TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Terpuruk


__ADS_3

Ayunda, berbaring diam di atas ranjang. Ia manatap seakan-akan hidupnya kosong.


Hatinya hancur hidupnya juga hancur,saat mengetahui sang suami meninggalnya .


Apa lagi berita di tv di nyatakan semua penumpang tidak ada yang selamat.


Sudah tiga hari Ayunda, terdiam di atas ranjang. Ia hanya makan dan minum walaupun sedikit,itupun harus di pancing dengan kata-kata anak yang di dalam perutnya.


Setiap hari bu Sumi,atau tetangganya yang menjaga bergantian. Kalau bibi Viana, jika ada kesibukan.


"Nak,ayok! Susunya di minum. Kasian anakmu,dia butuh nutrisi sayang,". Bibi Viana,bibi satu-satunya Alm. Suaminya.


Ayunda, langsung menghabiskan susu satu gelas. Ai matanya mengalir,saat ia mengelus perutnya yang masih rata.


"nak,kamu harus bangkit lagi. Kasian anakmu,bibi tau ini berat untukmu. Tapi kuatkan dirimu nak,demi buah hati kalian. Bibi,yakin hidup mu akan berubah. Walaupun butuh waktu sayang, kuatkan dirimu. Demi anak,kasian anakmu Yu,". Bibi Viana, menghapus air mata Ayunda. bibi Viana,tak kuat menahan air matanya.


Walaupun tidak ada jawaban,bibi Viana terus-menerus bicara untuk membangkitkan semangat Ayunda.


Begitu pula para tetangganya juga, menyemangati Ayunda. Untuk bangkit lagi,tidak terpuruk seperti ini.


Dalam terpuruk di hidup Ayunda. Di sisi lain ada senyum merekah dan bahagia atas kematian suaminya Ayunda. Ada juga mengambil keuntungan dari nasip Ayunda.


Hendri, tengah bahagia saat mengetahui suami mantan istrinya meninggal dunia.ada ide gila saat melihat kondisi Ayunda, seperti lemah tak berdaya.


Bahkan pak Tejo,juga mengambil keuntungan dari ini semua. Ia menceraikan bu Halimah dan bu Sari,yah... seakan-akan hidup mereka bebas.


"Ayunda, sembuhlah...kau sudah satu minggu terdiam begini. Liat aku dan Melisa, Sangat merindukan kekonyolan kita bertiga,". Isak tangis Vivian. Ia berhenti berbicara seakan-akan tidak bisa berucap lagi.


"Aku...aku...aku tidak bisa,". Melisa, langsung memeluk Ayunda. Yang tengah bersandar di ranjang.


"Sembuhlah Yu,jangan larut dalam kesedihan seperti ini. Kasian anakmu dan Zense,ini adalah buah hatimu,". Lirih Vivian.


"Iya,Yu.sembuhlah... kau tau mantan suamimu dia mau mengambil kesempatan untuk menikahimu. Tentu saja kami melarang orang gila itu, memanfaatkan kesempatan ini,". Gumam Melisa

__ADS_1


Namun tetap saja tidak ada pergerakan dari Ayunda,hanya air mata yang mengalir di pipi mulusnya.


seakan-akan jiwanya ikut pergi bersama Zense.


*****


Satu bulan kemudian.


kondisi Ayunda, masih saja tidak ada perubahan sama sekali.


Ayunda,menaiki kapal pesiar mewah,.kapal ini adalah yang di rencanakan Zense,dulu. untuk bulan madu,namun tidak jadi karena ada kerusakan tentu saja batal untuk berlayar.


semua orang-orang menaiki kapal pesiar besar dan mewah ini,Untuk menabur bunga di tengah laut,dimana pesawat yang di tumpangi Zense dan Hans jatuh.


Paman,bibi Viana dan teman-teman dekat bahkan rekan bisnis. Semua orang tengah berkumpul untuk menabur bunga di laut. mereka ikut berduka cita atas meninggalnya sang pembisnis yang di segani. semuanya sudah tersebar luas berita kehilangan seorang pembisnis bernama zense Alvaro.


Ayunda,masih terdiam di kursi rodanya. Dengan tatapan kosong di pangkuannya ada bunga siap untuk di taburkan,ia masih mengingat masa-masa indah dengan suaminya. Tangannya sedikit bergerak.


Ia menutup matanya dan sedikit demi sedikit,ia berdiri.


Melisa dan Vivian,ingin menghampiri Ayunda.namun cepat-cepat suami mereka menahan, biarkan Ayunda dengan sendirinya.


Walaupun tatapan Ayunda,masih lurus. Sesampai di pinggiran kapal,ia menaburkan bunga ke laut.


Hanya ada tangisan di diri Ayunda. "Aku mencintaimu sayang,aku janji. Aku akan kuat demi anak kita,buah cinta kita. Aku janji akan melindunginya, terimakasih kasih sayang. Atas semuanya,aku selalu mengingat dirimu. Maafkan mamah,sayang. Mamah,tak seharusnya terpuruk dalam kesedihan seperti ini. Harusnya mamah,kuat walaupun tanpa ayahmu,". Selesai menaburi bunga. Seketika Ayunda, pingsan di tempat.


Dengan sigap Kevin, mengangkat tubuh istri temannya. Maafkan aku Zen, mengangkat tubuh istrimu. Seandainya kamu melihat ini, mungkin hidupku sudah di ujung tanduk, batin Kevin. matanya sudah berkaca-kaca,dia adalah salah satu teman dekat Zense.


Kevin, membaringkan tubuh Ayunda. Di salah satu kamar di kapal pesiar.


Bibi Viana, Melisa dan Vivian. Ikut masuk ke dalam kamar, menemani Ayunda.


dua jam kemudian Ayunda,sudah mulai mengerjap matanya dan melihat sekeliling kamar.

__ADS_1


"Auuu...kepalaku sakit sekali,". Gumam Ayunda. Ia sudah bangun. Ia juga melihat bibi Viana, Melisa dan Vivian. Tengah tidur di sampingnya dan di sofa.


"Maafkan aku,yang sudah merepotkan kalian,". Ucap Ayunda,ia mulai tersenyum.


"Ay-ayunda! Ka-kamu sudah sadar? Vi..vi,bangun Ayunda,". Ucap Melisa.


"Ay-ayunda,kamu...Aapaaaa,". Mereka langsung memeluk Ayunda. Bibi Viana, terkejut mendengar teriakkan Melisa dan Vivian.


"Alhamdulillah,kamu sehat nak Ayunda,". Bibi Viana, begitu senang melihat Ayunda,sudah kembali seperti dulu lagi.


"maafkan bi dan Kalian,sudah merepotkan. makasih bi, sudah menjagaku. aku janji tidak akan larut-larut dalam kesedihan lagi,aku akan selalu kuat demi anak kami,". lirih Ayunda.


"iya,nak. dia butuh kamu,jangan sedih-sedih lagi. bibi Sanga takut melihat kondisi kamu,apa lagi tengah hamil begini,". ada senyuman kecil di sudut bibir bibi Viana.


"iya, Yu. kita bisa kok buat kamu bahagia, walaupun kamu akan sedih jika mengingat kenangan dengan Zense,". ucap Melisa.


"aku masih tidak percaya bi,atas kepergian Zense.apa lagi malam itu ia datang kepadaku,ia mengatakan sangat mencintaiku. ia terlihat tersenyum saat mengetahui aku hamil,bi. aku sangat mencintainya,kenapa semua orang yang aku cintai. sudah pergi meninggalkanmu bi,aku merasa sesak. aku sangat merindukannya bi,". isak tangis Ayunda,di pelukan bibi Viana.


bibi Viana, terharu atas kesembuhan Ayunda. walaupun hatinya juga sedih kehilangan sesosok Zense.


kapal pesiar yang di tumpangi mereka mulai menuju ke tepian pelabuhan.


ada kapal pesiar lain yang melintas di samping kapal pesiar yang di tumpangi Ayunda.


"tuan,ini bunganya,". seorang penjaga di sampingnya memberikan bunga siap untuk di taburi


seseorang menggunakan jas hitam dan menggunakan kacamata hitam. ia berdiri tegak di depan siap untuk menaburkan bunga.


"aku ikut berduka cita atas meninggalnya dirimu Zense,aku tidak menyangka hidupmu lebih singkat dariku,". ucap pria itu dengan tegas. selesai menaburi bunga,pria itu langsung masuk kedalam kapal.


"tuan,ada berita mengejutkan lagi. ini tentang istri saudara kembar anda, ternyata istri saudara kembar anda tengah hamil,". ucap sekertaris pribadinya.


"benarkah,". Ck,aku tidak menyangka kau masih meninggalkan keturunanmu di rahim istrimu.

__ADS_1


ia meremas sebuah foto di tangannya, foto seorang wanita cantik tengah tersenyum manis. inikah istri mu Zense,cukup menarik.apa kamu rela jika aku mengusik istri kesayangan mu dan anakmu saudara ku,ahh... sepertinya menarik bukan? aku berharap kamu tidak akan tenang di alam kematianmu. senyum semerik di wajah pria misterius.


__ADS_2