TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Pernikahan (1)


__ADS_3

Setengah jam berlalu mereka sudah menonton film bo-kep.


Begitu tegang seperti menonton film horor saja .


"Ckckck, sanggup banget yah ceweknya di gilir begitu,". Ucap Vivian. Mata mereka hampir tak berkedip melihat aksi di film tersebut.


Rada-rada basah ni bagian bawah,batin Ayunda. Ia menggigit jarinya.


"Wehh... mantap betul langsung dua lobang di mainkan,".


"pasti Ayunda, pernah di jilat begituan gaya 69 lagi,". Kekeh Melisa


"Apa kaya es krim rasanya yu,". Vivian, menoleh ke arah Ayunda.


"Kaga pernah,kami cuman ciuman terus ngelakuin itu tanpa pemanasan,". Jawab Ayunda,namun tetap fokus ke layar televisi.


"Nanti aku cobain di atas juga,kaya enak deh. Cewek nya merem melek sambil mende*ah begitu," kata Vivian


"Fiks,kita cobain yah. Terus nanti kita ketemuan di mana gitu. Cerita-cerita gimana pengalaman dengan suami,". Kata Melissa.


"Hmmm,boleh deh,"? Jawab Ayunda. Vivian, pun mengangguk kepala saja


Tak kerasa jam menunjukkan pukul dua belas malam.


Ibu kandung Vivian,tak sengaja mendengar suara aneh di balik pintu kamar anaknya.


"Astagfirullah, kalian,". Teriak seseorang di ambang pintu kamar Vivian.


"Mamaah,". Teriak Vivian.


"Tante,". Teriak Melisa dan Ayunda. Mereka juga syok dan kaget.


Secepat mungkin Melisa, langsung mode off di remotenya.


"Apa-apaan kalian menonton film yang tak wajar seperti itu,". bentak bu Helda, sambil melotot kearah mereka.


"Mamah, itu yang apa-apaan.kami hanya cari pengalaman mah,". Ucap Vivian.


Astaga merek bukan anak kecil lagi,batin bu Helda. Ia baru sadar jika anaknya sudah besar bahkan besok sudah Menikah.


"Oke,oke.mamah salah,". Ucap bu Helda. Langsung mengambil CD yang baru mereka tonton tadi.


"loh, kenapa di bawa mah? Itu milik Ayunda,". Vivian, mencegah sang ibu.


"Gak bisa,ini sudah jam berapa. Waktu nya kalian tidur,besok masih banyak yang di kerjakan. Apa lagi kamu Vi, calon mempelai wanita nanti malah molor di pelaminan,". Bu Helda, langsung meninggalkan kamar anaknya itu.


"Ya sudah,kita tidur saja. Besok pasti kita pada ngantuk-ngantuk. Apa lagi yang jadi pengantin pasti capek banget,". Kata Ayunda.


Setengah jam berlalu.


Mereka pun tidur dengan tenang walaupun posisi tak beraturan.


****


"Bangun.... bangun...,". Bu Helda, membangunkan anaknya berserta teman Vivian. Ada senyuman kecil di wajah bu Helda. Begini yah kalau punya anak banyak,semoga saja banyak cucu nantinya,batin bu Helda.


Bu Helda,hanya mempunyai anak satu yaitu Vivian.


"Mah,ini masih jam berapa ngantuk masih,". Rengek Vivian.


"Tante, ngantuk,". Keluh Melisa.

__ADS_1


"Nak Ayunda,bangun...ayo,". Ucap Bu Helda, menggoyang tangannya.


Mata Ayunda, masih merem melek. Ia langsung bangkit menuju tas lalu mengambil baju ganti juga.


Melisa dan Vivian nampak heran. Bagaimana bisa Ayunda, berjalan sedangkan matanya masih terpejam.


Braakkkk..


"Astagfirullah,". Bu Helda, langsung menutup mulut nya. Sedangkan Melisa dan Vivian. Hanya cekikikan tertawa melihat Ayunda,menabrak pintu kamar mandi.


"Aduh...sakitt,". Ayunda, meringis kesakitan.


"Makanya kalau jalan itu mata di buka, ini malah merem,". Ejek Vivian.


"Kumpulkan nyawa dulu, baru melangkah pergi. Ayo kita harus cepat bersiap-siap ke hotel,". Ucap Bu Helda, sebelum meninggalkan mereka.


Setengah jam berlalu. Mereka telah selesai acara ritual mandinya. Mereka langsung turun kebawah menuju mobil dan pergi ke hotel yang masih terlihat gelap.


"Masih gelap ternyata,". Gumam Melisa.


"Dingin beb,". Vivian, memeluk Ayunda.


"Masih ngantuk aku,". Rengek Ayunda.


Mereka bertiga sama-sama menguap efek kurang tidur.


*****


Sesampai di hotel.mereka bertiga bergegas masuk salah satu kamar untuk di make up MUA.


"Makan dulu sebelum di make up,". Ucap salah satu anak buah MUA.


Selesai acara makan. Vivian, langsung di makeup begitu juga Ayunda dan Melisa. Mereka penggiring pengantinnya.


"cantik banget kamu Vi,". Saat memandang wajah cantik Vivian. Ia sekarang menggunakan gaun kebaya berwarna putih. Begitu pula Ayunda dan Melisa, menggunakan gaun panjang berwarna putih.


sedangkan di dalam ruangan luas di hias dengan bunga-bunga.lampu-lampu berkilauan


Regan tengah melaksanakan ijab kabulnya.


"Bagaimana para saksi? Sah...,"


"Saahh.....,".


semua orang ricuh mendengar kata sah.


Ijab kabul sudah selesai. Ada senyuman bahagia di wajah Vivian dan lainnya.


Vivian, cengengesan saat mencium tangan sang suami. Ia juga malu-malu saat Regan,mencium kening Vivian.


"Ck, sok-sokan malu kamu Vi. Biasanya malu-maluin,". Kekeh Melisa.


"Iya,biasanya nyosor kaya soang,". Sahut Ayunda.


Plak...


Vivian, menepuk lengan temannya. Dengan kodean mata mereka paham. Ada delapan mata tajam saat mendengar perkataan Melisa dan Ayunda. Siapa lagi kalau bukan orang tua Vivian dan kedua orang tua Regan.


Regan,hanya diam. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Heheheh,maaf Vi. Keceplosan,". Bisik Ayunda.

__ADS_1


"Iya,lagian kalian udah sah juga," balas Melisa.


"Hussstt,hilang sudah harga diri aku di depan mereka,". Kesal Vivian.


Benar-benar yah,punya anak perempuan suka nyosor, batin bu Helda. Ia melotot saat Vivian, memandang ibunya. Ia hanya tersenyum kecil.


Bakalan kena ceramah panjang lebar ni, batin Vivian.


******


Acara akad nikah sudah selesai dan berjalan dengan lancar.


Sang pempelai pengantin langsung berganti pakaian. Untuk melanjutkan acara resepsi pernikahan.


Melisa dan Ayunda, mereka sedang asyik duduk di sofa sambil menunggu Vivian, sedang berganti pakaian.


"Waw, cantik banget kamu Vi,". Kata Ayunda.


"Cantik banget,kita Selfi dulu dong,". Ucap Melisa.


"Boomerang juga,". Timpal Ayunda.


"Aku capek banget tau,baru akad nikah. Benar kata Ayunda,lebih baik akad nikah aja,". Keluh Vivian.


"sabar, tinggal satu acara lagi,". Ucap Ayunda.


"Tapi satu acara sampai malam Yu,". Timpal Melisa.


"Apa..? Aku pingsan aja kali yah,".


"Wahh,jangan ngaur kamu Vi. Bisa-bisa gak enak-enak malam nanti,". Sahut cepat Melisa.


"Tapi..!kalau Vivian capek, justru dia gak main enak-enakan. Langsung molor,". Jawab Ayunda.


Membuat Vivian, bingung dan di tambah bingung.


Saatnya Vivian, keluar dari kamar rias dan menuju pelaminan bersama kedua sahabatnya di belakang.


Dengan kocaknya terkadang Ayunda dan Melisa, menginjak gaun pengantin yang panjang di belakang.


"Aku keinjak gaun Vivian,". Bisik Ayunda.


"Hehehe,sama Yu,". Mereka berdua cekikikan tertawa.


Sampai-sampai Vivian,kesal. Bukan satu kali bahkan beberapa kali.


Sial, kenapa sih mereka suka menginjak gaunku,batin Vivian


Akhirnya sampai juga di pelaminan di sambut hangat oleh sang suami.


"Ciyeeee... udah nikah,". Kata Melisa.


"Bisa uwuwuwun dah,malam nanti,". Kekeh Ayunda.


Kini acara foto berfoto bersama keluarga dan teman-teman juga.


Tal berselang lama semua tamu undangan ricuh karena kedatangan Zense Alvaro. Bersama dengan pembisnis lainnya.


"Aku tiba-tiba gugup Mel,". Kata Ayunda.


"Sama Yu,pengen kabur aja aku. Apa lagi Farhan,kayanya marah sama aku. Udah mulai malam tadi aku gak ada konek sama dia,". Jawab Melisa.

__ADS_1


"Lah,aku sama aja Mel. Jarang banget konek sama Zense,". Mereka saling berbisik-bisik.


__ADS_2