
"Assalamualaikum, Laila. Apa kabar". Ucap seseorang di depannya.Laila. Saat ini,ia sedang menjaga kasir. Sampai-sampai tidak tahu, siapa yang di hadapannya. Ustadz Zulkifli,tidak hanya sendiri melainkan dengan seorang pria.
Astagfirullah,kenapa aku tidak sadar jika Ustadz Zulkifli. berbelanja di supermarket ini,iisshhh...jika aku tahu, lebih baik menghindar.
"Wa'alaikum salam, Ustadz Zulkifli". Jawab Laila, hatinya melongos terasa nyeri. Begitu indah senyuman Ustadz Zulkifli,memang sudah lama Laila tidak ikut pengajian. Ya Allah,kenapa tiba-tiba bertemu Ustadz Zulkifli. Ingat Laila, dia sudah memiliki istri. Jangan sampai dirimu, menjadi seorang perempuan berdosa.Tapi,siapa yang di samping Ustadz Zulkifli? kerabat jauhkah.
"Sudah lama tidak bertemu denganmu,kenapa tidak hadir di acara pengajian". Tanya Ustadz Zulkifli, Suaranya begitu khas lembut dan lemah. Sangat beruntung sekali Hafizah,yang sudah menjadi istrinya. seakan-akan kau, menghindariku Laila, batin Ustadz Zulkifli.
"Maaf, Ustadz. Bukannya tidak mau hadir, tapi jadwal masuk kerja. Maaf,sekali lagi Ustadz,". Jawab Laila,ia menangkup kedua tangannya ke arah ada lalu menunduk sedikit. salah satunya agar aku,bisa move on darimu Ustadz. tak sanggup rasanya jika terus-menerus melihat dirimu. seakan-akan cinta ini tumbuh, semakin berkembang jika tak menghindari Ustadz.
"Baiklah,saya sangat paham denganmu. Semoga sukses dan jangan lupa berdoa. Kenalkan ini sepupuku, namanya Hamzah. Dia mengajar di sekolah pesantren dekat sini". Apakah kamu, kecewa denganku Laila. maafkan aku,aku salah.
"Salam kenal,saya Hamzah. Keluarga Ustadz Zulkifli,dari jauh". Hamzah, menangkup kedua tangannya ke arah dada lalu menunduk.
Laila, pun juga memperkenalkan dirinya. "Laila,". Ia tersenyum manis,tentu saja Hamzah dan Ustadz Zulkifli,masih tampan Ustadz Zulkifli.
"Baiklah,kami permisi dulu. Assalamualaikum Laila". Pamit Ustadz Zulkifli dan Hamzah.
"Wa'alaikum salam, Ustadz Zulkifli dan Hamzah". Jawab Laila,ia tersenyum kecil. Kaya gak supan akunya,manggil nama aja. Bagaimana nanti manggil kak Hamzah, cocok kayanya.
*****
Sepulang dari kerja, Laila langsung bergegas pergi ke mall. Ia terpaksa sendiri, karena Shelly ada tugas kuliah.
Sesampai di Mall,ia langsung berkeliling. namanya seorang perempuan,suka jalan-jalan dan lihat-lihat. walaupun tidak membelinya,yang penting cuci mata dulu.
__ADS_1
"Lailaaa...". Panggil Seseorang pria di sampingnya Laila.
"Haiii... Zakir,kau ada di sini". Laila, tersenyum sumringah melihat Zakir.
"Biasa lagi,belanja. Kau sendirian,tumben. Biasanya dengan Shelly, kalian berdua persis kaya induk ayam dan anaknya. Kemana-mana selalu berdua". Tanya Zakir,ia cengengesan.
"Dia sibuk,ada tugas kuliah katanya. Terpaksa aku, sendirian karena bete aja. Tumben kamu, sendirian mana yang lainnya ". Laila, calingukan mencari sesosok temannya Zakir.
"Tidak ada. Aku hanya sendirian, mereka lagi sibuk dengan pasangan masing-masing. Maklum jomblo nih,". Kekehnya Zakir,ia merapikan jaketnya.
Membuat Laila, cekikikan tertawa mendengar ucapan Zakir. "Oh...gak papa jomblo,sama aku jomblo".
"Hemmmmm...itu sudah pasti kamu,jomblo. Bagaimana keadaan Shelly,apa dia baik-baik. Herman,memang berubah apa lagi Al. Aku sangat Khawatir kepada mereka,". Ucap Zakir, kini mereka saling jalan-jalan beriringan.
"Dion, entahlah...dia orangnya B aja,gak kaya Al dan Herman. Entahlah aku, tiba-tiba tidak suka atas kedatangan Kenny. Seakan-akan dia, mempengaruhi pikiran Al. Namanya juga bucin,". Kekehnya Zakir. "Cari apa lagi,hemmm...".
"Hemmm...aku sih,cuman muter-muter, karena sudah dapat yang aku inginkan". Jawab Zahra, dengan santainya.
"Bagaimana kita nonton,hemmm...gak cepat-cepat pulang jugakan". Zakir, langsung mengajak Laila. Duhhh.. Laila, dengan tatapanmu,bisa meleleh hatiku. Gak kebayang gimana Al,tahu. Jika aku jalan-jalan dengan Laila dan kami menonton berdua. Hihihi....
"Hemmm.. sebenarnya aku dan Shelly, berencana mau nonton. Yukk.. nonton, kebetulan ada film horor terbaru". Laila, langsung mengiyakan ajakan zakir.
Waduhhh...kenapa film horor,kenapa gak film islami atau yang lain aja. Gak papa,demi Laila. "Hahaha...okelah kalo begitu,".
Laila dan Zakir, langsung masuk dan memesan tiket dan membeli cemilan. Tangan Zakir, gemeteran memegang popcorn. Sebenarnya dia sangat takut, jika menonton film horor. Mereka sesekali berfoto bersama, biar ada momen-momennya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian. Film horor sudah di mulai, gemetaran zakir semakin jadi. Sampai-sampai,ia menutup matanya saat hantu tiba-tiba muncul.
"Tidak takutkan,ini benar-benar seru Zakir. Gak nyesal kita nonton filmnya" ucap Laila, penuh dengan semangat.
Wajah Zakir, pucat pias. "Aaaakkhh....!!! " Zakir, berteriak nyaring saat tiba-tiba hantunya muncul. Zakir,menahan dadanya. nafasnya ngos-ngosan, jantungnya berdegup kencang seakan-akan jantungnya hampir copot.
Membuat seisi bioskop, tercengang melihat ke arah zakir. Laila,hanya cekikikan tertawa mendengar teriakkan temannya di samping. Bagiamana tidak tercengang, seorang pria berteriak nyaring. apa lagi Zakir, terlihat syok berat namun ia tetap tersenyum ke arah Laila.
"Hahahah.... maafkan aku, Zakir. Kau sangat lucu". Sekuat tenaga Laila, menahan tawanya. "Kau terlihat pucat sekali wajahmu, kenapa tidak bilang? Kalau kau,takut film hantu. Hemmm..". Maafkan aku Zakir, sudah mengejekmu dan mentertawakan dirimu.
"Ak-aku hanya tidak mau, mengecewakan dirimu Laila. Lagian ini momen langka,bisa nonton bareng kamu. Mana mungkin aku, menolak dengan alasan takut. Berhenti lah,jangan kau ketawa-ketawa sendiri. Aku jadi malu, Laila ". Gerutu Zakir, seperti perempuan yang sedang merengek-rengek kesal. Astaga,sumpah... image sebagai seorang priaku,tengah hancur berkeping-keping karena film horor.
"Baiklah, Kapan-kapan kita. Menonton film lain saja,jangan film horor. Kamu terlihat kasian sekali,". Ejek Laila, cekikikan. Kasian sekali kamu Zakir,kenapa juga gak bilang kalau takut melihat film horor?kok bisa sih? pria segagah Zakir, takut sama film horor.
"Huuuufff... baiklah aku, pegang perkataan mu. Jika kita akan menonton lagi". Zakir, tersenyum sumringah. ia mulai tenang,namun tatapannya masih kemana-mana. tak mungkin dia,fokus ke layar. bisa-bisa dia, langsung lari keluar bioskop. Asyik... nonton bareng Laila,lagi.
"Hemmm..tapi,di waktu yang tepat yah. Saat aku pulang kerja atau libur". Kata Laila, tersenyum manis. Anggap saja,aku menebus kesalahanku yang sudah membuatnya ketakutan.
Beberapa menit kemudian. Film yang mereka tonton akhirnya selesai juga. Zakir,kedua kakinya sangat lemas. Wajahnya masih pucat, Laila juga memberikan sebotol minuman air putih.
"Jangan terus mengejekku Laila, untung saja Shelly tidak ada. Lebih baik aku,pingsan daripada mendengar ejekkan kalian berdua". Zakir, kesal kepada Laila. Terkadang cekikikan tertawa, melihat keadaan Zakir.
"Kau sangat payah, Zakir. Masa seorang pria,takut menonton film horor". Laila, terus-menerus mengejek-ejek Zakir. Tentu saja harga diri, sebagai seorang pria seakan-akan menghilang begitu saja.
Laila, masih saja tertawa cekikikan melihat keadaan Zakir. setelah puas dengan keliling Mall, kini mereka berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1