakin sakit melihat sang kekasih berdekatan dengan Olivia. Mereka saling, tertawa lepas bahkan Herman menghiraukan panggilan dan pesan dari Shelly.
"Sabar, Shelly. Mungkin Herman,memang berubah. Buktinya dia sudah mengabaikan panggilan mu". Bisik Laila. "Siapa perempuan di dekat Al, dari tadi mereka berdua saling bergandengan tangan dan mesra".
"Aaahhh... baru sadar aku, Lai. Itukan Kenny, kekasih Al Sebelum Annisa. ngomong-ngomong, Semenjak pacaran sama Annisa,Al masih sangat mencintai Kenny. Mereka putus,saat Kenny harus pindah sekolah ke luar negeri. Ternyata Kenny, balik lagi. Terlihat dari gerak-gerik mereka berdua, pasti balikkan lagi". Jawab Shelly,ia yakin itu adalah Kenny.
Dengan hati memanas melihat Herman,menyuapi makanan ke mulut Olivia. Shelly, dengan cepat menghampiri mereka.
Betapa terkejutnya Al dan teman-temannya. Seketika Al, melepaskan tangannya dari genggaman Kenny. Begitu juga Herman,ia merasakan tatapan Shelly begitu tajam.
"Aku sudah melihat semuanya Herman, hubungan kita cukup sampai di sini saja. Aku harap putusnya hubungan kita,secara baik-baik. Tidak saling membenci di antara kita,aku lelah sekali melihat sikapmu berubah". Shelly, menahan air matanya.
Laila,hanya memusut pundak Shelly. Agar sang teman tetap tegar, mengambil keputusan.
"Kalau jodoh, pasti kalian di persatukan lagi". Sahut Laila,ia mencoba menenangkan hati mereka.
"Antara dua sih..!!! jadi pempelai pria atau jadi tamu undangan". sahut Zakir,ia menyindir temannya. tepat sekali Al, langsung tersinggung dengan ucapan Zakir. tanpa merasa bersalah apapun, Zakir hanya santai-santai saja. Dion, langsung menyenggol lengan Zakir.
"Hemmmm...apa kalian mau,duduk dulu" ucap Dion,kepada Laila dan Shelly.
Shelly dan Olivia, mereka saling bertatapan muka. wajah mereka, terlihat saling membenci.
"Terima kasih Dion, sepertinya tidak perlu". jawab Laila, dengan sumringah. sepertinya memang benar,jika Al sudah memiliki kekasih.
Al, sesekali melirik Laila. Ingin sekali berada di sampingnya,namun sayang sang kekasih masih bergelut manja di lengannya. Sial,kenapa aku merasa tak enak seperti ini. seakan-akan aku, ketahuan selingkuh. batin Al. "Setidaknya kita kumpul-kumpul dulu, kita sudah lama tidak seperti ini," Al, mencoba membujuk Laila dan Shelly.
"kami permisi dulu". Pamit Shelly,menarik lengan Laila. "Tolong..jangan ikuti kami".
__ADS_1
"Maaf,". Lirih Herman,ia terduduk lemas. Ia ingin sekali menyusul Shelly,namun di urungkan niatnya.
Dion dan Zakir,hanya diam tak ikut campur dalam urusan pribadi percintaan mereka.
"yang sabar, semoga saja kalian berjodoh". Dion, menepuk pundak Herman.
Sedangkan Olivia, tersenyum kemenangan. Sekarang Herman,sudah tidak ada lagi memiliki hubungan apa-apa dengan kekasihnya. Sepertinya aku,berhasil menghancurkan hubungan mereka. Sekarang tinggal aku,yang mengisi hati Herman. Olivia,teman dekat Herman sekaligus sebagai sekertarisnya. tentu saja Olivia, selalu ada untuk Herman. sehingga Herman,juga merasakan nyaman dengan keberadaan Olivia.
Huufff.... sepertinya Laila, semakin menjauhi ku. Di saat Kenny, malah bergelut manja di lenganku. Aku yakin, Shelly sudah menceritakan semuanya tentang hubungan kami. Sialll....kenapa seperti ini,kenapa aku jadi merasa bersalah kepada Laila, gerutu Al.
"Kamu kenapa,sayang". Tanya Kenny, membuyarkan lamunannya.
"Aaahhh...tidak ada apa-apa,sayang". Jawab Al, tersenyum manis.
Sebenarnya Dion, Zakir dan Herman tahu apa yang di pikiran Al. Sudah pasti karena Laila,yang melihat langsung jika Al bersama perempuan lain.
kenapa Al,malah balikan dengan Kenny? terus bagaimana dengan Laila,masa mau di embat keduanya. batin Zakir,ia garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Aku yakin sekali,jika Laila semakin menjauhi Al. buktinya saja tadi Laila,acuh terhadap Al. nangis kejer kau Al,kalau Lailatul nikah sama orang lain, kekehnya Dion dalam hati.
Kenapa Shelly, tiba-tiba mengakhiri hubungan antara kami? apakah dia cemburu terhadap Olivia, maafkan aku Shelly. semoga suatu hari nanti, aku masih bisa memilikimu lagi. rasanya begitu sakit,saat kamu mengakhiri hubungan ini. Tapi,aku hanya pasrah dari pada nanti. aku selalu mengecewakan dirimu,maaf. semua ini salahku,batin Herman. wajahnya terlihat murung, seakan-akan dia tak percaya jika kehilangan Shelly.
Seketika mereka saling diam,tidak ada canda tawa lagi. membuat Kenny dan temannya merasa bingung. yang putus adalah Herman,kenapa mereka bertiga malah sedih.
Di saat Laila dan Shelly, sudah di parkiran motor. Shelly, langsung menumpahkan air matanya. Laila, langsung memeluk Shelly. Ia tahu jika perpisahan ini, sudah menyakiti perasaannya. Namun ini adalah langkah yang harus dilakukan,agar kedepannya jauh lebih baik.
"sekarang kita kemana?mau jalan-jalan sampai malam atau pulang". tanya Laila.
"pulang saja Laila,aku mau istirahat". jawab Shelly, ia begitu sedih sambil memeluk erat tubuh Laila dari belakang. maafkan aku, Herman. semoga kamu, mendapat kebahagiaan walaupun bukan denganku. maaf,aku mengakhiri hubungan kita. aku tak sanggup terus-menerus menahan cemburu dan mengganggu pikiranku. mengakibatkan fatal semuanya, ketahuilah cintaku kepadamu dengan sepenuh hatiku.
__ADS_1