
Ayunda dan Zense,sudah memasuki salah satu butik milik bibinya Zense. Di sana juga ada pamannya Edward.
"Kenalkan sayang,dia adalah bibiku. Bibi Viana,yang pemilik butik ini. Dan di sebelahnya pamanku Edward,". Zense memperkenalkan paman dan bibinya.
"Ayunda,bi." Dia langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Bibinya Zense, panggil saja bi Ana,". Bibinya Zense, langsung menyambut uluran tangan Ayunda.
"Ayunda,paman,". Ia juga mengulurkan tangannya.
"Edward,pamannya Zense,". Paman Zense, menyambut hangar uluran tangan Ayunda.
Mereka berempat saling berbincang hangat di ruangan butiq bibi Viana.
Bi Ana, langsung mengajak Ayunda. Untuk memilih kebaya pengantin untuk acara akad nikah yang tinggal tiga hari lagi.
Ayunda, meminta kemunduran hari karena ia tak sanggup. Zense, pun juga mengikuti apa kemauan sang pujaan hati.
"Betapa senangnya bibi saat mendengar jika Zense,ingin menikah dengan waktu dekat. Bibi,juga cepat-cepat ingin bertemu siapa calon Zense. Ternyata calon nya sangat cantik,". Kekeh bi Ana. Ayunda tersipu malu.
Ayunda, memilih gaun kebaya berwarna putih.
"Baju kebaya nya kamu bawa.bukankah MUA di tempatmu nanti,". Tanya bi Ana.
"Ahh...iya bi, hampir saja lupa,". Kekeh Ayunda.
"Apa kamu menunda kehamilan nantinya,".
"Gak bi, maunya langsung saja,". Jawabnya.
"Baguslah,bibi akan selalu mendoakan supaya kamu cepat berisi,". Ada senyuman kecil di wajah bi Ana.
"Aamiin, makasih bi doanya,". ujar Ayunda. ia tersenyum manis.
selesai memilih baju mereka ikut bergabung dengan Zense,dan pamannya.
*****
Selesai berbincang hangat Ayunda dan Zense, pamit untuk pulang. Masih banyak lagi persiapan yang di lakukan Ayunda. Untung saja memiliki tetangga dan ibu-ibu di sekitar dia yang mau membantu dirinya.
"Sekarang apa lagi yang kamu cari,". Tanya Zense.
"Hmmmm, semuanya udah deh,". Ayunda,melihat isi catatan di ponselnya. Dengan posisi bersandar di dada Zense.
"Yakin sudah sayang,". Zense, mengelus rambut calon istrinya dan mencium kening.
"Iya,sudah,". Jawabnya. Mereka berdua saling tatap muka dengan dekat dan pada akhirnya saling berciuman dengan mesra.
Secara berlahan Ayunda, melepaskan ciuman mereka. "Nanti mampir di toko kue yah,".
"Hmmmm,aku tidak sabar lagi ingin memakanmu," bisik Zense. Membuat bulu kuduk berdiri.
"Aku bukan makanan yang seenaknya kamu makan,". Jawab Ayunda, dengan santai.
__ADS_1
"tapi ini makanan beda sayang,". senyum semerik Zense.
"iiss,gak malu apa di depan ada Hans,". gerutu Ayunda.
"biarkan lah dia memanas, tinggal beberapa hari kita akan menikah.mungkin saja dia tiap hari selalu melihat aku menciumi mu,anggap saja makanan mu,". ledek Zense.
Hans,hanya diam saja tanpa menjawab perkataan bos-nya itu. apa yang anda katakan itu benar bos, batin Hans.
******
"Bagus gak dekorasi pelaminannya,apa kamu suka atau bisa kita ganti,". Ujar bu Yumi. Ia adalah seorang MUA yang tak jauh dari rumah Ayunda.
"Bagus bu Yum,bajunya juga udah nih,". Ujar Ayunda.
"Kamu simpan saja yah,taruh di lemari. Takutnya ada yang megang-megang terus kotor,mana warna putih,". Ucap bu Yumi.
"Oke,bu. Aku kekamar dulu buat nyimpan bajunya,". Pamit Ayunda.
Setelah selesai menyimpan baju akad nikahnya. Ayunda, langsung mengunci pintu kamar. Saat ini rumahnya di penuhi oleh anak-anak dan orang-orang juga.
Ada yang sedang memasak cemilan untuk ibu-ibu ,ada juga bikin kue. Padahal Ayunda,sudah memesan cateringan.
Ayunda, langsung bergabung dengan ibu-ibu yang sedang menikmati minuman dan beberapa cemilan seperti pisang goreng,ubi goreng,dan yang lainnya.
"Ada berita hangat dan hot..hot,". Kata bu RT
"Berita apa bu,bikin penasaran nih,". Sahut yang lainnya.
"Pasti kalian pada gak tau yah,". Ledek bu RT.
"Malam kemarin Hendri,mantan suami Ayunda,". Bu RT,sengaja menggantungkan ucapannya.
"Kenapa dengan Hendri,bu,". Ujar yang lainnya di buat penasaran.
"Ahh... bu RT mah, malah ngelunjak,". Kata bu Lela.
"Penasaran banget aku bu,sama mantan suamiku,". Ucap Ayunda. Sedangkan bu RT,masih cengar-cengir dari tadi.
"Hendri,malam kemarin sudah menikah tapi nikah sirih,". Ucap bu RT dengan santainya.
"Apa....?,". Teriak orang-orang sekitar.
Membuat orang-orang tercengang mendengar perkataan bu RT. Ayunda,juga kaget karena tiba-tiba Hendri menikah namun secara diam-diam.
"Jangan ngaur lah bu,". Ujar bu Lela.
"Aku gak ngaur,karena malam itu juga Hendri, meminta surat menyurat untuk nikah.liat saja apa ada bu Sari,dan anaknya ke sini.aku yakin Hendri, menikah secepat itu karena perempuannya hamil duluan,". Kata bu RT.
"iya yah..biasanya bu sari,mana mungkin ketinggalan kalau acara beginian,". Timpal lainnya.
"iya juga sih,dari tadi gak keliatan batang hidungnya bu sari,". sahut yang lainnya.
Apa Hendri, menikah secara sirih. Pasti ada sesuatu ini,batin Ayunda.
__ADS_1
"jangan-jangan hamil duluan tu,makanya nikah diam-diam,".
"Bu Rt,tau siapa nama perempuannya," tanya Ayunda.
"Citra,yang kerja di Indomaret simpangan situ. Anak bu Halimah, kalau gak salah,".
"Owalah...citra! Aku sering liat Citra,gonta ganti naik sepeda motor dengan pria lain,". Kata salah satu ibu di situ.
"Kaya gak tau aja bagaimana kelakuan Citra, dandanannya aja kaya pelakor begitu,". Sahut yang lainnya.
"Kaya punya anak tiga, padahal masih sendiri,".
"Aku pernah liat juga Hendri.membawa citra, malam-malam waktu itu aku mengintip di balik pintu,".
"Dulu, pernah di labrakkan si Citra. Berani mendekati suami orang lain,".
"Aku gak sengaja liat Citra, masuk kost di daerah xxx. Waktu aku pulang kerja,cuman diam aja,". Ujar Ayunda.
Banyak lagi kritikan lainnya mengenai Citra.
"Apa gak tau yah bu Sari, memilih menantu kaya Citra. Katanya Citra,itu keras kepala lo berani melawan,". Ujar bu Lela.
"Biarkan saja bu Lela. Jadi bu sari,dapat karma karena mendapat kan menantu seperti itu,". Kekeh bu RT.
"Bisa-bisa tiap hari ribut terus,". Sahut yang lainnya.
"Dapat tontonan gratis kita tiap hari,".
"kita liat saja bagaimana nantinya.kalau Citra, beneran hamil duluan bakalan ketahuan bau busuknya,". ucap Bu Lela.
"iya benar,bu. bisa jadi bu Sari,malu dapat menantu yang jauh dari Ayunda,". ucap yang lainnya
Aku kaya mau tertawa lepas mendengar jika Hendri, menikah dengan Citra, pantesan mantan mertua aku tidak ada di sini apa dia takut karena masalah yang tertimpa anaknya Hendri, tiba-tiba menikah secara sirih dan diam-diam lagi tanpa sepengetahuan tetangga sekitar ,batin Ayunda. Ia hanya tersenyum kecil saja.
*****
Di rumah Hendri,
Hendri dan Citra,sudah menikah secara sirih tanpa sepengetahuan tetangga sekitarnya.
itu pun menikah di rumah orang tuanya Citra. hanya kerabat terdekat keluarga Citra,saja.
"lama banget sih mas,kamu di kamar mandinya,". ucap Citra. ia melihat Hendri, seperti gelisah bahkan jalannya saja seperti ada sesuatu yang menahan entah itu apa.
ini yah visual Zense dan Ayunda.
maaf kalau gak suka, soalnya bingung milihnya.heheheh
visual Zense Alvaro
__ADS_1
visual Ayunda