TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Berbelanja


__ADS_3

"Senang sekali berbisnis denganmu nona Ayunda,". Senyum merekah Abraham Samad, seorang pria berstatus duda saat ini umurnya sudah 32 tahun.


"Terimakasih pak Abraham,saya juga senang bisa bekerja sama dengan anda,". Terlihat senyum kecil di sudut bibirnya Ayunda.


"Ahh....jangan terlalu formal begitu,bicara sama aku. Lagian kita sudah selesai meeting, panggil saja dengan sebutan Abraham,". Kekehnya.


"Maaf,saya kurang sopan pak kalau hanya menyebutkan nama saja". Tolak Ayunda, sebenarnya dia tak enak hati saat mendengar perkataan Abraham.


"Aduhh...kalau di panggil bapak-bapak,aku kaya tua banget Ayunda. Berasa aku bapakmu,". Alibi Abraham.


"Oh,jadi pak Abraham. Menolak tua yah,pak". Tanya Kevin,namun secepatnya Ayunda melotot ke arahnya.


Mendengar perkataan Kevin. Abraham, langsung menatap tajam ke arahnya.


Glekk...karena dapat dua tatapan tajam.Kevin, hanya cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kamu kalau ngomong di jaga,". Bisik Ayunda,ia me menekan ujung sepatu hells ke kaki Kevin dan menekan sekuat mungkin.


Kevin,hanya mengangguk pelan dan menahan rasa sakit di kakinya. Walaupun dia menggunakan sepatu,tetap saja injakan sepatu hells Ayunda masih berasa.


"hehehehe, maafkan ucapan Kevin. Dia hanya bercanda kok,biasa iseng. Apa lagi ini diluar pekerjaan kita,jadi anggap saja hiburan,". Senyum merekah Ayunda .


"Hemm...saya mau bicara dengan lainnya,". Kata Abraham, sedikit dingin.


Ayunda, langsung menatap tajam ke arah Kevin. Semoga saja, Abraham tak membatalkan kerja samanya


Di sebuah ruangan meeting. Ada beberapa kolega bisnis lainnya,tengah berbincang hangat kepada rekan bisnis lainnya.


"Ayunda, sepertinya pak Abraham Samad. Terlihat jelas dia menyukai mu,apa lagi dia sudah menduda dua tahun. Tapi gak punya anak,". Bisik Alex,kepada Ayunda.


"Duda,tanpa anak. Cocok sama kamu,duda ketemu janda,". Bisik Kevin,di sebelah kiri.


Hemm.. sepertinya mereka mencoba merayu ku,akam aku kasih kalian pelajaran,senyum semerik Ayunda.


"Keliatan berwibawa sekali Ayunda,aku dengar-dengar. Aaaaauu...auuu....,". Jerit Kevin bersamaan dengan Alex.


"Aauu...auuuu..sssttt... sakiiiiitt....,". Jerit Kevin dan Alex. Saat ini mereka sedang di jewer oleh Ayunda.

__ADS_1


Ayunda, langsung menghentak kakinya dan pergi meninggalkan ruang meeting. Untung saja acara meeting mereka,sudah selesai.


Terlihat semua rekan bisnis lainnya, tercengang melihat Kevin dan Alex. Mereka saling memusut telinga masing-masing terlihat memerah.


Kevin dan Alex,hanya menunduk malu.


"Ada apa? Kenapa Nona Ayunda, tiba-tiba keluar," tanya Abraham Samad. Kepada Kevin dan Alex.


"Tidak, apa-apa. Di ada hal penting yang harus di kerjakan, makanya keluar duluan,". Alibi Kevin.


"Yah, padahal saya. Mau mengajak Nona Ayunda,makan siang bersama". Ucap Abraham. Entah,mengapa aku merasakan sesuatu di dalam diriku saat memandang wajah cantik Ayunda.


"hemmm...soal itu,nanti saya usahakan bisa makan bersama anda,tuan Abraham,". Sahut Alex, dengan cepat.


"Baiklah,saya tunggu kabar baiknya. Saya dan lainnya pamit,keluar". Ucap Abraham,kepada lainnya.


Selesai acara pamit dan yang lainnya juga keluar dari ruang meeting. Kevin, menatap tajam ke arah Alex.


"Kau apa-apaan Lex,kamu tau bukan? Kalau Ayunda,sudah di lamar J. Apa kamu mau kepalamu di penggal,". Kata Kevin,kepada Alex.


"Oh....jadi istriku memiliki ribuan alasan. Kenapa baru sekarang aku tahu,". Decak Kevin,ia juga menyusul Alex keluar.


Alex, bukannya pergi meninggalkan kantor Ayunda. Namun iya,malah pergi ke ruang kerjanya Ayunda.


"Lo, kenapa ke sini? Gak balik kekantor kamu,". Tanya Ayunda,ia tengah mencek beberapa berkas di meja kerjanya.


"Males, kerjaan aku sudah beres. Mending nongkrong di sini, bersamamu besti,". Kedip mata Alex. "Kalau gak kita gosip-gosip model kaya emak-emak, tetangga mu Ayunda. Aku lagi gak mood nih,". Rengeknya Alex.


"Ck,jiwa emak-emak. Pesan makanan kek,biar enak". Ucap Ayunda. "Bentar lagi,beres ini".


"Siap,bos. Aku lupa,tadi pak Abraham mau ngajak kamu makan diluar gitu. Kaya ngedate bareng sama dia".


Mendengar perkataan Alex, membuat Ayunda terkejut. "Ehh...monyong,jangan ngadi-ngadi kamu.jangan-jangan ide gila kalian nih,". Tuduh Ayunda,kepada Alex dan Kevin.


"Aku tadi lupa gimana jadinya,kalau pak Abraham ngajak makan bareng. Lumayan lo,buat cadangan". Alex, memainkan kedua alisnya turun naik


"Apa kamu lupa Lex,aku sudah memiliki tunangan". Bantah Ayunda.

__ADS_1


"Hemmm...paham, gampang kalau masalah itu. Kamu bikin skenario yang bagus,buat menolak ajakan pak duda tampa anak,". Kekeh Alex,ia menyunggingkan senyumnya.


Ayunda,hanya menghela nafas dalam-dalam. Ia benar-benar geram kepada Alex dan Kevin.


*****


Sepulang bekerja. Ayunda, berbelanja bahan makanan di Mall.


Ia mendorong stroller belanjaan dengan sendirinya tanpa seseorang menemani.


"Ayunda,". Panggil seseorang pria di hadapannya.


"Pak Abraham,". Gumam Ayunda, namun masih terdengar olehnya. Kenapa bisa ketemu pak Abraham,di sini. Tapi dia sendirian tanpa sekertarisnya,batin Ayunda.


"Wehhh... banyak juga belanjaan kamu Ayunda, jangan panggil pak dong. Panggil saja namaku saja,apa lagi kita di luar seperti ini,". Senyum kecil Abraham,ia juga mendorong stroller belanjaan.


"Hemmm...iya,biasa belanja bulanan,". Jawab Ayunda, sebenarnya tak enak jika memanggil dengan nama saja.


"Oh,aku dengar-dengar kamu memiliki anak laki-laki. Kapan-kapan ajak lah, bertemu dengan ku.ini aku berikan mainan untuk anakmu, sebenarnya waktu di kantor tadi,cuman ketinggalan. Untungnya kita bertemu di sini,". Kata Abraham. Ia menyodorkan paper bag kepada Ayunda.


"Wahh... makasih banyak Abraham, jadi gak enak". Ayunda, langsung menerima hadiah dari rekan kerjanya. Menolak pun tak enak,lebih baik di ambil lagian untuk anaknya juga.


"hemmm...apa sudah selesai belanjaannya,kalau sudah gimana kita bareng aja ke kasir. Hari ini biar saya saja mentraktir semuanya". Kata Abraham,namun langsung di tolak Ayunda.


"Tidak, Abraham. Biar aku saja,yang membayar belanjaan ku. Kita bayar masing-masing,apa lagi sudah membelikan mainan untuk anakku,". Tolak Ayunda. Duhhhh...jadi ribet begini sih,kenapa juga harus bertemu dengan pak Abraham, gerutu Ayunda.


"Gimana selesai berbelanja kita makan-makan dulu, baru pulang". Pinta Abraham, sesekali ia melirik ke arah Ayunda.


Walaupun menjadi janda dua kali,tentu saja kecantikan melebihi anak perawan.


"Hehehe..sekali lagi maaf nih,aku buru-buru balik ke rumah. Biasa sudah di tunggu anakku,jadi saya duluan ke kasir,". Pamit Ayunda,ia mendorong stroller belanjaan dengan kecepatan agak melaju dan meninggalkan Abraham.


Ia mendorong agak pelan. Abraham,masih setia melihat Ayunda.


Saat di mobil. Ayunda,juga memasukan semua belanjaannya. Tak lama Abraham, mendekati Ayunda.


Karena sering di dekati Ayunda,juga merasakan risih oleh pria tampan berstatus duda.

__ADS_1


__ADS_2