TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Potong Rokok


__ADS_3

"jangan main-main dengan ku Angel,kaungak pantas bersanding dengan ku.dasar wanita murahan". Decak Abraham,ia mendorong Angel. Sampai terjungkal ke belakang,dari pangkuan Abraham.


"Aaarghhh....tidak punya hati nurani kamu, Abraham". Bentak Angel,ia terisak-isak di lantai.


Abraham, langsung mengambil salah satu ikat pinggang di dalam laci.ia menyeringai tajam, matanya memerah menatap Angel.


Angel, berlahan-lahan mengundurkan diri,ia sangat takut saat melihat ikat pinggang di tangan Abraham. Abraham, semakin mendekatinya.


"Aku mohon, jangan.....jangan....aku salah Abraham, ampuni aku jangan sakiti aku. Aku menyesal sudah melampaui batas". Derai air mata mengalir deras di pipi Angel, kepalanya bergeleng-geleng.


"Tidak ada kata ampun di hidupku Angel, terimalah karena kesalahan kamu sendiri". Senyum semerik Abraham. Ia melayangkan ikat pinggang ke arah Angel.


Ceeeteerr..... ceeeteerr....


Dua cambukan melayang di tubuh Angel. tepatnya di bagian tangan,paha. tentunya juga terkena bagian tubuh lainnya.


"Aaaaaa....bu ivankaaaaa.... aaaaaarggghhh.... sakiiitttt..... aaaargghh... cukup Abraham, ampunilah aku. aku mohon jangan cambuk itu lagi". diiringi dengan gelengan kepala Angel.


Teriak-teriak meminta ampun,namun Abraham hanya tertawa dan tersenyum puas. ia sangat senang menyiksa mantan istrinya,ia sudah lama menahan rasa sabar,karena sikap Angel.namun kali ini ini, kesabarannya sudah sirna. ia benar-benar sangat membenci mantan istrinya,apa lagi mengingat atas penghianatannya dulu.


"Hahahaha...pelacur seperti mu,memang pantas di beri pelajaran Angel,kamu ingin menggoda ku ha...!! agar luluh dengan wanita seperti dirimu ini,jangan harap aku tergoda dengan tubuh mu yang menjijikkan ini. sudah berapa orang yang menjamah tubuh mu ini ha..?? demi ketenaran,popularitas dan menjadi model terkenal, sehingga mengorbankan tubuh mu ". Bentak Abraham,ia segera melayangkan ikat pinggang lagi.


Secepatnya Angel, menggeleng kepalanya. "Tooollooooonggg....toooloong....toolong...ibuuu...!!!! teriak Angel. "jangan Abraham,jangaaaaann....!!!!".


Ceteeer ....ceteeerr .... ceteeerr....


Cambukan Ikat pinggang begitu keras di layangkan ke tubuh Angel.


Tangan,paha dan tubuhnya Angel. Sudah memerah kebiruan.


"Tolooong,toooloong ... ampunilah aku Abraham,aku tidak akan mengulanginya lagi. Ampunilah aku, aku menyesal". Isak tangisnya Angel,ia meringsut di lantai.


Merasakan tubuhnya terasa sakit dan nyeri. Sedangkan Abraham,ia tersenyum puas.


"Ck,kau pantas mendapatkan hadiah ku seperti ini ******. Makanya jangan berani-berani kamu nekat terhadap ku". Sinis Abraham,ia mengembuskan asap rokok ke wajah Angel.


Abraham, tersenyum kecil saat memandang potong rokok. Ia langsung mendelik ke arah Angel.

__ADS_1


Angel, paham maksud dari mantan suaminya dengan asap rokok. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan meminta ampunan, Namun ringisan dan permohonan ampunnya tidak di hiraukan Abraham..


Buughhhh..


"Aaaargghhh....kau pria jahat Abraham,kau pria berengseeeekkk....". Teriak Angel,ia manahan rasa sakit di bagian perut. Karena satu tendangan di berikan Abraham,di perutnya cukup keras.


Abraham, langsung berjongkok di hadapan Angel. Ia manatap ke arah pangkal paha mulus Angel,ia menyeringai tajam.


Potong rokok yang masih menyala terlihat dari ujung rokoknya, di tekankan ke arah pangkal paha Angel .


Teriak demi teriakkan keluar dari mulut Angel,namun tidak ada yang menolong. ia memberontak namun hasilnya nihil.


plakkk..plakkk...


dua tamparan mendarat di pipi mulusnya Angel,ada darah di sudut bibirnya. tamparan keras dari telapak tangan Abraham, jari-jari yang besar.


"Aaaaaaaa...tolooong....


Sakiiitttt....kau psikopat Abraham,aku akan menuntut atas perlakuan mu ini". Teriak Angel,ia menatap pahanya sudah melempuh karena potong rokok. ia juga menyentuh sudut bibirnya begitu perih.


"Hahahahah ....teriaklah sekuat tenaga mu Angel,kamar ini sudah kedap suara. Silahkan kamu mau menuntut atas perlakuan ku ini,tapi satu hal. Aku bisa saja menghancurkan karirmu, dengan sejentik jariku". Senyum semerik Abraham.


Tidak,aku tidak mau kehilangan karirku. Yang susah payah aku,kejar dan aku korbankan. "Awas kamu Abraham, tunggu pembalasanku. Auuu.... aaaargghhh,sakittt....apa kamu puas ah? Apa yang telah kamu lakukan kepadaku Abraham. Kau pria jahat,". Angel, meringis kesakitan. Ia tak mampu berdiri.


Sedangkan bu Ivanka,tengah berbahagia. Ia yakin anaknya dengan Angel,tengah enak-enakan di dalam. Buktinya Angel, sudah lama di dalam kamar Abraham. Padahal Angel,tengah di siska oleh Abraham.


Angel,tak percaya jika mantan suaminya. Bisa-bisanya berbuat seperti ini, begitu kejam dan menakutkan. Saat Abraham, masih jadi suaminya. Ia begitu perhatian terhadap Angel, penuh kasih sayang. Namun saat mengetahui Angel,tengah berselingkuh dengan seorang pria fotografer profesional. Saat itulah Abraham, begitu murka kepada Angel.


"aku beri waktu lima dekit, untuk keluar dari kamar ku. atau aku seret kamu Angel,". ia menatap tajam ke arah Angel.


Angel, mendapatkan ancaman. ia mencoba berdiri,karena tubuh yang lemah tentu saja tidak bisa.


"Ck, dasar wanita lemah. berdiri saja tidak mampu". Decak Abraham,ia langsung menarik kaki Angel dan menyeret paksa keluar dari kamar.


"Aaaaaa... lepaskan...aaaaaa". teriak Angel,karena tubuhnya di tarik oleh Abraham. begitu jelas lengan kekarnya.


Buugghhh.....

__ADS_1


tubuhnya Angel, terpental ke arah tembok. "Auuuuu...ssssshhh...sakiiiit....". isak tangisnya Angel. sekuat tenaga untuk berdiri namun lunglai juga.


Braaaakkkkk.....


Abraham, langsung menutup pintu kamarnya begitu keras. meninggalkan Angel,masih kesakitan diluar sana.


******


Di tempat lain. Ayunda,tengah senyum-senyum sendiri di depan cermin. Dua hari lagi,dia akan bertemu dengan sang pujaan hati.


"Papah,pulang. yeyeyehhh....". Al,juga kegirangan karena tak lama lagi bertemu J.


"Ciyeehh, senyum-senyum sendiri". Ledek bi Ijah.


"Apaan sih,bi. Kaya bibi gak pernah senyum-senyum gitu,asal bibi tau yah. Aku sering memergoki bibi tengah telpon-telponan sama ayang bibi, senyum-senyum gak jelas pula". Ledek Ayunda.


Bi Ijah, langsung malu-malu kucing karena ketahuan. "Hemmm...sok malu-malu deh. Ciyeeee..bi Ijah, bucin-bucin". Ledek Ayunda,lagi


"Ayundaa". Seseorang memanggil namanya di ambang pintu rumah.


Ayunda dan bi Ijah, langsung menoleh ke arah sumber suara. Ia terkejut melihat siapa yang datang.


"Mas Hendri,". Gumam Ayunda,namun ia ingat pesan J. Jangan lagi menyebut dengan sebutan mas. "Ngapain kamu ke sini Hendri" delik mata Ayunda.


"Mas,kangen Ayunda. Lihatlah kaki mas,sudah lumayan sembuh. Walaupun berjalan agak pincang,tapi tangan mas cacat permanen. Kenapa kamu menyebut namaku saja Ayunda,kenapa tidak ada kata Mas". Hendri,mulai mendekati Ayunda.


"Stoooopppp.....!!!! Jangan dekat-dekat kamu". Tegur Ayunda


"Mas,kangen dengan mu Ayunda. Mas, menyesal sudah menyia-nyiakan kamu". Hendri, langsung mengiba di kaki Ayunda.


"Aku sudah memaafkan kamu, Handri. Terimakasih atas semuanya, pergilah. Jangan ganggu hidupku lagi". Ayunda, langsung menjauhi Hendri.


"Terimakasih Ayunda,sudah memaafkan mas. Ketahuilah mas, masih mencintaimu. Seandainya ada kesempatan untuk ku,aku janji akan memperbaiki semuanya". Ucap Hendri,ia menatap lekat ke arah Ayunda.


"Sampai kapanpun aku tidak bisa kembali kepadamu,lebih baik. Kamu pergi dan cari kebahagiaan sendiri". Jawab Ayunda,ia tak lagi memiliki rasa cinta walaupun sedikit.


"Baiklah, semoga kamu bahagia Ayunda. Aku pamit,jika kita bertemu lagi. Jangan pernah membenciku,bisa kah kita saling menyapa jika bertemu" pinta Hendri.

__ADS_1


"Hemmm...tentu bisa Hendri,aku doakan semoga kamu bahagia". Senyum merekah Ayunda.


Kini Hendri,pamit dan meninggalkan perkarangan rumah Ayunda.


__ADS_2