
"Al,aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu ,". Yulia, mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan video kepada Al.
Yuliana,sering di panggil Yulia. Adik kelasnya Al,namun ingin merusak hubungan Al dan Annisa. Yulia,anak dari Ambar dan Johan.
Yulia, sangat mengagumi sesosok Al. Banyak yang iri saat Annisa, berpacaran dengan Al. Banyak perempuan lain yang sakit hati,saat mengetahui Annisa jadian dengan Al.
Video tersebut adalah kekasihnya Al, sedang bercumbu mesra di taman tak luput juga mereka berciuman dengan mesra. Al,hanya menyunggingkan senyumnya. Sebelum Yulia, memberikan video tersebut. Dia lebih tahu jika Annisa, sedang bermain di belakangnya.
"Bagaimana dengan video ini,apa kamu masih mempertahankan perempuan itu". Tanya Yulia,ia tersenyum licik.
"Ini urusan ku,bukan urusan mu. Jadi jangan sok ikut campur". Al, langsung meninggalkan Yulia.
Yulia, berdecak kesal. Kenapa Al,masih mempertahankan perempuan itu. Jelas-jelas sang kekasih telah berselingkuh di belakangnya.
Saat menuju ke kelas. Al,sudah di cegat Annisa sang kekasih.
"Sayang,kita kantin yuk". Rengeknya Annisa,kepada Al. Dengan wajah cemberut,sok imutnya.
"Kemarin kemana aja,kenapa chat WhatsApp ku tidak di balas". Al, melepaskan tangan Annisa yang tengah bergelut manja.
Aduuhh.... kalau aku bohong,pasti Al sangat marah. Apa Al,tau aku kemarin jalan-jalan dengan Erick. "Aku kemarin jalan-jalan sayang,bersama dengan teman". Jawab Annisa,ia tersenyum manis.
"Oh,aku kelas dulu. Sebentar lagi bel masuk,akan berbunyi. Istirahat saja,kita kekantin,". Jawab Al, membuat Annisa kecewa.
Jangan salahkan aku selingkuh Al,itu semua karena kamu. Selalu sibuk ini itu, dengan urusanmu. Tapi aku tidak mau kehilangan mu,kamu harus jadi milikku selamanya.batin Annisa,ia langsung pergi menuju ke kelasnya.
Ting...
Annisa, langsung mengeluarkan ponselnya. Matanya terbelalak melihat pesan dari Yulia, pesan tersebut adalah video dimana Annisa tengah berciuman dengan Erick selingkuhannya.
"sial,aku harus menemui Yulia. Jangan sampai dia, memperlihatkan video tersebut kepada Al. Darimana sih? Dia dapat video seperti itu,". Gumam Annisa,ingin menuju ke kelas Yulia. Namun bel sekolah sudah berbunyi,bertanda jam pelajaran segera di mulai.
__ADS_1
"kenapa wajahnya kusut begitu," tegur Vivi,teman sebangkunya.
"Aku lagi marah dengan Yulia, bisa-bisanya dia dapat video ini". Annisa, langsung memperlihatkan video yang di kirim Yulia.
"Kan sudah kita-kita bilang,kalau kamu pacaran dengan Al. Jangan main-main di belakangnya,banyak yang mau merusak hubungan kalian. Setarakan Al,di rebut oleh kaum perempuan". Tegur Agnes, temannya.
"Benar, pasti kamu di mata-mata oleh seseorang dan mencari kesalahan kamu. Makanya hati-hatilah, mereka iri kepadamu Nis". Sahut Vivi,ia tersenyum kecil. Siapa sih? Gak terpesona dengan Al,sudah kaya,mapan, ganteng maksimal lagi. Semoga saja mereka cepat-cepat putus, kesempatan untuk ku dekati.
"Gak akan, pernah. Al,tetap milikku tanpa kecuali. Awas kalian juga biang keroknya,". Ancam Annisa, sebenarnya ia ragu kepada teman-temannya. Pasti di antara mereka,ada yang menusuk dari belakang.
"Yaelah,kami ini sahabat kamu. Ngapain juga nusuk dari belakang, mending langsung aja". Kekehnya Agnes. Baguslah kalau mereka cepat-cepat putus,enek melihat Annisa suka selingkuhin Al... ohhhhh..pangeranku.
*****
"Sampai kapan kamu mempertahankan Annisa,". Tanya Dion,kini mereka tengah berkumpul di kantin.
"Annisa, sebagai tameng agar gak ada perempuan lain dekat-dekat dengan ku. Apa lagi centil-centil bikin aku merinding, terserah apa yang di lakukan Annisa,". Jawab Al, sambil menghirup jus di tangannya.
"Manis banget sih? Pengen aku bawa pulang,biar tahu. Kalau Laila,calon istriku". Sahut Herman,ia cengengesan mengerjai Al.
"Hussssttttt....ada Annisa,ke sini". Tegur Dion, sedangkan Al. Ia menghembuskan nafasnya dengan berat, sebenarnya malas menghadapi sikap Annisa.
"Sayang,maaf baru datang. Soalnya masih ada tugas tadi". Annisa, langsung merangkul pundak Al dari belakang.
"Tidak apa-apa,by. Pesan sana makanan,". Kata Al,ia tersenyum kecil.
Dari jarak jauh Laila, melihat ke arah Al dan teman-temannya. Tak luput juga dari pandangan Al,ia tersenyum kecil.
Annisa dan temannya, langsung duduk santai bergabung dengan teman-temannya Al.
Sebenarnya Al, sangat risih. Ketika Annisa, bergelut manja di lengannya. Sudah pasti Annisa,juga seperti ini kepada selingkuhannya.
__ADS_1
"Sayang,pulang sekolah kita Mall. Aku mau beli tas, keluaran terbaru. Tapi kalau kamu tidak mau, transfer uangnya ke rekening ku juga gak papa". Pinta Annisa, dengan manja.
Al,tidak masalah jika mengeluarkan uang kepada kekasihnya. "Hemmm.. aku anterin, setelah itu. Aku harus kekantor karena bekerja, maklum aku masih belajar". Alibi Al, sebenernya ia tak mau terlalu lama dekat-dekat dengan kekasihnya.
Annisa, langsung tersenyum lebar. Ia sengaja bermanja-manja,agar Yulia semakin kepanasan. Yulia, sangat geram kepada Annisa. Ia sok-sokan bermanja-manja dengan pria idamannya,namun di sisi lain teman-temannya Annisa. Begitu senang, melihat Yulia terobsesi ingin menghancurkan hubungan mereka.
tak berapa lama.akhinya pesanan Annisa,sudah datang. secangkir jus dan semangkok bakso, aromanya sangat menggoda perut.
"sayang,suapin aku". rengeknya Annisa,membuat teman-teman Al hanya cengengesan saja.
"sok manja,". gerutu Zakir,ia tersenyum kecil. Ck,dasar ulat-ulat gatal.
"terserah aku dong, karena Al kekasihku.suka-suka aku lah,bukan begitu sayang". senyum manis Annisa, membuat Al jijik melihatnya.
"makan saja sendiri, kamu punya tangankan. aku sibuk,apa kamu tidak melihat di hadapan ku laptop. kami sedang sibuk masalah, proyek ,". kata Al. mumpung jam istirahat Al dan teman-temannya, kesempatan mengerjakan pekerjaan mereka.
"Bete deh,kamu selalu sibuk. sampai-sampai tidak ada waktu untukku Al,". bentak Annisa,ia cemberut. ia membanting sendok makan,ke mangkoknya.
"bukankah kamu tahu,jika berpacaran dengan ku harus sabar. setiap Minggu aku selalu menuangkan waktu untukmu, bukankah ada awal janjian aku sudah menjelaskan semuanya. aku banyak kerjaan,tidak ada waktu debat dengan mu. Ayo,kita kelas". ajak Al,kepada teman-temannya.
Al, Dion, Zakir dan Herman. langsung beranjak dari kursi dan meninggalkan kantin.
Annisa, kecewa kepada Al. memang dari awal , Al sudan menjelaskan semuanya. karena dia sibuk hari-harinya, masalah sekolah dan kerjaan di kantor.
"Jangan egois Annisa,apa kamu lupa resiko pacaran dengan Al. pacaran dengan Al, memerlukan kesabaran. karena dia tidak memiliki waktu yang banyak bersamamu, seharusnya kamu paham-paham lah. jangan egois,atau main di belakang ". bisik Yulia,ia tersenyum semerik.
"diam kamu Yulia...!!! jangan sok belagu,ini hubungan kami. aku tahu,kamu ingin merebut Al dariku. oohh... jangan harap,karena Al milikku,". tegas Annisa,ia tersenyum merekah.
Yulia,hanya menyinggung senyuman kecilnya. "Oh, benarkah...!! padahal aku memiliki kartu As mu". ia tersenyum kemenangan, membuat Annisa diam membisu.
Sial,aku harus bisa menghapus videonya dari ponsel yulia.jangan sampai Al, melihat semuanya, gerutu Annisa.
__ADS_1