TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Keinginan Tak Sesuai Harapan (S2)


__ADS_3

Keinginan Tak Sesuai Harapan. Begitulah yang di pikiran Al sebelum terjadi petaka.


Awal dia tersenyum kecil dengan ide jahil.


Ia menarik tangan Laila,namun Laila tahu akal liciknya Al. sedangkan Al, sudah memikirkan matang-matang. ketika dia menarik tangan Laila, otomatis dia jatuh ke pelukannya. seperti adegan romantis di film drama korea,uwuwuwuan banget kan. bisa saja saling pelukkan dan terbawa suasana berkahir dengan adegan ciuman,dan..... pas sekali dengan momen di kamar,tanpa ada seorang pun.


Laila, mendorong tubuh Al dan terjatuh kepalanya terbentur di keramik lantai. Sedangkan Laila,ia tersungkur keningnya kepentok pinggiran meja .


"Lailaaaa". Teriak Al,ia meringis kesakitan di kepala. Begitu juga Laila, keningnya terlihat memar. "Aakkhhh... sakiiitttt nya".


"Lailaaa.... astagfirullah,". Ucap Ayunda, baru datang dan melihat Laila, meringis kesakitan. "Ya Allah,nak. Keningmu memar. J.......!! ". Teriak Ayunda, dengan kencang.


Dengan tergesa-gesa J,masuk ke dalam kamar Al. "Ada apa, sayang. Kamu,kenapa meringkuk di lantai Al. Bangun...bangun. Ada apa sayang? lah,kenapa pula dengan Laila. kalian lagi ngapain,apa kalian sedang berantem ha? ngapain berantem nyakitin diri sendiri,mending berantem di atas ranjang enakkk".


"Astagfirullah,J....kamu ngapain ngomong gak jelas ha?Lihatlah kening Laila, mungkin karena Al yang mendorong tubuhnya. Sampai-sampai kening Laila,terbentur meja belajar Al".


Astagfirullah,kenapa lagi dengan papah J. kok bisa-bisanya ngomong kek gitu, kotor jadinya otakku.


"Ssshhhhh....gak papa,tante. Ini gak sepenuhnya salah,Al. Dia juga kesakitan Tante,maaf. Lancang masuk ke kamar anak tante,sebab temannya Zakir. Menyuruhmu membangun Al,benar sekali. Sangat susah membangunkan Al" Ucap Laila,ia berdiri di bantu Ayunda.


"Ayo,kita keluar. Duduk dulu,pasti badan kamu sakit. Atau kaki kamu,yang sakit". Tanya Ayunda, khawatir kepada Laila.


"pah,sakit sekali kepala ku". Rengeknya Al,di bantu J. "mamah,gak peduli sama aku. malah nyamperin Laila ".


"Lebay sekali kamu,boy. Cepat mandi sana, bukankah kalian ada ujian". J, langsung meninggalkan Al. setelah membantu Al,duduk di tepi ranjang.


"Aargghhh....sakit sekali,kenapa gak sesuai dengan keinginan sih? Sial,sakit sekali kaya mau pecah". Al, berjalan menuju kamar mandi sambil memegang kepalanya.


Ayunda, memberikan minyak kayu putih di kening Laila. "Sakit yah,sayang. Maafkan anak tante yah,memang bandel banget tau. Tante,sampai menyiram air ke wajahnya Al. Dia memang sudah di bangunkan".


"Makasih tante,sudah mengoles minyak kayu putihnya. Jadi gak enak,". Senyum kecil Laila.


"Sepertinya kalian telat, berangkat sekolah. Sayang,kamu anter mereka yah". Kedip mata Ayunda,tentu saja J tersenyum dan mengangguk kepala.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian. Al, keluar dari kamar dengan pakaian sekolahnya. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa dan melirik ke arah mereka. "Sakit banget pah, kepada ku. Gak sanggup mikir,apa lagi ujian matematika". Al, bersandar di bahu J.


"Lebay,". Gumam Laila. Ayunda, mendengar perkataan Laila,hanya cengengesan.


"Hemm...dia memang begitu, cepat sana kalian berangkat. Tenang,suami tante yang anter kalian. Lihatlah kalian sudah telat,jadi biar J mengurusnya". Ucap Ayunda, dengan santai.


Kini J, mengantar Al dan Laila. "Jangan bicara macam-macam, Laila bahaya. Bisa-bisa burung papah,bisa jadi opor burung atau terong opor". Bisik Al, tersenyum kecil."seperti ayam jagoku,jadi opor ayam,".


"Hemm...tenang saja,bukan seperti mu. Selalu ceroboh". Senyum semerik J.


Apa sih? mereka bisik-bisik,batin Laila. Al,hanya cengar-cengir saja.


*******


Benar saja. Al dan Laila,telat datang.


Wajahnya Laila, cemberut dan menyalahkan Al. Untungnya J,bisa menangani masala ini. Sehingga mereka,bisa mengikuti ujian.


Masih untung gurunya belum masuk ke dalam kelas, masih ada beberapa menit lagi.


"Auuu...Sssshhhhh...sakit Shelly,jangan kamu pegang". Kata Laila, meringis.


"Ehh...aku kira bo'ongan,makanya aku pegang. Maaf yah". Kekehnya Shelly. "Terus habis kenapa,hmmm..gak mungkin kan KDRT, masalahnya kamu belum nikah".


"Gara-gara Al,salah dia. Makanya aku seperti ini,sakit". Rengeknya Laila, rasakan Al kamu akan di salahkan.


"Hemmm...karena cowok itu, selalu salah". Sahut Al.


Shelly dan temannya Al,saling pandang dan mereka kebingungan. Sedangkan Zakir,sudah membayangkan jangan-jangan Mereka. Hemm...hemmm....


"Aku tahu". Ucap Zakir, dengan semangat.


Namun tatapan Laila dan Al, mematikan. Sehingga Zakir, menutup mulutnya dengan tangan. Mampus aku,kalau sampai memberitahu kepada lainnya. "Maksudnya ujian hari ini, matematika. Iya,aku tahu hehehehe...".

__ADS_1


Yang lainnya hanya kesal mendengar ucapan Zakir. "Yaelah,kirain tau apa ". Gerutu Herman. " Semua orang tau kali.hari ini ujian matematika,"


********


[Al,aku mencintaimu.Tunggu aku kembali]


Al, tersenyum kecil saat membaca pesan dari Seseorang. Namun tidak pernah dia balas,ia acuhkan saja.


"Dia masih mengirim pesan kepadamu," tanya Dion.


"Heeemmmm.... Tapi,tak pernah aku balas. Toh, hubungan di antara kami sudah selesai.semenjak kepergiannya,apa lagi aku ogah LDR" senyum semerik Al, walaupun di dalam hatinya masih ada sedikit rasa cinta terhadap mantan kekasih. Apa lagi cinta pertama, sulit di lupakan.


"Aku tahu,kalau dekat dengan Hana kan. Anak SMA sebelah,sejak kapan kamu dekat dengannya. Kau, naksir dia". Tanya Al, terkekeh.


"Awalnya sih? Kami sering berantem, sepupuku. Entah kenapa tiba-tiba rasa cinta, begitu datang. Dan kami jadian,aku juga melupakan Emily". Jawab Dion, dengan santai. "Sepertinya Emily,ingin memperbaiki hubungan di antara kami. Dia sering ngakak ketemuan lah,kirim chat lah. Hana, memberitahu ku. Untuk menyelesaikan antara aku dan Emily,".


"Terus, sampai sekarang belum. Atau kamu tidak sanggup dan masih mencintai Emily,jangan sampai kamu mempermainkan hati Hana. Berbicaralah baik-baik kepada Emily,aku yakin dia mengerti semuanya". Kata Al, menepuk pundak Dion.


Dion,hanya mengangguk pelan. Sebenarnya sangat berat, menemui Emily. Sudah pasti, menyakiti perasaan sang kekasih.


"Lama banget, kalian ke toilet". Tegur Dion, kepada Zakir dan Herman.


"Kebelet ternyata kami berdua,makanya lama. Perut mules". Jawab Herman,kini duduk di kursi.


"Zakir, Sampai sekarang kami tidak pernah lihat kamu dekat-dekat dengan perempuan. Masih normalkan,gak belok". Tanya Al, tiba-tiba.


"Ehh...kalau ngomong jangan ngadi-ngadi Al,jelas aku laki-laki normal. Untuk saat ini,belum ada hehehe". Jawab Zakir, cengengesan.


"Boleh gabung gak? Boleh ya kan". Kata Yulia,dia duduk di samping Al. Ia sengaja menggeser posisi duduknya, agar lebih dekat dengan Al. "Aku punya info lo,lusa ada balapan di jalan lo vetran".


"Wiiihhh...rame dong, tapi kami sudah insaf. Tidak mau lagi balap-balapan,". Jawab Herman.


"Hemm... fokus ke yayang aja". Sahut Dion, membuat yang lain cekikikan. Namun Herman,tidak karena dirinya kena sindir teman-temannya. maklum masih bucin-bucin akut, hehehehe.

__ADS_1


"kau tahu Al, William musuh mu. dia ikut dalam balapan ini,". Bisik Yulia, seketika Al terdiam dan menoleh ke arahnya. Yulia, tersenyum merekah saat di pandang Al.


__ADS_2