
Ayunda, hatinya sudah terbakar emosi. Ia langsung mendekati Hafizah dan melewati suaminya.
Plakk... plakkk....
Dua tamparan mendarat di pipi Hafizah, itupun Ayunda. Ingin sekali menendang wajah munafik nya,namun di tahan J lalu di bawa ke pelukannya agak menjauh dari Hafizah.
Ibu-ibu lainnya juga geram, mereka terlihat puas karena Ayunda sudah menampar wajah yang tidak tahu malu itu.
"Kalau aku,jadi Ayunda. sudah aku, jambak-jambak hijabnya".
"Benar sekali,sampai puas aku menampar wajahnya yang sok polos,sok Solehah".
"mungkin aku,juga sama menjambak hijabnya sampai lepas. gak peduli dengan dia, walaupun istri Ustad". Decak ibu-ibu lainnya, sungguh tajam maki-makian yang di berikan untuk Hafizah.
"Kurang ajar sekali kamu Hafizah, tidak punya hati. Kau,tega melakukan hal keji ini terhadap Laila. Apa perasaanmu,senang ha? Karena sudah mendapatkan apa yang kau mau, seharusnya kau sadar diri Hafizah. Apa yang kau lakukan adalah salah, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kau inginkan.Tapi, dengan cara licik. Kau merasa menang, begitu? Aku dan orang-orang di sini, merasakan kau adalah perempuan yang penuh dengan iri dengki terhadap Laila". Tegas Ayunda, dengan tatapan tajam ke arah Hafizah.
Hafizah,hanya menatap lekat ke arah Ayunda. Ia merasakan rasa perih di kedua pipinya,namun sang suami malah meninggalkan dirinya.
"Kenapa kamu diam,mas? Bahkan orang-orang sekitar, mengolok-olok diri ku. Tidak ada perlawanan terhadapku,mas. Dimana letak kasih sayang, kepadaku. Apakah selama ini,kamu tidak mencintaiku mas. Asalkan mas,tahu..!! Mas,tidak akan bisa menceraikan diriku. Yah...karena aku hamil mas, anakmu". Seringai tajam Hafizah,ia memiliki kartu AS. Agar sang suami tidak akan menceraikan dirinya. "Aku harap dengan adanya anak kita, benih-benih cintamu akan tumbuh kepadaku". Hafizah, terlihat sangat terpuruk dalam percintaannya. Tidak akan pernah terjadi,jika suatu hari nanti kau akan menceraikan ku. Lalu menikah dengan Laila,tak akan aku biarkan.
Ustadz Zulkifli,hanya diam. Tak mampu berbicara apa-apa lagi, orang-orang sekitar juga merasakan iba terhadap dirinya. Karena Hafizah, impiannya menjadi gagal karena istrinya sendiri.
__ADS_1
Malu, itulah yang di rasakan Ustadz Zulkifli. Ia tak menyangka jika Hafizah,tega melakukan hal seperti ini.
"Hussssttttt... sudah sayang, jangan marah-marah tak perlu mengeluarkan tenaga hanya melampiaskan rasa amarahmu". J, memeluk Ayunda dengan erat.
Suasana semakin ricuh sampai-sampai anggota kepolisian kewalahan dan akhirnya di bubarkan.
sebenarnya J,ingin mengungkapkan satu rahasia lagi. tentang dokter Anwar dan keluarga Hamzah,namun keadaan yang tidak memungkinkan. ia langsung mengurungkan niatnya.
"Huuuuu... Usir mereka....huuuu". Teriak ibu-ibu, yang gemas kepada Hamzah dan Wulan.
Mereka di lempari beberapa sendal dan barang apapun di sekitar mereka. Hingga akhirnya Hamzah dan Wulan,di bawa entah kemana.
Beberapa menit kemudian. Akhirnya orang-orang juga bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Tak luput juga, mereka mencaci maki kepada Hamzah dan Wulan.
J, ingin menangkap Hafizah. Namun di urungkan niatnya, karena memandang ustadz Zulkifli. Sebelum Ustadz Zulkifli,pergi. J, sempat membisik sesuatu kepadanya. Akhirnya Ustadz Zulkifli,hanya mengangguk pelan.
Hafizah, berlari-lari kecil dan menyusul suaminya ke dalam rumah. "Aku minta maaf, mas. Aku salah, tapi semua yang aku lakukan karena kau sangat mencintaimu. Maafkan aku,mas. Demi anak kita,"
Hafizah, berlutut di hadapan suaminya. "Kau sudah melakukan kesalahan besar, Hafizah. Kau telah mencoreng nama baik ku, apakah kamu tidak pernah memandang siapa aku. Sehingga aku,tidak pantas menjadi seorang Ustadz. Sedangkan kelakuan istriku, seperti ini. Aku gagal mendidik istriku sendiri,apa kata orang-orang Hafizah. Malu,itu yang aku rasakan". Ustadz Zulkifli, menahan rasa amarahmya. Terlihat jelas rahangnya mengeras dan tangannya mengepal kuat.
"maafkan aku,mas. Aku salah,ampuni aku mas". Isak tangisnya Hafizah, pecah sambil memegang erat kaki sang suami.
__ADS_1
"Kurang apa aku, sebagai suamimu Hafizah? aku selalu menuruti kemauan mu, perhatian kepadamu. bahkan awal menikahi sampai saat ini,apa pernah kamu kekurangan apapun dariku? apa pernah tangan mulusmu, mencuci pakaian dan memasak untukku? apa pernah,aku melakukan dirimu dengan kasar? apa pernah,aku mengabaikan dirimu dan apa pernah aku membandingkan dirimu dengan wanita lain? Tidak pernah, Hafizah. aku,memang mendoakan Laila,tapi niatku hanya memberikan dia kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Laila,tidak memiliki keluarga Hafizah. setidaknya dengan doa-doa kita, insyaallah dia selalu dalam lindungan Allah SWT. bukan hanya Laila,aku doakan. bahkan Alm. orang tua kita, Hafizah. namamu yang aku utamakan,dalam doaku. sebenarnya aku,ingin sekali memarahi mu di hadapan orang-orang. tapi,aku sadar dengan semuanya. karena itu adalah aib rumah tangga kita, biarlah aku menanggung semua salah paham ini. Demi istriku,aku sangat mencintaimu Hafizah. jangan sampai cintaku, memudar karena sikapmu. apakah selama ini? kamu tidak merasakan cintaku,perlukah aku seperti orang gila. sepanjang jalan mengatakan jika aku, benar-benar mencintaimu. perlukah aku, mengumumkan di mesjid juga. Aku tahu,jika dirimu lah menjauhi cintaku terhadap Laila. aku tahu, Hafizah. Namun aku hanya diam, biarkanlah berlalu. tapi, kau tega mengecewakan semuanya dan menghancurkan segalanya. apakah karena rasa iri hati terlalu besar kepada Laila. sehingga cintaku,yang tulus tenggelam dalam iri hatimu,". Ustadz Zulkifli, menahan diri. matanya terpejam sambil mengucapkan semuanya,air matanya luruh sudah.
Hafizah, langsung terduduk lemas. seakan-akan dia,tak berdaya untuk menopang tubuhnya. nyatanya selama ini hanya salah paham,menyesal sudah tidak ada artinya lagi.
"Kau tau, Hafizah? jika aku tidak mencintaimu,maka dirimu juga di seret oleh Tuan J. karena aku, mencintaimu makanya Tuan J melepaskan dirimu. aku berjanji kepadanya, untuk memperbaiki dirimu menjadi lebih baik lagi. ingat Hafizah,jangan sampai aku menyesal menikahi mu. minta maaflah kepada Laila, sebelum terlambat. satu hal lagi, Hafizah. aku perlu waktu, untuk seperti dulu". Ustadz Zulkifli, melangkah pergi meninggalkan Hafizah yang menangis kesegukan.
Sebenarnya ustadz Zulkifli, tak tega melihat keadaan istrinya. Dengan cara ini, agar sang istri sadar dalam kesalahannya dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. "maafkan aku,mas. bagaimana aku, memperbaiki semuanya? apa perlu,aku menyatukan Laila untukmu. agar dirimu,mas. Aku tidak apa mas,jika di madu. asalkan tetap seperti dulu, maafkan aku". lirih Hafizah, kini hijab yang di gunakan basah karena air matanya.
Hafizah, apakah berhasil membuat Laila menjadi madunya. demi sang suami,agar dia seperti dulu?
Apakah Laila,goyah hatinya yang masih mencintai Ustadz Zulkifli.
Bagaimana perasaan Al,jika mengetahui semuanya. apakah dia merelakan Laila, menggapai cintanya yang pernah gagal.
TAMAT..
Episode selanjutnya tidak lanjut di sini, melainkan lanjut cerita baru lagi.
Judul cerita: ANTARA DUA PERASAAN
Cerita barunya,masih di review yan...
__ADS_1
Langsung cuss...masuk ke favorit..
makasih para setia pembacaku,love love dehh....