
Hawa begitu dingin,hujan deras di luar rumah.
malam semakin mencekam.
Ayunda, melihat bu Halimah, Sinta dan anaknya. Terlihat jelas basah kuyup.
Ayunda, langsung memberikan baju ganti untuk mereka dan membuatkan minuman teh hangat. ia hanya cengengesan, kenapa tiba-tiba mereka datang.
Benar kata ibu-ibu kalau mereka ini sangat misterius, tiba-tiba datang dan menghilang bikin serem. Tapi mereka masih manusiakan bukan hantu, batin Ayunda.ia bertanya-tanya apakah mereka benar-benar nyata atau tidak.
Membuat bu Halimah dan Sinta, menjadi kebingungan.
"Ayunda,kenapa kamu liat kami bengong begitu,". Bu Halimah, menepuk bahu Ayunda.
Membuat ia terkejut." Ehh... gak bu,cuman kaget aja. Kok tiba-tiba datang gitu, takutnya kita beda alam,". Ayunda, cengengesan.
"Beda alam? Maksud kamu apa Yu,jangan aneh-aneh.kami masih hidup,". Sahut Sinta.
"Gimana aku gak ngomong kaya gitu, setarakan kalian itu tiba-tiba hilang dan tiba-tiba datang. Apa lagi cuaca begini,bikin serem. Aku sama bi Ijah, merinding,". Ujar Ayunda.
"Apa yang di katakan non Ayunda,benar. Saya aja takut,". Timpal bi Ijah.
"dimana anakmu Yu,aku pengen lihat,". Ucap bu Halimah.
"Anakku tidur bu. Kalian ngapain tiba-tiba datang,hemm,". Tanya Ayunda,ia mendelik seorang bocah sekitar usia lima tahun lebih,yang sedang tertidur pulas di sofa panjang.
"Ka-kami apa boleh tinggal di rumah sebelah mu Yu,kasihani lah kami. Kami tidak memiliki tempat tinggal dan uang buat ngontrak,". Lirih bu Halimah.
"Iya, maafkan kami. Tolong bantuilah kami Ayunda,kami ini keluarga mu,". Sambung Sinta.
Ayunda, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Nah, benarkan ada maunya dan ada apa-apanya,batin Ayunda. "Selama ini kalian pergi kemana? Semua orang-orang di sini tidak tau kalau kalian pergi.tu yang punya kontrakkan nyariin,". Ketus Ayunda.
Ia begitu kesal kenapa mereka datang lagi,kenapa tidak hilang selamanya.
"Kami kabur Yu,kami tidak bisa membayar kontrakannya karena tidak memiliki uang,". Jawab bu Halimah.
"tolong bantu kami, setidaknya ringankan beban kami. Pandang anakku ini,". Ucap Sinta,mengiba kepada Ayunda.
"Kalian boleh malam ini tidur di tempatku,untuk besok maaf. Aku tidak bisa lagi membantu kalian,sudah banyak aku membantu namun balasannya malah menyusahkan ku,". Ujar Ayunda.
"Ma-maksud kamu kita tidak di berikan tempat tinggal,". Tanya bu Halimah, nampak tak percaya.
"Jangan harap ada kemurahan hati ku bu, seandainya diluar tidak hujan deras. Aku sudah menendang kalian dari rumah ini,". Bentak Ayunda. "Aku bukan Ayunda,dulu. Yang selalu bermurah hati kepada benalu, untuk kali ini tidak,". Terlihat Ayunda, begitu sinis kepada mereka.
"bi Ijah, berikan mereka selimut dan bantal.setelah itu tinggalkan mereka,". Ayunda, langsung beranjak pergi meninggalkan mereka.
Saat Sinta,ingin berbicara namun secepatnya di tahan oleh sang ibu.
__ADS_1
"Baik Non," jawan bi Ijah. ia langsung pergi ke kamar dan memberikan mereka bantal dan selimut tebal, setelah memberikan semuanya. bi Ijah, langsung pergi dan masuk ke kamarnya.
"Kenapa ibu tahan sih,aku gak suka dengan orang sok belagu kaya Ayunda. Sama keluarga gak mau bantu,". Gerutu Sinta.
"Huuuusttt...diam kamu,siapa tau ini hanya tes Ayunda. Jangan kepancing emosi,siapa tau ini hanya trik dia,". Ucap sang ibu."jangan terbawa emosi dulu,diam aja bikin muka memelas agar dia percaya dan memberikan kita tumpangan gratis,".
"Gitu yah,bu. Habisnya aku tu sudah gregetan tau sama Ayunda, bawaannya emosi terus,".
"Ibu juga emosi,tapi ibu tahan. Sabar dulu,". Kata bu Halimah.
Namun pembicaraan mereka tetap di dengan oleh Ayunda, melalui CCTV.
"Ckckck,dikira aku tidak tau apa tipu muslihat kalian,". Senyum semerik Ayunda.
*****
Pagi hari begitu cerah, setelah hujan lebat malam tadi.
"Bangun-bangun kalian," bi Ijah. membangunkan bu Halimah, Sinta dan anaknya. Yang masih tertidur pulas.
"Ibuuuu...,". Rengek anaknya Sinta,ia masih ngantuk.
"Apa-apaan sih, kamu berani-beraninya membangunkan kami. Apa kamu tidak takut dipecat Ayunda,ha..!!! Kami ini keluarganya,". Bentak Sinta.
"Tau...!!! Bangunin orang yang enak-enak tidur,liat cucuku merajuk,". Timpal bu Halimah.
"Apa? Kamu benar-benar mengusir kami yu? Tidak memberikan kami tempat tinggal,". Tanya bu Halimah, nampak tak percaya.
"Jangan ngaur kamu Ayunda,kami ini keluarga mu lo," sahut Sinta.
"Keluaaaarrr....,". Teriak Ayunda.
"Tidaaaakk...kami tidak akan keluar,". jawab bu Halimah. ia juga berteriak.Terlihat Sinta, tersenyum puas.
"Apa? Kami tidak mau keluar dari rumah ini,". Senyum semerik Sinta.
Namun Ayunda dan bi Ijah,saling pandang. Bi Ijah, langsung keluar rumah . ia paham apa maksud dari Ayunda.
"Ibu-ibu toloooong....tooollooooonggg....!!! Ada orang jahaaaat,". Teriak bi Ijah.
Semua ibu-ibu dan tetangga berbondong-bondong datang ke rumah Ayunda.
"Sial,awas kamu Ayunda. Ternyata kamu wanita murahan dan licik ha," Sinta,maju ke depan Ayunda.
"ibuuuu,". terik anaknya.
Ingin menampar wajah Ayunda,namun langsung di tepisnya.
__ADS_1
Plakkk....
Wajah Sinta, yang kena tamparan Ayunda. begitu keras mendarat di pipinya.
"Apa? Kamu ingin menampar wajah ku,jangan harap bisa,". bentak Ayunda.
Plakkk.....
satu tamparan lagi,sudah melayang di pipi Sinta. tangan yang masih di pegang Ayunda,ia langsung menghempaskan dan jatuh.
"Aaaargghhh...kurang ajar kamu Ayunda,". Sinta, meringis kesakitan. Ia juga terjatuh di lantai.
"Kamu berani menampar anakku ayunda,". Sengit bu Halimah. ia juga maju dan ingin menjambak rambut Ayunda,namun terlebih dahulu langsung di jambak Ayunda.
"Kenapa? Maju sini,kalian berdua,". Ayunda, manatap tajam ke arah mereka.
melihat sang ibu di jambak Ayunda. Sinta,juga ikut maju dan menjambak.
Kini mereka berdua maju melawan Ayunda, sendiri.
"Ayundaaaaa...ayo,kita bantu ibu-ibu,". Kata bu sumi.
"Wahh... sikat bu,habisi mereka,". Sahut ibu yang lainnya. Melihat mereka saling menjambak rambut satu sama lainnya. ibu-ibu atau emak-emak mencoba memisahkan jambakkan mereka, setelah berhasil. barulah para emak-emak menghajar mereka berdua,sampai meminta ampun.
Bugh...bugh..bugh...
"Aaaargghhh....sakit,lepas...ampun bu...ampun...,". Sinta memohon ampun,namun ibu-ibu malah menjadi-jadi. baju yang di kenakan mereka,sudah robek.
bu Halimah dan Sinta,tak bisa melawan karena begitu banyak saling mengeroyok.
anak Sinta, menangis kejer. begitu nyaring tangisannya. Membuat anak Ayunda, begitu tak suka melihat anak Sinta menangis di lantai. Al, langsung membawa air di gayung dan menyiramnya.
Byuurrrrr.....
"Aaaaa...ibuuuu....aku di siram sama dia,".teriaknya.
sedangkan Al,anak Ayunda. ia berlari ke pangkuan ibunya. kini Ayunda,hanya terduduk lemas.
"Aaaargghhh...sakitt...tolong...tolong...,". Teriak bu Halimah, rambutnya di jambak habis-habisan oleh ibu-ibu.
"Rasakan...rasakan...kalian sudah melakukan kekerasan kepada Ayunda,". Teriak ibu-ibu yang menjambak rambut bu Halimah.
"Kapok gak,kapok gak,". Sahut lainya, memukul dengan sapu.
Semua emak-emak melihat kejadian tersebut, langsung menyerang dan menyeret keluar. Tanpa memperdulikan teriak dan ringisan bu Halimah dan Sinta.
"rasakan kekuatan para emak-emak,". ucap bi Ijah. Ayunda, tersenyum puas melihat mereka begitu mengenaskan di hajar habis-habisan.
__ADS_1