TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Ulat Bulu


__ADS_3

Hari demi hari. Abraham, berbagai cara untuk bisa bertemu dengan Ayunda. Semakin di tolak , semakin menjadi-jadi untuk mendekati Ayunda.


Ia tak peduli jika Ayunda, sudah memiliki tunangan. Sebelum janur kuning melengkung,pepet terus oleh duda akut.apa.lagi zaman sekarang, walaupun sudah berstatus menikah. pasti bisa di rebut kembali.


Walaupun berstatus duda,tetap saja pesonanya mengalahi para pemuda-pemudi.


"Lo, ngapain pak Abraham ke rumah segala". Tegur Ayunda. ia baru saja keluar dari mobil, habis pulang dari kerja.


"Ehh....sudah pulang kamu Ayunda,aku dari tadi nungguin kamu. Tapi untungnya ada anak mu,mau bermain-main sama aku". Senyum manis Abraham.


Ayunda, menghela nafasnya dengan berat. "Pulang pak,gak enak di liat sama tetangga ku di sini. Apa lagi kami sangat dekat, walaupun mereka tau siapa anda". Tegas Ayunda.


"Aku hanya ingin dekat dengan mu Ayunda, bersama anakmu. Anggap saja kita berteman, bukankah sudah di luar pekerjaan". Jawab Abraham, dengan santainya.


"Om,pulang saja. Berapa hari lagi papah akan pulang, nanti papah,salah paham. Kapan-kapan lagi mainnya, bareng sama papah Al juga". Al, langsung membuka suara.


"Hmmmm...anak kecil aja tau,masa bapak kalah sama anakku ". Ketus Ayunda.


"kapan papah Al, pulang? Om,juga mau kenalan". Abraham, mengelus kepala Al.


"Hemm,tiga hari lagi. Kalau gak telat om,nanti mamah kabarin". Kedip mata Al.


Pintar juga anak Ayunda,sama persis dengan mendiang ayahnya Zense,batin Abraham. "Ok,om akan pulang". Pamit Abraham,ia tersenyum manis kepada Ayunda.


"Lain kali jangan ke sini, bertemu boleh. Asalkan,ada calon Suamiku". Kata Ayunda,namun tidak ada jawaban darinya.


Abraham, langsung meninggalkan perkarangan rumah Ayunda. Ck,calon suami konon. decaknya.


"Ehh... Ayunda,gak kasian tuh. Si duda kamu usir, keliatannya dia suka banget sama kamu. Sampai-sampai belain main kerumahmu, padahal dia tau kamu sudah memiliki tunangan. Aku salut lo,sama kamu". Kekehnya Fitri, terlihat dia habis berbelanja di warung.


"Hemm... emang susah kaya aku ini, dimana-mana pasti semua pria terpesona". Ayunda, mengibaskan rambutnya kebelakang. Ck,aku panasin kamu Fitri. Sukanya NYINYIRAN mulu,geram Ayunda.


"Aduuhhh... harusnya kamu jaga diri deh,kamu itu janda lo. Siapa tau,nanti dapat kabar. Suka godain pria di luar sana". Sinis Fitri.

__ADS_1


"Tenang saja Fitri,aku tidak seperti wanita murahan yang kamu pikirkan. Di rumah ku ada cctv, tetangga-tetangga ku juga ngeliat jika ada orang bertamu di rumah ku. Apa lagi di rumah ada bi Ijah,aku juga gak sembarang bawa orang masuk ke dalam rumah. Hati-hati lo, dengan ucapan kamu. Bisa saja, nanti kebalik". Ayunda, menyungging senyumannya.


"Ck,awas kamu Ayunda,". Decak Fitri,ia langsung pergi meninggalkan perkarangan rumah Ayunda.


Huuuu... Ayunda,di lawan. Sifat seperti dirimu,aku sudah banyak membasmi, gerutu Ayunda.


*****


"Sampai kapan kamu terus-menerus mengejar janda itu, Abraham. Jangan bikin malu keluarga kamu.lebih baik kamu,rujuk dengan Angel". Ucap bu Ivanka,ia masih menatap anaknya yang baru datang.


"Jangan harap aku mau rujuk kembali kepadanya,tak sudi memiliki seorang istri. Kerjaannya hanya mengumbar auratnya ke sana ke sini". Tegas Abraham,ia meneguk segelas air putih.


"Itu hanya masa lalu Abraham, dari pada kamu terus-menerus mengejar janda itu. Apa kamu tidak memiliki harga diri ha? Janda itu,sudah memiliki tunangan,dimana akal sehat mu". Bentak bu Ivanka,ia benar-benar tak habis pikiran. Kenapa anaknya semata wayang,malah kepincut janda anak satu.


"Dia wanita sangat berbeda di mataku,banyak rekan bisnis lainnya. Menyukai Ayunda, tapi mereka tidak ada berani mendekati Ayunda. Dia jauh lebih bagus daripada Angel, sebelum dia menikah aku masih bisa merebut hatinya Ayunda". Senyum semerik Abraham.


"Ck,dasar keras kepala kamu Abraham. Seakan-akan kamu tidak memiliki harga diri sedikit pun, sungguh memalukan ".


Bu Ivanka, sangat marah Kepada anaknya termasuk Ayunda. "Huuuu...dasar janda meresahkan,". Decaknya.


Bu Ivanka,ia bersandar pada sofa. Kepalanya nyut-nyutan karena memikirkan anaknya, tiba-tiba kepincut janda anak satu.


Tak...tak...tak...


Suara hels, memasuki ruangan tamu. Siapa lagi seorang wanita cantik dengan postur tubuh sangat menggoda iman. Dia memakai dress selutut berwarna biru,di tambah lagi dengan lekukan tubuhnya.


"Ini aku bawakan buah-buahan,bu. Apa Abraham,sudah datang". Ucap Angel, dengan khas suara lembutnya.


"Hemmm... dia ada di kamarnya". Jawab bu Ivanka,ia tersenyum kecil."temuilah dia,sebisa mungkin kamu harus menggoda dirinya. Kepalaku sangat sakit, pergilah ".


Dengan senyum merekah. Angel, langsung melenggang pergi. Satu persatu,ia menaiki anak tangga.


Hatinya begitu bahagia,saat mendapatkan lampu hijau dari mantan mertua. "Tak akan aku biarkan kamu dekat dengan seorang wanita itu, Abraham. Kamu adalah milikku,". Gumam pelannya.

__ADS_1


Saat membuka pintu. Ini adalah kesempatan emas,karena pintu kamarnya Abraham. Tumben-tumbenan tak di kuncinya,apa dia lupa.


Angel, langsung menyelonong masuk ke dalam kamar Abraham.


Angel, langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tak lupa menggantikan pakaiannya dengan lingerie.


Beberapa menit kemudian. Abraham, sudah selesai mandi. Ia keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Abraham, langsung terkejut melihat sang mantan istri tengah,merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Menggunakan lingerie berwarna hitam, terlihat jelas lekukan tubuhnya yang putih mulus.


Abraham, langsung tersenyum licik. Sedikit pun,ia tak tergoda. "Ck,apa seperti ini. Gayamu Angel, saat menggoda para pria lain".


Mendengar perkataan sang mantan suami. Angel, langsung bangkit dari ranjang. "Aku tau, kamu haus belaian. Aku bisa memuaskan kamu, Abraham". Senyum semerik Angel,ia mendekati Abraham.


Angel,masih ingat waktu masih berstatus istrinya Abraham. Angel, sangat merindukan sentuhan mantan suaminya.


Abraham,masih menggunakan handuk. Ia duduk di sofa sambil merokok.


Angel, langsung menghampiri Abraham. Ia tersenyum kecil,tangan lentiknya. Ingin sekali meraba-raba dada bidang kokoh Abraham. Apa lagi perutnya di penuhi kotak-kotak, ditambah lengan kekarnya.


"Aku sangat merindukanmu,apa lagi belain mu". Bisik Angel,ia bergelut manja dengan Abraham.


Abraham, dengan santainya menghembus kan asap rokok. Ia hanya tersenyum kecil dan melihat mantan istrinya, seakan-akan haus belaian.


"Kau sangat cocok seperti ulat bulu,apa perlu milikmu itu. Aku taruh ulat bulu yang banyak,biar kamu puas karena gatal begitu dahsyat". Ucap Abraham,ia masih menatap ke arah Angel.


Terlihat begitu agresif Angel,di atas pangkuan Abraham. "Sampai kapanpun,kamu membuat diriku nafsu. Miliku tak akan bangun,karena aku tidak bernafsu kepadamu Angel".


"Benarkah,apa perlu milikmu harus masuk ke dalam mulutku". Tangannya langsung di tepis Abraham,saat barang miliknya mau di sentuh oleh Angel.


Braaaakkkkk...


"Aaaaaarggghhh...". Pekik Angel,ia meringis kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2