
"bu sumi,kemana Ayunda,". Teriak Hendri.
pagi-pagi sudah teriak-teriak di depan rumah tetangganya Ayunda.
sepulang dari rumah sakit alias baru di keluarkan oleh anak buah Zense,ia di sekap selama dua hari.
"Ayunda,sedang berbulan madu,". Jawab ketus bu Sumi. "Lagian kamu ngapain keluyuran ha? Mana punya penyakit menjijikkan,kami takut ketularan penyakit kamu itu,". Sengit bu Sumi.
"Kenapa jadi membahas tentang penyakit ku bu,aku hanya menanyakan Ayunda saja. Aku juga sangat marah kepada suaminya itu,dia itu jahat gak sebaik kalian lihat,". Ujar Hendri.
"Emangnya kamu ada bukti kalau suaminya Ayunda jahat,". Timpal tetangga yang lainnya.
"Saat akad nikah aku tidak ada bu,aku di sekap di rumah entah itu dimana,dia benar-benar jahat. Menyuruh orang menangkap aku,". Jelas Hendri.
"Hahahah...hahaha,". Gelak tawa ibu-ibu yang lainnya termasuk ibu Sumi.
"Baguslah kalau suaminya Ayunda,menyekap dirimu. Paling kamu juga yang salah,atau jangan-jangan kamu lagi yang meneror Ayunda,". Mata bu Sumi,memancing ke arah Hendri.
"Apa? teror. Aku tidak tau soal itu bu,aku hanya ingin menemui Ayunda saja. Dengan baik-baik tapi saat aku jalan pulang malah di tangkap anak buah suaminya Ayunda,". Ucap Hendri.
"makanya jadi orang jangan macam-macam Hend,lebih baik fokus saja obati penyakit mu itu,". Timpal lainnya.
"aku malah bersyukur kamu gak di bebaskan lagi,agar kami gak was-was sama penyakit kamu itu,". decak ibu yang lainnya.
Dengan hati kesal Hendri, melangkah pergi. tak ada gunanya melawan para ibu-ibu rempong, bisa-bisa diri Hendri, bakalan habis di cincang.
"Darimana saja kau pergi Hend,jangan bikin malu. Jangan kelayapan lah,". Decak bu Sari.
"Bikin malu aja kamu Hend,". Gerutu Neli.
"Bisa tidak jangan garuk-garuk di ************ kamu Hend,ibu kaya gimana liatnya.jijik!,".
"Apaan sih bu, gimana lagi gatal ini," jawabnya.
"Jangan di garuk Hend,nanti malah infeksi lo,". Ujar Neli,dia bergidik ngeri melihat adiknya menggaruk dekat daerah sensitif.
Aku harus cari dimana Bunga,aku harus balas denda.awas kamu Bunga.enak banget asal kabur saja saat sudah menularkan penyakit ini ,batin Hendri
"Darimana kamu tadi,baru pulang langsung keluyuran. Bikin malu aja kamu pasti ibu-ibu di sini sudah nyinyiran ibu juga,ibu aja takut kalau tertular," gerutu bu sari.
"Kerumah Ayunda,aku ingin menceritakan semuanya kalau suami dia jahat. Masa aku mau datang di akad nikahnya malah di sekap. Tapi bu Sumi,bilang kalau Ayunda sedang di teror bu,".
Bu Sari dan Neli, mereka saling pandang dan mengangkat bahu seakan-akan bodo amat.
"Emangnya di teror gimana Hend,". Tanya bu Sari,ia sedikit penasaran juga.
"Gak tau bu? Bu Sumi,cuman bilang gitu aja,". jawabnya.
__ADS_1
"Ck,emang yah..bu sumi,ngasih informasi gak lengkap jadi penasaran,". gumam bu Sari
Neli,hanya manggut-manggut mendengar perkataan Hendri.
****
matahari sudah tinggi,namun dua insan yang baru saja dimabuk cinta belum bangun juga.
"Uughhhh...,". Ayunda, mengeliyat.
Tolong...badanku remuk,mana sakit,perih,batin Ayunda.
"Kau sudah bangun sayang,apa mau nambah lagi,". Senyum semerik licik.
"Apaa...? Apa kamu tidak lelah Zen.aku juga lupa berapa ronde kamu melakukannya,sampai perih milikku,". Kesal Ayunda. Gila, sekuat itu kah dia.
"Tidak akan lelah,sayang. Kita mandi bareng yuk,". Saat Zense, ingin mengangkat tubuh Ayunda.
Ayunda, langsung bergegas pergi ingin beranjak dari ranjang.
Bruuukkkk...
Astaga,kakiku lemas, batin Ayunda.
Ia jatuh tak bisa melangkah pergi karena kakinya sangat lemah,efek olahraga malam sampai jam empat pagi.
"Sayaaaang,kamu tidak apa-apa,". Zense, langsung menghampiri istrinya jatuh di tepi ranjang.
"Kaki,lemes,". Lirihnya. sumpah,ini pertama kalinya aku begini.
"Sini,aku angkat kalau mau mandi,". Dengan hati pasrah Ayunda,di angkat suaminya
Apa? Zense, meminta lagi.
"Tenang saja,aku tidak melakukannya lagi. Setelah mandi kita makan,sambil menunggu yang lain. Baru kita berangkat ke tempat tujuan,". Ucap Zense. Mengangkat istrinya masuk ke dalam kamar mandi.
tempat tujuan,emang mau kemana lagi.kenapa main rahasiaan sih,batin Ayunda.
10 menit kemudian Ayunda,sudah selesai mandi.
"Zen, Zense..aku sudah selesai mandi,". Teriak Ayunda,dari dalam. "biarkan lah bermanja dulu,". gumam pelannya
"Hmmmm...,". Sahut Zense,ia langsung masuk kedalam dan mengambil handuk untuk menutupi tubuh istrinya yang polos.
"Gara-gara kamu aku gak bisa jalan,". Gerutu Ayunda. emang enak aku salahkan terus.
"Hmmm..salahkan saja aku, padahal kamu juga menikmatinya," kekeh Zense,ia mencium bibir istrinya sekilas.
__ADS_1
Ia mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang."apa perlu aku ambilkan semua pakaian mu,". goda Zense.
"Ambilkan kopernya saja,bukankah kemarin belum di bongkar,". Jawab Ayunda. "Iiiss...jangan macam-macam aku baru selesai mandi,". Ayunda, menepis tangan Zense,karena sudah mulai menyusup ke selang-kangannya.
bisa-bisanya tangan masih nyusup kemana-mana,batin Ayunda
"Sekali lagi sayang,". Bisik Zense. tangannya sudah meremas gunung kembar, walaupun masih berbungkus handuk
"Gak,gak ada satu kali. Aku capek Zen,badanku berasa remuk,". Tolak Ayunda.
bisa-bisa aku pingsan kalau main lagi, gerutu Ayunda.
Dengan wajah memelas Zense,masuk dalam kamar mandi. "Ahhh..jadi malas mandi,". Decaknya. Oke,sabar Zen. istri mu masih kelelahan.
"Gak mandi juga,gak papa.yang bau kamu bukan aku,". Sahut Ayunda. dari luar saat Zense,masuk dalam kamar mandi.
*****
"Yakin kamu makan sebanyak ini,". Ucap Zense. Kini mereka sedang makan siang bersama.
"Ckckck,tenaga aku habis kamu kuras.emang yah,kaya gak bersalah banget,".
"Hmmmm...aku lagi yang salah,". Kata Zense, sambil menikmati hidangan di meja.
"Perempuan, selalu benar bos,". Kekeh Hans.
mampus,ada pawang nya bakalan kalah ni Zense.
"Jangan panggil bos,bukan kah ini diluar dari pekerjaan,". Ujar Zense.
"Aku sudah menghubungi mereka,aku suruh saja ke pelabuhan langsung. Selesai makan,kita ke sana langsung,". Ucap Hans.
"Astagfirullah,aku lupa menanyakan Melisa. Bukan kan dia hari menikah langsung acaranya," Ayunda, langsung mengambil ponsel di tas mininya. "Sial, batrai ku habis.pinjam ponsel mu sayang,".
Dengan cepat Zense, memberikan ponselnya.
"gara-gara kamu Zen,aku sampai lupa dengan teman,". mata Ayunda, mendelik ke araha suaminya.
"iya,aku lagi yang salah,". jawab Zense.sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
Sesekali razia ponsel suami,batin Ayunda."kamu punya ponsel ada berapa Zen,".
"Ada dua, kenapa,". Jawabnya.
"Satunya mana,". Pinta Ayunda,ia juga mengulurkan tangannya.
"Makan saja dulu,baru memikirkan ponsel lain," tegur Zense, sedangkan mulut Ayunda,monyong-monyong saja seakan-akan meledek suaminya itu.
__ADS_1
fiks, kelemahan Zense, sekarang ada. yaitu istrinya,bisa untung kalau aku sering manfaatkan Ayunda dan membuat Zense,tak berkutik,batin Hans. ia memiliki ide licik.