TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Expart (02)


__ADS_3

Ayunda dan J, mengadakan syukuran atas tujuh bulan kehamilan Ayunda.


Acara di gelar begitu meriah, walaupun dengan sederhana hanya undangan kerabat dekat dan para tetangga sekalian.


"Wah, akhirnya Hendri bawa siapa tuh". Sindir ibu-ibu di tempat.


Spontan Ayunda, langsung menoleh ke arah Hendri. Memang benar jika mantan suaminya,tengah menggandeng seorang wanita cantik.


"Oh,dia calon istriku bu". Jawab Hendri, dengan santainya.


"Baguslah kalau sudah memiliki calon,gak mengharapkan Ayunda terus". Sahut ibu lainnya.


"Silahkan, cicipi hidangannya,". Kata bu sumi,ia tersenyum kecil.


Orang-orang sekitar menoleh ke arah Hendri, mereka sangat kepo. Wanita darimana yang di bawa Hendri, sepertinya bukan orang dekat-dekat sini.


Hendri dan calon istrinya, langsung mendekati Ayunda dan J.


"Selamat Ayunda,atas kehamilan yang ke tujuh bulan,". Kata Hendri,ia tersenyum merekah dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Dengan cepat J, langsung menyambut uluran tangan Hendri.


"Terimakasih,atas doanya". Jawab J, menatap tajam ke arah Hendri.


"Makasih Hendri. Alhamdulillah, sudah punya calon,". Kata Ayunda, tersenyum kecil. Semoga saja, Hendri benar-benar berubah.


"Terimakasih,mba. Salam kenal, sebentar lagi kami akan menikah. Kenalkan namaku Yenny Anggraeny, panggil saya Yenny,". Kata Yenny, mengulurkan tangannya dan di sambut hangat oleh Ayunda.


"Wahh...salam kenal, namaku Ayunda,". Senyum kecil di sudut bibirnya Ayunda.


Hendri, langsung pamit untuk menyatap makanan yang di sediakan untuk tamu.


Tak lupa juga bisik-bisik tetangga mulai terdengar di telinga Yenny dan Hendri. Yenny,merasa risih dan ingin cepat-cepat pulang saja.


Hendri, terpaksa menuruti kemauan calon istrinya.


"Lo, kalian mau pulang". Tanya bu Sumi, mencegah mereka.


"Iya,bu. Kami ada perlu lainnya,". Jawab Hendri, dengan cepat.


"Nanti sajalah, siapa tahu. Calon istrimu,mau kenalan sama kita-kita. Bukankah kami ini,jadi tetangga kalian". Sahut ibu lainnya.


"Makasih banyak,bu. Saya pamit dulu,ada urusan penting". Alasan Yenny, langsung menarik lengan Hendri dan meninggalkan acara Ayunda.


Tak henti-hentinya para ibu-ibu dan teman-temannya Ayunda. Mereka berfoto bersama dan berbagai gaya. Ayunda,juga menghiasi wajah menggunakan make up tipis.

__ADS_1


Bahkan para bapak-bapak lainnya minggir-minggir dulu,kalau emak-emak sudah eksis semuanya harus minggir. J,juga tersingkir oleh emak-emak. ia bergabung dengan Regan, Kevin, Farhan dan Alex.


mereka hanya melihat dari kejauhan keseruan istri-istri mereka,yang tengah bergabung dengan emak-emak.


Wajahnya bertambah cantik, bodynya juga berisi.


Apa lagi J, sangat menyukai Ayunda hamil. Selama hamil,ia begitu agresif dan penuh gai-rah saat melakukan hubungan in-tim. Mungkin efek hormon kehamilan.


*****


Dua hari kemudian. Berita terkait pernikahan Hendri dan Yenny, akhirnya terdengar juga.


Mereka melakukan akad nikah,tapi di rumah orangtuanya Yenny.


Ayunda dan lainnya,tidak pernah di undang oleh Hendri. Kata Neli, mereka hanya melakukan akad nikah saja tanpa ada acara resepsi pernikahan segala.


"Baguslah,kalau Hendri sudah menikah. Jadi aku tenang tidak kepikiran lagi,". Kata J, menikmati secangkir kopi panas.


"Hemmmmm...aku juga sayang, akhirnya tidak mengharapkan aku lagi. Semoga saja dia benar-benar berubah,tidak seperti dulu,". Kata Ayunda,ia masih bergelut manja di pangkuan suaminya.


"Aku mau berangkat kerja dulu, sayang. Banyak yang aku lakukan di distrik militer,". Pinta J,agara Ayunda menjauh dari pangkuannya.


"Pulang cepat yah,". Pinta Ayunda, dengan wajahnya memelas.


Dengan berat hati, Ayunda melepas pelukkannya dari Suaminya.


"Jaga mamah,sayang". Ucap J,kepada anaknya Al.


"Pasti pah,aku akan jaga mamah dan adek,". Jawab Al,ia tersenyum merekah.


Ayunda, menatap kepergian suaminya dari teras rumah.


Ia juga berniat jalan-jalan pagi dulu, terlihat ibu-ibu sudah ramai menunggu paman sayur.


"Aduhhh....perutmu jadi gemes Ayunda,gak sabar adiknya Al lahir". Bu Sumi,mengelus perut buncitnya Ayunda.


"Makasih,bu sum". Jawab Ayunda, dengan senyuman.


Saat paman sayur datang, Ayunda. Juga ikut memilih bermacam-macam sayur,apa lagi terlihat jelas sayurannya begitu segar-segar.


"Aku dengar-dengar kalau Fitri,sudah Cerai sama suaminya,". Kata ibu-ibu lainnya.


"Ahh...masa sih,bu. Katanya gak mau cerai, tapi kenapa cerai juga". Tanya ibu lainnya.

__ADS_1


"Katanya gak sanggup, lagi. Karena istri sahnya selalu gangguin dia,bahkan sudah dua bulan dia tak dapat nafkah dari sang suami".


"Mana enak bu,jadi istri simpanan begitu. Apa lagi jadi pelakor siap-siap hidup gak enak dan damai".


Ayunda,hanya manggut-manggut mendengar perkataan ibu-ibu yang tengah bergosip.


******


Malam harinya. Ayunda dan J, tengah bersantai di ruang tamu.


Tiba-tiba saja ada tamu tak di undang, ternyata Ambar dan Johan.


J, menatap Ayunda. Namun Ayunda,hanya mengangkat kedua bahunya bertanda tidak tahu.


"Ada perlu apa kalian ke sini". Tanya J, dengan tegas.


"Begini,kami ingin berhutang uang. Karena sapi-sapi kami kena wabah penyakit, semuanya mati. Apakah kalian mau meminjamkan uang Kepada kami, untuk modal usaha sapi lagi". Pinta Johan,ia sedikit rasa gugup.


"Berapa". Tanya J, Langsung.


Johan, menatap ke arah Ambar. "Satu milyar,". Jawab Ambar,tanpa ba-bi-bu lagi.


"Apa,satu milyar..??". Ayunda, ternganga lebar mendengar ucapan Ambar.


"Tutup mulut sayang,gak usah mangap begitu,". J, langsung menutup mulut istrinya menggunakan tangan.


"Iiisss....aku kaget sayang,masa minjam uang segitu banyaknya". Ucap Ayunda. "Apa kamu tidak salah ucap Ambar,apa yang kamu minta itu jumlah uang sangat banyak".


"Tidak salah Ayunda, kami sudah memikirkan matang-matang untuk ini. Pasti kamu memiliki uang segitu banyaknya,tolong bantuannya". Pinta Ambar, terlihat jelas wajahnya nampak kesedihan.


"Apa ada jaminannya". Tanya J, langsung. nampak sekali Johan dan Ambar gelisah. mereka bingung apa jaminannya.


Terlihat Ambar, langsung menoleh ke arah Johan.


"Apa yang anda mau". Tanya Johan. ia bingung harus berbuat apa, siapa tahu ada yang di pikirkan J.


"Kamu benar-benar mau meminjamkan uang sebanyak itu,sayang". Bisik Ayunda. ia terlihat kesal, takutnya mereka tak sanggup membayar hutang-hutang mereka. karena begitu sangat banyak sampai satu M.


"Hemm...aku ada incaran sayang,tenang saja,". Kedip mata J. ia tersenyum manis, kepada Ayunda.


"sertifikat tanah peternakan sapi dan sertifikat tanah dan rumah kalian tinggal sekarang. Aku akan memberikan surat perjanjian dan surat jatuh tempo yang harus bayar hutangmu,jika sudah lewat tempo. Maka semuanya akan jadi milikku, bagaimana ". Kata J, memberikan pilihan begitu sulit.


"Apa? Apa tidak ada pilihan lagi,itu sama saja kami menjual harta yang kami miliki,". Bantah Johan, ia mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Jangan gila kalian,kalau kami tidak bisa membayar semua hutang kami. Kami akan kehilangan tempat tinggal dan tanah berhektar-hektar,". Bentak Ambar,ia emosi kepada Ayunda dan J.


__ADS_2