
Pagi hari yang cerah. Saat sampai di perusahaan Ayunda,sudah bertemu dengan bu Ivanka.
Namun Ayunda, sangat malas berdebat dengan beliau. hanya membuang waktu-waktu dan menguras tenaga saja.
"Kau mau menghindari saya Ayunda,". Bu Ivanka,mencekal lengan Ayunda.
"Lepas,bu. Aku bukannya menghindari,tapi banyak pekerjaan jauh lebih penting daripada anda". Senyum semerik Ayunda.
"Jangan kurang ajar kamu Ayunda. Begini kau sifat aslimu, memperlakukan orang yang lebih tua darimu". Sinis bu Ivanka.
Karyawan di kantor menatap ke arah Ayunda dan bu Ivanka,yang sedang berdebat.
"Kenapa diam kamu? Apa malu di lihat oleh karyawan kamu sendiri". Senyum merekah bu Ivanka.
Ayunda,hanya menghela nafasnya dengan berat.
" ada apa lagi? Aku sudah bilangkan bu. Kalau aku tidak, memiliki hubungan apa-apa. Orang-orang disekitar sini,juga tau. Kalau pak Abraham Samad, adalah rekan bisnis ku". Tegas Ayunda. "Lagian untuk apa lagi,bu Ivanka. Tiba-tiba menemui aku lagi,apa tidak cukup yang kemarinnya".
"Ibuuu...ibu ngapain ke sini". Tegur seseorang yang baru datang. sebelum di jawab oleh bu Ivanka.
"Bagus,kalau pak Abraham. Langsung datang,tolong bawa ibu anda pak. Aku lagi sibuk,banyak pekerjaan". Punya Ayunda,kepada Abraham.
"Maafkan ibuku Ayunda. Ayo,kita pulang bu. Jangan lagi ibu,datang ke perusahaan Ayunda". Abraham, langsung menarik lengan ibunya.
"Lepaskan tanganmu, Abraham ". Teriak bu Ivanka,ia menatap tajam ke arah anaknya sendiri.
"Ingat,bu. Jangan bikin malu,lebih baik kita pulang. Kenapa ibu berani-beraninya datang ke sini,ibu sudah menganggu orang-orang bekerja ".
"Diam kamu Abraham,ibu ada urusan dengan janda ini. Bisa-bisanya kamu terpincut dengan dia,". Bentak bu Ivanka. "Ayundaaaaa....jangan pergi kamu, jangan menghindar saya kamu". teriaknya saat Ayunda,sudah memasuki lift.
Abraham, sekuat tenaga menarik lengan ibunya. Sampai masuk kedalam mobil dan menyuruh sang sopir membawanya pulang.
Sedangkan Abraham, langsung masuk ke dalam Perusahaan . Ia hendak menyusul Ayunda, untuk meminta maaf atas sikap sang ibu.
__ADS_1
Baru saja sampai di lift,namun Abraham di cegah oleh seseorang.
"saya rekan kerjanya Ayunda,jangan pernah mencegah saya". Tegas Abraham, ia langsung masuk ke dalam lift.
Saat sampai di tujuan. Ia melihat Ayunda, tengah berbicara dengan sekertarisnya dan lainnya.
"Aku ingin berbicara padamu". Ucap Abraham,ia tersenyum manis.
"Bicaralah pak,". Jawab Ayunda,ia menyuruh yang lainnya Kembali bekerja.
"Lebih baik,kita keruangan kerja kamu saja". Pinta Abraham,ia tersenyum lagi.
"Tidak perlu,bicaralah di sini". Ketus Ayunda,ia menoleh kemana-mana. Seakan-akan,ia sangat tak suka kedatangan Abraham.
"Baik, Ayunda. Aku hanya minta maaf,atas kejadian tadi. Kamu jangan menanggapi ucapan ibuku,dia memang begitu". Jelas Abraham,kepada Ayunda.
Ayunda,hanya mengangguk pelan. "Ia,pak. Lupakanlah masalah tadi, lebih baik. Anda pergi,aku masih banyak pekerjaan lainnya,". Pinta Ayunda.
"Hemm... baiklah,jangan lupa masakan ku di makan. Aku pamit,dulu". Abraham, langsung berbalik badan. Melangkah pergi meninggalkan Ayunda dan menghilang dari belokkan.
"Apa yang kamu,buang". Ucap seseorang di belakang Ayunda.
Sontak membuat Ayunda, terkejut. "Alex....kamu mengejutkan aku saja". Bentak Ayunda, hatinya sudah berdegup kencang. Takutnya Abraham,yang tiba-tiba masuk.
"Hehehehe.... habisnya aku panggil-panggil gak ada yang menyahut, tau-taunya asyik di sini. Mana ngelamun lagi,gak takut kesambet kamu". Decak Alex,ia mengekor di belakang Ayunda.
"Aku membuang bekal pak Abraham,risih tau gak? Takutnya ada jampi-jampi di makanan pak Abraham ". Jawab Ayunda.
"Gila,si duda mulai bucin akut sam kamu. Gak di Pepet aja Yu, cadangan ". Kekehnya Alex,ia memberikan satu maps ke arah Ayunda.
"Cadangan dari Hongkong,aku sudah menyetujui kerjasama dengan perusahaan ini. Kamu urus yah,". Pinta Ayunda.
"Oke,nanti aku kirim di email. Aku pergi dulu,ada keperluan". Alex, langsung berdiri dan keluar dari ruang kerjanya Ayunda.
__ADS_1
*******
Sore harinya. Ayunda,sudah sampai di perkarangan rumah.
"Ada apa,bu? Tumben-tumbenan rame". Kata Ayunda, kepada bu Sumi.
"Ehh, Ayunda. Itu, orang-orang heboh.pasti kamu heboh juga,mantan suami kamu itu lo. Yang membeli tanah bu RT,kami dengar-dengar. Hendri,juga membangun rumah. Kamu kagetkan,masa hasil uang ngemis bisa beli tanah sama mau bangun rumah. Jangan-jangan Hendri, melakukan hal mistis kaya pesugihan di tambah lagi. dia menggunakan mobil sepertinya baru ". Ucap Bu Sumi, dengan mantap.
Ayunda, langsung tercengang mendengar ucapan bu sumi. "Se-serius bu, tapi masuk akal juga sih. Uang hasil ngemis,bisa beli tanah. Mungkin Hendri, dapat banyak. Alhamdulillah, kalau sudah mulai bangkit lagi". Kenapa Handri, tiba-tiba beli tanah di dekat sini. Kalau di tempat jauh,banyakkan.batin Ayunda.
"Ehh...ada mantan istrinya nih,sudah datang ". Ucap Fitri,saat melihat Ayunda. Mulai mendekati kerumunan ibu-ibu,yang terlihat juga ada Neli dan Hendri.
Sebenarnya Ayunda,ogah mendekati mereka. Namun bu Sumi, langsung menarik lengan Ayunda.
"Ayundaaa,". Lirih Hendri, namun segera di cegah oleh Neli.
"Ingat, rencana kita Hendri". Bisik Neli. Seketika Hendri, mengurungkan niatnya untuk menghampiri sang mantan.
"Alhamdulillah,kamu sudah mulai bangkit. Aku do'akan semoga tambah sukses tapi tidak secara instan kan". Senyum kecil Ayunda.
"Hemmm..itu sudah pasti Ayunda, lihatlah kaki dan tangan ku mulai normal. Aku memiliki uang lebih,jadi aku bisa oprasi kaki dan tanganku. apa lagi sekarang aku memiliki mobil pribadi, apa kamu berubah pikiran". Ucapnya Hendri, sedikit sombong.
Ayunda, menatap intens ke arah mantan suaminya. Terlihat jelas, penampilannya tidak lusuh lagi. Ayunda,juga tahu darimana uang yang di hasilkan oleh Hendri. ia hanya cekikikan dalam hati,dia pikir Ayunda bisa di bodohi. ia juga tau apa rencananya.
"Tapi,kamu tidak melakukan hal-hal mistiskan Hendri.masa cuman pengemis bisa jadi kaya raya, meragukan". sahut bu Lela, ia tersenyum kecut.
"iya, padahal kami semua lihat. kalau kamu mengemis di pasar setiap hari,masa dapat uang hasil mengemis sampai puluhan juta. tidak masuk akal Hendri,jadi takut kami". sahut ibu yang lainnya.
"tenang ibu-ibu sekalian. kalau ada terjadi Sesuatu yang sangat tak masuk akal, pasti mereka yang sudah melakukan hal-hal mistis atau pesugihan lainnya". Bu RT, sudah mengeluarkan suara lantang.
"tenang saja ibu-ibu,aku dan kakakku. tidak melakukan hal-hal mistis atau pesugihan,ini semuanya adalah murni dari kerja keras ku". ucap Hendri,kepada ibu-ibu lainnya.
"Apa kamu percaya, begitu aneh. Masa tiba-tiba saja, Hendri langsung memiliki uang banyak". Bisik bu Sumi,ia menyenggol lengan Ayunda.
__ADS_1
"Wahhh...aku jadi senang dengarnya, Hendri. Aku pamit dulu,mau istirahat". Pamit Ayunda, semua orang-orang menatap kepergiannya.