
Beberapa hari kemudian.
Akhirnya tersebar luas berita terkait hubungan Al dan Annisa, sudah usai.
Beberapa murid-murid SMA, lainnya menyukai putusnya hubungan mereka. Desas-desus dari murid-murid,jika Annisa lah berselingkuh dengan laki-laki lain. Bahkan foto-foto kebersamaan Annisa, dengan laki-laki lain di pajang di tembok sekolahan.
Membuat Annisa, sangat malu. Bahkan tidak berani, menatap wajah Al. Ia langsung di bully satu sekolah, walaupun dulu dia primadona di sekolah tersebut.
"Bagaimana, kejutannya Annisa". Bisik Yulia,ia tersenyum semerik. Ia berhasil membuat lawannya,malu semalunya.
Bahkan Annisa,tahu jika pelaku menyebar foto-foto perselingkuhan adalah Yulia. Ia sudah yakin, karena dia adalah musuh terbesar Annisa.
"Awas kamu Yulia, tunggu pembalasanku. Mungkin saat ini kamu menang,tapi suatu saat nanti aku akan membalasnya jauh lebih parah dari ini". Ancam Annisa,ia benar-benar geram.
"Oh,yah...aku tunggu dan siapa takut, sebenarnya aku memiliki kartu AS. Apa kamu punya bukti,kalau aku menyebar foto-foto mu. Siapa tahu, teman-temannya Al atau murid lainnya. Seharusnya kamu sadar Annisa,jika murid-murid di sini sangat membenci hubungan kalian. Selamat yah,atas segalanya". Yulia, cekikikan bersama teman-temannya.
Annisa, menatap kepergian Yulia dan teman-temannya. Sambil tertawa seakan-akan mengejek dirinya,dia begitu geram. "Sial,aku tidak memiliki bukti apa-apa". Gumam Annisa,ia ingin kek Kantin namun di urungkan. Sudah pasti para murid-murid lainnya, mengejek-ejek harga dirinya. "Aaaaakkhhh...aku tidak terima di bully seperti ini,". Annisa, berdecak kesal.
******
"Huuu...gak nyangka yah,kalau Annisa tega-teganya berselingkuh di belakang Al. Padahal kurang Al,itu apa coba? Heran aku, kayanya Annisa gak bersyukur banget". Kata Shelly, kepada Laila.
"Entahlah, pantesan waktu itu. Aku gak sengaja liat,kalau Annisa kaya nangis pas keluar dari rumah Al. Mungkin baru di putusin,". Kata Laila, sambil membaca buku.
"Ehh... Laila, kamukan tetanggaan gitu. Apa kamu tidak ada rasa cinta,". Kata Shelly, menaruh rasa curiga.
"Kamukan tau, kalau aku naksir sama ustadz Zulkifli. Gimana sih? Kalau kamu naksir Al, Pepet mumpung jomblo". Bisik Laila.
"Yehhh...gak ah, nanti aku bakalan di bully sama murid-murid lainnya juga. bahkan murid dari sekolah lain juga,iihhh...serem". Bantah Shelly, langsung. "Yahh...aku sebagai temanmu, selalu mendoakan terbaik. Semoga suatu hari nanti,kamu dan ustadz Zulkifli berjodoh". Kedip mata Shelly.
"Aaammiiinn....". Jawab Laila, tersenyum merekah.
Laila, menaruh rasa kepada ustadz Zulkifli. Cucu dari bu Ella. Laila, sering kali mengikuti acara pengajian yang di selenggarakan oleh ustadz Zulkifli. Terkadang Laila,juga mengantarkan kue-kue kepada sang pujaan hati jika ada pesanan. Namun Laila, bimbang saat ini. Walaupun ustadz Zulkifli, selalu ramah kepadanya. Tidak salahkan jika Laila, menaruh rasa lebih. Karena jodoh masih rahasia. Ia juga selalu menyelipkan nama ustadz Zulkifli, dalam doanya.
__ADS_1
"cengar-cengir kesambet tau rasa". Al, langsung menyenggol meja belajar Laila.
"Apaan sih,ganggu aja". Gerutu Laila,ia sedang melamun mengingat kejadian kemarin saat berbincang hangat dengan ustadz Zulkifli.
"Lagian cengar-cengir gak jelas,gak baik tau". Kata Al,lagi. Ia duduk di bangku seberang Laila.
"Palingan mikirin resep terbaru bikin kue-kue,". Sahut Dion, terkekeh.
"Jangan lupa,lusa anterin pesanan mamah tercinta ku". Sambung Zakir,juga.
Laila,hanya mendelik sekilas ke arah mereka. "Hemmm...gak bakalan lupa,". Jawab Laila, tersenyum kecil.
"Shelly,minta no wa dong" pinta Herman,namun secepatnya teman-temannya langsung menggoda dirinya.
"Ciyehhh...ciyehhh...". Ejek teman-temannya Al,namun Laila langsung menyenggol lengan temannya.
Shelly,hanya tersipu malu-malu dan tidak menanggapi ucapan Herman. "Apaan sih,". Kata Shelly,kini wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
Herman,hanya senyum-senyum sendiri. "Kalau suka,tinggal bilang". Kata Al, langsung menepuk pundak temannya.
"Wooyyy... santai broo...". Kekehnya Zakir, langsung menepuk pundak Al.
Bel sekolah telah berbunyi,bertanda jam istirahat sudah selesai. Masing-masing murid lainnya, berbondong-bondong masuk ke kelas masing-masing.
"Woy, ngapain rame-rame ke kelas kami". Tegur Dion,kepada anggota Osis lainnya.
Bahkan Al dan lainnya, langsung menghampiri ketua Osis beserta anggotanya.
"Kami ke sini mau ajak Laila,". Jawab indah, anggota Osis. ia terpana dengan ketampanan Al,ia tersenyum manis.
"Ngapain ajak-ajak Laila, dia bukan anggota Osis". Sahut Al,namun Laila mendekati mereka.
"Hemm.. ada apa kak, cari-cari aku". Tanya Laila, kepada ketua Osis.
__ADS_1
"Iku saja,ada hal penting". Arya, sebagai anggota ketua Osis. Ia ingin meraih tangan Laila,namun segera Al tepis.
"Gak usah pegang-pegang,". Al, langsung menegur Arya. sudaj jelas Laila,juga tidak mau di sentuh laki-laki.
"Katakan dulu,kenapa kalian bawa-bawa Laila. Jangan mentang-mentang anggota Osis,aku bisa melempar kalian dari sekolah ini". Al, menatap tajam ke arah Arya.
"Aku mengajak dia besok, bersilaturahmi ke sekolah pesantren lainnya. Apa lagi Laila,pandai mengaji. Jadi dia ikut serta,". Aryani, menjelaskan kepada Al.
"Insya Allah kak,aku ikut,". Jawab Laila, langsung. Mampu membuat Arya, tersenyum manis.
"Makasih Lai,kalau sudah bersedia. Apa lagi, anggota Osis lainnya, juga memberikan sumbangan untuk pesantren tersebut,". Kata Arya, membuat hati Laila tersentuh.
"Aku ikut". Kata Al, tiba-tiba. Arya, mengerutkan keningnya.
"Tidak bisa,hanya Laila saja". Tolak Arya, langsung. "Ayo,kita bubar. Ini no wa ku Lai. Tolong hubungi aku, langsung. Siapa tahu,ada yang perlu dilakukan tinggal kirim pesan saja,". Arya, langsung memberikan satu kertas kepada Laila. ia tak jadi membawa Laila, pergi karena di cegah Al.
Laila, mengangguk kepala dan menerima kertas berisi no wa Arya.
"Gak usah senyum-senyum juga,". kini Al, menarik lengan Laila. mampu membuat Laila, berteriak.
"Al...!!! ngapain kamu pegang-pegang aku juga". Laila, langsung mendorong tubuh Al dan menarik lengannya.
"Cailahh....aku cuman narik lengan kamu doang Lai,apa lagi masih terlindungi dengan baju panjang kamu gak ke sentuh. Gak usah ngambekan deh,kaya habis di apain aja". Al,tambah gemes terhadap Laila.
"Gaje banget sih..!!! pegang-pegang segala". gerutu Laila, langsung membersihkan bekas sentuhan lengan Al.
"tangan aku bersih Lai,tanpa ada kuman-kumannya,". kata Al, dengan gemesnya ia langsung menggenggam erat telapak tangan Laila.
"Al,kamu apa-apaan sih". bentak Laila, langsung. ia mencoba melepaskan genggaman Al.
seisi kelas jadi heboh, dengan kelakuannya Al. sesekali Laila, memukul tangan Al bahkan menggunakan buku juga. sedangkan Al,hanya tertawa lepas melihat wajah Laila.
Laila, merengek meminta tangannya di lepaskan. "Al,lepas tanganmu. kita bukan muhrim, lepaaaasss...". ia menghempaskan tangan Al,tapi tetap tidak di lepas Al.
__ADS_1
sudah puas dengan mengerjai Laila, barulah Al melepaskan tangannya. tanpa bersalah apapun Al, langsung duduk santai di kursinya. tidak peduli dengan wajah Laila, cemberut dan marah kepadanya.