
Ayunda,tengah asik berkumpul di rumah tetangganya. Saling berfoto-foto di pelaminan bersama ibu-ibu lainnya. kalau besok tentu tak leluasa berfoto-foto.
Karena tetangganya mengadakan resepsi pernikahan anak mereka. Apa lagi,di tambah malam minggu dan beberapa artis sedang bernyanyi di atas panggung.
Sorak-sorai suara ibu-ibu melengking untuk naik ke atas panggung, menyuruh bernyanyi dan goyang ngebor.
"naik,naik. ayo, ibu-ibu kita ramaikan malam ini". ucap seseorang di atas panggung.
Mata Ayunda, menatap ke arah perkarangan rumahnya. Terlihat mobil mewah berwarna hitam, sedang memarkir mobil. Siapa yang datang? mobil siapa itu,batin Ayunda.
Ia calingukan siapa yang barusan datang? Saat membuka pintu mobil,mata Ayunda terbalalak siapa yang turun.
"Pak Abraham, ngapain dia ke sini? Ahh...aku lupa,dia pasti menyuruhku untuk pergi. Tidak bisa di biarkan,harus cari akal ini". Gumam Ayunda,ia langsung menarik lengan bu RT.
"Duhhhh...ada apa Yu,main tarik aja" ucap bu RT,ia melihat wajah Ayunda sedang calingukan. "Kamu kenapa yu? Ada apa ha".
"Gini bu,bantu aku yah. Liat di perkarangan rumahku. Ada seorang pria tengah berdiri,dia mau mengajak aku pergi ke acara keluarganya. Katanya orangtuanya sedang mengadakan acara pesta,jadi mencari diriku untuk pasangannya malam ini. Tapi aku gak mau bu,jadi risih. Di kantor juga dia datangin aku terus, bahkan sampai nekat ke sini. Bantu yah,bu.plissss....ibukan tau aku sudah memiliki tunangan". Mohon Ayunda, kepada Bu RT.
"Oh, masalah itu gampang. Serahkan kepada bu RT". Kedip mata matanya.
Dengan melenggang pergi,ingin menghampiri Abraham. Ia masih setia berdiri di teras rumah Ayunda.
"Hemm...cari Ayunda,yah. Saya bu RT, sekitar sini" Ucap bu RT,kepada Abraham. Terlihat jelas bu RT, penuh dengan kepedean. Untung,sudah punya suami. kalau gak,aku juga mau jadi partner dia malam ini.
Abraham, langsung mendekati bu RT. Ia tersenyum kecil. "Iya,bu. Saya cari Ayunda,tapi di panggil-panggil gak ada yah. Maaf,saya minta ijin untuk membawa Ayunda. saya adalah rekan bisnis kerjanya,saya mengundang untuk pergi ke acara keluarga saya" ucap Abraham,ia merasa tak nyaman di tatap oleh ibu-ibu. Duhhh...bisa ribet masalahnya kalau menghadapi ibu-ibu.
"Oh, katanya tidak bisa ikut. Ayunda,tengah sibuk biasa dia ikut-ikutan pakai henna di tangannya". Alibi bu Rt. "apa lagi Ayunda,sudah memiliki tunangan. Gak baik tunangan orang di ajak sama pria lain, saya sebagai bu RT. Tidak bisa mengijinkan kamu membawa Ayunda,apa lagi dia tidak mau. Tolong yah,nak. Jangan di paksa,dia tak suka di paksa-paksa". Kalau ajak,aku sih. nanti kita bisa atur, kekehnya bu RT dalam hati.
"tapi bu...". pembicaraan Abraham, langsung di potong oleh bu Rt.
__ADS_1
"Tidak, sekali lagi tidak bisa. Saya permisi, silahkan pergi. Tidak enak malam-malam begini ke rumah janda". Decak bu Rt,ia langsung meninggalkan Abraham.
Abraham, langsung mengepalkan kedua tangannya. Dengan hati kesal,ia langsung naik ke mobil. Saat di dalam mobil,ia memukul stir. "Aarrrghhh...sial,baru kali ini aku di tolak mentah-mentah seorang wanita. Janda lagi,apa sih? Hebatnya tunangan Ayunda," gerutu Abraham,ia langsung meninggalkan perkarangan rumah Ayunda.
Sedangkan Ayunda dan bu RT, mereka cekikikan tertawa melihat kepergian Abraham.
Nekat juga Abraham. Sampai-sampai datang ke rumahku, padahal lumayan jauh juga.batin Ayunda.
"Ehh... padahal ganteng loh, orangnya. Apa dia gak tau kamu memiliki tunangan, sampai-sampai dia ke sini". Tanya bu RT
"Tahu bu,dia rekan bisnis. Tapi dia duda tanpa anak,setau ku. Mantan istrinya model, cantik banget. Sayang yah, mereka cerai". Kata Ayunda.
"Namanya juga kehidupan, walaupun orang-orang lihat sempurna. Tapi belum tentu mereka yang merasakan sempurna, pasti ada kekurangan sehingga bercerai berai". Ucap bu RT. "Ibu dan lainnya, selalu mendoakan kamu nak. Semoga pernikahan ini adalah yang terakhir untukmu ".
"Makasih,banyak bu. Tanpa kalian aku gak bisa apa-apa,kalian adalah pengganti seorang ibu dalam hidupku ". Senyum merekah Ayunda.
Malam semakin larut. Ayunda,pamit dengan lainnya untuk pulang kerumah.
Mendengar ucapan Fitri,teman satu sekolahnya dulu. Ia hanya tersenyum kecil. "Makasih,atas pujiannya Fitri. Aku juga heran,kamu yang dulu masih persis sampai sekarang.suka nyindir-nyindir orang,tapi gak bercermin diri sendiri". Ucap Ayunda, dengan tatapan tajam.
"Siapa lagi pria yang datang tadi? Apa dia selingkuhan mu, atau tunangan mu. Oups.... kecoplosan". Kekehnya Fitri.
"Pikir aja sendiri,bay. Mau pulang". Ia melenggang pergi meninggalkan Fitri.
"Awas,kamu Ayunda". Ancam Fitri,ia masih menatap kepergian Ayunda.
****
Pagi harinya. Ayunda, sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah tetangganya. Walaupun sekedar membantu sedikit,di acara resepsi pernikahan anak tetangga.
__ADS_1
"Ingat, jangan nakal yah.jangan lari-larian, nanti jatuh". Ayunda, mencoba memperingati anaknya.
"Hemm...papah,apa masih lama baru pulang mah? Al, kangen banget". Rengeknya, sambil merapikan pakaiannya sendiri.
"Sabar,yah. Tinggal beberapa hari lagi,papah akan pulang. Al,berdoa saja yah" pinta Ayunda,ia mencium lembut di pipi anaknya.
"Mamaahhh...aku gak suka di cium-cium,nanti lipstik mamah, nempel". Kaya Al,ia langsung bercermin takutnya lipstik sang ibu menempel di pipinya."fiuuhhh... untung gak ada".
Melihat kelakuan anaknya. Ayunda,hanya tersenyum kecil. Zense,betapa tampannya anak kita. Dia sangat pintar,persis dirimu. Seandainya kamu ada? Kita adalah keluarga yang sangat bahagia, batin Ayunda.
Secepatnya,ia menghapus air matanya yang sempat mengalir di pipinya.
Ia langsung bergegas keluar rumah dan pergi ke acara resepsi pernikahan. Ayunda, tengah ikut-ikutan menyambut para tamu-tamu.
"Sepertinya Fitri, mencoba menyaingi dirimu Ayunda. Lihat lah, dimana-mana perhiasan emasnya" bisik bu Sumi.
"Iya,bu. Apa gak takut,yah. Pakai emas,tapi berlebihan". Bisik Ayunda,lagi.
"Ibu,aja takut. Takut di rampok loh,sayang kalau hilang. Kita doakan saja, semoga gak kenapa-kenapa". Kata bu Sumi.
Fitri,sengaja mengibaskan tangannya. Seakan-akan semua orang-orang terpana dengan perhiasan di tangannya begitu full. Terlihat sangat berlebihan alias hanya pamer. Ibu-ibu yang tengah melihat perhiasan emasnya,hanya bisik-bisik. Sedangkan Fitri,ia tersenyum merekah. Pastilah ibu-ibu di sini iri kepadaku, lihatlah mereka hanya memiliki perhiasan emasnya tak seberapa, batin Fitri.
"Fitri,kamu gak takut apa? Memakai perhiasan emas berlebihan begitu, takutnya ada yang berniat jahat. Hati-hati lo,". Tegur bu RT.
"Apaan sih,bu. Sudah biasa kalau begini mah,ibu aja yang ketinggalan zaman". Jawab Fitri,ia terlihat sombong.
Bu RT,hanya menggelengkan kepalanya. "Aku hanya memberi nasehat saja Fitri, hati-hati. Takutnya kamu menyesal nantinya".
"Iya,jangan sampai kamu nyanyi Ku menangis.....kan nantinya lucu ". Sahut ibu yang lainnya.
__ADS_1
Fitri,merasa risih. Bilang saja,kalian tidak memiliki perhiasan emas yang banyak,dasar ibu-ibu lebay. Iri bilang bos, gerutu Fitri.
Ia langsung mengambil makanan yang sudah di sediakan,tanpa menghiraukan bisik-bisik tetangga.