TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
penyakit


__ADS_3

"malah diam,gak di jawab,". Gumam Citra, melihat sang suami hanya berlalu melewatinya. "Kamu kenapa mas, jalan seperti itu,". Ia meninggi Suaranya.


"Ehh..anu,gak papa sayang,". Hendri, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Anu apa mas,gak nyambung banget sih,". Bentak Citra.


Ck, kenapa juga aku dapat istri sukanya main bentak saja,batin Hendri. "Apa sih kamu itu selalu membentak suamimu,gak takut kualat kamu ha...! Jangan jadi istri durhaka kamu,". Hendri, langsung emosi.


"Kamu memarahi aku mas,tega yah kamu sudah berkata seperti itu.sama saja kamu sudah mendoakan istri mu yang tak baik,". Citra,tak kalah sengit nya.


"Terserah apa katamu,". Bentak Hendri,lagi. Kenapa sih gatal banget


mana sakit,batin Hendri.


Ia menggaruk di selangkangannya membuat Citra,tambah bingung.


"kamu kenapa mas,dari tadi garuk-garuk di ************,". Tanya Citra.


"Gak tau,gatal banget mana perih. Makanya aku jalan agak aneh,". Jawab Hendri,ia masih menggaruk terus.


"Coba liat mas,siapa tau di gigit semut atau apa gitu,". Citra, langsung mendekati Suaminya.


"Kamu mau liat, atau mau godain aku sayang,". Goda Hendri.


"Dua-duanya boleh dong mas,". Balas Citra,tak kalah centilnya. Membuat hawa na*su Hendri,bangkit.


Mereka berdua melepaskan baju masing-masing. Hendri, langsung melahap gunung kembar terpampang di hadapannya. Saat hendak enak-enakan namun Citra, menghentikan anunya.


"Stop mas,apa itu? Kaya nanah,dan anumu kaya bengkak mana bau lagi,". Tunjuk Citra,ia langsung mengambil selimut menutupi tubuhnya.


"gak apa-apa kok,ayo..! Nanggung nih," Hendri,ingin melanjutkan aktivitas yang tertunda. Secepat mungkin Citra, langsung menghindari.


"Gak mau mas, kayanya kamu kena penyakit kelamin menular. Aku gak mau ikut-ikutan,". Citra, langsung mendorong Suaminya itu.


"Apa-apaan ha,apa kamu menolak permintaan ku.ini kewajiban istri melayani suami,lagian cuman ini doang gak masalah,". Bentak Hendri.


"Aku gak mau ketularan penyakit itu mas,lagian aku sedang hamil. Sangat bahaya untuk kandungan aku,atau jangan-jangan kamu sering jajan di luar sana mas,". Sengit Citra, kembali.


"Gak adalah,jangan asal nuduh kamu Cit.aku ini suami kamu jelaslah hanya dengan kamu berhubungan,".jawab Hendri.


"Gak percaya mas, buktinya anumu saja begitu. Lebih baik kamu priksa dan obati,". Suruh Citra,ia langsung memungut pakaiannya.


Hendrik,hanya diam mendengarkan perkataan istrinya. "Masa aku kena penyakit kelamin sih,". Ia pun bergegas memunguti pakaiannya juga.


"Tuhkan kamu aja sering garuk-garuk begitu,". Ucap Citra.


"Gimana lagi lah,gatal anuku mana bengkak lagi. Gak nyaman apa lagi kamu gak mau berhubungan dengan aku,". Ketus Hendri,ia meninggal kamarnya .


Citra, mempunyai pikiran untuk mengikuti suaminya itu.


"Aku harus buntuti mas Hendri,". Gumam Citra.

__ADS_1


Dengan langkah cepat Citra, mengikuti suaminya itu. Untung saja dia sudah memakai GPS di ponsel Hendri.


"Mau Kemana kamu Citra,". Tegur sang mertua.


"Bukan urusan ibu,". Jawabnya,belum melangkah pergi dengan cepat Neli, menghentikan langkahnya.


"Hebat yah,sudah berani membentak mertuamu Cit. Cepat sana pergi ke dapur masak,jangan keluyuran gak jelas.ibu dan aku sudah lapar,ini tugas kamu Citra,". Ucap Neli, penuh penekanan.


berisik banget sih mereka berdua ini, batin Citra.


"Kalau lapar tinggal masak, lagian aku ini bukan pembantu. Yang lapar siapa juga,aku lagi hamil muda,". Bentak Citra, langsung meninggalkan Neli dan mertua nya.


"Kamu...,". Teriak Neli. "Benar-benar yah,dapat dimana Hendri,punya istri seperti itu bu,". Decak Neli.


"Gak tau,ibu juga pusing kalau begini terusan,". Sahut sang ibu.


*****


Citra, berhasil mengikuti suaminya sampai di salah satu rumah sakit terdekat.


Ia juga membututi sampai ke dalam dan menguping pembicaraan Hendri dan dokter.


"Pak Hendri,anda di nyatakan positif terkena penyakit kelamin menular se*sual. Bahkan ini sudah terlanjur parah,anda juga di haruskan berobat rutin,". Jelas dokter yang di hadapannya.


"Gak mungkin dok,gak mungkin separah ini,". Hendrik, memegang kertas di tangannya.


"Apa anda sering jajan di luar pak,bisa jadi pasangan anda mengidap penyakit seperti ini dan menular ke anda,atau anda tidak menjaga kebersihan di daerah milik anda,".


Deegg


Ada rasa janggal di hati Hendri. Kalau Citra, kemarin dia tidak apa-apa saat aku sentuh miliknya. Apa Bunga? Pasti dia soalnya tidak mau aku sentuh miliknya,batin Hendri.


"mungkin apa pak," tanya dokter.


"Makasih dok,saya mau nebus obatnya dan seminggu lagi saya ke sini,"


Ucap Hendri, dengan tergesa-gesa.


belum di jawab sang doktern Hendri,sudab menghilangkan dari pintu.


Selesai menabus obat,ia langsung bergegas pergi kerumah Bunga.


"Aku harus kerumah Bunga,pasti dia yang sudah menular kan penyakit ini. Kamu harus bertanggung jawab,". Kata Hendri.


****


Bunga, dengan senang hati menyambut kedatangan kekasihnya itu.


"Kamu tau aja aku kangen sayang,". Bunga, langsung melingkarkan tangannya di leher jenjang milik Hendri.


Dengan cepat Hendri, menepis dan menjauhkan diri.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang,". Lirih Bunga.


Hendrik, langsung menahan emosinya. Dia mulai mendekati Bunga,dan bercumbu dengan mesra.


Di balik pintu sudah ada Citra,ia juga merekam aksi berdua.


"Jangan di pegang sayang, langsung masuk saja,". Ucap Bunga.


Dengan senyum semerik Hendri,ia langsung memegang milik Bunga dan memasukkan jarinya. Demi mencari bukti dan benar saja ada bau tak sedap tercium oleh Hendri.


"Perempuan kurang ajar kamu Bunga,". Bentak Hendri.


Bunga,sudah bertelanjang bulat sedangkan Hendri,hanya melepaskan bajunya saja .


"Sayang, kenapa kamu marah," kata Bunga, dengan lembut.


"Jangan bohong kamu Bunga,aku sudah curiga jika kamu menularkan penyakit kelamin kepadaku,". Sengit Hendri.


"Maafkan aku sayang,aku tidak tau,". Isak tangis Bunga,sudah terdengar.


"Ck,kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu ini. Setiap minggu sekali kamu harus transfer aku uang untuk berobat agar aku bisa sembuh dengan penyakit sialan ini,". Teriak Hendri.


Bunga, menangis kesegukan "Aku sudah berusaha mengobati penyakit ini,tapi hasilnya nihil,". Ujar Bunga.


Deegg.


"Tidak mungkin!aku harus sembuh. Kalau kamu tidak sembuh aku tidak peduli Bunga, bukannya ini karma untukmu,". Lirik tajam Hendri,kepada Bunga. Sedari tadi Bunga,hanya menunduk.


Plok...plok...plok..


Terdengar suara tepukan tangan di ambang pintu rumah Bunga.


"Bagus,bagus. Ternyata benar yah mas,kamu memiliki penyakit yang menjijikkan itu. Bahkan kamu berselingkuh di belakang ku dan kamu wanita murahan,aku ini istrinya mas Hendri,". Ucap Citra.


"Kita itu hanya nikah sirih saja Cit,tak usah kamu banggakan," sahut Hendri.


"Aku mau kita pisah mas,aku sudah muak dengan kamu apa lagi sekarang memiliki penyakit menjijikkan seperti itu,". Decak Citra.


"Bagus, kalau kamu minta pisah. Aku juga terpaksa menikah kamu,hanya anak dalam kandungan mu itu,".


"Sekarang aku tidak peduli,aku sanggup menghidupi anakku tanpa kamu mas. Talak aku sekarang. aku tak mau memiliki suami punya penyakit menjijikkan apa lagi kamu memiliki selingkuhan,". Pinta Citra. Ia nampak jijik melihat dua makhluk di hadapannya.


"Atas sadar diri ku.aku talak kamu Citra,kita bukan lagi suami istri,". Kata Hendri,ia tersenyum puas.


"Aku terima talak kamu mas, jangan harap kamu menemuiku dan anakku nanti,". Kata Citra, sebelum dia pergi


kini tinggal lah Bunga dan Hendri. saat ingin menoleh ke arah Bunga.


tiba-tiba saja Bunga, melayangkan sebuah vas bunga di kepala Hendri.


Buugghhh..

__ADS_1


"Aaaargghhh...,". jerit Hendri,ia meringis kesakitan dan pengelihatan dirinya tiba-tiba buram dan...


__ADS_2