
Al, mendengar suara dari ruang tamu. Ia segera menuju dan melihat siapa bertamu di waktu Maghrib.
Kenapa mereka yang datang? Mengganggu ketenangan orang saja, bertamu tidak mengenal waktu. Gerutu Al,ia duduk di samping Ayunda.
"Ngapain mereka ke sini,mah". Bisik Al,kepada ibu.
"Biasa,gak beda jauh sama adiknya tadi". Mendengar jawaban sang ibu,ia hanya manggut-manggut.
"Apa kabar Al,lama tidak bertemu. Sayang sekali Yulia,tidak ikut". Kekehnya Ambar, sumringah. "Ayunda,aku berharap sekali. Jika anak kita,hemmm...di jodohkan".
Uhuukkk....uhuukkk...
Ayunda, terbatuk-batuk saat minum. "Apa...?jangan ngada-ngada kamu, Ambar".
"Aku gak ngada-ngada Ayunda.aku lihat Al dan Yulia, terlihat cocok bersama. Tidak salahkan kita jodoh kan saja". kalau mereka di jodohkan dan menikah, hidupku dan anakku sudah pasti terjamin walaupun tanpa suami.
"Maaf,tante. Sebenarnya Al, sudah memiliki calon". Senyum kecil Al,ia menolak. Amit-amit jangan sampai, dengan ular keket itu.
"Kenapa Al? Yulia,cantik dia masih muda. Iyakan Ayunda,gak sabar kita besanan". Senyum merekah Ambar, begitu Johan. Ayolah Ayunda,gak usah bertele-tele segala. langsung sat sut set,setuju napa.
"Benar Ayunda,aku sebagai seorang bapak kandungnya. Sangat senang sekali,jika Al menjadi suaminya Yulia Anak kami. sedangkan Al,dia mapan dan banyak kelebihannya ". Sambung Johan, dengan senang. Ternyata ide Ambar,boleh juga. hampir saja aku dulu,membuang dirinya.
Tentu saja Johan dan Ambar, senang hati. Jika Al, menjadi menantunya.Toh,hidup mewah bakalan terjamin 100%. Tanpa bekerja keras tinggal minya dengan menantunya atau dengar Yulia jalur uang mereka tanpa habis.
"Apa kalian tidak dengar,jika anakku sudah memiliki calon. Jangan ngelantur kemana-mana, seandainya Yulia. Jadi menantuku, siap-siap dia seperti dulu. Yang aku alami,uang anakku tetap untukku dan aku yang pegang. Kalau Yulia,mau uang. Aku suruh saja dia bekerja, enak banget mau menikmati uang anakku". Ayunda, mengibaskan rambutnya. Hahahahah...emang enak gueee balas, uhuuyyy.....
__ADS_1
Ambar, menahan rasa amarahmya saat Ayunda mengungkit masa lalu. Tepatnya di depan Al,sudah pasti Al membencinya. "Ayunda, untuk apa lagi? Masa lalu di bahas, bukankah aku sudah minta maaf". geram sekali aku terhadap Ayunda, kenapa dia seberuntung ini sih? huuuu......
"Iya,aku sudah memaafkan kelakuan kalian kepadaku. Tapi, tidak akan pernah aku lupakan. Apa lagi,kamu pernah memukul tubuhku dan menampar wajahku. Gak kebayangkan, jika anakmu akan aku siksa seperti dulu yang aku alami. Atau lebih parah dari dulu,". Seringai tajam Ayunda. Mimpi saja besanan dengan kalian,semoga saja gak ke bawa mimpi. gak sudi mimpiin kalian,para benalu.
Sial...kenapa Ayunda, membicarakan tentang ini. Bahkan di depan Al,duuuh...gagal dapat mantu kaya raya, gerutu Ambar. "Ayunda,tega sekali kamu berpikir seperti itu ha? Tidak punya hati,".
"Oh, sekarang berani berbicara tidak punya hati. Terusssss.. kalian dulu,tidak memiliki hati begitu. Ckckck, munafik....." Decak Ayunda,ia tersenyum kecil. Hahahah... Ayunda,di lawan jelas jalian kalah huusss....
"Ayunda,masa lalu biarlah masa lalu. Tidak salahnya jika sesama orangtua menjodohkan anak kita masing-masing. anggap saja mempeerat silahturahmi antara kita ini. walaupun dulu keluarga kami, melakukan hal kesalahan. setidaknya kami, mencoba memperbaiki dengan jalur pernikahan anak kita". Johan,panjar lebar menjelaskan kepada Ayunda. sedangkan Ayunda, hanya terkekeh geli mendengar perkataan Johan.
"Ck, sedikitpun aku tidak menyukai Yulia. Bukankah Yulia, sangat dekat dengan William. Anak pak Heno, pemilik rumah makan di tikungan jalan raya. Kenapa kalian tidak meminjam uang kepada mereka sana? Lumayan pendekatan besan". Kekehnya Al. "awalnya mau meminjam uang,ehhh... ngelantur kemana-mana mau menjodohkan aku dan Yulia. ingat semua itu,tidak akan terjadi". dengus kesalnya Al.
"Diam kamu Al,tidak pantas berbicara seperti itu. Kami jauh lebih tua darimu, inikah didikan dari ibumu". Bentak Johan, matanya memerah manahan emosi.
Bruaakkkkkkk.....
Seketika nyali Johan,ciut melihat seringai tajam Al. "ini rumahku,kalian hanya tamu yang tidak tahu malu". Decak Ayunda.
"nyesal kami ke sini". Ujar Ambar,ia menghentakkan kakinya."ingat Al,jaga ucapan kamu. bisa jadi suatu hari nanti,kamu akan tergila-gila dengan anakku. tidak ada yang tidak mungkin di dunia, jika ada niatnya". senyum semerik Ambar.
"Lah, yang nyuruh ke rumahku siapa? Dasar benalu,". Gerutu Ayunda, menenangkan hati anaknya. Ck,ingin jadi menantuku anak kalian mimpi. kalau pun anakku,kepincut anak kalian. sekuat mungkin aku, menyadarkan anakku agar tidak kepincut sama anak kalian. "Ck,bilang saja main dukun. ingat sekuat apapun kalian melakukan hal mistis kepada anakku,aku yakin. anakku kuat imannya, bahkan hal mistis seperti itu ia sanggup melawan Tuhan tidak tidur,".
Ambar dan Johan, langsung meninggalkan perkarangan rumahnya Ayunda. dengan hati kesal, bagaikan diri mereka di injak-injak oleh keluarga Ayunda.
"Heran,kenapa sih? Mereka selalu mengusik kehidupan kita, gak orangtua nya gak anaknya. Sama saja,bikin eneeekkk...." Keluh Al. "Alhamdulillah,mamah gak ada lagi ikatan sama mereka".
__ADS_1
"Ya sudahlah,mamah mau ke kamar dulu. Kepala mamah, nyut-nyutan". Ayunda, beranjak pergi meninggalkan anaknya. "seremmm...juga sih? kalau mereka main dukun,semoga saja mereka dapat dukun cabul sekalian".
Tok....Tok....
Seperti biasanya Al, mengetuk pintu kamar adiknya.
Ceklekk....
Pintu kamar terbuka, terlihat Kai cemberut karena kakaknya. "Ada apa,kak? Ketuk-ketuk pintu kamar Kai".
"Gak ada, cuman ngetuk doang". Kekehnya Al,lalu pergi. "daaaahhhhh..."
"Dasar...gabuuutt...." Gerutu Kai,ia menutup pintu kamarnya kembali.
"Ck,punya adek betah berlama-lama di dalam kamar. Heran aku,gak kaya anak-anak lainnya main-main sana sini". Gumam Al,ia pergi ke arah dapur. Mungkin perutnya sudah keroncongan,karena perutnya belum di isi.
******
"Sudah aku bilang,bukan? Mana mau Ayunda, meminjam uang kepada kita lagi. Yanga ada apa? Bikin malu,makanya mas. Kalau punya uang,gak usah berlagak punya istri banyak. Sekarang susah, istri-istrimu pada minta ceraikan. Hanya aku,mas yang setia dengan mu. Begitu besar rasa cintaku,tanpa mengeluh dan menyerah. Sudah baik dulu, mereka membantu kita. Kamu malah, berpikir bodoh mau membunuh J. Saat kamu di penjara,aku yang bekerja mencari makan untuk anak-anak kita. Sedangkan kamu,apa mas? Hanya ada melakukan kesusahan saja, kesabaran ku ada batasannya". Ambar, menahan rasa amarahmya. Ia menghapus air matanya yang sempat mengalir.
Ia begitu banyak berkorban, walaupun dulu sang suami tidak melakukan keadilan kepadanya. "Maafkan aku Ambar,aku mohon. Jangan tinggalkan aku,maaf. Iya,aku memang salah". Lirih Johan,ia memeluk erat tubuh istrinya.
"Aku sangat membenci Ayunda,aku ingin sekali balas dendam kepada mereka. apa perlu kita mencari orang pintar,agar anaknya tergila-gila kepada Yulia". sekarang Ambar,tengah terobsesi ingin menghancurkan keluarga Ayunda.
"Nanti akan aku,cari tahu.semoga saja ada,aku juga gak sabar menikmati harta kekayaan mereka". kini Johan dan Ambar,saling tersenyum dan tertawa lepas.
__ADS_1
Yulia, menangis melihat dan mendengar pertengkaran kedua orangtuanya. Ia segera menuju kamar dan menutup pintu dari dalamnya.
"Kehidupan ku,akan berubah drastis. Hanya satu, yaitu menikah dengan Al. Tapi,apa aku bisa menggapai dia. Sedangkan Al, begitu risih saat aku mendekati dirinya. Apakah karena masa lalu,ibuku. Sehingga Al,juga melibatkan diriku ini". Keluh Yulia,ia menatap dirinya di pantulan cermin. Haruskah di melakukan hal licik, untuk mendapatkan Al.