TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Niat Rujuk


__ADS_3

"ah, it-itu menunggu Regan,". Ucap Ayunda,terbata-bata.


"Kau ingin pulang,aku bisa mengantarkan mu,". Tawar Zense. dengan wajah datarnya.


Entah angin dari mana seorang Zense Alvaro, ia menawarkan jika mau mengantar seorang wanita pulang bersamanya.


"Tidak, terimakasih,". Tolak Ayunda.


"Zense,". Kata Regan,yang baru datang yang masih ngos-ngosan.


"Hmmm,". Zense,hanya berdehem. Lalu beranjak pergi meninggalkan Ayunda,dan Regan


"Dari mana saja kau,aku ditinggal sendirian,". Ketus Ayunda.


"Maaf, tadi di tarik Vivian. Ayo kita pulang, kenapa Zense,sampai ke sini,". Tanya Regan, nampak heran.


"Mana aku tau,dia tiba-tiba datang dan menawarkan untuk mengantar aku pulang,". Jelas Ayunda.


"Mengantarkan kamu pulang. Aneh, apa ada rasa dengan mu yu. Biasa pandangan pertama,". Regan, menyipitkan matanya dia menaruh rasa curiga. "apa kamu sudah melakukan jampi-jampi kepadanya,".


"Ck, ngaur. Ngapain tadi sama Vivian," Tanya Ayunda.


"Besok,dia menyuruhku datang ke restoran untuk makan siang bersama, keluarga ku dan keluarganya,".


"Oh, jangan-jangan sebentar lagu bakalan cepat nikah ini,".


"Serah lah,aku ikut saja. Lagian Vivian,tipe ku juga,". Kekehnya


"Eleh,bakalan aku jampi-jampi tu Vivian,".


"itss, jangan.lebih baik kamu jampi-jampi Zense, bakalan jadi istri sultan.pasti mantan suami kamu itu gak bakalan kepanasan lagi tapi langsung meninggoy". kekekhnya


Ayunda, cengengesan mendengar perkataan temannya itu.


********


"bu,aku liat Ayunda, sekarang sukses,". Ucap Hendri,kepada ibunya.


"Terus, kenapa,".


"Mau gak, kalau aku rujuk lagi, dengar-dengar gajih dia besar, kerja kantoran lagi". Pinta sang Hendri


Sang ibu, berpikir sejenak saat mendengar perkataan anaknya. "Emang Ayunda,mau gitu rujuk sama kamu,". Tanya bu Sari

__ADS_1


"Yah,ibu bantuin aku gitu. Masa gak mau,".


"Kamu tau sendiri kan,banyak yang belain Ayunda,gak mau kalau harga diri ibu di rendahkan,".


"Gak papa cuman sebentar bu,nanti kita balas Ayunda,". Kata Hendri lagi.


"nanti ibu pikirkan lagi,". Sahut sang ibu.


Masa iya,aku mohon-mohon kepada Ayunda,pasti dia bakalan injak-injak harga diri ku,batin bu Sari.


"Kalau bisa secepatnya bu,biar hidup kita enak. Gak kaya begini semakin hari semakin sepi warung makan Siti,mana dia sakit-sakitan lagi,". Keluh Hendri.


"Iya,nanti ibu usahakan.kalau gak demi uang mana mau ibu,". Sungut sang ibu.


"Umur kak Ambar dan kak Neli,udah tua bu.udah cukup untuk menikah kalau mereka menikah hidup kita terjamin selalu punya cadangan untuk kita,". Ide sang Hendri


"ibu masih mikir,siapa yang mau sama kakak-kakak kamu,gak papa duda atau punya istri yang penting kaya,".


"Aku setuju bu,nanti aku bantu cari juga.tanya-tanya ke teman siapa tau dapat,". Ujar Hendri.


"Mau kemana bu,". Tanya Hendri, melihat ibunya mau keluar rumah.


"Mau ke tempat kerjanya Siti, biasanya dia malas-malasan kalau gak di jaga,".


Hanya perlu 15 menit saja mereka telah sampai di warung makan Siti,nampak sepi tanpa ada yang pembeli. Siti, terlihat termenung di ujung kursi keadaan nya sangat menghawatirkan badan kurus,wajah kusam dan terlihat menua.


"kenapa kosong melompong begini di laci Sit,mana uang,". Teriak Bu sari,kepada menantunya.


"Mulai pagi, sampai sekarang gak ada yang beli bu,uang untuk belanja mengisi menu yang lain juga gak ada hanya menu lalapan saja,". Keluh Siti.


"Ini juga, meja-meja kok berdebu sit,jangan jadi istri pemalas kamu.kalau begini terus mana ada yang mau mampir,". Decak Hendri.


"Jual saja warung makan ini Hend, lumayan buat kita sehari-hari uangnya,". Ujar bu Sari


"Benar bu,nanti aku kasih palang dijual cepat, didepan nanti,". Jawab Hendri.


"Jangan dijual mas,hanya warung ini mata pencarian kita untuk dapat uang,". Ucap Siti,setara memohon jangan menjual warung makan miliknya


"Buat apa Sit, sekarang gak kaya dulu rame. Kamu juga sakit-sakitan mana gak bisa masak. Malah orang jijik liatnya,". Bentak Hendri.


Siti pasrah mendengar perkataan sang suami,dia tak mampu melawan karena badannya sangat lemah.


"Semoga cepat mati,". Gumam bu Sari.

__ADS_1


"Ayo pulang sana,". Usir Hendri,kepasa istrinya.


Dengan langkah gontai untuk pulang. Sang suami sedikit pun tidak ada rasa kasian kepada dirinya. "Apa ini dosaku karena kesombongan ku selama ini,". Gumam Siti. Air matanya berderai deras di pipi kusamnya.


Hendri,dan ibunya sedang mengumpulkan benda-benda di warung itu seperti bangku,meja dan lainnya. Untuk mereka jual.


"Kalau dijual semuanya, lumayanlah uangnya,". Ucap Hendri.


"Iya,kita sambil menunggu kapan lakunya warung ini,".


"Aku juga promosi di sosmed bu,biar cepat. Ibu juga cerita-cerita kemana siapa tau ada pengen,".


Ada senyuman kecil di bibir Hendri dan ibunya, karena sebentar lagi mereka dapat uang banyak.


*****


saat Ayunda, pulang dari kerja. ia melihat sebuah tulisan terpampang didepan warung makan Siti.


"Dijual,apa warung makan Siti,mau dijual,". Ayunda, menghentikan motornya tepat didepan rumah makan Siti,tengah tutup.


"sayang sekali kalau di jual,apa aku beli aja lumayan buat pegangan siapa tau aku bisa jual apa gitu atau aku sewakan,tapi harus minta bantuan siapa yah untuk membeli,kalau aku sendiri jangan deh, takutnya malah aku di akalin,". Ayunda, terdiam sejenak sambil memikirkan siapa yang mau membantu nya.


"aahh,aku tau,minta bantuan sama bu RT,pasti mau apa lagi bu RT ngomongnya gak punya rem,bisa kewalahan mantan mertua aku itu menghadapi nya,". Ayunda, menyungging kan. senyuman kecilnya.


******


"bu RT,bu RT,". teriak Ayunda, dari luar rumah.


"ehhh,ada Ayunda. ayo masuk,". ajak bu Rt, kepadanya. "ada apa yu,".


"gini bu, warung makan Siti,kayanya mau dijual. aku jadi pengen gitu Bu,tapi ibu taukan kalau kami punya masalah,". Ayunda, terlihat sendu agar bu RT,mau membantu nya.


"tau yu, terus kamu maunya gimana,".


"gini bu,bisa gak bantu aku.ibu seakan-akan membeli rumah makan itu padahal aku yang beli dan dengan uangku,ibu hanya peran pengganti saja, tolongin aku yah bu.nanti aku kasih uang,". Ayunda, tersenyum kecil di sudut bibirnya.


dengan senyum merekah di wajah bu RT,ia langsung menerima tawaran ku. "wah mau banget aku yu,apa lagi ada cuannya,". kekehnya


"syip,aku tunggu bu kabarnya.lebih cepat lebih baik,". ujar Ayunda.


"selesai kerjaan ku. nanti aku kerumah Siti,dan membicarakan itu. kamu tenang saja serahkan pada ibu RT,".


"bagus,bu RT. memang top,". puji Ayunda.

__ADS_1


uuhh, akhirnya beres juga,batin Ayunda


__ADS_2