TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Pergi Bertugas


__ADS_3

"kau yakin akan pergi,". Ucap Ayunda,yang masih lekat menatap wajah tampan J. Menggunakan baju kaos berwarna hitam dan jaket kulit. Tas di gantung di bahunya,ia juga menggunakan topi dan kacamata hitam.


Pagi-pagi Ayunda, langsung menuju ke stasiun kereta api. Benar saja jika J, tengah menunggu dirinya datang. Sesuai permintaan J. Ayunda, menemuinya dan menggunakan cincin yang di berinya. Berarti Ayunda, menerima lamaran dari kakak iparnya.


"Aku harus pergi,ini adalah tugas terakhir ku. Jika selesai,maka aku akan meninggalkan semuanya,". J, menyentuh pipi mulusnya Ayunda.


"Kau memberikan waktu selama satu bulan. Tapi aku memberikan waktu kepada mu, sampai tiga bulan. Jika selama tiga bulan,kau tidak kembali. Aku akan melepaskan cincin ini dan menikah dengan orang lain,". Ancam Ayunda,ia tersenyum licik.


J, menyungging senyuman kecilnya. "Aku tidak pernah mengingkari janji yang aku ucapkan Ayunda,".


"Yah, terserah apa katamu. Tapi jika takdir berkata lain,apa yang kau katakan pasti akan kau ingkar. Ngomong-ngomong kenapa haru pakai kereta api,kau berangkat,". delik mata Ayunda,ke arah J.


"Hemm....kami tidak tau,kami hanya mengikuti perkataan atasan kami. Jaga Al dan dirimu,kalian adalah alasan ku untuk semangat pulang,". J, mencium kening Ayunda.


"Gombal,jangan kau hancurkan kepercayaan ku J. aku berharap kamu baik-baik dan pulang dengan keadaan sehat-sehat, seperti saat kamu berangkat bekerja. apa kamu serius,ingin meninggalkan pekerjaan mu demi diriku dan Al. apa kamu tak menyesal nantinya,".


"tenang saja,apa yang aku lakukan tak akan pernah aku sesali. ini janjiku kepada Zense, selalu menjaga kalian berdua,". J, memegang kedua tangan Ayunda.


dengan sedikit ide. J, langsung melepaskan jaketnya dan menutupi kepala mereka berdua.


J, langsung menyambar bibir pink milik Ayunda. mereka tak peduli dengan sekitar yang tengah berciuman di balik jaket.


Tuuut...tuuuut....


J dan Ayunda, menyudahi ciuman mereka dan memakai kembali jaketnya. karena bunyi kereta yang siap meninggalkan stasiun.


"Pergilah,jangan kau khawatirkan kami. Kau tau,banyak yang menjaga kami berdua,". Senyum Ayunda.


"Aku mencintaimu,ingat jika aku kembali. Kita akan menikah,". J, melangkah kakinya menuju ke gerbang kereta. Berlahan-lahan ia membalikkan badan.


Kereta berjalan pelan-pelan dan semakin melaju. Ayunda,hanya tersenyum sambil melambaikan tangan. Saat jauh dari pandangan J,air matanya luruh.


"aku akan menunggumu, sampai kapanpun. Jika kita jodoh,pasti akan bersatu,". Gumam Ayunda. Seketika pundaknya di sentuh oleh seseorang. Yaitu Ariestya, menghampiri Ayunda.


"Ayo,kita pergi,". Aries, menuntut tangan Ayunda. Untuk melangkah menjauhi dari rel kereta.


"Terimakasih,Tya". Senyum kecil Ayunda.

__ADS_1


sesekali ia menengok ke belakang,ada rasa membekas kepergian J.


kini mereka sudah memasuki mobil dan sipa menancapkan gas. "apa yang kita ucapkan dulu, ternyata benar,". Aries, membuka suara.


"hemmm...apa keputusan yang diambil oleh ku sudah benar,".


"tidak tahu,tapi kita liat. bagaimana kedepannya,aku harap kamu bahagia Ayunda,". ucap Aries, dengan berat. selama ini ,ia juga merasa nyaman bersamanya.


"hemmm...kita hanya berencana,hanya Tuhan yang tahu. maaf,aku telah menerima lamaran J,". ucap Ayunda,ia menatap ke arah Aries.


"aku paham Ayunda,cinta tak bisa di paksa. jadi kamu santai saja,". kekeh Aries,ia menyimpan rasa cintanya. Tidak apa, asalkan kamu bahagia Ayunda.


"masih ada kesempatan,kau berdoa lah. jika J,tak datang selama tiga bulan. aku siap kamu ajak pergi ke KUA,". senyum merekah terlihat di wajah Ayunda.


"hahahaha...kau jangan main-main Ayunda. takutnya kamu malah mematahkan hidupku,".


"aku serius,". kedip mata Ayunda. ia masih tersenyum-senyum sendiri.


*****


"Apa yang kita curigakan selama ini,memang benar Kevin. Kalau J, seorang agen rahasia. Sekarang dia lagi bertugas untuk terakhirnya," ucap Ayunda,saat ini mereka berkumpul di mansion J.


"Taraaaaaaa .....,". Ayunda, menunjukkan sesuatu di jari manisnya.


Semua orang tercengang melihat apa yang di jari manisnya Ayunda.


"Waw... tunggu-tunggu jadi J, seorang agen rahasia. Dan dia mau berhenti dari pekerjaannya, begitukah maksud mu,". Jawab Melisa.


"Terus,dia melakukan hal itu. Demi kamu Ayunda,waw....J, benar-benar melakukan hal itu,". Vivian, nampak tak percaya.


Apa lagi yang lainnya. Dengan berat hati, Ayunda menceritakan tentang semuanya. Ia juga menceritakan apa yang di sembunyikan J, selama ini.


Yang lainnya hanya manggut-manggut mendengar perkataan Ayunda.


Braakkkk....


Kevin, dengan kesalnya menggebrak meja. Membuat orang lain terkejut.

__ADS_1


"Keviiiiiinnnn.....,". Teriak mereka bersamaan.


"Ehh... maaf-maaf,aku refleks,". Kekehnya Kevin.


"Huuuuu...,". Decak Melisa. ia langsung melempar bantal ke arah Kevin.


"Tapi Ayunda,aku sebenarnya juga memeriksa kesemua kronologi kejadian kecelakaan pesawat yang di tumpangi Zense. Dan hasilnya murni karena kecelakaan,". Kata Kevin.


"Tapi,bisa saja sudah di bersihkan oleh J. Kamu itukan bukan apa-apanya,". Sahut Regan,yang cekikikan.


"Elehh...jangan meremehkan kemampuan Regan,". Senyum semerik Kevin. "terus kamu menerima lamarannya,".


"Pastilah, kenapa Ayunda menolak. Lagian gak rugi juga,". Vivian, langsung menyenggol lengan Ayunda.


"Hemmmm....cinta dia begitu besar kepada Al,". Jawab Ayunda, dengan santai.


Mereka semua sejenak terdiam dan saling pandang. Ayunda, langsung mengangkat kedua bahunya. "Entah,". Hanya itu yang keluar dari mulutnya.


********


Hari demi hari berlalu. Seperti biasa Ayunda, berangkat bekerja dan pulang kerumah lamanya.


"Ayunda,kamu tau gak," ucap bu sumi. ia mencegah Ayunda yang baru pulang bekerja.


"Gak tau,bu. Kan belum di ceritakan,". Senyum merekah Ayunda.


"Hehehe...iyayah, maaf nak. Banyak lo, orang-orang bilang. Kalau mantan suami kamu,dia jadi pengemis di pasar karang intan. Awalnya,ibu gak percaya. Ehh, penasaran ibu sengaja ke pasar dan benar Hendri. Lagi mengemis di pinggir jalan,kasian sih. Tapi kalau di ingat-ingat kembali kelakuannya dulu,behh...bikin darah tinggi,". Geram bu Sumi.


"Haa...? Masa sih,bu. Tapi kenapa dia jadi pengemis,tega banget kakak-kakaknya Hendri. Padahal,dulu mereka berdua menumpang hidup dengan Hendri. Selalu minta uang kepadanya, tapi sekarang malah di terlantarkan saat dia seperti itu,". Kata Ayunda.


"Kaya gak tau aja, gimana kelakuan kakaknya Yu,". Jawab bu Sumi. Tengah cekikikan tertawa bersama Ayunda. "Jangan lupa nongrong di depan rumah bu Lela,"


"Hemmm...aku mau bersih-bersih dulu bu, gerah nih. Duluan yah,bu. Mau mandi". Pamit Ayunda.


Saat masuk ke dalam rumah. Ayunda, menemukan anaknya tengah tertidur pulas di atas ranjang.


"Bi,apa sudah lama Al tertidur,". Tanya Ayunda, kepada bi Ijah.

__ADS_1


"Cukup lama bu, tapi Al tadi mencari tuan J. Dia sampai-sampai menelpon nomor tuan,". Kata bi Ijah, dengan sendu.


"Gimana lagi,bi. J, tengah sibuk,". Jawabnya Ayunda,ia mengelus lembut di kepala anaknya. "Maafkan mamah,nak". Ia mencium kening Al.


__ADS_2