TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Aksi Para Ibu-ibu (S2)


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, menyinari bumi.


Laila, terbangun dari tidurnya. Ia calingukan mencari Al,namun tidak ada lagi di sampingnya.


"Kemana dia? Kenapa tidak ada,". Gumam Laila,ia beranjak dari ranjang. Lalu melangkah pergi ke luar kamar,namun tidak ada mendapatkan sesosok Al.


Ceklekk......


Laila, mencoba membuka pintu kamar Al. Setelah terbuka terlihat sesosok pria yang tengah, berbaring di atas ranjang.


Laila, tersenyum sumringah melihat Al yang masih tertidur pulas. Laila, tersentuh hatinya karena Al tidak melakukan apapun terhadapnya. ia beruntung sekali,mengenal Al tidak seperti pria lain.


Laila, memberanikan diri untuk mendekati Al yang masih tertidur pulas.


Ting.... Nong.....Ting...Nong...


Suara bel apartemen berbunyi, bertanda ada seseorang datang.


"Sepertinya ada seseorang datang,siapa yang datang sepagi ini. Atau jangan-jangan,". Tiba-tiba saja Laila, gelisah dan takut. "Al,bangun.....!!!! Al,bangun".


Laila, menggoyangkan lengan Al. "Al,bangun....ada seseorang yang datang,aku takut. Iiihhh....bangun Al". Rengeknya Laila,bel apartemen berbunyi lagi.


Al, mengeliyat tubuhnya yang masih mengerjapkan matanya. Kantuknya terasa berat,karena malam tadi kurang tidur.


"Ada apa sih? Masih ngantuk Laila, nanti aja bangunin aku". Rengeknya Al,ia malah membalikkan badannya.


"Al,ada seseorang datang. Aku takut,kalau mereka menemukan aku". Laila, menggerakkan tangannya Al.


Sontak membuat Al,bangun tiba-tiba lalu menatap ke arah Laila. "Kamu, serius Laila. Ada yang datang," Laila,hanya mengangguk kepalanya.


"mana mungkin Laila,kalau orangnya Hamzah sampai ke sini". Gerutu Al,ia langsung ke arah pintu apartemen. Ck,berani menyentuh Laila. akan aku habisi mereka,semua di tanganku sendiri.


Laila, hanya mengikuti langkah kakinya Al. Ia terpesona dengan tubuh Al, terlihat kekar dan sixpack. Saat ini Al,hanya bertelanjang dada. Astagfirullah,kenapa aku mikirin tubuh Al. sadar Laila,dosa ini mah.


Al, mengintip di balik pintu apartemennya. Saat melihat siapa yang datang,ia menghembuskan nafas beratnya. fiuuhhh... ternyata yang datang, bukan orangnya Hamzah. melainkan ulat keket, gatalnya luar biasa.


"Siapa Al,". Tanya Laila, penasaran. Ya Allah, lindungilah kami. semoga saja,bukan orangnya Hamzah.


"Kenny,". Jawabnya Al. Ck, ngapain lagi. dia berani datang ke sini.


"Pacarmu yah,aduhhh... gimana ini,Al? Pasti dia sudah salah paham,". Laila, langsung merasakan rasa bersalahnya.

__ADS_1


"Bukan,kami sudah putusan. Biarkanlah dia, nantinya juga pulang sendiri". Al, menjauhi pintu apartemen lalu duduk di sofa.


"Al,bisa gak? Hemmm....kamu pakai baju,gak nyaman aja aku liatnya". Laila, mengalihkan pandangannya ke arah Al. Alhamdulillah, mereka sudah putus. jadi akunya gak bersalah kepada Al dan Kenny.


Al, tersenyum smrik melihat tingkah laku Laila. Kini dia, terlihat salah tingkah. "Kenapa emangnya, Laila? Bagus gak tubuhku,mau pegang gak. Kalau mau pegang,boleh nih. Gratis untuk mu, mumpung aku tawarin nih". Kedip mata Al.


Laila,malah melempar bantal ke arah Al. "apaan sih,gak jelas". Al, hanya cekikikan tertawa melihat Laila Cemberut.


"Baiklah,aku mandi dulu". Al, beranjak dari duduknya. Ia malah mendekati Laila,lalu membisik sesuatu. "Yakin,gak mau pegang".


Membuat Laila, terdiam membisu. Saat tangannya menyentuh, sixpack perutnya Al. Matanya membulat sempurna, tangannya menyentuh kulit Al.


Astagfirullah, Astagfirullah.....!!! sadar Laila,jangan khilaf. Laila, langsung tersadar dan menatap tajam ke arah Al.


"Al,mesuuuuuum......!!!!!" Teriak Laila,ia benar-benar geram kepada Al. Laila, melempar beberapa bantal ke arah Al. Nafasnya ngos-ngosan,karena mengejar Al yang jauh lebih cepat larinya.


*******


Sedangkan di tempat lain. Ayunda dan para ibu-ibu,tengah mencegah kedatangan Hamzah dan keluarganya. Kini terjadi keributan di antara mereka,yang ingin melaksanakan akad nikah.


"Ibu-ibu,kenapa kami di cegah. Ini adalah urusan kami, sedangkan Laila tidak keberatan apapun. Kalian tidak berhak, ikut campur dalam urusan kami". Ucap Wulan, dengan nada tinggi.


"Ehhh.... Wulan, sampai kapanpun. Kami, tidak akan menyetujui pernikahan Laila dengan suamimu itu". Sahut Ayunda, dengan tatapan tajam.


"Ustadz Zulkifli, bagaimana pendapat Anda. Sedangkan Anda,hanya diam saja". Bu Ella,angkat berbicara.


"Ibu-ibu, sekalian. Bukankah Laila,juga tidak keberatan dengan pernikahan ini. Dia bersedia menjadi istri kedua dengan saudara Hamzah, bukankah kita sudah menanyakan hal ini sebelumnya". Ustadz Zulkifli, mencoba menenangkan hati para ibu-ibu.


"Ustadz Zulkifli, seharusnya Anda sebagai keluarganya. Menyelidiki semuanya, mentang-mentang keluarga selalu percaya apa kata mereka ". Decak bu wendah.


Ustadz Zulkifli, hanya menghela nafas dalam-dalam. Sekuat apapun melawan ibu-ibu,sudah pasti akan tetap kalah. Karena ibu-ibu, selalu benar walaupun salah.


"Tenang-tenang ibu-ibu sekalian". Ucap pak RT. Mencoba menenangkan keributan yang ada, walaupun tatapan istrinya begitu tajam.


"Pak,kenapa membela mereka ha". Sahut bu RT, seketika sang suami diam saja nyalinya langsung ciut.


"Cepat minggir-minggir,kami ingin melaksanakan akad nikah. Lebih cepat, lebih baik. Ini adalah urusan kami, ibu-ibu". Geram Wulan. Benar-benar yah, bikin masalah aja nih. Ibu-ibu,huuu....


"Saya sebagai bu RT,juga tidak setuju dengan pernikahan ini. pasti ada sesuatu,agar Laila mau. atau jangan-jangan,kalian mengancam diakan". Bu RT, menaruh rasa curiga kepada mereka.


"Jangan asal bicara bu,kalau tidak ada bukti". senyum smrik Wulan.

__ADS_1


"Tidak akan, sampai kapanpun. Kami tidak setuju Laila, menikah dengan Hamzah. Dia memiliki istri,tak rela kami jika Laila menjadi madu" bentak Ayunda, dengan menunjuk jarinya ke wajah Wulan.


"Laila, tidak ada di dalam rumah". Ucap Hafizah,dari belakang ibu-ibu.


Sontak semua orang-orang, tercengang mendengar ucapan Hafizah.


Beberapa orang-orang nampak tak percaya, ketika Laila tidak ada di dalam rumahnya. Namun hati para ibu-ibu, langsung terlihat senang.


"Tidak,tidak mungkin.jangan berbohong kepada kami, Hafizah" bentak Wulan,ia menerobos kerumunan ibu-ibu. Ia tak percaya jika Laila, tidak ada di rumah.


"Tidak mungkin,aku sudah menyuruh beberapa orang untuk menjaga kediaman Laila". Bantah Hamzah.


Benar saja Laila,memang tidak ada di rumah. sedangkan ibu-ibu tersenyum sumringah. saat mengetahui jika Laila, kabur.


"Hahahaha....hahahahah." gelak tawa dari ibu-ibu,mampu membuat Hamzah dan keluarganya geram.


"apa jangan-jangan kalian,yang sudah menyembunyikan menantu saya". Decak bu Romlah,ibu kandungnya Hamzah.


"Baguslah, kalau Laila kabur. Kami,malah senang". Timpal lainnya.


"Ehh...bu Romlah, jangan asal tuduh kalau gak ada bukti". Sahut ibu lainnya.


"Benar,jangan tuduh sembarangan loh. Jadi,emang terbukti kalau Laila terpaksa harus menikah dengan Hamzah waktu itu. Buktinya Laila, kabur karena dia memikirkan matang-matang. Ia adalah perempuan baik-baik,masa mau menjadi madu". Ucap bu Wendah.


"Jangan-jangan ada sesuatu ini,kalau tidak terpaksa. Mana mungkin Laila,kabur. Iya kan, ibu-ibu....!!!".


"Iya,benaaaarrr.....". Jawab serempak ibu-ibu, sedang Ayunda tersenyum puas.


Laila,kabur? Kabur, kemana dia? Pasti ada seseorang yang membantunya, batin ustadz Zulkifli. Ia tiba-tiba mengkhawatirkan Laila.


Hafizah, langsung menyenggol lengan Suaminya."kenapa bengong mas, jangan sampai kamu mikirin Laila".


"Sial,kenapa Laila kabur". Decak Hamzah,tengah frustasi. Begitu juga Wulan,gagal semuanya.


"Ck, katakan dimana Laila? Pasti ibu-ibu tahu,dimana keberadaan Laila". Ucap Wulan,tengah emosi kepada ibu-ibu di hadapannya.


"Walaupun kami tahu, dimana Laila? Sampai kapan pun,kami tidak akan memberitahu kepada kalian". Sahut salah satu ibu-ibu di hadapannya, sambil tersenyum mengejek.


"Aaarghhh... kembalikan Laila,dia adalah calon istriku". Bentak Hamzah, dengan kesal.


"Ckckck....tidak tahu,malu. Ingatlah Hamzah,jangan harap kamu akan menikahi Laila. seharusnya kamu, urus dulu Wulan. Mentang-mentang dia, menolong Laila. Maka Laila, harus berbalas budi. Bilang saja,kalian mengambil kesempatan dalam hal inikan. Munafik,hanya memanfaatkan balas budi orang". Decak Ayunda,dengan geram.

__ADS_1


Terlihat beberapa mobil hitam, berhenti di pinggir jalan. Ayunda,tahu jika itu adalah suaminya. Betapa senangnya,ini adalah membongkar rahasia mereka. Ayunda, tersenyum merekah. Ia tak sabar, memalukan para-para manusia licik ini.


__ADS_2