TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Unboxing


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Vivian,di selenggarakan begitu meriah. keluarga dan kerabat dekat sekaligus teman-teman Vivian,juga berdatangan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.


rekan bisnis pihak keluarga maupun rekan bisnis Regan, masing-masing juga datang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka


"ini kado pernikahan untukmu". Zense, memberikan dua tiket bulan madu di pulau pribadinya. tentu saja Regan, dengan senang hati menyambut kado pernikahan yang ia inginkan.


"makasih,zen,". dua tiket tersebut langsung di simpan saku celananya Regan.


selesai mengucapkan selamat kepada sang mempelai pengantin. Zense, langsung menghampiri Ayunda. sejak dari tadi dia berdiri bersama Melisa. Farhan,pun mengikuti Zense,dari belakang.


semua orang-orang di sekitar tercengang saat melihat Zense, langsung menggandeng seorang wanita cantik. Zense, langsung membawa Ayunda, pergi ke acara itu menuju keluar.


orang-orang tengah berbisik karena ini adalah kejadian sangat langka karena mereka pertama kalinya seorang pembisnis Zense, langsung menggandeng seorang wanita.


"aku malu,". lirih Ayunda,pelan.


bagaimana tidak malu mendengar kata-kata yang keluar dari mulut tamu undangan pernikahan temannya.


"tak usah malu,ada aku di sini,". jawabnya


Ayunda,hanya menuruti saat Zense, mengajak dia keluar dari acara pernikahan temanya. Melisa,juga di ajak Farhan. mengikuti langkah Zense dan Ayunda, didepannya.


"yah,mereka diculik oleh pasangan masing-masing,". kata Vivian, melihat temannya sudah pergi.


"ada aku sayang,". bisik Regan.


Vivian,malah malu-malu saja.


"tapikan," terlihat wajah Vivian,memelas.


"mereka tidak kemana-mana,nanti balik lagi,". ujar Regan.


mendengar perkataan Suaminya,jika Ayunda, dan Melisa,tak kemana. ia langsung tersenyum kembali.


******


Acara resepsi pernikahan Vivian,telah selesai.


Malam semakin larut. Apa lagi di tambah malam pengantin Vivian dan Regan.


"Waktu inboxing,". Senyum semerik Regan. Ia mengikuti istrinya masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di sediakan.


"Wah...cantik banget,". Vivian, terkagum-kagum melihat hiasan isi kamar pengantin mereka.


Di atas ranjang di penuhi bunga-bunga mawar merah. Ada juga berbentuk love di tambah dengan taburan bunga dan lilin-lilin kecil.


"Aku yang mandi duluan atau kamu sayang,". Bisik sensual Regan,di telinga Vivian. Membuat bulu kuduk berdiri.

__ADS_1


"A-aku saja sayang,gerah banget,". Jawabnya.


Saat ini mereka sudah memakai baju biasa.baju pengantin yang di pakai Vivian,entah kemana. Melepaskan baju pengantin itu di bantu Melisa dan Ayunda. Karena gerah tak nyaman berat.Vivian,memaksa mereka. Mau tak mau Ayunda dan Melisa, menuruti apa perkataan temannya itu.


Sepuluh menit kemudian.


Vivian,telah keluar dari kamar mandi.


"Sayang,jangan di buang dong bunganya,". Kata Vivian, langsung menghampiri Regan. Dia tengah mengibas semua bunga-bunga di atas kasur Mereka.


"Kalau gak di buang, bagaimana kita tidur sayang. Gak enak nantinya,". Jawab Regan. Ia sudah bertelanjang dada hanya menggunakan bokser saja.


Tentu terpampang nyata sesuatu menonjol di bagian bokser Regan.


Astagfirullah,besar banget.gemessss, batin Vivian. "Tapi,gak bagus lagi,". Keluhnya.


Regan, meneguk air liurnya saat melihat Vivian. Dia hanya menggunakan handuk kimono kecil, sungguhan terlihat paha mulus. Rambut terikat dan menampakkan leher jenjang putih Vivian. Apa lagi saat melihat belahan dadanya membuat gairah bergejolak.


Semakin dekat Regan, mendekati istrinya yang tengah sibuk mengumpulkan semua bunga-bunga di atas kasur.


Seketika terdiam saat kedua bahu Vivian,di pegang erat oleh Regan. Ia juga membalikkan tubuh sang istri.


Vivian, merasakan hawa yang berbeda. Tangannya sudah gemeteran dan bingung harus melakukan apa.


Mata mereka saling memandang. "Sa-sayang tidak mandi dulu,". Ucap Vivian.


Mereka pun melakukan ritual malam pertama. Erangan des*han bercampur keringat bercucuran membasahi tubuh mereka. Hawa dingin berubah menjadi hawa panas bagi mereka berdua. Vivian,hanya pasrah apa yang di lakukan Regan.


*******


Dikediaman pak Tejo.


"Mas,uangku habis,". Rengek Ambar, kepada suaminya Johan.


"Pagi-pagi kamu ini sudah minta uang, bukannya jatah Sebulan aku kasih,". Johan melirik sekilas ke arah istrinya. Yang masih berbalut selimut.


"Uangku habis..lima ratus ribu, buat arisan di suruh ibumu dan madu ibumu itu,". Ketus Ambar.


Johan, langsung mengambil dompet di saku celana panjangnya. Ia memberikan uang satu juta lagi kepada Ambar. "Awas,kalau kamu masih memberikan uang kepada ibumu itu,". Ancam Johan.


"Gak mas,uang buat aku aja kurang,". Balas Ambar. Ia kembali tidur lagi.


"Kamu mau ikut tidak. Aku mau pergi ke kampung sebelah,cari sapi buat bapak,". Ajak sang Suaminya.


"Gak mas,aku capek. Tiap malam kamu gebur terus,remuk badan aku,". Jawabnya.


"Kamu aja malah menikmati.aku pergi dulu,ada yang kamu titipkan tidak,". Tanya Johan.

__ADS_1


"Gak,mas,". Jawab Ambar.


Johan langsung pergi meninggalkan kamarnya.


Karena perut keroncong. Ambar, terpaksa pergi keluar kamar untuk sarapan pagi.


Di meja makan telah tersedia makanan lezat yang sudah di masakan oleh pembantu di rumah itu.


Saat Ambar,tengah makan. Ia tak sadar jika pak Tejo,sedang mengamati dirinya dari kejauhan.


Saat Ambar, mencuci tangan. Ada sebuah tangan mengelus pahanya, membuat dirinya sok siapa yang telah lancang melecehkan dirinya selain suami.


"Bapak,jangan macam-macam,". Ambar, langsung menjauhi mertua nya.


"Alah,gak usah munafik kamu Mbar,". Goda pak Tejo.


"Apa sih pak. Aku ini menantu Bapak lo,jangan macam-macam". Ucap Ambar.


"Ayolah Mbar,kita bisa bermain di belakang istri ku dan suami kamu. Aku bakalan kasih imbalan uang kepadamu menantu kesayangan ku,". Lirih pak Tejo, kepada menantunya.


"Jangan gila pak..!,". Bentak Ambar,ia langsung menjauhi mertua nya.


"Dasar orang gila,sudah tua gatalan lagi,". Gumam Ambar. Ia langsung mengunci pintu kamar nya.


Sudah sering kali pak Tejo.melakukan Ambar,yang tak wajar kepada nya jika sedang berduaan. Tentu saja Ambar, sangat marah di perlakukan seperti itu.


****


Malam hari Ambar, memberi tahukan aksi bejat kepada suaminya.


"Aku gak tahan lagi mas,kalau tinggal terus di rumah bapakmu. Aku bukan wanita murahan,". Keluh Ambar. Ia menangis sesenggukan.


"Kurang ajar bapak,sudah tau istri ku malah di godain,". Decak Johan.


"Atau gak,kita pindah rumah yuk,mas. Aku takut,". Ambar, merengek lagi.


"Sabar dulu sayang. bapak, mana mau menyuruh kita pindah,".


"Aku sudah gak tahan mas, pasti ada kesempatan buat dia melecehkan aku,".


Ambar,merasa risih atas perlakuan kebejatan mertuanya itu. sudah memiliki istri dua masih saja menantu di embat.


"Ya sudah,kalau aku tidak ada dirumah kamu ikut aku saja. Bagaimana?,". Saran Johan.


Ambar, langsung mengangguk pelan."kalau tidak aku tinggal di rumah ibu, nanti kamu jemput kalau selesai bekerja,".


"Gak bisa,rumah ibumu cukup jauh. Capek aku bolak-balik,".

__ADS_1


"Iya,aku ikut kamu saja mas,". Ambar, dengan pasrah. Dia tidak mau di tinggal pasti mertuanya itu ada saja kesempatan untuk melecehkan dirinya.


__ADS_2