
"Shelly,ada kabar terbaru". Ucap Laila,yang baru datang.
"Kabar terbaru? Apa tuh". Tanya Shelly,ia sudah penasaran.
"Nah jadi gini,hari Sabtu kemarin. Aku sedang belajar di teras rumah,gak lama Hafizah datang. Awalnya aku, juga menaruh curiga sama dia. Tumben-tumbenan ke tempatku,pasti ada sesuatu. Nah, kami ngomong basa-basi aja. Ehhh... ujung-ujungnya dia mau minta temanin,buat beli seserahan pernikahan dia sama ustadz Zulkifli. Yanga ada buat aku jengkel, sebenarnya aku gak mau". Ucap Laila, kepada Shelly.
"Alahhhh... palingan dia mau pamer sama kamu Lai,biar kamu semakin kepanasan. Terussss...apa lagi,jangan bilang kamu yah". Delik mata Shelly.
"Alhamdulillah,pas banget. Tiba-tiba bu Elma, ngajakin aku kerja di supermarket miliknya. Uuuhhhh...rezeki emang gak kemana". Laila, tersenyum sumringah.
"Alhamdulillah,tapi kamu masih sekolah. Gimana kamu kerjaanya ". Tanya Shelly,nampak ke bingung.
"Aku ambil shift siang,pulang jam 10 malam. Lagian kita ujian,cuman sebentar jam 12 sudah pulang. Masih ada waktu 2 jam,buat belajar atau istirahat ". Jawab Laila, dengan santai.
"Selamat yah, Laila. Kamu sudah kerja, pengen kerja juga. Tapi,orang tuaku gak bolehin sih. Katanya fokus kuliah dulu,". Shelly,nampa sedih. Ia menghembuskan nafas beratnya.
"kamu yang semangat Shelly,enak kalau lulus kuliah nanti. Kamu bakalan dapat pekerjaan yang terbaik,di jamin deh". Senyum manis Laila, Shelly mengangguk kepala.
"Jadi deg-degan akunya,ini adalah pertama ujian. Semoga kita semuanya lulus,ahhh....jadi kenang-kenangan deh, masa-masa sekolah". Ucap shelly, dengan sedih.
"Wouuy...Woouuyyy..... Sebentar lagi kita ujian, selesai ujian beberapa hari. Bakalan nunggu pengumuman kelulusan dan apakah kalian ada rencana buat merayakan kelulusan. Hemmm.... seperti camping di pantai atau Kemana? Apa kalian ada tujuan,". Kata zakir,penuh semangat.
Murid-murid di kelas heboh, mendengar ucapan Zakir.
"Wouy,tenang...bukan hanya kelas kita, tapi juga kelas lainnya". Sambung Zakir, penuh dengan semangat.
"Hemmm... kayanya aku gak ikut deh,". Kata Laila, berbisik.
"Kalau gitu,aku main-main di tempat kerja kamu aja deh". Kekehnya Shelly, membuat Laila geleng-geleng kepala.
Herman dan Dion, memerintahkan kepada semua murid lainnya. Untuk menuliskan nama tempat tujuan pantai atau gunung, masing-masing murid. Menuliskan tempat liburan di kertas dan memasukkan ke sebuah kotak. Biar nanti akan di selenggarakan,kemana tujuan berlibur yang banyak di pilih. Berarti itu tujuan berlibur dan merayakan kelulusan.
"kenapa kalian tidak memasukkan tempat tujuan, Laila, Shelly". Tanya Zakir, menatap ke arah mereka.
"Hemmm...aku aja,kalau Laila. Kayanya gak bisa" Shelly, memasukkan satu nama tempat berlibur.
"Kamu gak ikut Lai,emang kenapa". Tanya Zakir, begitu juga lainnya menatap ke arah Laila.
"Hemmmmm...maaf,aku gak bisa". Jawan Laila, tersenyum kecil.
"Kenapa,ini terakhir bersama-sama loh. Gak bakalan ada kesempatan lainnya". Sahut Dion,ia menyenggol lengan Al.
Saat shelly,ingin menjawab pertanyaan Dion. Namun secepatnya Laila, menghentikan Shelly. Ia menggeleng kepalanya, dengan terpaksa Shelly bungkam.
"Sekali lagi,maaf. Aku tidak bisa". Tegas Laila. seketika seisi kelas terdiam dan hanya menerima keputusan dari Laila.
__ADS_1
Al,hanya diam tidak berbuat apa-apa. Sebenarnya dia kecewa,karena Laila tidak ikut. Seperti tidak semangat, berlibur.
Al dan teman-temannya, langsung berpindah ke kelas sebelah.
"kamu kenapa diam,Al". Tanya Herman, kepada Al. Kalau Laila,tidak ikut. Otomatis Shelly,sang kekasih bisa tidak ikut.
"Nanti aku minta ijin sama ibunya,biasa saja dia berubah pikiran". Jawab Al. "Kalian aja teruskan,aku lagi gak mood". Al, menyerahkan kotak suara kertas tersebut.
*******
Malam harinya sekitar jam 10 malam.
Laila,sudah siap-siap pulang ke rumah,di perjalanan motornya tiba-tiba mogok.
"Astagfirullah, kenapa mogok sih? Mana malam banget,mana ada bengkel buka jam segini". Laila, mendorong motornya. Laila, teringat jika motornya mogok. Tiba-tiba Al,datang dan membaiki motornya. Namun sekarang,hanya angan-angan saja.
Keringat bercucuran di keningnya, hawa dingin memasuki tubuhnya.
Tiitt.....Tiiit....Tiit....
"Laila, motornya mogok". Ucap seseorang ternyata zakir dan Al.
Ya Allah, Alhamdulillah mereka ada. "Iya, Zakir".
"Malam-malam begini kamu,keluar. Ngapain Lai". Tanya Zakir,turun dari motor. "Al,coba kamu lihat".
"Kamu ngapain malam-malam keluar ". Tanya Zakir,kepada Laila. Wajahnya sudah pucat, karena kedinginan.
"Aku baru balik kerja". Jawab Laila, dengan sedih.
"haaa....kamu kerja,kerja dimana". Tanya Zakir,nampak tak percaya.
Begitu Al,kenapa dia sampai tidak tahu. "Ya sudah,kamu naik motornya Laila. Aku yang dorong dari samping dan kamu Laila,ikut aku".
Dengan terpaksa Laila,naik motor bersama Al. "Kerja dimana kamu". Tanyanya. Apa ini? Laila, tidak bisa ikut berlibur bersama.
"Kerja di supermarket bu Elma,aku masuk siang. Makanya malam baru pulang". Jawab Laila,ia memainkan jari-jarinya. Baru kali ini, Laila berboncengan dengan pria. Ada perasaan gugup entah sulit di artikan.
Beberapa menit kemudian. Akhirnya mereka sampai,juga.
"Makasih,Al dan Zakir". Kata Laila, tersenyum kecil.
"Sama-sama Laila, kitakan teman. Kalau ada apa-apa, tinggal telpon pasti antara salah satu kami bakalan datang" ucap Zakir, langsung menepuk pundak Al. "Kami pamit pulang dulu".
Laila, mengangguk kepalanya dan melihat kepergian mereka. Laila, beruntung memiliki teman seperti mereka, selalu memahami segalanya.
__ADS_1
*******
[Laila,kamu bisa gak ke rumah Al. Bangunin dia,sama adiknya. Karena orangtuanya keluar kota,kalau pagi bi Ijah gak ada pergi ke pasar. Dari tadi aku telpon-telponan gak aktif nomornya,kasian Lai. Kalau dia telat, bukankah kita ujian] Zakir.
Laila,kesal kepada zakir. Kenapa harus dia, terpaksa Laila menuju rumah Al. Kalau tidak ujian,mana mau Laila membangun Al.
Rumahnya terbuka lebar namun tidak ada tanda-tanda,satu orangpun.
Laila, langsung melongos masuk ke dalam. Untung saja Laila, tahu kamar mereka. Pertama dia kekamar Kai,benar saja adiknya masih molor.
"Kai,banguuun...ini sudah jam 6 pagi, nanti telat". Laila, menggoyang tubu Kai dan akhirnya dia bangun.
"Bangunkan kakakmu Kai,dia belum bangun". Kata Laila, tersenyum kecil.
"Gak mau kak,kakak aja bangunin kak Al. Susah banguninnya,kaya kebo tidurnya. Di terjang gempa sama tsunami,gak bakalan bangun.kaya mamah, pagi-pagi seperti perang kedua membangun kak Al". Kai, langsung menyambar handuknya mau mandi
Laila, mendengus kesal. Akhirnya dia membuka berlahan pintu Al,ia ragu untuk masuk. Masa dia perempuan baik-baik,masuk ke kamar pria.
Berlahan-lahan Laila,membuka pintu kamar Al. Terlihat Al,masih terlelap dalam tidurnya. Ia juga melihat sekeliling ruangan kamar, Al. Begitu rapi,harum seperti ingin berlama-lama di dalam kamarnya. Ia mengendap-endap mendekati Al dan mulai menggoyang lengannya.
"Al, banguuuun..... Sudah pagi,cepaaaattt....banguunn...wooouyy....banguuun...iiisss....banguuun". Laila, sedikit berteriak kepada Al. Namun tidak ada reaksi apapun.
Wahhh... benar-benar kebo nih,tidur kaya orang mati, gerutu Laila.
"Al....baaaaanngggguunn......banguuun...ouyyy....". Teriak Laila, seperti emak-emak membangunkan anaknya.
Dengan ide jahil Al, langsung menarik lengan Laila dan jatuh ke tepi ranjang. Entah bagaimana laila, bisa di bawah Kungkungannya.
Detak jantung Laila, seketika kencang. "Aaaakkhhh...". Pekik Laila, terkejut melihat Al di atas tubuhnya.
Tangannya di tahan oleh Al, dengan seringai tajam membuat tubuh Laila bergetar hebat. Mata mereka saling bertamu,namun Laila sangat ketakutan.
"Al, lepaskan aku....jangan begini...". Laila, memberontak di bawah Kungkungan Al.
"Oh yah,kenapa kamu berani sekali memasuki kamarku. Apa kamu lupa,aku pria normal. Hemmm...apa kamu sengaja menggodaku". Senyum semerik Al. "semakin kamu larang,aku menyentuh tubuh mu ini. maka aku semakin bersemangat menyentuhnya".
"Jangan aneh-aneh kamu,Al. Aku hanya niat membangunkan dirimu,itu semua zakir mengirim pesan kepadaku. Ternyata benar,kamu tidur kaya orang mati. Sampai serak suaraku, membangunkan dirimu. Lepas, jauhkan tubuh mu dari atas tubuhku". Kini mereka terlihat sangat intim.
"apakah aku percaya, mendengar ucapan darimu. Bisa saja itu, hanya alibimu. Apakah kamu benar-benar berniat, menghampiri diriku dan memandang wajahku yang terlelap dalam mimpi". Kata Al, memainkan kedua alisnya.
"Iiissshhh...jauh sana,jadi orang gak usah kepedean". Laila, mendorong dada bidang Al. "Tangan suciku,sudah ternoda". Gerutu Laila, karena Al hanya menggunakan celana pendek saja.
"kau perempuan beruntung, pertama kali menyentuh dada bidang ku". Kekehnya Al, melihat Laila sedang merapikan pakaian sekolahnya.
Dengan kesal Laila, langsung bergegas menuju pintu keluar. Namun tangannya di cekal oleh Al. Kenapa Al, tiba-tiba seperti ini? Apa dia sudah tidak marah, kepadaku.
__ADS_1
Al, dengan gemes terhadap Laila. Ia menarik lengannya dan....