TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Tua-tua keladi


__ADS_3

Ayunda,tengah menunggu mobilnya selesai di cuci.


Kebetulan pak Tejo,tengah berjalan-jalan di sore hari. Tak menyangka jika pak Tejo, melihat Ayunda tengah bersantai sambil menunggu mobilnya di cuci.


"Wah, kebutuhan pucuk dicinta ulam pun tiba.tak menyangka aku bertemu calon istri ku ke-tiga,". Kata pak Tejo.


Dengan cepat pak Tejo, memarkir mobilnya di tepi jalan. Ia langsung turun sambil merapikan kemeja bajunya dan merapikan rambut sedikit terlihat botak tepat di atas kepalanya.


"Astagfirullah,kenapa harus bertemu tua-tua geladi,". Gumam Ayunda,pelan saat matanya tertuju kepada pak Tejo. Ia yakin jika pak Tejo,mau menghampiri nya.


"Lagi menunggu mobilnya di cuci yah Yu,". Sapa pak Tejo. Ia mulai duduk kursi panjang di samping Ayunda.


Dengan cepat Ayunda,menggeser agak jauh.


"Gak pak,lagi nunggu tukang somay di mandiin,". Ketus Ayunda. Udah tau cuci mobil,masa semir sepatu,batin Ayunda.


"Hehehehe,bercanda Yu. Kamu tau gak pencucian mobil ini milikku. Jadi sesering apa kamu mencuci mobil di tempat ini aku berikan secara gratis ratuku,". Pak Tejo,ingin menyentuh tangan Ayunda,namun dengan cepat ia menghindar.


"Gak nanya,kalau macam-macam saya teriak pak,". Bentak Ayunda. Ia sudah berdiri tak duduk lagi.


"Aku hanya memberi tahumu saja Yu. Lagian kamu teriak siapa yang membantu mu. Mereka itu anak karyawan aku mana berani mereka menolong mu,". Ucap pak Tejo dengan cengiran kudanya.


"Tu...liat bukankah di seberang sana kantor polisi. Mana ada penjaganya sedang melihat ke sini,". Ayunda,tak kalah melawan pak Tejo.


"Sial..! Sejak kapan kantor polisi di bangun di seberang. Mana penjaga nya melotot ke arah sini pula. Sekali tembak mati aku,". Pak Tejo, mengurungkan niatnya untuk macam-macam.


"Kenapa pak,mau macam-macam sama saya. Tinggal teriak pak Tejo, langsung masuk penjara atau masuk kuburan,". Tegas Ayunda.


"akukan cuman bercanda,kamu anggapan banget sih,". Elak pak Tejo. Untuk kali ini kamu selamat Ayunda,sayang, batin pak Tejo.


"Sudah selesai nona,". Kata pencucian mobil itu.


"Duduk dulu yah Ayunda,kita belum selesai berbicara,". Ucap pak Tejo.


"Makasih yah pak,ini uangnya. Kalau gak mau di ambil pak Tejo,ambil saja buat bapak,". Ucap Ayunda. Ia langsung masuk ke dalam mobil.


Tanpa menghiraukan panggilan pak Tejo.

__ADS_1


"amit-amit jabang bayi,kenapa sih harus bertemu tua-tua keladi itu. Badan kurus,hampir botak juga. Emang mampu memuaskan istri-istrinya jangan-jangan baru setengah jalan udah letoy, sok-sokan mau nambah istri". Gerutu Ayunda.


"aku yakin deh, bisa-bisa istri-istri pak Tejo. mencari kepuasan di luar sana,". kekeh Ayunda. ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


******


"sayang aku hamil,". Citra, memberikan tespack kepada Hendri.


Citra, adalah kekasih Hendri. Mereka sudah menjalin hubungan cukup lama.


"Gak mungkin, bukannya kita selalu bermain dengan aman,". Hendri, nampak tak percaya kepada kekasihnya.


Kekasih Hendri, bekerja di Indomaret tak jauh dari bengkel nya. Lama kelamaan Mereka saling berteman lalu berpacaran.


"Walaupun sedikit tetap jadi,aku gak mau tau secepatnya kamu nikahi aku mas! Kalau tidak aku laporkan kamu,". Bentak Citra.


"Itu pasti bukan anakku,". Elak Hendri. Kenapa jadi Citra,yang hamil tidak Bunga,batin Hendri.


Citra,hanya lampias saja ketika Hendri, jenuh dengan Bunga. Bunga,wanita karir yang selalu sibuk.


"iy-iya...! Aku bakalan nikahin kamu secepatnya,". Tegas Hendri. Bagaimana ini?masa aku kehilanganmu Bunga,batin Hendri.


"Makasih sayang, secepatnya kita menikah sebelum perutku semakin membesar,". Lirih Citra.


Yes..! Berhasil sekarang aku tidak khawatir lagi, batin Citra. Ia tersenyum licik di pelukan Hendri.


Dengan perasaan gundah di hati Hendri. Ia sangat mencintai Bunga,wanita karir tentu saja hidupnya terjamin. Kalau Citra,hanya bekerja di Indomaret gajihnya hanya seberapa.


Ia langsung pergi kerumah untuk meminta ijin kepada ibunya. Karena ia ingin menikah dengan Citra,apa lagi tengah berbadan dua takutnya lama kelamaan semakin membesar perutnya.


"Apa...! kalian ingin menikah. Kamu kan anak bu Imah kan, apa pekerjaan mu". Tanya bu Sari.


"Iya,bu.saya bekerja di Indomaret tak jauh dari bengkel mas Hendri". Jawab Citra. Ia sedikit gugup dan gemeteran.


Kenapa Hendri, mendapatkan wanita miskin ini. Gajih tak seberapa,batin bu Sari. Ia sangat marah kepada Hendri,sangat jelas di mata Ibunya.


"Ibu tidak setuju! Kamu menikah dengan dia wanita miskin. Bukankah ibu sudah memberitahu mu Hendri. Carilah wanita karir,". Bentak sang ibu.

__ADS_1


"Ibu tak berhak mengaturku,". Sahut Hendri.


"Aku hamil bu,anak mas Hendri,". Ucap Citra.


Membuat bu Sari,begitu sok dan tegang saat mengetahui jika anaknya menghamili wanita miskin itu.


"Anak kurang ajar kamu Hend! Bisa-bisanya kamu menghamili wanita miskin ini,". Teriak bu sari. "Dan kamu jangan pernah aku menganggap sebagai menantu jika kalian menikah jangan tinggal di sini,".


"tidak bisa begitu bu,rumah ini ada hakku juga karena aku yang sudah menikahi Siti,". Balas Hendri.


"Ck, semua ini milik ibu. Karena ibu yang merencanakan semuanya,tidak seperti mu pikiran dongkol. Bisa-bisanya kamu menghamili wanita miskin ini,". Bentak bu Sari.


Hati Citra, begitu teriris saat calon mertua menilai dirinya wanita miskin. Wanita tua awas kamu, batin Citra.


"Kita harus menikah mas, jangan sampai perut aku semakin besar. Apa kata orang-orang nanti,". Kata Citra.


"Iya..! Kita akan menikah. Tanpa resepsi segala aku gak punya banyak uang,". Jawab Hendri.


"Tidak apa,yang jelas kamu bertanggung jawab dengan anak yang di dalam perutku,".


Dengan hati kesal bu Sari, terpaksa menyetujui pernikahan mereka.


Ada senyuman kecil di sudut bibir Citra.


"Kamu yakin di dalam perut Citra,anak kamu Hend,". Tanya sang ibu. Saat ini hanya tinggal mereka berdua.


"Aku tidak tau bu, sepertinya ia. Aku yang sudah merenggut kesucian nya waktu itu,".


"Kalau anak itu lahir,ibu mau kalian tes DNA. Siapa tau bukan anakmu,ibu jadi ragu,".


"Kalau memang bukan anakku, bakalan aku ceraikan dia bu,". Jawab Hendri. Bagaimana hubungan aku dengan Bunga,tapi dia sibuk juga bukan aku bisa saja melanjutkan hubungan kami,batin Hendri.


"ibu heran sama kamu, kemana pikiran kamu itu selalu memilih wanita miskin yang kamu jadikan istri. seharusnya ambil contoh dong seperti kakak Ambarmu, hidupnya enak gak susah-susah ngapain lagi,". jelas sang ibu


"terus gimana lagi bu,masa aku gugurkan kandungan Citra. bukankah ibu selama ini mau cucu,kalau memang benar itu anakku,".


apa yang di katakan Hendri,memang benar.tapi kenapa harus wanita miskin itu,batin bu Sari.

__ADS_1


__ADS_2