
"Kevin,aku lagi dekat dengan seorang pria. Pasti kamu tau, bukan,". Delik mata Ayunda.
"Tidak tau,aku sedang sibuk,". Ketus Kevin.
"Iiisss...selama sudah menikah kamu sensitif banget sih,apa istrimu hamil? Terus kamu yang ngidam,". Ayunda, langsung menaruh rasa curiga kepada Kevin.
"Hussssttttt....gak usah ngadi-ngadi Ayunda,". Bantah Kevin.
"Gak mungkin kan. Kalau istri di anggurin setiap hari dan setiap malam,". Kedip mata Ayunda.
"Maksudnya apa? Di anggurin kek gimana,". Tanya kevin,ia masih menatap dokumen di tangannya.
"Pastikan kamu ngelakuin celap-celup sama istri,". Ayunda, memainkan kedua alisnya turun naik.
"Celap-celup? Emangnya teh,apa. Yang di celap-celupin,".
"Lah kok teh. biasanya di saring..!!,kalian gak mungkin kan gak nganu-nganu. Kalian sudah sah,pasti nganu-nganu itu tuh,". Senyum semerik Ayunda. ia sambil memainkan jarinya membuat kode.
"Nah,nah.... benar-benar otak mesum kamu Ayunda, untung gak kamu perkosa tu J.kalau sampai kamu perkosa J.yang ada J,yang bunting,bukan kamu. Kami suami-istri, sudah pasti kami melakukan hubungan in-tim,". Jawab Kevin.
"Mana juga kamu tahan,setarakan istri mu cantik dan bohay. Sudah pasti iman mu lemah,". Kekeh Ayunda. "Tapi, istri mu gak nunda hamil kan,".
"Itu urusan dia,kalau mau cepat-cepat. Aku sih,oke aja. Lagian umurku sudah tua juga,". Kata Kevin.
"Hemmm... semoga kamu yang ngidam Kevin, biar tau rasa.hahaha...,". Gelak tawa Ayunda.
"Kamu mengutuk aku Yu,". Bentak Kevin.
"Gak lah,aku lagi mendoakan kamu yang sebentar lagi akan jadi sengsara, hehehe,". Ayunda,hanya tersenyum.
"Benar-benar yah,suka banget ngeliat teman kesusahan,". Kevin, mendengus kesal.
Namun Ayunda,sudah pergi di balik pintu ruang meeting.
*****
Sebenarnya J, sedang bekerja apa. Sehingga begitu fokus dengan laptopnya,ahh...aku dekatin aja,batin Ayunda.
Ia langsung menghampiri J, sambil membawa segelas jus jeruk.
"Hemm...lagi ngapain,". Tanya Ayunda, sedikit menggeser posisi duduknya.
__ADS_1
J, langsung menutup laptopnya. "Kok laptopnya di tutupin,kerja aja. Aku cuman liat dikit, dikit doang,". Senyum manis Ayunda, sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Ini pekerjaan ku,kau tidak berhak mengetahuinya," jawab J,ia menggeser tempat duduknya,agar menjauh dari Ayunda.
"Pelit amat,sih. Amat aja kaga sepelit itu,". Gumam Ayunda. Ia mendekati J, lagi.
Hati J,sudah geram terhadap Ayunda.
Ia menutup laptopnya dan secepatnya menaruh ke meja. Lalu tangannya langsung, mendorong tubuh Ayunda.
"Aaaaa...,". Pekik Ayunda. Sekarang dia sudah di bawah Kungkungan J.
"Le-lepaskan aku,menjauh dari atas tubuhku,". Bentak Ayunda. Tangannya sudah,di cekal J.
J, masih menatap lekat wajah Ayunda. "Bukankah kamu yang sudah mendekati aku, sedangkan aku sudah menjauh,". Bisik sensual J.
"J,jangan seperti ini. Aku tidak enak,". Deru nafas J,terasa di lehernya Ayunda. Kepala J, sudah tenggelam di leher adik iparnya.
Berlahan-lahan tangan Ayunda, terlepas dari cengkalan J. Ia mencoba mendorong tubuh sang kakak ipar,namun tak bisa.
"Hussssttttt...bisa diam tidak,aku hanya menginginkan tidur di atas tubuhmu,". Mata J,sudah mulai terpejam.
"Jangan di sini,". Lirih Ayunda.
"Apa,yang kamu lakukan? Turun kan aku,". Bentak Ayunda,ia di gendong ala koala oleh J.
"Diam,kau yang minta bukan? Untuk jangan di sofa,". Bentak J. Ia masih setia menggendong Ayunda dan menaiki anak tangga.
Benar saja J,masuk ke dalam kamarnya. Secara berlahan J, merebahkan tubuh Ayunda di ranjang king size miliknya.
J, langsung melepas bajunya. Susah payah Ayunda, meneguk salivanya melihat begitu kekar tubuh milik kakak iparnya sendiri.
Sesosok tubuh yang di rindukan Ayunda. Namun di depannya tidak memiliki sebuah tato, melainkan di belakang. matanya terbalalak melihat tubuh begitu sempurna di mata kaum hawa.
"Pegang lah dadaku Ayunda,". J, menuntun tangan Ayunda, menyentuh dada bidangnya.
Entah pikiran kemana, sehingga dia menuruti kata J. Ayunda,juga terhipnotis melihat kakak iparnya bertelanjang dada.
Deggg....
Tangan Ayunda,sudah menyentuh dada bidangnya J. Terasa kuat dan menggoda.
__ADS_1
Kenapa? Kenapa otakku oleng kemana-mana,ini godaannya menggiurkan. iler ku gak meneteskan, raba-raba dikit gak papakan. Sayangkan ini kesempatan emas, kapan lagi aku menyentuh tubuh kakak iparku yang hot ini,gumam Ayunda. Walaupun hanya di dalam hati.
Panas dingin,yang dirasakannya. Matanya seakan-akan susah berkedip. Aku kerjain aja ni,kakak iparku sayang, senyum semerik Ayunda.
J, begitu terpesona dengan kecantikan adik iparnya. Ia tahu jika sang adik ipar,tengah malu-malu tapi mau. Wajahnya saja sudah semerah tomat masak,ia hanya tersenyum kecil.
Dengan tangan lentik Ayunda,ia meraba-raba dada bidang J. Ia juga meraba-raba perut sixpack kakak iparnya,ada sensasi nikmat yang di rasakan J. Ia sudah merem melek menikmati sentuhan lembut Ayunda.
Ayunda, tersenyum puas melihat kakak iparnya. Sudah menikmati sentuhan lembutnya. Ia juga menyentuh leher J,dan meraba sampai ke perutnya. ia lakukan berulang-ulang kali.
"Shhhhh... Ayundaaa,kau jangan macam-macam dengan ku,". Desis J.
Namun Ayunda,masih tak berani menyentuh bagian bawah sang kakak ipar. Terlihat jelas menonjol ingin keluar dari sarangnya.
Tubuh Ayunda, merasakan suasana berbeda. Ia sudah getar-getir,karena lama menjanda.
Deru nafas J,terasa di wajah Ayunda. Entah keberanian darimana J, langsung ******* bibir milik adik iparnya.
Ayunda, seketika menegang saat J, ******* habis bibirnya. Ia juga menepuk pundak sang kakak iparnya,namun mulutnya sudah di kuasai oleh J.
Ayunda, langsung mengikuti permainan J. Ia juga sangat merindukan sentuhan lembut. Hawa semakin panas,dua insan yang sudah di selimuti naf-su berdua.
Cukup lama mereka saling berciuman dengan mesra. J, langsung menghentikan aksinya. Tangan Ayunda, sudah melingkar di leher J.
Saat J, menatap wajah cantik Ayunda. Namun Ayunda, langsung memalingkan wajahnya karena malu.
Cup..
Satu kecupan mendarat di bibir Ayunda. Terlihat senyum semerik J.
Nafas Ayunda,turun naik. Ia masih tak percaya sampai kelewatan batas. Ia masih merasakan bagaimana berciuman dengan kakak iparnya.
karena tidak ada penolakan lagi. J, langsung menyambar bibir Ayunda,lagi. tangan J,tak luput melepaskan kancing baju Ayunda.
Ayunda,sudah larut entah kemana. hingga ciuman itu turun ke lehernya. ia juga mendongak ke atas,agar sang kakak ipar berluasa mencium lehernya.
"shhh...hmmmm...hmm...,". Ayunda,hanya mendesis menikmati permainan sang kakak ipar.
"Aahhhhhh....,". des-ah Ayunda. saat salah satu gunung kembarnya di remas oleh J.
tangan lentik Ayunda,juga meraba-raba tubuh. apa lagi pangkal pahanya,sudah di raba-raba oleh J.
__ADS_1
Rasakan permainan ku Ayunda,agar kamu merintih untuk meminta lebih dari ini,batin J,ia menyeringai tajam.