
Sore harinya, Laila nampak berjalan di pinggir jalan. Niatnya ingin pergi ke acara selamatan di rumah bu Wendah. Tiba-tiba dari arah belakang, Seseorang sedang naik motor tengah oleng
"Awassss.....!!!!!" Teriak seseorang lalu menarik lengan Laila. sehingga dia,yang kena serempet motor
Bruaakkkkkkk......
"Aaaakkhh..." Teriak seorang wanita, yang menyelamatkan nyawa Laila. ia sedikit terguling di jalan raya, walaupun tidak ada cedera serius hanya lecet-lecet semata.
"Astagfirullah,". Ucap Laila,yang tersungkur di Padang rumput. Laila, terkejut melihat seorang wanita tengah menjerit kesakitan di pinggir jalan. Laila,juga merasakan tubuhnya sakit, terkena tumbuhan berduri.
"Aaaakkhh.... sakitttt....tolong". Pinta wanita, tersebut yang sudah menyelamatkan nyawa Laila. ia terduduk di jalan raya,saat ini jalanan terlihat sepi.
"Ya Allah, kak... tolooong.... Toloooong....". Teriak Laila, sedangkan yang menabrak tersebut telah lari. Namun ia sempat melihat plat nomor motor tersebut. Entah kenapa tidak ada satu orangpun lewat di jalan ini, Rumah-rumah sekitar terlihat sepi.
"Toooloong....ya Allah,kak. Kenapa harus menyelamatkanku. Biarlah aku,yang kena tabrakan tidak papa.. tolooong.... bertahanlah kak,semoga ada yang membantu kita....". Ucap Laila,ia beberapa kali minta tolong.
"Tidak apa,hanya luka sedikit saja.lihatlah hanya lecet-lecet sedikit saja,cuman kakiku yang sakit". Ucap wanita tersebut, Laila langsung membantu berdiri.
Akhirnya beberapa orang menolong mereka,tanpa di duga ternyata yang menolong Laila adalah istri Hamzah yang bernama Wulan. Yang sempat di perkenalkan oleh ustadz Zulkifli.
"Di bawa rumah sakit hati saja, takutnya terjadi apa-apa. Takutnya kak Wulan, terkena luka dalam. Biar aku yang menanggung biaya rumah sakit nanti,anggap saja sudah menyelamatkan ku tadi.". Pinta Laila, kepada Hamzah dan Wulan.
"Tidak perlu kak,kita sesama manusia saling menolong satu sama lain". Jawab Wulan.
"Namanya Laila,sayang. Di kenalkan oleh Ustadz Zulkifli. Dia bekerja di supermarket simpang sana. Laila,apa yang di katakan istriku benar. Kita sebagai manusia, memang saling membantu". Sahut Hamzah, dengan senyuman khasnya.
"Ya Allah, terimakasih kak Wulan dan kak Hamzah. Jadi gak enak,kalau ada apa-apa. Laila, bakalan bantu. Untuk menebus telah menyelamatkan nyawa Laila. Jangan panggil kak Laila,kak Wulan. Seperti lebih tua kak Wulan, daripadaku. Panggil nama saja kak Wulan". Ucap Laila, tersenyum sumringah
"Baiklah Laila,salam kenal yah. Kapan-kapan kita ngobrol-ngobrol,gitu. Kami permisi dulu,kalau main-main. Datang saja di rumah ustadz Zulkifli". Ucap Wulan,mampu membuat Laila terdiam saat mendengar nama Ustadz Zulkifli.
__ADS_1
"Kami permisi dulu, Laila. Assalamualaikum". Pamit Hamza dan Wulan.
"Wa-walaikum salam". Jawab Laila, menatap kepergian mereka. Walaupun hati Laila,entah kenapa jadi gelisah. Kenapa mereka tidak mau,pergi ke rumah sakit. Tapi, siapa yang sudah menyerempet aku tadi. Untungnya kak Wulan, menyelamatkan nyawa ku.semoga saja ke depannya tidak apa-apa, Aaamiiinn.
kini Laila, melanjutkan perjalanan ke acara tersebut. Entah kenapa dia, kepikiran tentang tadi. perasaannya sangat gelisah, seperti akan terjadi sesuatu.
*******
Beberapa hari kemudian.
Tiba-tiba saja,di depan rumahnya ada Hamzah, Wulan dan Hafizah.
Mereka sedang menunggu kepulangan Laila, sedangkan Laila nampak bingung.
Laila, langsung bergegas membuka pintu rumah dan mempersilahkan mereka masuk lalu duduk di ruang tamu.
Laila, langsung bergegas membuat minuman dan mengeluarkan cemilan untuk mereka.
"Bacalah dulu, Laila. Biar kamu paham,apa maksud kedatangan kami". Ucap Wulan, terlihat tegas.
Laila, langsung membuka kertas tersebut dan menoleh ke arah Hafizah yang hanya tersenyum kecil.
Mata Laila, membulat seketika saat membaca.isi kertas tersebut adalah keterangan pemeriksaan medis rumah sakit atas nama Wulan.
Keterangan seluruh bahwa Wulan, kesusahan untuk hamil karena rahimnya rusak akibat kecelakaan . Ya Allah, jangan-jangan kak Wulan tidak bisa hamil karena menolong ku kemarin.tidak mungkin, bukankah kemarin baik-baik saja. Hanya cedera kaki, itupun tak parah,batin Laila. Ia meremas kertas hasil pemeriksaan medis Wulan.
"apa kau paham, Laila? Kau sudah membacanya bukan,bahwa rahimku susah. Itu karena aku, menolong mu kemarin. Memang aku, tidak memiliki luka parah tapi luka dalam yang aku dapatkan". Ucap Wulan, dengan nada serak. air matanya luruh sudah, betapa hancurnya bagi seorang wanita jika dia di nyatakan tidak bisa hamil.
"kau harus bertanggung jawab Laila,atas kejadian ini semua". Sahut Hafizah. "kasian Wulan,yang mengorbankan semuanya demi kau".
__ADS_1
"Tanggung jawab, seperti apa? Aku tidak paham". Jawab Laila, sekuat mungkin menahan air matanya. Ya Allah, apakah ini benar? tidak mungkin,Ya Allah.
"Tanggung jawab lah,atas kejadian ini. Bukankah manusia saling menolong,bukan? Lahirkan anak untuk kami,aku meminjam rahimmu Laila". Ucap Wulan, langsung. Dengan tatapan tajam ke arahnya. "Apa kamu tega dengan ku, seorang wanita lemah tidak bisa memiliki anak karena rahimku rusak".
"Kita akan menikah, membuatmu hamil. Lalu setelah lahir anak itu,kita akan bercerai. Anak yang kau lahirkan,jadi anak kami. Kau tak berhak mengakui anak tersebut,karena ini hanyalah tanggung jawab. Membalas budi kepada istriku,yang sudah menyelamatkan nyawa mu. Kau seorang perempuan, memiliki rahim tidak rusak. Kehilangan anak satu,tidak apa-apa. Kau bisa hamil nantinya,kami sudah memikirkan matang-matang untuk masalah ini. istriku tidak masalah jika aku berpoligami asalkan, hanya sementara saja. ini juga demi keturunan keluarga Hamzah,mau tidak mau
kau harus menuruti perintah kami". Kata Hamzah, menjelaskan semuanya.
Kini air mata Laila,lolos juga. Ia terdiam tampak tak percaya,apa yang di inginkan oleh mereka yaitu lahirkan seorang anak di rahimnya. bahkan sangat menyakitkan lagi,jika anak tersebut lahir. bukan kehilangan suami saja, melainkan kehilangan buat hatinya. "Tidak akan,aku tidak mau melakukan hal keji ini. Kalian menjebak ku kan, mempermainkan diriku. mana ada seorang ibu, meninggalkan anaknya dan tidak mengakui anaknya sendiri. yang susah payah bertaruh nyawa melahirkan darah dagingnya sendiri". Bantah Laila,mana mau dia menjadi istri kedua dan melahirkan anak untuk mereka. Ya Allah, tolonglah hamba. berikanlah petunjuk jika memang mereka berbohong kepadaku.
"Kau harus mau, Laila. Ini semua karena kamu, gara-gara aku menyelamatkan nyawamu. Rahimku rusak Laila,aku seorang wanita. Ingin memiliki anak juga, berilah belas kasian mu. Kami tidak ada niat mempermainkan dirimu,kalau tidak percaya. Ayo... sekarang kita ke rumah sakit dan bertemu dengan dokternya langsung". Kata Wulan, terlihat air matanya mengalir di pipinya. "Kau kejam Laila,sudah sepatutnya menolong sesama manusia. apa lagi aku,yang sudah mempertaruhkan semuanya. seharusnya tidak masalah jika kau menuruti kemauan kami".
"Laila, seharusnya kamu memiliki hati nurani. Bagaimana dirimu,menjadi Wulan. Setidaknya lahirkan anak untuk mereka, setelahnya beres bukan. Setelah anak lahir,kau bebas Laila". Kini Hafizah, ikut-ikutan menyudutkan Laila.
"Secepatnya Kita akan menikah,tenang saja. Selama kau, menjadi istriku. Aku akan memberikan nafkah uang kepadamu. Setelah kita berpisah,aku lepas tanggung jawab karena anak kita nanti kami yang merawat. Dan kamu Laila,jangan pernah mengakui anak itu adalah anakmu". Ucap Hamzah, mampu menggores luka di hatinya.
Laila,meremas ujung bajunya. "Baiklah,aku akan melakukan hal yang kalian mau. Aku akan menjadi istri keduamu dan melahirkan anak. Ini semua karena aku,merasa kasian kepada kak Wulan. Anggap saja aku,balas budi. Tapi satu syarat, berikan aku bukti. Jika benar rahim kak Wulan rusak karena kecelakaan". Pinta Laila, dengan tegas. "Tapi, jika tidak benar.jangan harap aku mau melakukan apa yang kalian mau".
"Baiklah Laila, berjanji lah. jika itu terbukti,maka kau siap-siap jadi maduku dan lahirkan anak untuk kami". Wulan, menerima tantangan dari Laila.
"Awas.... kalau kau, ingkar janji Laila". Hafizah, langsung menunjuk tangannya di wajah Laila. seakan-akan dia,juga marah kepadanya.
lutut Laila,terasa lemas. apakah ini jalan takdir hidupnya, kenapa Tuhan memberikan s ujian sebesar ini kepadanya. ingin sekali mengadu,tapi dengan siapa. apakah benar jika rahimnya Wulan rusak, gara-gara kecelakaan kemarin. sehingga mengakibatkan luka dalam sangat parah.
kini mereka sama-sama pergi, rencananya untuk pergi ke rumah sakit. dimana wulan,di periksa.
"Ehh.. kamu kenapa, Laila? kenapa menangis dan mau kemana". tanya Ayunda, menghampiri Laila. kini Laila, langsung memeluk Ayunda.
"Tolong aku, Tante". Isak tangisnya Laila, langsung pecah di pelukkan Ayunda.
__ADS_1
"Pelan-pelan sayang, beritahu Tante". Ayunda, membujuk Laila. agar mau memberitahu kepadanya. Laila, langsung menceritakan semuanya secara berlahan-lahan. syok dan terkejut, itulah yang di alami Ayunda. Setelah selesai bercerita, barulah Laila pergi menuju rumah sakit tersebut.
Ayunda, langsung bergegas pergi ke rumahnya. wajahnya terlihat sedang menahan amarahnya,yang siap-siap untuk dikeluarkan. terlihat jelas Ayunda,tengah menelpon seseorang,meminta menyelidiki semuanya. Ayunda, sudah menganggap Laila seperti anaknya sendiri.